Anda di halaman 1dari 17

Salep adalah sediaan setengah padat yang mudah dioleskan dan digunakan sebagai obat luar.

( FI III ) Salep adalah sediaan setengah padat yang ditujukan untuk pemakaian topical pada kulit atau selaput lendir. (FI IV )

PENGGOLONGAN SALEP 1. Menurut Konsistennya


a. Unguenta b. Cream c. Pasta d. Cerata

e. Gelones Spumae (Jelly)

2. Menurut Efek Terapinya


a. Salep Epidermic (Salep Penutup)

b. Salep Diadermic (Salep Serap)

3 . M E N U R U T D A S A R S A L E P N YA

A. Hydrophobic yaitu salep-salep dengan bahan dasar berlemak, misanya campuran dari lemak-lemak, minyak lemak, malam yang tak tercuci dengan air.

B. Hydrophyllic yaitu salep yang kuat menarik air, biasanya dasar salep tipe o/w atau seperti dasar salep hydrophobic tetapi konsistensinya lebih lembek, kemungkinan juga tipe w/o antara lain campuran sterol dan petrolatum.

MACAM DASAR SALEP


1.Dasar salep hidrokarbon,yaitu terdiri dari antara lain:
Vaselin putih,Vaselin kuning Campuran Vaselin dengan malam putih, malam kuning Parafin encer, Parafin padat Minyak tumbuh-tumbuhan

2.Dasar salep serap,yaitu dapat menyerap air

terdiri antara lain:


Adeps lanae Unguentum Simplex Campuran 30 bagian malam kuning dan 70 bagian minyak wijen Hydrophilic petrolatum 86 Vaselin Alba,8 Cera Alba,3 Stearyl

alcohol, dan 3 kolesterol.

AT U R A N U M U M P E M B U ATA N S A L E P
1. Bagian bagian yang dapat larut dalam sejumlah campuran lemak yang diperuntukkan bilamana perlu dilarutkan dengan pemanasan di dalamnya. 2. Zat-zat yang mudah larut dalam air kecuali

ditentukan lain ,bila banyak nya air yang dipergunakan


untuk pelarutan dapat dipungut oleh jumlah campuran lemak yang telah ditentukan, mula-mula dilarutkan dalam air; banyaknya air yang dipergunakan mula-mula

dikurangi dari jumlah yang telah ditentukan dari


campuran lemak.

3. Zat-zat yang dalam lemak dan dalam air atau kurang cukup dapat larut harus sebelumnya dijadikan serbuk, dan diayak melalui dasar ayakan B40. Pada pembuatan unguenta ini zat yang padat sebelumnya dicampur rata dengan lemak, yang beratnya sama atau setengahnya,bilamana perlu sebelumnya dilelehkan dan kemudian sejumlah sisa lemaknya telah atau tidak dilelehkan ditambahkan sebagian demi sebagian.

4. Apabila unguenta dibuat dengan perlelehan, maka campurannya harus diaduk sampai dingin.

U J I S I FAT F I S I K S A L E P
1. Uji daya sebar salep
Bahwa daya sebar salep baik dengan melihat peningkatan

diameter setelah memberikan beban ke massa salep.

2. Uji daya lekat salep


Semakin bagus daya lekatnya semakin bagus kwalitas salep

3. Uji kemampuan proteksi salep


Uji ini dilakukan dengan menggunakan kertas saring berukuran 10 cm x 10 cm dibasahi dengan indikator phenolphthalein kemudian dikeringkan, olesi kertas dengan salep yang akan dicoba kemudian kertas saring lain berukuran 2.5cm x 2.5 cm ditaruh diatas kertas saring dengan pembatas / pada pinggir kertas saring yang kedua diberi paraffin cair.

4. Uji homogenitas salep


Uji homogenitas salep dengan meletakkan salep pada
obyek glass kemudian obyek glass lain sebagai penutup dan diamati dengan lup, setelah pengamatan menunjukkan hasil bahwa salep homogen yaitu tidak

terlihatnya butiran-butiran dari zat aktif, hal ini menunjukan


bahwa zat aktif telah tersebar secara merata atau telah tercampur merata dalam salep.

5. uji pelepasan obat dari sediaan salep


kertas saring A (10x10 cm) dibasahi larutan fenolftalein dikeringkan olesi dengan salep tipis dan rata kertas saring B (2,5x2,5 cm) kelilingnya diberi pematang dengan parafin padat yang dilelehkan dikeringkan tempelkan kertas saring B di atas kertas saring A basahi area

ini dengan larutan KOH 0,1 N amati sisi sebelah kertas saring
A apakah ada noda kemerahan kalau tidak atau semakin lama ter bentuk noda maka daya proteksinya baik

8. Viskositas
suatu pernyataan yang menyatakan tahanan dari suatu caiaran untuk mengalir, makin tinngi viskositas akan semakin besar tahanannya.

U J I S I FAT K I M I A S A L E P
A. pH B.Warna C.Ukuran partikel/globulFeel D.Rheologi E.Stabilitas fisik

K UA L I TA S S A L E P YA N G B A I K
1. Stabil, selama dipakai harus bebas dari inkompatibilitas, tidak terpengaruh oleh suhu dan kelembaban kamar. 2. Lunak,semua zat yang ada dalam salep harus dalam keadaan halus, dan seluruh produk harus lunak dan homogen. 3. Mudah dipakai atau mudah dioleskan. 4. Dasar salep yang cocok.

5. Dapat terdistribusi merata