Anda di halaman 1dari 24
Bronkopneumonia + GE Dehidrasi Berat + Ensefalopati Pembimbing Dr. Chairul Adillah Harahap, Sp.A
Bronkopneumonia + GE
Dehidrasi Berat +
Ensefalopati
Pembimbing
Dr. Chairul Adillah Harahap, Sp.A
 
Bronchopneumonia    Bronchopneumonia (BP) : Peradangan paru yg dimulai di bronchioli terminal, tersumbat o/
 
Bronchopneumonia    Bronchopneumonia (BP) : Peradangan paru yg dimulai di bronchioli terminal, tersumbat o/

Bronchopneumonia

Bronchopneumonia (BP) : Peradangan paru yg dimulai di bronchioli terminal, tersumbat o/ eksudasi mukopurulen bercak konsolidasi di lobuli berdekatan

BP Peradangan pd bronkus & parenkim paru BP Primer : bakteri & virus

Sekunder : campak, pertusis, aspirasi, luka bakar, kasus bedah

Etiologi

:

Streptococcus pneumoniae, Hemophilus influenzae, Klebsiela pneumonia, Pseudomonas aeruginosal, dll.

 
Gejala Klinis        Demam yang tinggi (39-400C), kadang menggigil Bayi
 
Gejala Klinis        Demam yang tinggi (39-400C), kadang menggigil Bayi

Gejala Klinis

Demam yang tinggi (39-400C), kadang menggigil Bayi tmpk gelisah, sakit berat, dpt terlihat sianosis Pernafasan cuping hidung (+) Pernapasan cepat dan dangkal Retraksi pd epigastrium, suprasternal & interkostal Krepitasi pd lapangan paru yg terkena Muntah dan diare

 
Diagnosis  Riwayat penyakit  Gejala klinis  Pemeriksaan fisik  Pemeriksaan penunjang: Laboratorium, radiologi, mikrobiologi
 
Diagnosis  Riwayat penyakit  Gejala klinis  Pemeriksaan fisik  Pemeriksaan penunjang: Laboratorium, radiologi, mikrobiologi

Diagnosis

Riwayat penyakit Gejala klinis Pemeriksaan fisik

Pemeriksaan penunjang: Laboratorium, radiologi, mikrobiologi

Diagnosis Banding

Bronchiolitis

Bronchiolitis

Aspirasi

Aspirasi pneumonia

pneumonia

Bronchitis

Bronchitis akut

akut

Tuberkulosis

Tuberkulosis paru

paru

 
Pengobatan    Bed rest O2 1 – 2 liter/menit IVFD sesuai umur & berat
 
Pengobatan    Bed rest O2 1 – 2 liter/menit IVFD sesuai umur & berat

Pengobatan

Bed rest O2 1 – 2 liter/menit IVFD sesuai umur & berat BB

Antibiotika Antipiretik Roboransia

Prognosis

Baik oleh penanganan yang tepat dan dini

 
GASTROENTERITIS  Gastroenteritis (GE) = Diare  Penyakit utama pd bayi & anak di Indonesia 
 
GASTROENTERITIS  Gastroenteritis (GE) = Diare  Penyakit utama pd bayi & anak di Indonesia 

GASTROENTERITIS

Gastroenteritis (GE) = Diare Penyakit utama pd bayi & anak di Indonesia

GE : Keluarnya tinja berbentuk cair 3 x dlm 20 jam pertama dgn suhu rectal > 38°C, kolik & muntah-muntah

GE akut : BAB pd bayi & anak yg sblmnya sehat, f/ 3 /hr, tjd perubahan tinja mjd cair dgn/tanpa lendir & darah

 
epidemiologi       Pybb utama morbiditas & mortalitas bayi & anak di
 
epidemiologi       Pybb utama morbiditas & mortalitas bayi & anak di

epidemiologi

Pybb utama morbiditas & mortalitas bayi & anak di negara berkembang Per tahun 1 milyar GE 3,3 jt †

