Anda di halaman 1dari 28

JARINGAN IKAT

Dr. EDY RAMDHANI

JARINGAN IKAT

Jarang
Jaringan ikat sejati teratur

Padat tak teratur Jar. Lemak


Jar. Elastis Jaringan hemapoetik ( limfatik dan mieloid ) Jaringan mukosa

JARINGAN IKAT

Jaringan ikat dengan sifat khusus

Tulang rawan Jaringan ikat penyokong Tulang

JARINGAN IKAT LONGGAR TERDAPAT PADA : - Mengisi ruang antar serat dan selubung otot - Menunjang jaringan epitel - Membentuk lapisan yang menyelubungi pembuluh darah dan pembuluh limfe - Ditemukan pada stratum papilare dermis, hipodermis, T.Serosa rongga peritoneum dan Ruang pleura - Kelenjar dan membran mukosa

Konsistensi jaringan ikat longgar lembut, fleksibel, vaskularisasinya baik, dan tidak tahan regangan.

JARINGAN PENGIKAT
Gambaran Histologi

Terdiri dari macam-macam sel Terdapat substansi interselular Berasal dari jaringan mesenkim

Fungsinya : Mengikat, menghubungkan dan mengisi celah antara jaringan lain Penyokong atau penopang Berfungsi khusus

Fungsi dan gambaran histologi dikategorikan beberapa kelompok : Jaringan pengikat biasa ( connective tissue proper ) Jaringan pengikat penyokong yang mencakup kartilago dan tulang Jaringan hemopoetik, darah dan jaringan limfoid

KOMPONEN YANG MENYUSUN JARINGAN PENGIKAT T.A ( KOMPOSISI STRUKTUR )


1. Sel 2. Substansi Dasar Merupakan substansi amorf tempat komfor lain dari jaringan pengikat terendam Substansi dasar ini semacam mukopoli sakharid t.a as.hialuronik yang tidak bergugus sulfat dan asam khondroitin sulfat Juga terdapat bahan glikoprotein dapat diwarnai dengan P.A schiff Air yang merupakan bagian dari cairan jaringan 3. Komponen Fibriler, t.a Serabut kolagen Protein kolagen, ukuran 1m 12 m Serabut kolagen terdiri dari gabungan serabut halus ukuran 0,3 m- 0,5 m yang disebut : Fibril ( tersusun dari mikrofibril ukuran 400 )

Berwarna putih : - Pewarna ( H.E ) : merah muda/ merah - Pewarna Van Giessen : Merah cerah - Pewarna mallory : biru Dapat diwarnai dengan zat warna asam, dengan merubah PH dapat diwarnai dengan zat warna Basa. Struktur halus Pengamatan dengan M.E, mikrofibril menggabungkan garis-garis melintang dinamakan : Periodisitas aksial sebesar 640 molekul dasar dinamakan Tropokolagen. Serabut elastis Disusun oleh protein elastin yang sangat tahan terhadap pengaruh kimia. Warna : kuning Serabut Retikuler Dibentuk oleh protein kolagen - didalam jaringan pengikat terdapat serabut-serabut halus yang saling berhubungan membentuk jala

-Terdapat gambaran periodisitasaksial jumlah serabut kolagen -Dapat diwarnai dengan PAS -Banyak terdapat sebagai kerangka dalam jaringan Limfoid dan hemopoetik Berdasarkan tingkat diferensiasi jaringan pengikat dibedakan : 1. Jaringan pengikat Embrional 2. Jaringan pengikat dewasa Ad. 1 Jaringan Pengikat Embrional Ada 2 jenis jaringan embrional yaitu : a. Jaringan mesenkim Paling banyak berkembang menjadi jaringan pengikat b. Jaringan mukosa Jaringan embrional yang terdapat dalam tali pusat, humor vitreus Bentuk sel : Oval stelat dengan inti bentuk sel Batas selnya tidak jelas, diantara sel-sel terdapat serabut atau kolagen yang berwarna easinofil, juga terdapat bahan lendir. Pada tali pusat bahan tersebut dinamakan Wharton Jelly

Ad.A.Jaringan pengikat dewasa,Terdiri atas : a. Jaringan pengikat longgar ( areolar ) komponen sel-selnya dipisahkan oleh substansi interseluler oleh karena jaringan pengikat longgar tidak kuat untuk menahan beban, maka biasanya melanjutkan diri kedalam jaringan pengikat yang lebih padat. b. Jaringan pengikat padat c. Jaringan pengikat retikuler d. Jaringan pengikat berpigmen e. Jaringan lemak

Ad. a. Jenis-jenis sel yang terdapat pada jaringan pengikat longgar yaitu : 1. Fibroblast Sel berbentuk kumparan dengan bagian yang membesar mengandung inti yang berbentuk avoid dengan butir-butir atau kromatoin halus dan sebuah nukleus. Sitoplasma fibroblas mempunyai tonjolan atau pucat. Pembentukan serabut kolagen dimulai dengan sisntesis tropokolagen oleh fibroblast yang disekresikan yang akhirnya dipolimerasisasi diluar sel menjadi fibril-fibril halus 2. Sel lemak Kelompok sel-sel lemak menjadi besar terbentuklah jaringan lemak. Sel lemak dibedakan dengan 2 jenis lain dengan adanya penimbunan tetes-tetes lemak dalam sitoplasma sampai terjadi penyatuan sehingga inti bersama sitoplasma terdorong ke tepi. ( gambar : cincin stempel ) Pewarnaan : Sharlach R atau Suden IV

3. Plasmasit
Berasal dari perkembangan sejenis Limfosit yang dinamakan Limfosit B, akan menghasilkan antibody. Sehingga bila dijumpai banyak plasmasit dalam jaringan menandakan ada aktivitas respon Imun terhadap Ag Tertentu Bentuk : Bulat panjang dengan inti bulat yang terbentuk eksentrik susunan kromatin dalam inti menyerupai roda sitoplasma bersifat basofil karena aktif mensintesis Ab yang merupakan protein. Dalam sitoplasma dijumpai : - Endoplasmic Reticulum - Ribosom - Sentriole - Kompleks golgi

4.

