Anda di halaman 1dari 30

Azka Roby Antari, ST

Untuk Teknik Eksplorasi Produksi

Operasi2 umum pada konstruksi anjungan lepas pantai


Towing (penarikan unit) Mooring (penjangkaran/penetapan posisi) Ballasting (pengapungan dan penenggelaman) Weight Handling (pengaturan beban) Personal Transfer (perpindahan manusia)

Kita ketahui bahwa...


Sebelum operasi pemboran dilakukan : 1. Persiapan tempat 2. Pengiriman peralatan 3. Penunjukkan pekerja 4. Persiapan rig dan penempatannya 5. Peralatan penunjang dan pemasangannya 6. Persiapan akhir

Onshore Persiapan tempat Land clearing pembuatan jalan akses penentuan letak geografis Pembuatan mud pit Persiapan cellar box Pemasangan conductor hole Pemasangan conductor pipe dan rat hole Flat-bed trucking Skidding Crawler tracking Drilling : Upper management Middle management Lower/bottom management Safety : Supports and Maintenances Rigging up Pemasangan dan penyetelan semua peralatan baik dilantai, dibawah lantai, maupun diatas lantai (overhead tools) Pemasangan storage tanks, power systems, BOPs, bahan lumpur, pipa-pipa Persiapan kerja lumpur (personil, fluida pengeboran, peralatan sirkulasi) Pengecekan masing-masing sistem

Offshore Penentuan letak geografis Persiapan guide ring Conducting

Pengiriman peralatan Penunjukkan pekerja

Towing Jacking Equal to onshore operations

Mendirikan derrick

Penyetelan semua peralatan yang telah terpasang secara permanen

Peralatan penunjang dan pemasangannya Persiapan akhir

Pemasangan yang sama, winches system, marine risers system, guide ring, subsea BOPs. Pengecekan sistem sirkulasi dan sistem lainnya Persiapan conducting

Operasi penarikan unit alias pengiriman peralatan


Towing Towing adalah proses penarikan struktur lepas pantai untuk dipindahkan ke suatu lokasi yang sudah ditentukan. Beberapa hal yang penting untuk dilakukan sebelum keberangkatan adalah pemeriksaan : 1. Kesiapan dan kemampuan semua komponen towing. 2. Maximum draft akibat beban tetap dan beban variabel, draft maksimum yang diizinkan harus tidak lebih dari load line draft. 3. Informasi tentang rute-rute yang akan dilalui meliputi : laporan keadaan cuaca kedalaman laut lalu lintas kapal

Towing melibatkan beberapa unit yang keterlibatannya tergantung pada ukuran dan jenis struktur yang dibawa, sebuah unit penarikan lengkap terdiri dari : 1. Towing boat : unit utama yang bertugas menarik barge atau menarik struktur platform seperti semisubmersible, disebut juga tug boat atau towing ship. 2. Barge : kapal yang menghela struktur, seperti steel-jacket dan bagian dek dari fixed platform . 3. Guide boat : unit pembantu yang bertugas mengawal dan menuntun towing boat, memberi informasi kedalaman laut sehingga menghindari kemungkinan kandasnya struktur yang ditarik, juga memberi peringatan kepada kapal-kapal yang ditemui diperjalanan. 4. Supply boat : unit pembantu yang membawakan peralatan dan material yang diperlukan oleh unitunit lain (peralatan pengeboran, peralatan keselamatan, bahan bakar, dll)

Cara penarikan suatu konstruksi

1. Single towboat-barge. 2. Konfigurasi a la Ducth dan Amerika Serikat. 3. Kombinasi guide boat-pusher boat. Peralatan penarikan :
1. Towline, baik berupa rantai ataupun kabel baja 2. Pendant line, towline yang lentur terdiri dari recovery pendant dan wire pendant.

Kapal-kapal tunda menarik Platform P-51 milik PetroBras

Kapal-kapal tunda mendorong dan menarik semi-submersible Tunder Horse menuju lautan

Mat-type Semi-submersible khusus riset dihela oleh kapal tunda Blue Marlin

Unit pembantu

Suplly unit

Anchor-handling unit

Pipe laying unit

Beberapa catatan ....