GE sbgn besar berlangsung 2 – 5 hr bisa > 2 mgg kronis

Penularan orafecal langsung/tdk GE Bakteri musim panas Virus musim dingin GE Rotavirus sepanjang th di Indonesia

 
Etiologi Golongan Bakteri Aeromonas hidrophilia Bacillus cereus Campylobacter jejuni Clostridium difficile Clostridium perfringens Escherichia coli Golongan
 
Etiologi Golongan Bakteri Aeromonas hidrophilia Bacillus cereus Campylobacter jejuni Clostridium difficile Clostridium perfringens Escherichia coli Golongan

Etiologi

Golongan Bakteri

Aeromonas hidrophilia Bacillus cereus Campylobacter jejuni Clostridium difficile Clostridium perfringens Escherichia coli

Golongan Virus

Adenovirus Rotavirus Virus norwolk Astrovirus

Salmonella spp. Shigella spp. Staphylococcus aureus Vibrio cholera Vibrio parahaemoliticus Yersinia enterocolitica.

Calicivirus Coronavirus Minirotavirus Virus bulat kecil

 
Etiologi Golongan Parasit Balantidium coli Capillaria philippinensis Cryptosporioiom Entamoeba histoilitica Giardia lamblia Strongyloides stercoralis Faciolopsis buski
 
Etiologi Golongan Parasit Balantidium coli Capillaria philippinensis Cryptosporioiom Entamoeba histoilitica Giardia lamblia Strongyloides stercoralis Faciolopsis buski

Etiologi

Golongan Parasit

Balantidium coli Capillaria philippinensis Cryptosporioiom Entamoeba histoilitica Giardia lamblia Strongyloides stercoralis

Faciolopsis buski Sarcocystis suihominis Trichuris trichiura Candida spp. Isospora belli.

 
Patofisiologi    Berbeda-beda trgtng penyebab Virus : Virus + makanan  Sal cerna 
 
Patofisiologi    Berbeda-beda trgtng penyebab Virus : Virus + makanan  Sal cerna 

Patofisiologi

Berbeda-beda trgtng penyebab Virus : Virus + makanan Sal cerna berkembang biak masuk & merusak epitel usus fungsi penyerapan terganggu diare osmotik Bakteri : Bakteri + makanan berkembang biak Bakteri mengeluarkan toksin merangsang usus peningkatan enzim adenil siklase & guanil siklase cAMP or cGMP merangsang sekresi Cl, Na, air ke lumen usus hiperosmolar peristaltik usus diare

 
Diagnosis     Anamnesis dan penimbangan berat badan Pemeriksaan fisik Pemeriksan laboratorium seperti :
 
Diagnosis     Anamnesis dan penimbangan berat badan Pemeriksaan fisik Pemeriksan laboratorium seperti :

Diagnosis

Anamnesis dan penimbangan berat badan Pemeriksaan fisik Pemeriksan laboratorium seperti :

Feces rutin Darah rutin Urin rutin

Pemeriksaan penunjang lain :

Foto toraks EKG Kultur tinja maupun darah

 
Komplikasi         Hiponatremia Hipernatremia Hipokalemia Hiperkalemia Asidosis metabolik Demam
 
Komplikasi         Hiponatremia Hipernatremia Hipokalemia Hiperkalemia Asidosis metabolik Demam

Komplikasi

Hiponatremia Hipernatremia Hipokalemia Hiperkalemia Asidosis metabolik Demam Kejang Hipoglikemia

Komplikasi         Hiponatremia Hipernatremia Hipokalemia Hiperkalemia Asidosis metabolik Demam
 
Penatalaksanaan  Pengobatan Diare tanpa Dehidrasi      Cairan  larutan gula garam,
 
Penatalaksanaan  Pengobatan Diare tanpa Dehidrasi      Cairan  larutan gula garam,

Penatalaksanaan

Pengobatan Diare tanpa Dehidrasi

Cairan larutan gula garam, larutan air tajin, kuah sayur-sayuran dan sebagianya

100 ml/kgBB/hari ½ (50 ml/kgBB) dlm 4 jam & sisanya ad libitum (sebanyak anak mau minum) atau secara kasar dapat diberikan setiap kali diare.