5.

6. 7.

Sel Makrofag Punya kemampuan fagositosis, sangat berperan dalam pertahanan tubuh. Sitoplasmanya mengandung lisosom yang mengandung enzim untuk melisis bakteri. Makrofag berasal dari monosit dalam darah. Bila benda yang difagosit rendah, maka sel makrofag berfungsi membentuk sel raksasa / sel benda asing. Mastosit ( Mast Cell ) Bentuk sel avoid, inti bulat ditengah, Inti sulit terlihat oleh butir-butir dalam sitoplasma yang mengandung : Heparin, histamin, dan enzim yang berhubungan dengan gejala alergi anafilaksis. Butir-butir ini dapat terlepas oleh alergen dan Ab dari Ig jumlah yang menenpel pada permukaan sel. Gejala yang timbul gatal, udema, sesak nafas dll Sel masenkim muda Sel Imigran Contoh : Leukosit, Limfosit dan monosit

Ad. B. Jaringan pengikat padat, t.a : Jaringan pengikat padat Ireguler Terdapat sebagai pembungkus organ, tendo, serabut saraf, otot, dermis pada kulit Jaringan pengikat Reguler, dibedakan atas : 1. Jaringan pengikat padat kolagen reguler terdapat sebagai tendo, ligamentum, fascia, aponeuresis dan cornea 2. Jaringan pengikat padat elastis Terdapat sebagai ligamen Flavum, ligamen Vocale, Ligamen Nuchae dan Ligamen Stylohyoideum. Karena komponen elastis paling banyak maka dalam keadaan segar ligamentum berwarna kuning. Sebagai lembaran misalnya : Fascia Scarpae pada dinding perut dan membrana fenestrata pada dinding aorta

Ad.C.Jaringan Retikuler Serabut bersama sel-selnya membentuk kerangka atau stroma

Ad.D.Jaringan Pengikat Pigmen Terdapat sebagai Tunika Suprachoroidea dan lamina Fusca
Ad.E.Jaringan lemak Jaringan lemak putih / kuning Jaringan lemak coklat

JARINGAN LEMAK Jenis Jaringan Ikat khusus yang t.u t.a sel lemak Pria dewasa normal : 1520% dari BB Wanita normal : 20-25 % dari BB Merupakan cadangan energi terbesar dalam tubuh ( dalam bentuk trigliserida )

Fungsi : 1. Cadangan energi yang efisien 2. Isolator suhu bagi tubuh 3. Lapisan lemak permukaan tubuh : membentuk permukaan tubuh dan sebagai bantalan untuk peredam goncangan tertentu pada telapak tangan dan kaki 4. Mengisi celah diantara jaringan lain 5. Menahan organ-organ tertentu pada tempatnya

Jenis Jaringan Lemak 1. Jaringan lemak unilokular kuning / Biasa


Warna dari putih smp kuning tua bergantung karotenoid yang larut dalam tetes lemak sel itu. Terdapat pada orang dewasa, ditemukan diseluruh tubuh kecuali : Kelopak mata Penis Scrotum Aurikula telinga luar

HISTOLOGIS
Ukuran : 50 150 m Sel cincin cap ( Signet Ring Cell ) Obesitas Hipertrofik : Penimbunan lemak yang berlebihan pada sel-sel jaringan lemak putih yang membesar melebihi biasanya. Obesitas Hiperplastik : Penambahan jumlah sel lemak Histogenesis Mesenkim

Lipoblast

Sel lemak

2. Jaringan Lemak Multilokular Coklat


Memiliki sejumlah vakuol lemak yang banyak mitokondria. Warna coklat disebabkan oleh banyaknya kapiler darah dalam jaringan ini dan banyaknya mitokondria Fungsi : Jaringan ini penting pada 3 bulan pertama kehidupan, post natal karena menghasilkan panas sehingga melindunginya terhadap dingin dan menyusut pada orang dewasa.

Histologis Berbentuk poligonal, ukuran < sel jaringan lemak Unilokuler Sitoplasma mengandung tetes lipid Inti bulat dipusat Mitokondria bayak dengan sejumlah krista panjang Histopatologis Produksi panas meningkat karena mitokondria yang ada di sel jaringan memiliki protein trans membran yang disebut Thermogenin yang memungkinkan energi yang dibangkitkan tidak digunakan membentuk ATP tapi dibebaskan sebagai panas

Histogenesis Jaringan Lemak


Pembentukan lemak primer Pembentukan lemak yang berasal dari Lipoblast pada waktu embrio yang mula-mula adalah sel lemak multilokuler dan akhirnya menjadi sel lemak Unilokuler. Pembentukan lemak sekunder Pembentukan jaringan yang berasal dari sel-sel mesenkim sesudah lahir pada manusia

Ada keseimbangan antara proses penimbunan dan pelepasan lemak oleh selsel lemak dipengaruhi oleh faktor hormonal dan sistem saraf otonom. Kelenjar endokrin yang terlibat adalah : Glandula hypophysis Suprarenalis Thyroid Hormon sex Hormon insulin
END