Anda di halaman 1dari 18

Penguat kelas A

Latar Belakang
Berbagai jenis informasi seperti suara,data,dan gambar dapat diterima dan dikirim oleh tranceiver dimana tranceiver tersebut adalah transmitter dan receiver. Dapat kita ketahui bahwa suara yang kita hasilkan mempunyai frekuensi 300-3400 hz. Cara kerja tranceiver dapat dilihatdari bagan Noise dibawah ini : Received
info.
SOURCE

Source

Transmitter

Channel

Receiver

User

Penguat

modulasi

RF

Osilator

Pada sub bagan penguat tegangan maximal suara yang dapat ditangkap sebesar100 mv dan perlu dikuatkan menjadi 500mv-1v,suara tersebut dapat dikutkan menggunakan penguat kelas. Yang sering digunakan sebagai penguatan dan penguatan tersebut Penguat kelas A adalah penguat dengan efesiensi terendah tetapi memiliki cacat signal (distorsi) terkecil.

Karena karakteristik penguat kelas A yaitu linear dimana tiap satu fase input dirspon oleh output sehingga input sama dengan output. Hal tersebut terjadi karena titik kerjanya terletak ditengah tengah garis beban dan mempunyai sudut konduktivitas 3600 Karena ib yang selalu on atau agar rangkaian siap bekerja menerima signal input maka penguat ini memerlukan bias awal dan bias pada penguat kelas A adalah bias pembagi tengangan yang paling stabil

Rumusan Masalah
Bagaimana menciptakan penguatan 2 kali dengan menggunakan rangkaian penguat kelas A ? Bagaimana menentukan nilai komponen penunjang rangkaian penguat kelas A?

Penguat daya kelas A merupakan penguat yang titik kerja efektifnya setengah dari tegangan VCC penguat . Penguat ini beroperasi pada daerah linear.Untuk tipe kelas A arus bias basis dibuat sedemikian rupa sehingga titik kerja transistor (Q) berada tepat ditengah kurva garis beban Vce-Ic dari rangkaian penguat tersebut. Contoh rangkaian dasar penguat transistor tipe kelas A dapat dilihat pada gambar berikut

Teori Dasar

Resistor Ra dan Rb pada rangkaian diatas berfungsi untuk bias basis. Cara yang paling mudah untuk mengenali jenis penguat kelas adalah dengan memperhatikan tegangan pada basis, pada gambar diatas tegangan Vcc yang masuk ke basis mengalami pembagian tegangan oleh adanya resistor yang dipasang secara parallel yaitu Ra dan Rb, jadi langkah awal untuk menentukan jenis dari suatu penguat adalah dengan melihat tegangan yang masuk ke basis, bandingkan dengan penguat yang lain, penguat kelas B memiliki tegangan 0.7 V karena tegangan pada kaki basis sama dengan tegangan pada diode, sedangkan untuk kelas C tegangan pada basis sebesar 0 V karena dihubungkan ke ground melalui sebuah inductor. Perhatikan pada bagian input dan output, sebelum dan sesudah output terdapat sebuah capacitor (C2 dan C4) yang dipasang secara seri, fungsi dari capasitor ini disebut sebagai kopling karena berfungsi untuk menyalurkan transmisi, atau sebagai sambungan, sifat dasar dari kapasitor adalah menahan arus DC dan meloloskan arus AC, dengan adanya capasitor pada input dan output rangkaian maka dapat memfilter arus DC sehingga benar-benar arus AC yang masuk.Garis beban rangkaian dasar penguat tipe kelas A diatas ditentukan oleh konfigurasi resistor Rc dan Re yang dirumuskan sebagai berikut.

www.elkakom.blogspot.com//penguat daya.html

Vcc=Vce +IcRc+IeRe Vce,Vre dapat dicari 5-10% dari Vcc jadi R variable dalam perencanaan Apabila Ic=Ie maka rumus diatas dapat disederhanakan seperti berikut: Vcc=Vce+Ie (Rc+Re) Penguat daya kelas A memiliki karakteristik keluaran seperti pada gambar dibawah (Dr.Ir Tomas Sri Widodo,DEA,Dipl,Ing.Elektronika dasar)
Ic Garis beban DC 2Vcc/RL Vcc/2L Q Garis beban AC Vc

Vc c

2Vc c

Penguat didefinisakan dengan Vout/Vin=rc/re Dimana rc adalah resistansi Rc pararel dengan RL dan re adalah resistansi penguatan transistor. Nilai re dapat dihitung dengan rumus Re=hfe/hie Garis beban Dc dan AC: Titik kerja suatu transistor dalam penguat selalu terletak pada garis beban.Garis beban DC dibuat berdasarkan tanggapan rangkaian terhadap tegangan dc (tegangan catu daya ) dan garis beban ac diperolah karena tanggapan ac.

