Anda di halaman 1dari 22

EFFICIENT SECURITIES MARKETS

Aulia Pinto Atami (136020300111016) Rizky Firmansyah (136020300111002)

Pengertian Pasar Modal Efisien


Efficient Market Hypothesis (EMH): Pasar sekuritas yang quickly dan fully reflect semua informasi relevan yang tersedia. Konsekuensi Pasar Efisien: Penyesuaian harga terjadi cepat atas kedatangan informasi baru. Harga sekuritas merefleksi semua informasi relevan yang tersedia. Informasi baru bersifat tidak terprediksi. Karena itu, perubahan harga dari waktu ke waktu terjadi secara independen satu dengan lainnya (random fashion)

Kondisi Pasar Modal Efisien


Terdiri atas banyak investor yang rasional dan profit-maximizer: Berpartisipasi aktif di pasar. Pasar kompetitif: price takers Informasi murah (costless) dan tersedia luas bagi investor. Motif mencari kesempatan dan persaingan antar-investor. Investor bereaksi secara cepat (quickly) dan sepenuhnya (fully) terhadap informasi baru.

Bentuk EMH
Tiga Bentuk EMH
Weak form Data harga pasar historis. Semi-strong form Semua informasi publik. Strong form semua informasi, baik informasi publik maupun informasi privat (insider information). Semua informasi: publik dan privat Semua informasi publik

Informasi harga dan return historis


Strong Form Semi-Strong

Weak Form

Bentuk EMH - Weak Form

Harga sekuritas merefleksi semua data tentang harga masa lalu. Implikasinya adalah investor tidak dapat memperoleh abnormal return secara konsisten dengan menggunakan informasi harga masa lalu. Harga sekuritas menyesuaikan dengan data pasar secara quickly and fully

Bentuk EMH - Semistrong Form

Harga merefleksi semua informasi publik yang tersedia. Implikasinya adalah investor tidak dapat secara konsisten mendapatkan abnormal return dengan menggunakan informasi publik yang tersedia. Investor tidak dapat bereaksi terhadap informasi publik baru setelah pengumuman informasi tersebut dan mengharapkan abnormal return.

Bentuk EMH - Strong Form

Harga merefleksi semua informasi, baik informasi publik maupun informasi privat. Implikasinya adalah investor tidak dapat secara konsisten mendapatkan abnormal return dengan menggunakan informasi publik dan informasi privat.

Implikasi Pasar Modal Efisien


Implikasi pasar modal efisien menurut Beaver: 1. Manajer tidak seharusnya perlu direpotkan dengan kebijakan akuntansi mana yang akan digunakan, kecuali kebijakan akuntansi tersebut memiliki pengaruh langsung terhadap arus kas. Banyak alternatif kebijakan akuntansi yang diperdebatkan yang sebenarnya tidak berpengaruh langsung terhadap arus kas. 2. Perusahaan harus mengungkapkan informasi sebanyak mungkin. Pasar modal efisien tidak mementingkan bentuk pengungkapan melainkan kandungan informasinya. Selain itu, pasar modal efisien lebih mengutamakan media pengungkapan yang cost-effective.

Implikasi Pasar Modal Efisien


Implikasi pasar modal efisien menurut Beaver (lanjutan):
1. Perusahaan tidak perlu terlalu memperhatikan investor yang naif (sering disebut investor yang price-protected) pada waktu menentukan kebijakan dan format pengungkapan. Investor yang naif dapat menggunakan bantuan pihak lain untuk menginterpretasi informasi keuangan. Selain itu, pasar modal efisien menyatakan bahwa harga mencerminkan semua informasi yang tersedia walaupun investor tidak memahami sepenuhnya tentang pengungkapan. Informasi yang tersedia bisa datang dari berbagai sumber. 2. Pasar modal efisien tertarik pada informasi yang relevan dari berbagai sumber, tidak hanya dari laporan keuangan. Laporan keuangan hanya merupakan salah satu sumber informasi bagi pasar modal.

