Anda di halaman 1dari 15

Referat

NERVUS VAGUS

Oleh : Muhammad Diah Sunarno, S.Ked 70 2009 025

Pembimbing: Dr. Hj. Rasrinam Rasyad, Sp.S (K)

PEDAHULUAN
Sistem saraf merupakan sistem koordinasi berupa penghantaran impul saraf ke susunan saraf pusat, pemprosesan impul saraf ,dan perintah untuk memberi anggapan rangsangan.

Nervus vagus merupakan nervus terpanjang dari semua nervus cranialis yang memiliki sifat motorik dan sensorik.

.Refleks ini tidak jarang ditemui dalam setiap tindakan medis dan memerlukan penanganan yang tepat dan segera. Refleks vagal merupakan refleks yang dihasilkan oleh karena adanya perangsangan terhadap nervus vagus.

TINJAUAN PUSTAKA

Anatomi

Anatomi

Parese N. Vagus
Adalah gangguan fungsi motorik dan sensorik akibat adanya lesi jaringan saraf pada nervus vagus. Parese nervus vagus dapat disebabkan oleh hal sebagai berikut: Lesi di batang otak Tumor basis kranii. Neurolemoma. Infiltrasi karsinoma anaplastik nasofaring Fraktur basis kranii Infeksi retrofaringeal dan abses peritonsiler.

Parese N. Vagus
Penyakit yang terkait adalah 1. Sindrom bulbar 2. Sindrom foramen jugulare 3. Sindrom spasium parafaringeum.

GERD

Definisi Suatu keadaan dimana terjadinya refluks isi lambung ke dalam esofagus dengan akibat menimbulkan gejala klinik.
Epidemiologi Penyebab GERD pada populasi ras kulit putih lebih tinggi dibanding dengan ras yang lainnya dan dari segi geografis dijumpai bervariasi antar negara dan benua, di benua Afrika dan Asia prevalensinya sangat rendah sedangkan di Amerika utara dan Eropah rasionya tinggi. Terjadinya GERD mempunyai peluang yang sama antar pria dan wanita.

GERD
Manifestasi Klinik Anamnesis : Heart burn Regurgitasi Disfagia Pemeriksaan Penunjang : Pemeriksaan Radiografi Barium Pemeriksaan Endoskopi dan Biopsi Pemantauan pH esofagus 24 jam Pemeriksaan manometrik Tes perfusi asam Pemeriksaan skintigrafi

GERD

Penatalaksanaan Non-medikamentosa Medikamentosa Pembedahan Komplikasi Perdarahan Ulkus Striktur Barrets epitelium Adenokarsinoma

KESIMPULAN
1) Nervus vagus merupakan nervus terpanjang dari semua saraf kranial. Kata vagus berasal dari bahasa Latin, yang berarti 'mengembara'. Dinamakan demikian karena nervus vagus saraf mengembara dari batang otak kemudian turun untuk mempersarafi jantung, paru-paru, esophagus, lambung, usus kecil, hati, kandung kemih, pankreas, dan bagian atas uterus.. Kira-kira 75% dari seluruh serabut saraf parasimpatis didominasi oleh nervus vagus (saraf kranial X) yang melalui daerah torakal dan abdominal. Nervus vagus memiliki sifat motorik dan sensorik.

KESIMPULAN
2) Parese nervus vagus atau paralysis parsial nervus vagus adalah gangguan fungsi motorik dan sensorik akibat adanya lesi jaringan saraf pada nervus vagus. Sindroma Wallenberg (sindroma medulla lateralis), siringobulbi sindroma Vernet Sindrom bulbar, Sindrom foramen jugulare, Sindrom spasium parafaringeum dapat trjadi baik bersamaan dengan nervus kranialis lain atau senidir-senidiri.

KESIMPULAN
3) Refleks vagal merupakan refleks yang dihasilkan oleh karena adanya perangsangan terhadap nervus vagus. Oleh karena inervasi dari nervus vagsu amatlah luas maka implikasi klinis yang dihasilkan oleh refleks vagal pun demikian luasnya. Refleks vagus berperan dalam mekanisme terjadinya bradikardia dan penurunan cardiac output jantung. Refleks vagus juga berperan dalam mekanisme terjadinya batuk, muntah, refluks gastroesofageal, dan juga terjadinya sinkop vasovagal.

KESIMPULAN
4) Penanganan yang cepat, tepat, dan cermat sangatlah diperlukan mengingat reaksi yang ditimbulkan akibat refleks vagal merupakan suatu keadaan yang emergency sehingga diperlukan pemahaman yang baik mengenai refleks vagus itu sendiri dan juga agen pilihan terapi yang akan diberikan.