Anda di halaman 1dari 11

MAST CELL STABILIZERS AND ANTIHISTAMIN

dr. Novi Endah

Mast cell-Stabilizers dan Antihistamin


Stabilisator sel mast adalah obat-obat cromone digunakan untuk mencegah atau mengontrol allergic disorders tertentu Antihistamin adalah zat-zat yang dapat mengurangi atau menghalangi efek histamin terhadap tubuh dengan jalan memblok reseptor histamine

Konjungtivitis alergi

Reaksi hipersensitivitas langsung

Antigen reaginic antibodi (IgE) pada permukaan sel dari sel mast dan basofil, menyebabkan pelepasan PG histamine, leukotrin

Obat-obat yang digunakan adalah :


Kortikosteroid sangat efektif, tetapi efek samping okular membatasi aplikasinya untuk kondisi kronis Stabilisator sel mast, OAINS, antihistamin, dekongestan lebih sedikit efek samping okular kurang berbahaya dan bisa digunakan secara tunggal atau kombinasi

Obat-obat yang digunakan adalah :


Pada gejala alergi ringan dapat diberikan antihistamin topikal seperti antazoline,pheniramine, biasanya dikombinasikan dengan naphazoline dekongestan Spesifik H1 antagonis telah dikembangkan seperti emedastine (Emadine), levocabastine (Livostin) dan azelastine (Optivar).

Emadine :
diindikasikan untuk terapi sementara dari tanda dan gejala konjungtivitis alergi (dosis : 1 tts , 4 kali/hari) Mempunyai efek samping sakit kepala,penglihatan kabur, terbakar atau menyengat, kornea infiltrat, mata kering, rhinitis, dan sinusitis efek samping lain

Levocabastine HCL :
seefektif cromolin natrium keunggulan : onset cepat daripada stabilisator sel mast. (dosis 1 tts 4X/hari hingga 2 minggu. Efek samping yang dilaporkan adalah ringan.

Azelastine hidroklorida (Optivar) : efektif dan ditoleransi dengan baik pada dosis 0,05% Tersedia sebagai obat semprot hidung untuk pengobatan dari rhinitis alergi.
Ketorolac tromethamine ( Acular ), NSAID topikal, digunakan untuk mencegah gatal-gatal dan memberikan onset yang cepat tetapi tidak memgurangi hiperemia konjungtiva

Stabilisator sel mast:


Cromolyn natrium menghambat neutrofil, eosinofil, dan aktivasi monosit in vitro
Generic stabilisator sel mast : kromolin (Crolom), pemirolast (Alamast), dan lodoxamide (Alomide) mencegah degranulasi sel mast tetapi butuh waktu hingga minggu u/ mencapai keberhasilannya ( digunakan untuk konjungtivitis alergi, vernal, dan atopic Lodoxamide terbukti u/ menghasilkan stabilisasi membran sel mast 2500 kali lebih besar dari natrium kromolin dalam mengobati konjungtivitis alergi. Pemirolast potassium 0,1% (Alamast) digunakan untuk pencegahan mata gatal karena konjungtivitis alergi.

Kortikosteroid
sangat efektif untuk mengobati alergi mata tetapi rentan terhadap penyalahgunaan dan memiliki profil efek samping lebih berbahaya ( contoh : Loteprednol etabonate 0,2% (Alrex )

Pada kasus konjungtivitis alergi, vernal, serta atopik parah mungkin memerlukan penggunaan steroid jangka pendek topikal kuat, tetapi pada kasus ini harusnya hati-hati, dimonitor dan segera beralih ke salah satu agen yang disebutkan sebelumnya.

TERIMA KASIH