CAPM
CAPM (Capital Asset Pricing Modal) merupakan model untuk menaksir keuntungan sekuritas, baik keuntungan ex post (realisasi) maupun keuntungan ex ante (diharapkan). CAPM dikembangkan oleh Sharpe tahun 1964 dan Lintner tahun 1965. Formula CAPM Rt = + RMt + t. Rt = return sekuritas = return bebas risiko = risiko sistematis RMt = return pasar. t = abnormal return

CAPM
Asumsi utama CAPM: 1. CAPM menunjukkan bagaimana harga sekuritas tergantung pada ekspektasi investor tentang tingkat keuntungan. Apabila ekspektasi berubah, harga akan berubah sesuai dengan perubahan ekspektasi tersebut. Semakin tinggi beta maka akan semakin tinggi keuntungan diharapkan, apabila hal lain sama. Hal ini konsisten dengan investor yang risk aversion karena investor yang risk aversion menuntut keuntungan diharapkan yang tinggi untuk kompensasi atas tingginya risiko (beta).

CAPM
Asumsi utama CAPM: 2. CAPM memisahkan realisai keuntungan (realized return) menjadi keuntungan diharapkan (expected return) awal periode dan komponen keuntungan tidak diharapkan (unexpected return) atau keuntungan abnormal (abnormal return). Per definisi dalam teori pasar modal efisien, keuntungan abnormal sama dengan nol karena informasi baru datang secara random. Namun realisasi nilai keuntungan abnormal suatu periode tidaklah nol. Dengan demikian model CAPM mampu memisahkan ex post keuntungan direalisir menjadi komponen keuntungan diharapkan dan keuntungan abnormal. 3. CAPM merupakan cara yang mudah untuk mengestimasi beta saham. Dengan memperoleh data Rt dan RMt, maka koefisien regresi dapat digunakan untuk menaksir beta.

Anomali Pasar Modal Efisien


Teori efisiensi pasar modal menyatakan bahwa harga sekuritas akan bereaksi cepat terhadap informasi baru. Konsekuensinya, apabila harga tidak bereaksi cepat terhadap informasi baru tetapi membutuhkan waktu lebih lama, maka keuntungan abnormal dapat terjadi. Dalam hal ini investor tidak berprilaku sesuai dengan teori efisiensi pasar modal.

Anomali Pasar Modal Efisien


Teori Prospek (Prospect Theory) (Kahneman dan Tversky,1979): Investor akan risk averse berkaitan dengan keuntungan dan risk taking berkaitan dengan kerugian. Penilaian terpisah antara prospek keuntungan dan kerugian menunjukkan perilaku yang irrasional. Apabila nilai investasi mulai meningkat, tingkat utilitas investor menurun dan investor berperilaku risk averse. Dalam menghadapi berita baik, investor memiliki probabilitas rendah akan semakin baiknya harga atau probabilitas tinggi harga akan semakin menurun karenanya investor merealisasi keuntungan. Dalam hal ini investor menghindari risiko. Apabila nilai investasi mulai menurun, tingkat utilitas investor meningkat dan investor berperilaku risk taking. Dalam menghadapi berita buruk, investor menahan sekuritas dan tidak mau merealisasi kerugian, bahkan membeli lebih banyak saham yang menurun karena investor memiliki probabilitas tinggi akan membaiknya sekuritas. Dalam hal ini investor menambah risiko.

Anomali Pasar Modal Efisien


Post-Announcement Drift: 1. Sekali laba perusahaan diketahui, kandungan informasi tersebut seharusnya digunakan oleh investor sesuai dengan teori efisiensi pasar modal. Namun, telah diketahui lama bahwa hal ini tidak terjadi seperti itu. 2. Bagi perusahaan yang melaporkan berita baik pada laporan kuartalan, keuntungan abnormalnya cenderung tertunda (drift) hingga pada sekitar 60 hari setelah pengumuman. Begitu juga bagi perusahaan dengan pengumuman berita buruk, keuntungan abnormalnya cenderung juga tertunda sekitar 60 hari kemudian. 3. Fenomena ini merupakan suatu anomali pasar modal efisien yang disebut dengan istilah post-announcement drift. Fenomena merupakan tantangan serius dan penting dalam pasar modal efisien.

Anomali Pasar Modal Efisien


Rasio Keuangan: 1. Berdasarkan teori pasar modal efisien, strategi investasi seharusnya didasarkan pada informasi yang tersedia bagi investor, yaitu informasi tentang rasio keuangan. 2. Rasio keuangan seharusnya terkait dengan harga sekuritas. Karena itu, harga sekuritas sudah merefleksikan informasi rasio keuangan. 3. Namun demikian, Ou dan Penman (1989) menemukan bukti bahwa rasio keuangan tidak segera digunakan oleh investor dan tidak segera terrefleksi dalam harga sekuritas. Hal ini merupakan suatu anomali pasar modal efisien.

