Anda di halaman 1dari 18

SEMANTIK PERISTILAHAN BM - PENGGUNAAN KATA DASAR, PROSES PENGIMBUHAN, REDUPLIKASI, PENGGABUNGAN, - PELEBURAN FONEM & SUKU KATA, PROSES

ANALOGI - PENTERJEMAHAN, PARADIGMA ISTILAH, SINONIM, HOMONIM, HIPONIM, KEPOLISEMAN

BMM3111 SEMANTIK DAN PERISTILAHAN TAJUK 13: ASPEK TATABAHASA DAN

1. PENGGUNAAN KATA DASAR


Kata

dasar atau morfem dasar, ialah kata-kata yang merupakan morfem bebas yang belum mendapat sebarang imbuhan(morfem terikat), pengulangan, dan sebagainya. Sebagai contoh :

peta air bidang sayur dll.

2. PROSES PENGIMBUHAN

Kata akar / dasar diberi imbuhan, sama ada awalan, sisipan, akhiran atau apitan (Morfem Terikat Terbahagi Serentak atau Morfem Terikat Terbahagi Bertingkat).

Contoh:
Serap, diserap, menyerapi, diserapi, menyerapkan, diserapkan, penyerapan, penyerap, terserap, zat penyerap, kedayaserapan, daya serap

3. REDUPLIKASI (PENGULANGAN)

Reduplikasi atau perulangan adalah proses pengulangan kata atau unsur kata. Reduplikasi juga merupakan proses penurunan kata dengan perulangan penuh atau sebahagiannya. Contohnya ialah "anjing -anjing ", " lelaki ", " sayur- mayur " dan sebagainya.

3. REDUPLIKASI (PENGULANGAN)
Dalam bahasa melayu dikenali reduplikasi berikut:

Reduplikasi fonologi - pengulangan fonem tanpa terlalu banyak mengubah erti dasar Reduplikasi morfologi - pengulangan morfem, misalnya : papa , mama Reduplikasi sintaksis - pengulangan morfem yang menghasilkan klausa, contoh " malam- malam pekerjaan itu dikerjakannya " , ertinya " walau sudah malam hari, pekerjaan itu tetap dikerjakannya " Reduplikasi gramatikal - pengulangan fungsional dari bentuk dasar yang meliputi reduplikasi morfologis dan sintaksis Reduplikasi idiom - atau ' kata ulang semu ' , adalah pengulangan kata dasar yang menghasilkan kata baru, contoh " mata -mata " artinya agen rahsia. Lihat pula Reduplikasi bukan idiom - pengulangan kata dasar yang tidak mengubah makna dasar , contoh " kucingkucing "

4. PROSES PENGGABUNGAN

Peleburan kata atau bahagian kata kepada satu kata melalui gabungan satu atau lebih kata akar / kata dasar. Kemudian diberi makna yang berbeda daripada kata asal. Terdapat tiga jenis penggabungan, iaitu: > Perangkaian menjadi satu Contoh: beritahu, jawatankuasa, olahraga, bumiputera > Penggunaan sempang Contoh: batu-pasir, roda-gigi, dua-sendi, mesinkira > Penulisan secara terpisah Contoh: atur cara, rumah tangga, tengah hari, jalan raya, alat tulis, kahwin campur

5. PELEBURAN FONEM DAN SUKU KATA

Percantuman unsur linguistik atau penggabungan bunyi bahasa atau kata. Kata itu digabungkan menjadi satu dengan meleburkan fonem atau suku kata yang sama. Suku kata ialah satu struktur yang terdiri daripada fonem atau urutan fonem. Contoh: meN + salin meN + kagum beR + rantai beR + rakit beR + rentetan menyalin mengagum berantai berakit berentetan

6. PROSES ANALOGI
Bentuk tatabahasa dan leksikal yang berubah disebabkan oleh pengaruh pola seragam lain dalam bahasa, iaitu bentuk yang sudah lazim digunakan. Contoh: Jurumudi: jurubayar, jurubicara / cakap, jurukamera, jurukira, jurumasak, juruselam, jururunding

Tatabahasa: tatakrama / adab, tatabahana, tatabusana, tatacahaya, tataniaga, tatasurya, tatawarna, tatahidup Lelaki: cecair, sesendi, pepenjuru, pepejal, cecincin, gegelang

Tunasusila:
Prasangka:

tunaaksara, tunabusana, tunadaksa, tunaganda, tunalaras, tunagrahita, tunanetra, tunawicara


pralahir, prameswari, prakala, prakarsa, prakonsep

7. PENTERJEMAHAN
Istilah

baru dapat dibentuk menterjemahkan istilah asing.