Untuk anak < 1 th ½ gelas (100 cc) cairan rumah tangga

Anak 1 – 5 tahun 1 gelas ((200 cc) Anak besar/dewasa 2 gelas (400 cc).

 
Pengobatan Diare dg Dehidrasi Ringan Sedang BB BB Umur Umur 3 3 5 5 7 7
 
Pengobatan Diare dg Dehidrasi Ringan Sedang BB BB Umur Umur 3 3 5 5 7 7

Pengobatan Diare dg Dehidrasi Ringan Sedang

BB

BB

Umur

Umur

3

3

5

5

7

7

9

9

11

11

13

13

15

15

27

27

2

2

4

4

6 8 10 12 18 24

6 8 10 12 18 24

2

2

3

3

4

4

6

6

8

8

15

15

39

39

40

40

50

50

Jumlah

Jumlah

(ml)

(ml)

Bulan Bulan Tahun Tahun 200-400 200-400 400-600 400-600 600-800 600-800
Bulan
Bulan
Tahun
Tahun
200-400
200-400
400-600
400-600
600-800
600-800

Dewasa

Dewasa

800-

800-

1000

1000

1000 - 2000

1000 - 2000

2000-4000

2000-4000

Pengobatan Diare dengan Dehidrasi Berat

Umur

(Berat)

0 - 2 th (3 – 10 kg)

> 2 th (10 kg) Dewasa

Anak

Dewasa

Jenis

Cara

Cairan

Pemberian

Ringer

Laktat

IV

dengan Ana

Oralit

Per oral

Oralit

Per oral

Ringer

Laktat

IV

Oralit

Per oral

Oralit

Per oral

Oralit

Per oral

Jumlah Cairan

Jadwal Pemberian Cairan

70 ml/kgBB

Bila masih dehidrasi 40 ml/kgBB Seterusnya maintenance 10 ml/kgBB (ad libitum)

110 ml/kgBB

Bila masih dehidrasi

200 - 300 ml 500 - 750 ml Seterusnya maintenance 10 ml/kgBB (ad libitum)

3 jam

3 jam

24

jam

4 jam (bila syok sebelumnya guyur sampai nadi teraba)

Tiap jam

Tiap jam

24

jam

 
Prognosis     Diperlukan waktu 2 – 3 bln utk tercapainya BB yg diinginkan
 
Prognosis     Diperlukan waktu 2 – 3 bln utk tercapainya BB yg diinginkan

Prognosis

Diperlukan waktu 2 – 3 bln utk tercapainya BB yg diinginkan

Pd tahap p’nymbhan yg sempurna pertumbuhan fisik hanya terpaut sedikit dibandingkan dgn anak yg sebayanya

Kadang p’kembangan intelektualnya tgg

Retardasi lebih nyata bila diderita sblm umur 2 tahun

Prognosis     Diperlukan waktu 2 – 3 bln utk tercapainya BB yg diinginkan
 
ENSEFALOPATI Ensefalopati adalah suatu istilah non spesifik yang menggambarkan suatu kumpulan gejala yang mengenai otak. Umumnya
 
ENSEFALOPATI Ensefalopati adalah suatu istilah non spesifik yang menggambarkan suatu kumpulan gejala yang mengenai otak. Umumnya

ENSEFALOPATI

Ensefalopati adalah suatu istilah non spesifik yang menggambarkan suatu kumpulan gejala yang mengenai otak. Umumnya menunjuk kepada keterlibatan sebagian besar atau keseluruhan otak dari pada perubahan yang teridentifikasi melibatkan hanya sebagian dari otak

 
Jenis Terdapat banyak penyebab dari ensefalopati.    Suatu contoh adalah ensefalopati hepatik, yang terjadi
 
Jenis Terdapat banyak penyebab dari ensefalopati.    Suatu contoh adalah ensefalopati hepatik, yang terjadi

Jenis

Terdapat banyak penyebab dari ensefalopati.