Pada rangkaian common emitor dengan bias pembagi tegangan tanggapan rangkaian tersebut terhadap tegangan dc lebih sederhana karena semua kapasitor diganti dengan rangkaian terbuka. Beban pada kolektor-emitor adalah Rc dan Rb. Oleh sebab itu beban ini disebut beban ac (Rdc).Rdc=Re+Rc Sedangkan tanggapan terhadap sinyal ac. Semua kapasitor dan catu daya dc (Vcc) dianggap hubung singkat. Beban pada ikal kolektor-emitor adalah resistor Rc//RL dan resistor Re. Beban ini disebut dengan beban ac (Rac)Rac=(Rc//RL)+Re

Gambar Rangkaian Penguat Kelas A

Perencanaan rangkaian penguat kelas A dengan menggunakan transistor BC_107 yang diketahui pada data sheet adalah: 1). Transistor tipe BC107 2). Vcc = 10 V (tidak ada dalam data sheet jadi Vsumber /VCC dapat ditentukan sendiri). 3). Icsaturasi = 100mA Arus maksimal = dari Icsaturasi = . 100 mA = 50 mA 4). = 20 Analisa perhitungan 1. Ib (Arus pada Base) : Ib = =
Ic 50 mA 20

Perencanaan
3. VRc (tegangan pada colector) :

= 2.5 mA

VRc = Ic . Rc = 50 mA. 100ohm = 5V

2. Rc (resistor / hambatan pada colector) : Rc =


VRc Ic

; dimana VRc = 2 . Vcc

4. VRe (tegangan pada emitor) : buku elektronika Mschwertz yang diterbitkan pleh erlangga VRe dapat dicari dari 5 10 % dariVcc. Dalam perancangan ini VRenya adalah 1 V (10 % dari 10).

1 . Vcc Rc = 2 Ic 5 = = 100 50 mA

5. Re (Resistor emitor) : Re = Re = =
VRe Ie 1 Ic +Ib 1 50 mA +2,5 mA

6. Vce Vce = Vcc VRc VRe = 10 5 1 = 4V

= 19,04

7. IR2 (Arus pada R2) : IR2 dapat dicari dari 5 10 kali dari Ib. Pada perancangan ini digunakan 10 x dari Ib. Sehingga IR2 = 25 mA. 8. VR2 : VR2 = Vbe + VRe. VR2 = Vbe + VRe = 0,7 V + 1 V = 1,7V 10. VR1 (tegangan pada R1): Vcc = VR1 + VR2 VR1 = Vcc VR2 = 10 V 1,7 V = 8,3 V 9. R2 (resistor sebagai pembagi tegangan) R2 = R2 =
VR 2 IR 2 VR 2 IR 2 1,7 V 25 mA

= 68

11. R1(resistor sebagai pembagi tegangan) : R1 = =


1 IR 2+Ib 8,3 V 25 mA +2,5 mA

= 301,8

12. IR1 (arua pada R1) : IR1 = =


1 R1 8,3 V 664

= 12,5 mA

Menyederhanakan Rangkaian : 1. Rth (R thevenin) Rth = R1 . R2 R1 + R2 664 68 = = 62 664 + 68 2. Vth (V thevenin) VRh = VR1 . VR2 VR1 + R2 8,3 V x 1,7 V = = 1,4 V 8,3 V + 1,7 V

Penguatan 1. re = 26 mV / Ic = 26 mV / 50 mA = 0,52 2. AV = Rc x RL // Rc + RL x (1 / re) = 100 x 1000 // 100 + 1000 x (1 / 0,52 ) = 1,98 kali mendekati 2 kali

Simulasi

Output Sinyal

Analisa
Sinyal output keluaran penguat kelas A belum sesuai dengan karakteristik penguat di karenakan akibat dari R2 komponen pembagi tegangan terlau besar ataupun terlalu kecil Nilai hasil perhitungan dan simulasi sama ini menjadikan bahwa rangkaian tersebut mendekati benar

Kesimpulan
Penguat kelas A merupakan type penguat yang sesuai untuk frekuensi rendah pada rangkaian tersebut digunakan untuk membatasi arus DC yang akan memasuki rangkaian R1 dan R4 merupakan pasangan resistor yang diparalel, berfungsi untuk membagi tegangan.