Anda di halaman 1dari 13

SIROSIS HEPATIS

PEMBIMBING: Dr. Kustedi, Sp.PD

Disusun oleh: David.G.P.(406067006)

Kepaniteraan Klinik Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara RSPI Sulianti Saroso Jakarta

Definisi
Sirosis hepatis suatu keadaan patologis yang menggambarkan stadium akhir fibrosis hepatik yang berlangsung progresif yang ditandai dengan distorsi dari arsitektur hati dan pembentukan nodulus regeneratif.

EPIDEMIOLOGI
40% asimptomatis Amerika 360/100.000 penduduk Penyebab penyakit hati alkoholik dan infeksi virus kronik Indonesia pria > wanita 2-4,5 : 1 >50 tahun

ETIOLOGI
Hepatitis virus (B, C, D, G) Alkohol Metabolik Biliary disease Venous outflow obstruction Drugs, toxins, chemicals Immunologik Lain-lain Infeksi : syphilis, schistosomiasis Sarcoidosis Non-alcoholic steatohepatitis (NASH) Jejunoileacal bypass for obesity Hypervitaminosis A Crylogenik

PATOLOGI
makroskopik mikroskopik sirosis campuran

PATOGENESIS
sirosis secara mekanik hepatitis viral akut peradangan luas nekrosis luas pembentukan jaringan ikat yang luas + pembentukan nodul regenerasi oleh sel parenkim hati yang masih baik

sirosis secara imunologis hepatitis viral akut peradangan hati (necrosis bridging) + hepatitis kronis agresif hati

nekrosis sirosis

MANIFESTASI KLINIS
Gejala-gejala Sirosis - Gejala awal (sirosis kompensata) : Mudah lemas dan lelah, selera makan berkurang, perasaan perut kembung, mual, kadang mencret atau konstipasi - Lanjut (sirosis dekompensata) : Hilangnya rambut badan Gangguan tidur, kelelahan, anoreksia, malaise, otot mengecil Demam tidak begitu tinggi Gangguan pembekuan darah Ikterus dengan air kemih berwarna seperti teh pekat Perubahan mental

Tanda klinis - Spider angioma-spider angiomata (spider telangiektasi) - Eritema palmaris - Perubahan kuku - Osteoartropati hipertrofi - Ginekomastia - Atrofi testis hipogonadisme - Ukuran hati bisa membesar, normal atau mengecil - Splenomegali,asites, caput medusa - Murmur Cruveilhier-Baumgarten - Fetor hepatikum, ikterus, asterixis

- Pemeriksaan penunjang pada sirosis hepatis meliputi : Pemeriksaan laboratorium serum glutamil oksalo asetat (SGOT) dan serum glutamil piruvat transaminase (SGPT) , tapi tidak begitu tinggi. AST > ALT, Alkali fosfatase < 2 - 3 kali harga batas normal atas. Gamma-glutamil transpeptidase (GGT) Bilirubin (N) sirosis hepatis kompensata, sirosis lanjut. Albumin Globulin Protrombin time memanjang Natrium serum Anemia monokrom normositer, hipokrom mikrositer atau hipokrom makrositer Pemeriksaan lainnya - radiologis barium, Ultrasonografi (USG). - Serologi HBsAg/Anti-HCV. AFP (Alfa Feto Protein). - Esofagoskopi, punksi ascites, CT-Scan, biopsi hati.

DIAGNOSIS
Pada stadium kompensasi sempurna kadangkadang sangat sulit menegakkan diagnosis sirosis hepatis. Pada proses lanjutan dari kompensasi sempurna mungkin bisa ditegakkan diagnosis dengan bantuan pemeriksaan klinis yang cermat, laboratorium biokimia/serologi dan pemeriksan penunjang lainnya. penegakan diagnosis sirosis hepatis terdiri atas pemeriksaan fisis, laboratorium dan USG. Dan untuk kasus tertentu pemeriksaan biopsi hati atau peritoneoskopi karena sulit membedakan hepatitis kronik aktif yang berat dengan sirosis hepatis dini.

KOMPLIKASI
Peritonitis bakterial spontan Sindrom hepatorenal Ensefalopati hepatik Sindrom hepatopulmonal Perdarahan varises Karsinoma hepatoselular

PENATALAKSANAAN
Terapi pasien sirosis kompensata menghilangkan etiologi - Alkohol dan bahan-bahan lain yang toksik dan dapat mencederai hati dihentikan penggunaannnya - Hepatitis autoimun : bisa diberikan steroid atau imunosupresif - Penyakit Wilson : Diberikan D Penicilamine 20 mg/kgBB/hari - Hemokromatis : Flebotomi Penyakit hati nonalkoholik - Penyakit hati nonalkoholik : Menurunkan berat badan - Hepatitis virus B : Interferon alfa dan lamivudin (analog nukleosida) - Hepatitis virus C kronik : Kombinasi interferon dengan ribavirin.

Penatalaksanaan sirosis dekompensata: - Asites


Tirah baring dan diet rendah garam + obat-obatan diuretik.. Parasentesis dilakukan bila asites sangat besar bisa hingga 4-6 liter + pemberian albumin. - Ensefalopati hepatik Laktulosa. Neomisin, diet protein. - Varises esofagus sebelum berdarah dan sesudah berdarah bisa diberikan obat beta blocker (propanolol). Waktu pendarahan akut, bisa diberikan preparat somatostatin, oktreotid/sandostatin - Peritonitis bakterial spontan sefotaksim intravena, amoksilin, atau aminoglikosida. - Sindrom hepatorenal mengatasi perubahan sirkulasi darah di hati, mengatur keseimbangan garam dan air. - Transplantasi hati

Faktor: - etiologi - beratnya kerusakan hati, - komplikasi, dan penyakit lain yang menyertainya

PROGNOSIS

Klasifikasi Child Pasien Sirosis Hati dalam Terminologi Cadangan Fungsi Hati
Derajat Kerusakan Bilirubin serum (mu.mol/dl) Albumin serum (g/dl) Asites PSE/ensefalopati Nutrisi Minimal <35 >35 Nihil Nihil Sempurna Sedang 35-50 30-35 Mudah dikontrol Minimal Baik Berat >50 <30 Sukar Berat Kurus

Angka kelangsungan hidup selama 1 tahun untuk pasien dengan Child A, B, dan C berturut-turut 100%, 80%, dan 45%.

Anda mungkin juga menyukai