Suatu contoh adalah ensefalopati hepatik, yang terjadi pada sirosis hepatis yang parah.

Suatu bentuk ensepalopati yang sedang mendapat perhatian akhir-akhir ini adalah bovine spongioform encephalopathy (BSE / penyakit sapi gila)

Ensepalopati hipertensi, adalah ensepalopati yang berkaitan dengan hipertensi intrakranial.

 
Gejala dan penyebab Ensepalopati dapat disebabkan oleh:  infeksi (virus, bakteri, atau prion)  gangguan metabolik
 
Gejala dan penyebab Ensepalopati dapat disebabkan oleh:  infeksi (virus, bakteri, atau prion)  gangguan metabolik

Gejala dan penyebab

Ensepalopati dapat disebabkan oleh:

infeksi (virus, bakteri, atau prion)

gangguan metabolik atau mitokondrial

Neoplasma

peninggian tekanan intrakranial

pajanan yang lama terhadap bahan-bahan beracun (termasuk bahan-bahan pelarut, obat-obatan, radiasi, pewarna, bahan- bahan kimia industri, dan logam berat tertentu)

trauma yang kronik dan progresif

Malnutrisi hipoksia.

 
Gejala pasti dari ensepalopati adalah  perubahan status mental. Tergantung dari jenis dan keparahan ensepalopati 
 
Gejala pasti dari ensepalopati adalah  perubahan status mental. Tergantung dari jenis dan keparahan ensepalopati 

Gejala pasti dari ensepalopati adalah

perubahan status mental. Tergantung dari jenis dan keparahan ensepalopati

gejala-gejala neurologis umumnya adalah

kehilangan ingatan dan kemampuan kognitif yang progresif

perubahan kepribadian yang berarti ketidakmampuan untuk berkonsentrasi Letargia kehilangan kesadaran yang progresif.

 
Diagnosis  Pemeriksaan darah  pemeriksaan cairan serebro spinal dengan lumbal pungsi  Elektroensepalogram  rontgen,
 
Diagnosis  Pemeriksaan darah  pemeriksaan cairan serebro spinal dengan lumbal pungsi  Elektroensepalogram  rontgen,

Diagnosis

Pemeriksaan darah

pemeriksaan cairan serebro spinal dengan lumbal pungsi

Elektroensepalogram rontgen, dan pemeriksaan lainnya

 
Terapi     Pengobatannya adalah simtomatik dan bervariasi tergantung jenis dan keparahannya. Antikonvulsan dapat
 
Terapi     Pengobatannya adalah simtomatik dan bervariasi tergantung jenis dan keparahannya. Antikonvulsan dapat

Terapi

Pengobatannya adalah simtomatik dan bervariasi tergantung jenis dan keparahannya.

Antikonvulsan dapat diberikan untuk mengurangi dan menghentikan kejang.

Perubahan pola makan dan suplementasi gizi berguna pada sebagian pasien.

Pada kasus yang parah, dialisis atau pembedahan transplantasi organ dapat diperlukan.

 
Prognosis  Mengobati penyebab yang mendasari gangguan tersebut dapat memperbaiki bahkan menghilangkan gejala.  Dalam beberapa
 
Prognosis  Mengobati penyebab yang mendasari gangguan tersebut dapat memperbaiki bahkan menghilangkan gejala.  Dalam beberapa

Prognosis

Mengobati penyebab yang mendasari gangguan tersebut dapat memperbaiki bahkan menghilangkan gejala.

Dalam beberapa kasus, ensepalopati dapat menyebabkan perubahan struktur permanen dan kerusakan otak yang ireversible.

Beberapa ensepalopati dapat berakibat fatal.

 
Bila ada yang kurang dimengerti, Mari kita diskusikan
 
Bila ada yang kurang dimengerti, Mari kita diskusikan
Bila ada yang kurang dimengerti, Mari kita diskusikan
Bila ada yang kurang dimengerti, Mari kita diskusikan

Bila ada yang kurang dimengerti, Mari kita diskusikan