Dikutip dari catatan kuliah Dr. Rudi Rubindini

Beberapa poin yang harus diperhatikan dalam towing ..

Stabilitas dan Line Strength selama penarikan Catatan umum untuk service pengapungan/pemindahan Batasan service pengapungan/perpindahan Instruksi-instruksi selama operasi pengapungan/pemindahan Distribusi berat selama proses pengapungan Rekomendasi operasi saat badai berlangsung Instruksi darurat jika terjadi kebocoran (flooding)

Stabilitas dan Line Strength selama penarikan


Gaya-gaya lingkungan berupa angin, ombak dan arus dapat berpotensi mengurangi kestabilan vessel selama proses pemindahan, rendahnya kestabilan berpotensi untuk menggulingkan struktur. stability loss means vessel failed. Pergerakan vessel sebagai akibat hembusan angin pada sisi-sisinya (wind heeling effect). Stabilitas selama towing dapat dipengaruhi oleh berat struktur dan panjang kaki rig atau substruktur. Berat akan meningkatkan kemampuan menahan angin (angin lebih sulit mendorong benda yang berat daripada benda yang ringan), tetapi dimensi berat menurunkan kestabilan rig. Sehingga terkadang rig tidak dizinkan membawa drillpipe, collar, dan lain-lain. Substruktur yang menjulang terlalu tinggi dari badan vessel juga dapat berpotensi mempengaruhi titik pusat gravitasi. Turunnya kestabilan diakibatkan oleh terlalu menjulangnya kaki2 struktur diatasi dengan menaik-turunkan kaki2nya. Pada Jack-up : toleransi kemiringan kaki2nya adalah 20o dari vertikal dan hanya selama maksimal 10 detik selama penarikan.

Catatan umum untuk service pengapungan/pemindahan

Tutup semua perangkat berikut selama operasi penarikan dan tidak digunakan kecuali bila benar-benar diperlukan dalam operasi. Meliputi : sounding tubes manholes valve manifolds bilge control valve Pintu-pintu kedap air ventilasi dinding pemisah tertutup preload dumb valve dicharge load

Batasan service pengapungan/perpindahan


KG tidak boleh lebih dari KG max Tegangan tali harus mengikuti prosedur US C6 Coast Guard Publication No. CG 17 dengan judul load line regulation. Heeling moment harus dipertimbangkan. Salah satu bagian dari deck yand ditempati oleh kaki rig adalah bagian yang sangat mempengaruhi kestabilan selama pengapungan. Tinggi kaki rig diatas deck mempengaruhi kestabilan, maka harus diatur. Menurunkannya akan meningkatkan kestabilan unit karena mengurangi pengaruh hembusan angin 70 knot, menaikkannya hanya bila memasuki perairan dangkal atau mendekati pelabuhan.

Instruksi-instruksi selama operasi pengapungan/pemindahan


Berikut adalah instruksi-instruksi yang diberikan dalam operasi penarikan atau pemindahan pada keadaan normal : Tempatkan dan perbaiki unit sampai layak untuk melaut dan melakukan penarikan. Ini memerlukan tenaga terlatih dan berpengalaman. Tutup dan kunci semua pintu kedap air dibawah dek utama. Tutup dan perhatikan lubang palka (ships hacth) kedap air dan manholes. Semua pintu di dek dan diatas dek harus terjaga dalam keadaan tertutup. Tutup dan perhatikan semua perlengkapan dek (modul) atau ruangan-ruangan jika tidak dipergunakan. Saluran air dibawah lambung unit bila tidak dipergunakan. Saluran air diatas lambung kapal bila tidak dipergunakan. Menara air laut dinaikkan dan pipa penyemprot air harus diperhatikan atau dipindahkan jika memang perlu. Semua peralatan harus tersimpan pada tempatnya dan diperhatikan pergerakannya. Perhatikan subbase derrick dan substructure jika tipe cantilever atau menjorok keluar dengan `dua buah penopang, terhadap suatu pergerakan yan berasal dari sambungannya. Memastikan semua sistem pemipaan cairan berfungsi sempurna. Memperingan unit dengan cara memindahkan fluida yang diperlukan dalam proses towing ini ke vessel lain. Pengompresan ataupun pengosongan tangki penyimpanan pada unit akan memperkecil hilangnya kestabilan. Semua rongga dan lambung-lambung pompa harus dalam keadaan kosong. Bagian akhir valve seluruh percabangan lambung unit dan semua sistem stripping harus dijaga tertutup, kecuali bila melakukan preload untuk menjaga stabilitas. Kondisi cuaca dimana unit tersebut berada harus diamati dan direkam. Pemberangkatan ke lokasi hanya dilakukan bila cuaca baik dan laut tenang. Sudut guling/kemiringan yang terjadi tidak boleh lebih dari 60 o. Pemberangkatan pada musim dingin atau pada daerah kutub, tidak dilakukan bila peralatan unit tertutupi salju atau laut dalam keadaan membeku.

