Anda di halaman 1dari 23

ABORTUS IMMINENS

D i s usun Ol e h Al a m Ak ba r Ti ka D i a n Pa ra m it a Pe m bimbin g : dr. Ara n da Tri S, Sp. OG

KASUS
IDENTITAS PASIEN Nama : Ny. Partini Umur : 29 tahun Pekerjaan : IRT Tgl dan jam masuk : 10/4/2013 No. Rekam Medis : 51 48 09 Dokter yang merawat : dr. Aranda

ANAMNESIS Keluhan Utama:


keluar darah pervaginam

Riwayat Penyakit Sekarang:


Os mengaku sedang hamil 6 minggu, keluar darah dari jalan lahir jam 18.00 darah yang keluar cair dan tidak banyak, mules tidak dirasakan, mual (+)

Riwayat Pemeriksaan Kehamilan:


pemeriksaan sekali, di bidan

Riwayat Penyakit Dahulu:


Os menyangkal memiliki riwayat DM dan hipertensi

Riwayat Peyakit Keluarga:


Riwayat DM dan hipertensi dalam keluarga disangkal

Riwayat Pengobatan : (-)

ANAMNESIS Riwayat Perkawinan:


Kawin ke 1, masih menikah, lama 2 tahun

Riwayat Haid:
Pertama 12 tahun, teratur, Tidak Sakit, Lama haid 7 hari, siklus 28 hari, HPHT : 20-2-2013 T.P : 27-11-2013

Riwayat Persalinan :
kehamilan pertama

Riwayat Alergi

Alergi obat golongan -gin

Riwayat Operasi : (-)

PEMERIKSAAN FISIK Keadaan Umum Kesadaran : CM Tanda Vital: TD: 110/70; Nadi: 80; Suhu36,6 C; RR: 20 STATUS GENERALIS Kepala : Normocephale Mata Konjungtiva : Anemis (-) Sclera : Ikterik (-) Jantung : dalam batas normal Paru-paru : dalam batas normal Ekstremitas Atas : Akral hangat, Edem (-) Ekstremitas Bawah : Edem (-) STATUS OBSTETRI (-)

DIAGNOSIS: Ibu : G1P0A0 H6 mg d/ Abortus imminens Bayi : RENCANA TINDAKAN R/ USG Observasi PROGNOSIS Ibu : diharapkan baik Bayi : diharapkan baik

TGL 11/4/2013
USG CRL : 0,98 7 minggu Janin hidup TP : 27/11/2013 Asessment Ibu : G1P0A0 H7 mg d/ Abortus imminens Bayi : Janin hidup Planning Bed rest R/ Duphasten 2x1; Felavit 2x1; Anvomer 1x1; Lactofar 1x1; mediamer B6 2x1

TGL: 12/4/2013
S O A P : : : : Tidak ada keluhan, darah sudah tidak keluar TD : 110/70; N : 82; RR: 22; S : 36,2 G1P0A0 H 7 mg Teruskan pentalaksanaan Os boleh pulan

TINJAUAN PUSTAKA

KLASIFIKASI ABORTUS
ABORTUS SPONTAN
Abortus Abortus Abortus Abortus Imminens (Mengancam) Insipiens (Sedang berlangsung) Inkomplit (sudah ada pengeluaran, masih ada sisa) komplit (Sudah ada pengeluaran, tidak ada sisa)

ABORTUS PROVOKATUS
Abortus Terapeutik Abortus Kriminalis

ABORTUS IMMINENS
Disebut juga abortus membakat, dimana terjadi perdarahan pervaginam pada kehamilan <20 minggu dengan atau tanpa kontraksi uterus tanpa disertai dilatasi serviks dan tanpa pengeluaran hasil konsepsi. Perdarahan pada abortus imminens seringkali hanya sedikit, namun hal tersebut berlangsung beberapa hari atau minggu. Dapat atau tanpa disertai rasa mulas ringan, sama dengan pada waktu menstruasi atau nyeri pinggang bawah
PADA KASUS, OS SEDANG HAMIL DAN MENGELUH KELUARNYA DARAH DARI JALAN LAHIR SERTA SEDIKIT MULAS

FAKTOR RESIKO
Usia Ibu Faktor yang berkaitan dengan kehamilan Jumlah kehamilan dengan janin aterm sebelumnya Kejadian abortus sebelumnya Riwayat hamil dengan janin yang mengalami kelainan congenital atau defek genetik Kelainan genetik orang tua Komplikasi medis

EPIDEMIOLOGI
Frekuensi abortus diperkirakan sekitar 10 -15 % dari semua kehamilan. Delapan puluh persen kejadian abortus terjadi pada usia kehamilan sebelum 12 minggu. Hal ini banyak disebabkan karena kelainan pada kromosom. Dari 1 .000 kejadian abortus spontan, setengahnya merupakan blighted ovum dan 50 -60 % dikarenakan abnormalitas kromosom.

