Anda di halaman 1dari 17

VARICELLA

Melia Eka Safitri

Pengertian Penyakit Varicella:


Varisela adalah penyakit infeksi menular yang disebabkan oleh virus Varicella Zoster, ditandai oleh erupsi yang khas pada kulit. Pada umumnya menyerang anak-anak, tapi dapat juga terjadi pada orang dewasa yang belum pernah terkena sebelumnya. Banyak menyerang anak usia sekolah dasar (antara 59 tahun).

Etiologi:
Varisela disebabkan oleh Varicella Zoster Virus (VZV). VZV menyebabkan penyakit varisela dan Herpes Zoster. Kedua penyakit ini memiliki manifestasi klinis yang berbeda. Pada kontak pertama dengan manusia menyebabkan penyakit varisela atau cacar air, karena itu varisela dikatakan sebagai infeksi akut primer. Penderita dapat sembuh, atau penderita sembuh dengan virus yang menjadi laten (tanpa manifestasi klinis) dalam ganglia sensoris dorsalis, jika kemudian terjadi reaktivasi maka virus akan menyebabkan penyakit Herpes zoster .

Tanda dan Gejala dari penyakit Varicella:

Diawali dengan gejala melemahnya kondisi tubuh. -Pusing -Deman kadang-kadang diiringi batuk -Dalam 24 jam timbul bintik-bintik yang berkembang menjadi lesi (mirip kulit yang terangkat karena terbakar). Terakhir menjadi benjolan-benjolan kecil berisi cairan. Sebelum munculnya erupsi pada kulit, penderita biasanya mengeluhkan adanya rasa tidak enak badan, lesu, tidak nafsu makan dan sakit kepala. Satu atau dua hari kemudian, muncul erupsi kulit yang khas.

Komplikasi yang terjadi akibat Penyakit Varicella


+ + + + + pneumonia yang diakibatkan virus lain. ensefalitis atau infeksi pada otak peradangan pada jantung peradangan pada sendi peradangan pada hati

Beberapa komplikasi dapat terjadi pada infeksi varisela, infeksi yang dapat terjadi diantaranya adalah: -Infeksi sekunder dengan bakteri -Varicella Pneumonia -Reye Sindrom -Ensefalitis -Hemorrargis varisela -Hepatitis

Patofisiologi / Patogenesis:
Setelah VZV masuk melaui saluran pernapasan atas, atau setelah penderita berkontak dengan lesi kulit, selama masa inkubasinya terjadi viremia primer. Infeksi mula-mula terjadi pada selaput lendir saluran pernapasan atas kemudian menyebar dan terjadi viremia primer. Pada Viremia primer ini virus menyebar melalui peredaran darah dan system limfa ke hepar, dan berkumpul dalam monosit/makrofag, disana virus bereplikasi, pada kebanyakan kasus virus dapat mengatasi pertahanan non-spesifik sehingga terjadi viremia sekunder.

Pada viremia sekunder virus berkumpul di dalam Limfosit T, kemudian virus menyebar ke kulit dan mukosa dan bereplikasi di epidermis memberi gambaran sesuai dengan lesi varisela. Permulaan bentuk lesi mungkin infeksi dari kaliper endotel pada lapisan papil dermis menyebar ke sel epitel dermis, folikel kulit dan glandula sebasea, saat ini timbul demam dan malaise.

Varicella Fatality Rate in Healthy Persons


30 25 20

Rate

15 10 5 0 <1 1-14 15-19 Age group (yrs) 20-29 30+

*Deaths per 100,000 cases

Diagnosa atau Diagnosis penyakit Varicella:


Diagnosa dilakukan dengan melihat ruam pada kulit dengan munculnya makula, papula dan vesikel.

Pemeriksaan Fisik:
a. Adanya rash:
Tiap lesi dimulai dari macula eritem, papul, vesikel, pustula, dan krusta Bila di sekitar lesi berwarna kemerahan, dan sedikit membengkak, harus dicurigai terjadi superinfeksi bakteri Beberapa lesi dapat muncul di daerah osofaring Lesi yang ditemukan pada mata jarang ditemukan Lesi akan mengalami erupsi setelah 3 5 hari Lesi biasanya berubah menjadi krusta selama 6 hari dan penyembuhan terjadi setelah 16 hari Pemanjangan waktu erupsi pada lesi yang baru atau penyembuhan dapat terjadi pada seseorang dengan imunitas seluler rendah

Pemeriksaan Fisik
b. Demam yang terjadi biasanya subfebril
(100 - 102F), namun dapat pula tinggi hingga 106F. Demam lama harus dicurigai terjadinya komplikasi atau imunodefisiensi.

Pemeriksaan Penunjang:
a. Laboratorium
b.

Pencitraan

Manifestasi Klinis:

Manifestasi Klinis varisela terdiri atas 2 stadium yaitu: 1. Stadium prodormal 2. Stadium erupsi.

Pengobatan:
Pengobatan di rumah pada cacar air ditujukan untuk meringankan gejala, yang dapat dilakukan dengan: -Istirahat secukupnya -Mandi dengan air hangat atau air dingin setiap 3-4 jam pada hari-hari pertama untuk mengurangi rasa gatal -Pemberian calamine lotion untuk mengurangi rasa gatal -Dapat diberikan bedak basah atau bedak kering yang mengandung salisil 2% atau mentol 1-2% -Bagi anak kecil, dianjurkan untuk memakai sarung tangan untuk mencegah menggaruk ruam-ruam

Pencegahan:
Pencegahan terhadap varisela dapat dilakukan dengan pemberian immunisasi aktif maupun pasif, dengan demikian maka penderita yang beresiko mendapatkan komplikasi saat menderita penyakit varisela, atau menderita varisela yang cenderung berat dapat diberi immunisasi untuk meningkatkan immunitasnya.

Prognosis dari penyakit Varicella:


Pada anak-anak sehat, prognosis varisela lebih baik dibandingkan orang dewasa. Pada neonatus dan anak yang menderita leukemia, imunodefisiensi, sering menimbulkan komplikasi sehingga angka kematian meningkat.