Anda di halaman 1dari 12

PATOFISIOLOGI STROKE NON HEMORAGIK

SUMBER REFERENSI
Patofisiologi Vol 2. Sylvia Price.Hal 1107-1119

SUPLAI DARAH SEREBRUM


Sistem serebrovaskular memberi otak aliran darah yang banyak mengandung zat makanan yang penting bagi fungsi normal otak

Kerusakan otak ireversibel mulai timbul setelah 4-6 menit penghentian total pasokan oksigen
CBF normal sekitar 50ml/100 gram jaringan otak/menit

Pada keadaan istirahat otak menerima 1/6 dari curah jantung,otak menggunakan 20% oksigen tubuh

Bagian otak yang berdekatan yang mendapat CBF terbatas melalui aliran kolateral disebut penumbra iskemik. Empat arteri besar menyalurkan darah ke otak : 2 a.karotis interna dan 2 arteri vertebralis (yang menyatu dengan a.basilaris untuk membentuk s.vertebrobasilar) Arteri penghubung diantara cabang-cabang a.karotis kanan dengan kiri :Ramus Kommunikans anterior Arteri penghubung antara a.karotis kanan/kiri dengan a.basilaris : ramus kommunikans posterior kanan/kiri A. Karotis interna bercabang menjadi arteri serebri anterior dan media, masuk ke kranium melalui dasar tengkorak

A.vertebralis kanan/kiri ukuran lebih kecil dan berjalan melalui foramina transversus vertebra servikalis, masuk ke tengkorak melalui foramen magnum, menyatu membentuk a.basilaris (sistem vertebrobasilar) ditaut pons dan medula dibatang otak. A.basilaris berjalan ke otak tengah,bercabang menjadi a.serebri posterior dekstra/sinistra A.basilaris,A.serebri anterior,a.karotis interna dan a.serebri posterior bertemu membentuk sirkulus willisi.

SIRKULASI KOLATERAL
Sirkulasi kolateral terbentuk secara perlahanlahan saat aliran normal ke suatu bagian berkurang. Efek sirkulasi ini untuk menjamin terdistribusinya darah ke otak sehingga iskemia dapat ditekan minimal apabila terjadi sumbatan arteri.

PATOFISIOLOGI
Apabila aliran darah ke jaringan otak terputus selama 15-20 menit akan terjadi infark/kematian jaringan.

Faktor resiko arteriosclerosis Trombus Pembentukan energy/ATP berkurang Pasokan darah berkurang iskemia Respon tubuh Emboli A.Cerebri posterior Koma,hemiparesis,afasia visual(butakata),kelumpuh an saraf kranialis III: hemianopsia,koreoatetosis Hemiparesis/monoparesis (lengan)kontralateral,hemia nopsia,afasia global Kelumpuhan tungkai,defisit sensorik,demensia,gerakan menggegam Lumpuh,ataksia,tanda babinski bilateral,disfagia,baal wajah,mulut,lidah,gang penglihatan,pendengaran,koma A.Karotis interna Amaurosis fugaks,gejala sensorik dan motorik diekstremitas kontralateral,

Pompa Natrium Kalium sel gagal

Oklusi P.Darah otak

a.Cerebri media

Sel neuron membengkak Perfusi serebral menurun infark Ca intrasel ditingkatkan

a.Cerebri anterior Sistem vertebrobasilar

Terjadi eksitotoksisitas

infark

Terjadi eksitoksisitas

Release neurotransmitter eksitatorik ex glutamat dalam jumlah berlebih


Kerusakan dan kematian neuron progresif merangsang aktivitas kimiawi dan listrik di sel otak lain dengan melekat ke molekul dineuron lain,reseptor N-metilD-aspartat (NMDA)

Aktivasi enzim nitrat oxida sintase

Release nitrit oxide

Anda mungkin juga menyukai