ETIOLOGI
Abortus spontan meMiliki banyak etiologi yang satu dan lainnya saling terkait. Abnormalita dari kromosom adalah etiologi yang paling sering menyebabkan abortus, 50% angka kejadian abortus pada trimester pertama, lalu insiden menurun pada trimester kedua sekitar 20 -30 %, dan 5-10 % pada trimester ketiga. Penyebab yang lain dari aborsi dengan persentasi yang kecil adalah infeksi, kelainan anatomi, factor endokrin, factor immunologi, dan penyakit sistemik pada ibu. Dan ada banyak pula penyebab yang belum diketahui hingga sampai saat inI

Pada kehamilan muda, abortus tidak jarang didahului oleh kematian janin, faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya abortus adalah sebagai berikut : hasil konsepsi
kelainan perkembangan dapat dipengaruhi oleh faktor endogen seperti kelainan kromosom ( trisomi dan popiplidi)

Fakor ibu antara lain :


Infeksi Penyakit kronis Gangguan endokrin : diabetes melitus Kelainan alat reproduksi Kelainan darah Pengaruh obat-obatan : tembakau,alcohol, kafein Faktor lingkungan : radiasi Faktor imunologis Trauma fisik

PATOFISIOLOGI
Mekanisme awal terjadinya abortus adalah lepasnya sebagian atau seluruh bagian embrio akibat adanya perdarahan minimal pada desidua. Kegagalan fungsi plasenta yang terjadi akibat perdarahan subdesidua tersebut menyebabkan terjadinya kontraksi uterus dan mengawali adanya proses abortus.

DIAGNOSIS
Diagnosis abortus imminens ditegakan antara lain: Tanda-tanda hamil muda Perdarahan melalui OUE (+) Uterus membesar sesuai usia kehamilan Serviks belum membuka

PENATALAKSANAAN
Istirahat tirah baring, pemberian sedatif juga bisa diberikan, dan tidak melakukan aktifitas fisik yang berlebihan Pemberian progesteron Pemeriksaan USG perlu untuk menentukan viabilitas janin bila perdarahan :
berhenti : lakukan asuhan antenatal terjadwal dan penilaian ulang bila terjadi perdarahan lagi. Berlangsung lama : nilai kembali kondisi janin pikirkan kemungkinan adanya penyebab lain (hamil ektopik atau mola)

ANALISA
Keluhan utama pada abortus adalah perdarahan pervaginan, dimana pada pasien ini. Ny Partini , 22 th datang dengan keluhan perdarahan pervaginam sejak jam 18.00, disertai keluhan tambahan berupa sedikit rasa mules Penyebab abortus secara garis besar terbagi menjadi dua berdasarkan faktor maternal dan faktor hasil konsepsi . Pada pasien ini penyebabnya masih perlu dicari . Dari faktor konsepsi, kelainan perkembangan maupun pertumbuhan hasil konsepsi dapat menyebabkan kematian janin maupun cacat, tetapi dari hasil pemeriksaan USG tidak didapati kelainan

KESIMPULAN
Pada kasus perdarahan pada masa kehamilan , dengan usia kehamilan dibawah 20 minggu. Selain dicurigai sebagai abortus tapi perlu juga dipikirkan adanya KET dan mola hodatidosa. Pada abortus imminens, perlu penanganan yang adekuat, dimana proses kehamilan dapat dipertahankan, dan sebisa mungkin dapat dicegah menjai berlanjut. Perlu juga dicari penyebab abortusnya, supaya dapat mencegah terjadinya abortus habitualis pada kehamilan selanjutnya.

DAFTAR PUSTAKA
Wiknjosastro, Hanifa. Prof.dr. DSOG. Ilmu Kebidanan, yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawihardjo. Jakarta. 2007 : 302 -312 Cunningham, Macdonald. William Obstetrics. 22th edition. Appleton and Lange. Stanford Connecticut. 2007:856 -877 Safuddin, Abdul bari. Prof. Dr. DSOG. Buku Acuan Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal. Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo. Jakarta. 2004:146 -147 Mochtar R. Abortus dan kelainan dalam kehamilan. Dalam : Sinopsis Obstetri. Edisi kedua. Editor : Lutan D. EGC, Jakarta, 2007; 209-217

TERIMA KASIH

Anda mungkin juga menyukai