dengan

Misalnya:

balanced budget - anggaran berimbang aerial picture - gambar udara civilisational waves - gelombang tamadun triangle - segi tiga

ASAS PENTERJEMAHAN

Dalam menterjemahkan istilah asing, tidak selalu dapat diperolehi istilah yang bersesuaian satulawan-satu. Yang penting ialah ketepatan makna dan bukan makna harfiahnya. Misalnya: circular - surat pekeliling (bukan perkeliling) network - rangkaian (bukan kerja jaring) Istilah dalam bentuk positif sebaiknya tidak diterjemahkan dengan bentuk negatifnya, atau sebaliknya. Misalnya: bound morpheme - morfem terikat (bukan morfem tak bebas)

8. PARADIGMA ISTILAH
Dalam

bidang tertentu, konsep-konsep yang berkaitan dilambangkan dalam perangkat:

-Fonem -Morfem -Semem -Taksem -tagmem

Hak pilih Hak milik Hak monopoli Hak mogok

9. SINONIM DAN KESINONIMAN

Dua kata atau lebih yang mempunyai makna yang sama, tetapi berlainan bentuknya, disebut sinonim. Sekiranya ada sinonim, maka pilihlah:

Istilah yang Diutamakan Istilah yang dicipta paling sesuai dengan prinsip peristilahan akan dianjurkan penggunaannya sebagai istilah baku. Jadi bentuk sinonim yang tidak baku akan diketepikan dalam penggunaan. Misalnya: - geografi (diutamakan) - ilmu alam (dihindari) - mikro (diutamakan), - renik (dihindari) - revolusi (dipakai), - ubahdesak (ditinggalkan) - nitrogen (dipakai), - zat lemas (ditinggalkan)

ISTILAH YANG DIIZINKAN

Istilah yang timbul dalam bentuk istilah asing di samping yang sudah ada dalam bahasa Melayu. Kedua-duanya sebagai sinonim.

Misalnya: absorb - serap, absorb frequency - frekuensi, kekerapan microscope - mikroskop, teropong halus relative - relatif, bandingan

SINONIM DALAM ISTILAH ASING

Istilah asing yang benar-benar sinonim diterjemahkan dengan satu istilah saja dalam bahasa Melayu.

Misalnya: characteristic ciri feature

ISTILAH ASING BERDEKATAN

Sekumpulan istilah asing yang hampir-hampir sama, tetapi digunakan menurut konteks/laras yang berlainan hendaklah sedapat-dapatnya diterjemahkan dengan istilah yang berlainan.

Misalnya: law - undang-undang condition - syarat regulation - peraturan order - perintah

10. HOMONIM DAN KEHOMONIMAN

Homonim ialah kata yang sama ejaan dan/atau sebutannya, tetapi mempunyai makna yang berbeza. Homonim dapat terdiri daripada homograf atau homofon. Homograf Homograf ialah bentuk kata yang sama ejaan tetapi mungkin lain sebutannya. Misalnya: perak (logam) : perak (terpinga-pinga) semak (kaji) : semak (kusut) Homofon Homofon ialah bentuk kata yang sama sebutannya tetapi berlainan ejaannya. Misalnya: golongan (kumpulan) gulungan (benda yang dilipat hingga berbentuk bulat panjang)

11. HIPONIM DAN KEHIPONIMAN

Hiponim ialah kata yang maknanya terangkum dalam makna kata lain yang lebih luas, iaitu superordinatnya. Misalnya: mawar, melati, cempaka, masing-masing mempunyai makna yang terangkum dalam bunga, iaitu superordinatnya. Dalam terjemahan, istilah superordinat tidak boleh diterjemahkan dengan salah satu hiponimnya.

Misalnya: liquid - cecair bukan air, minyak insect - serangga bukan lipas, semut

12. KEPOLISEMAN

Polisem ialah kata yang mempunyai banyak makna (yang berbeza-beza), tetapi berkaitan, menurut konteks penggunaannya. Misalnya: kepala (orang) :kepala (kumpulan samseng), kepala (kain sarung)

Istilah asing yang polisem harus diterjemahkan sesuai dengan ertinya. Misalnya; a) head kepala, cushion head-topi tiang pancang, head gate - pintu air atas velocity head - tinggi tenaga halaju b) fuse fius, detonating fuse - sumbu detonasi, to fuse - melebur, berpadu, melakur