Anomali Pasar Modal Efisien


Accrual: 1. Teori pasar modal efisien menyatakan bahwa seharusnya pasar bereaksi lebih kuat terhadap berita baik tentang arus kas aktivitas operasi daripada berita baik tentang accrual. 2. Hal ini diyakini karena arus kas dari aktivitas operasi lebih mungkin terulang kembali periode yang akan datang dibandingkan dengan accrual. 3. Akan tetapi, Sloan (1996) menemukan bukti bahwa pasar bereaksi lebih kuat terhadap accrual daripada terhadap arus kas dari aktivitas operasi. Temuan ini menambah panjang adanya anomali pasar modal efisien.

Keinformasian dari Harga Saham Tidak Konsistennya logika


Dilihat dari definisi pasar modal yang efisien yang mana pasar modal efisien terjadi apabila seluruh informasi yang tersedia dapat merefleksikan harga pasar Karena informasi yang bebas telah ditemukan di pasar maka investor dalam hal ini pasif dalam mencari informasi-informasi mengenai sekuritas Adanya investor yang penganggu yang mana mengambil keputusan tidak bersifat rasional menyebabkan invstor yang lain akan cenderung untuk mencari informasi apabila harga sekuritas itu naik disebabkan oleh aktivitas investor penganggu atau disebabkan oleh investor yang rasional

Asimetri Informasi
Asimetri informasi terjadi karena adanya pemisahan kekuasaan antara pemilik perusahaan selaku investor dengan manajemen perusahaan selaku agen pada perusahaan publik yang besar Asimetri informasi yaitu ketidakseimbangan informasi yang terjadi antara pihak internal disini yaitu manajemen perusahaan dengan pihak eksternal yang memiliki kepentingan terhadap perusahaan Ada dua jenis asimetri informasi yaitu moral hazard dan adverse selection Salah satu alasan mengapa asimetri informasi berperan penting dalam teori akuntansi bahwa pasar sekuritas adalah subjek pada permasalahan asimetri informasi adalah informasi insider dan transaksi internal. Transaksi internal dan informasi insider banyak menimbulkan kerugian bagi pihak eksternal atau investor. Perlunya pemerintah dan Badan Standar Akuntansi membuat peraturan yang mengatur tentang asymetri informasi

Hasil dari Penelitian Pasar Modal terhadap Pelaporan Keuangan


Penelitian tentang pasar modal merupakan fokus utama dari penelitian Akuntansi Keuangan dalam kurun waktu yang lama. Adapun topik yang dibahas dalam penelitian pasar modal adalah 1. Pendapatan berdasarkan metode biaya historis digunakan oleh investor 2. Sebelum Informasi dikeluarkan, Investor mendapatkan banyak informasi yang mereka butuhkan dari sumber yang lainnya 3. Konten Informasi dari pengumuman laba berdasarkan kepada perluasan dari berbagai sumber informasi alternatif 4. Dampak terhadap Pasar Modal yang Muncul dari perubahan yang Unexpected didalam laba berdasarkan perubahan ekspetasi secara permanen atau temporary

Hasil dari Penelitian Pasar Modal terhadap Pelaporan Keuangan


5. Persistensi Laba berdasarkan besaran yang relatif dari komponen kas dan akrual terhadap laba sekarang 6. Pengumuman laba dari perusahaan lain yang bergarak di Bidang yang Sama terhadap Konten Informasi 7. Ramalan Laba mempunyai konten informasi 8. Manfaat dari Pengungkapan Bebas Informasi

Apa Harga Saham Sekarang dapat Mengantisipasi Pengumuman Laba Masa depan

Pada dasarnya fokus dari riset pasar modal adalah untuk menginvestigasi seberapa baik informasi akuntansi seperti laba tahunan, informasi yang didapatkan dan relevan terhadap investor. Informasi yang terkandung didalam harga saham dapat menyediakan informasi yang tepat terhadap laba yang terjadi dimasa yang akan datang, Brown (1994, 106) Harga saham dan return dipertimbangkan oleh peneliti sebagai tolok ukur utama dalam menentukan informasi yang relevan terhadap pengambilan keputusan oleh investor. Hagra saham mencerminkan nilai perusahaan dan laba mencerminkan kinerja perusahaan.