Distribusi berat selama proses pengapungan

Bila unit sedang terapung, maka draf maksimum yang diizinkan adalah load line atau draft line. Berat dan Center of Gravity harus dihitung. Total displacement unit adalah berat sebelumnya + berat dari panjang kaki yang dipasang + berta variabel diatas dek. Perhitungan displacement ini tidak boleh melebihi draft line.

Rekomendasi operasi saat badai berlangsung


Periksa semua Instruksi Operasi Selama Pengapungan yang telah diperbaharui dalam rangka menghadapi situasi badai. Tutup dan perhatikan semua pintu di dek dan ruang operasi. Tutup dan perhatikan semua deadlight dan posthole light agar kedap air. Pastikan bahwa platform dalam keadaan laik laut dan siap menghadapi badai. Khususnya tempat penyimpanan peralatan dan perhatikan peralatan yang dapat bergerak atau terguling. Periksa peralatan komunikasi, penyelamat, alat navigasi serta peralatan penyelamat lainnya. Lakukan komunikasi radio secara tetap dan kirim sinyal emergency. Periksa sumber tenaga cadangan. Lakukan manuver yang benar, sehingga diperoleh posisi penarikan yang benar untuk memperkecil guncangan/olengan unit. Periksa kaki rig apakah berada pada posis yang benar relatif terhadap upper guides dan unit pengangkat.

Instruksi darurat jika terjadi kebocoran (flooding)

Jika terjadi atau dicurigai terjadi air masuk kedalam rongga/labung unit atau dikenal dengan istilah flooding, move supervisor harus bertindak cepat mengikuti petunjuk berikut ini : Bunyikan alarm Tutup semua pintu kedap air yang terbuka menggunakan remote controller. Persiapkan pompa anti banjir/ anti bocor dan analisa situasi yang sedang dihadapi.

Operasi2 umum pada konstruksi anjungan lepas pantai


Towing (penarikan unit) Mooring (penjangkaran/penetapan posisi) Weight Handling (pengaturan beban) Personal Transfer (perpindahan manusia)

Operasi penetapan posisi


Mooring system Adalah sistematika menghubungkan vessel dengan lantai dasar laut dengan menggunakan kawat atau tali rantai yang ditancapkan (dijangkar) ke dasar laut dengan tujuan agar vessel tidak bisa bergerak secara lateral. Mooring konvensional disebut juga anchoring, mempergunakan susunan jangkar, mooring modern menggunakan sistem pengendalian balingbaling (thrusters). Berdasarkan cuaca yang dihadapi, maka mooring system terbagi dua : Mooring system untuk situasi normal. Mooring system untuk menghadapi badai.

Beberapa pola penjangkaran

Operasi pengendalian beban


Faktor-faktor yang menentukan pada sistem pengangkatan : Spesifikasi alat pengangkat Berat,bentuk, dan posisi benda yang diangkat Sistem penyambungan sling.

Pengangkutan manusia menggunakan dapat menggunakan kapal atau chopper

Thank you...

Enough for today