Anda di halaman 1dari 27

Alur Pelayaran dan Basin Pelabuhan

Alur Pelayaran
Terbuat secara : Alami maupun buatan
Alur pelayaran adalah saluran yang dapat dilayari/ dilalui kapal. Pada sungai alur pelayaran biasanya terdapat pada pada tengah2 lebar sungai(untuk sungai lurus), sedangkan pada sungai yang berbelok alur ini terdapat pada salah satu sisi tepi sungai yang terdalam Pada perairan pantai yang dangkal kadang2 dijumpai suatu alur dengan kedalaman yang cukup untuk dijadikan alur pelayaran

Alur Pelayaran
Dikelompokan : 1. Alur bebas yaitu alur pada perairan dangkal dengan lebar 10 -15 kali lebar kapal 2. Semi terbatas, alur pada perairan dangkal dengan lebar < 10 kali lebar kapal, tetapi > 3 kali lebar kapal 3. Alur terbatas 3 -10 lebar kapal dan kedua sisi tepi alur menonjol diatas permukaan air (contoh: sungai dan alur buatan)

Alur Pelayaran

u r

p e

a y a

a n

Alur Pelayaran

3-10

Komponen Kedalaman
LWS

KAPAL

GgGggG
Draft
Gross underkeel Clearence Gerakan vertical Akibat gelombang, Trim &Tek.Atmosfir

Net underkeel clearance


Akurasi sounding Toleransi sidimentasi Toleransi pengerukan

Komponen Kedalaman
1. Draft Kapal. Draft kapal yg digunakan dalam perencanaan kedalaman adalah draft kapal pada kondisi pembebanan maksimum. Harus pula diperhitungkan perubahan akibat salinitas air , dimana makin kecil kadar garam makin kecil juga rapat masa air, semakin kecil gaya angkat air Draft kapal membesar

Komponen Kedalaman
2. Gross underkeel clearence (GUC) Komponen kedalaman ini berupa gerakan kapal, akibat : A) Akibat Gelombang: Jarak lunas kapal kedasar perairan dapat berkurang 2/3 tinggi gelombang,terutama untuk kapal2 berbobot kecil

Gross underkeel clearence (GUC)


B) Trim Kapal pada saat bergerak dengan kecepatan tinggi akan mendongkak sehingga bagian buritan akan semakin tenggelam, menyebabkan draft kapalbertambah C) Squat Pengurangan kedalaman akibat effek pengisapan karena adanya arus yang cukup besar antar lunas dan dasar perairan Pengurangan ini berupa fungsi, f(Kecepatan arus, kecepatan kapal, lebar alur pelayaran dan panjang kapal)

Gross underkeel clearence (GUC)


D) Perubahan tekanan Atmosfir Akibat perubahan tekanan atmosfir permukaan air dapat naik ataupun turun. Perubahan tekanan sebesar 1Mbar menaikan menaikan/menurunkan permukaan air 0,9 cm E) Net underkeel clearence(NUC) Semakin keras material dasar perairan semakin besar (NUC). Minimum: 0,5m untuk dasar Batu karang 1,0m untuk dasar Kapur

Gross underkeel clearence (GUC)


Secara kasar (GUC) : A).Pada perairan terbuka dan Kapal berkecepatan tinggi Kedalaman : 30% Draft max B).Pada alur terbuka Kedalaman :25% Draft max C). Pada daerah manuvere dan area tambat yg terbuka Kedalaman : 20% Draft max D). Pada daerah manuvere dan area tambat yg terlindung Kedalaman : 15% Draft max

Komponen Kedalaman
3)Ketelitian Sounding Semakin baik alat yang digunakan semakin kecil nilai kesalahannya(simpangan hasil pengukuran) 4)Kesalahan Pengerukan Komponen kedalaman akibat kesalahan pengerukan diambil 0,5 m 5)Sedimentasi Komponen sedimentasi diambil minimum 1 m. Bila perioda pengerukan 1 kali setahun

Komponen Kedalaman
Plimsoll Mark
Deck TFW FW T

S W WNA

TFW :Trofical Fresh Water loadline Lunas

T: Trofcal; S: Summer; WNA: Winter North Atlantic

Lebar alur
Lebar alur pelayaran direncanakan berdasarkan Tinjauan lebar Kapal, Arus, Angin, Gelombang dan Jumlah jalur lalu lintas Untuk alur dengan satu jalur lalu lintas komponen lebar: 1. Lajur manuvere satu buah 2. Lajur bebas kedua tepi

Lebar alur

Lebar alur
Sedangkan untuk dua jalur lalulintas komponen lebar : 1. Lajur manuvere dua buah 2. Lajur bebas antar kapal 3. Lajur bebas kedua tepi

Lebar alur

Lebar lajur
Lajur manuver: Lebar lajur manuver pada umumnya bervariasi : 1,6 2 kali lebar kapal Untuk kapal peti kemas, penumpang umum dan kapal tanker diambil lebar lajur manuvere maksimum 2 kali lebar kapal Kalau ada arus,angin kapal dapat menyimpang 5- 10, dimana bila penyimpangan 5 memerlukan tambahan lebar 0,5 lebar kapal

Lebar lajur
Lajur bebas tepi Keadaan arus antar kapal dengan tepi akan menimbulkan efek hisapan, untuk mengatasi efek ini, maka diperlukan lajur bebas tepi sebesar 1- 2 kali lebar kapal Lajur bebas bebas antar kapal Kapal berpapasan akan saling mempengaruhi, perlu lajur bebas antar kapal sebesar 30 m, atau 1 kali lebar kapal terbesar

Lebar alur
Lebar total alur yang direkomendasi: 1 (satu) Lajur : 3,6 6 kali lebar kapal 2(dua) Lajur : 6,2 9 kali lebar kapal

Kelengkungan alur
Bila tidak dapat dihindarkan pembuatan alur melengkung, maka : a).Untuk kelengkungan 10 - 25 dibuat jarijari kelengkungan < 3 kali panjang kapal, tetapi lebar ditambah sebesar 2-4 kali lebar kapal b).Untuk kelengkungan 25 -35 jari-jari 5 kali panjang kapal

Kelengkungan alur
c).Untuk kelengkungan > 35 jari-jari 10 kali panjang kapal d).Secara umum jari-jari kelengkungan tanpa melihat derajat kelengkungan : 8 -10 panjang kapal e).Jarak antar pelengkung minimal 200 m

Kelengkungan alur

Basin pelabuhan
Basin pelabuhan terdiri atas : - Alur masuk - Areal Putar - Areal tambat

Basin pelabuhan
Alur masuk Alur pelayaran menuju areal putar - Lebar alur masuk minimum selebar alur pelayaran - Panjang alur masuk untuk kapal berisi penuh, jarak hentinya 7 -8 kali panjang kapal Pada kondisi ballast memerlukan jarak henti 3-5 kali panjang kapal

Basin pelabuhan
Areal putar Diameter minimum kapal berputar dengan tenaga sendiri 4 kali panjang kapal Sedangkan berputar dibantu dengan kapal tunda (Tug boat) memerlukan 2 kali panjang kapal Pada kondisi sangat tenang, jari-jari putar bisa diambil 1,6 atau 3 panjang kapal, bisa 1,2 kali nya panjang jika kapal terikat pada titik putar atau menggunakan Mooring /Dolphin

Basin pelabuhan
Areal tambat Areal tambat merupakan tempat antrian kapal sebelum bersandar didermaga, yang kadangkala difungsikan sebagai tempat berputar kapal Kapal ditambatkan dengan : - Jangkar kapal - Mooring bouy - Mooring Dolphin