Anda di halaman 1dari 36

Presentasi Kasus

Mioma Uteri
Amelia Christiana Shabrina Herdiana Putri 030.08.021 030.08.222

Pembimbing: dr. Cipta Pramana, Sp.OG

Ilmu Kepaniteraan Klinik Penyakit Kandungan dan Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti RSUD Kota Semarang Oktober 2013

Identitas Pasien
Nama : Ny. Suliyati Jenis kelamin : Perempuan Usia : 36 tahun Suku bangsa : Jawa Status perkawinan: Sudah menikah Agama : Islam Pekerjaan : Pedagang Pendidikan : SD Alamat : Jomblang Tanggal masuk RS : 23/09/2013

Anamnesis
Keluhan Utama : Menstruasi terlalu sering 2-3 kali perbulan sejak 2 bulan yang lalu

Anamnesis
Riwayat Penyakit Sekarang
Pasien datang dengan keluhan menstruasi yang terlalu sering 2-3x/bulan sejak 5 bulang yang lalu. Ketika menstruasi perlu berganti 4-5x pembalut. Nyeri perut (+) saat menstruasi. BAB sulit dan keras ( - ) BAK anyang-anyangan (-) Keputihan berbau (-). Postcoital bleeding (-).

Anamnesis (2)
Riwayat Menstruasi
Menarche Siklus Lamanya Banyaknya Dismenore : 15 tahun : 28 hari teratur : 7 hari : 3 pembalut/hari : (+)

Riwayat Pernikahan: 1x/ 23 thn/13 thn Riwayat obstetri: P3A0


1998/Rumah Bersalin/Bidan/Spontan/Aterm//3200 g/sehat 2003/Rumah Bersalin/Bidan/Spontan/Aterm//3000 g/sehat 2004/Rumah Bersalin/Bidan/Spontan/Aterm//3300 g/sehat

Anamnesis (3)
Riwayat KB: Suntik KB tiap 3 bulan, 1998-2002
Riwayat Ginekologi :(-)

Riwayat Penyakit Dahulu :


Pasien belum pernah menderita penyakit seperti ini sebelumnya Hipertensi, diabetes mellitus, penyakit jantung, alergi disangkal

Riwayat Penyakit Keluarga :


Hipertensi, diabetes mellitus, penyakit jantung, alergi disangkal. Tidak ada anggota keluarga yang menderita penyakit seperti pasien

Pemeriksaan Fisik
Status Generalis
KU/Kes TD N RR S : Baik, CM : 100/60 mmHg : 64 x/menit : 18x/menit : 36,5C

Leher : KGB tidak teraba membesar

Thorax
Cor: S1-S2 normal regular, murmur (-), gallop (-) Pulmo: suara napas vesikuler, ronchi (-), wheezing (-)

Kepala: normocephali

Mata: pupil bulat isokor, konjungtiva anemis -/-, sklera ikterik -/-.
THT: mukosa tidak hiperemis, sekret (-)

Abdomen : Inspeksi : tidak membuncit, striae (-), nyeri tekan (+),nyeri ketok (-)BU(+) normal
Extremitas: akral hangat, edema tungkai -/-

Pemeriksaan Fisik (2)


Status Ginekologi (Vaginal toucher) : Fluor : + lendir bening Fluxus : + bercak darah, kemerahan sedikit Vulva Uteri Vagina : Tidak Ada Kelainan Corpus Uteri : sebesar telur angsa Portio : Sebesar ibu jari orang dewasa Adneksa/parametrium/cavum douglas : tidak ada kelainan

Pemeriksaan Laboratorium
Hematologi Golongan Darah O

Hemoglobin
Hematokrit Leukosit Trombosit Kimia klinik GDS Imunologi HbsAg

12,6 mg/dL
37,30% 9,4 uL 314 x 103 uL

83 mg/dL

negative

USG
Uterus : ukuran membesar, pada dinding posterior tampak lesi inhomogen bulat batas tegas ukuran 6,2x5,3x6cm, endometrial line tipis. Kesan USG : Masaa padat inhomogen pada dinding posterior uterus curiga mioma uteri intramural.

Resume
Telah diperiksa seorang wanita P3A0 usia 36tahun datang ke RSUD Kota Semarang dengan keluhan Menstruasi terlalu sering 2-3 kali perbulan sejak 5 bulan yang lalu, ditambah nyeri pada perut bagian bawah ketika menstruasi. Dari pemeriksaan yang dilakukan didapatkan tanda-tanda vital dalam batas normal, pemeriksaan fisik dalam batas normal. Pada status ginekologi (vaginal toucher) didapatkan lendir bening, bercak darah berwarna kemerahan sedikit, korpus uteri sebesar telur angsa. Pada pemeriksaan penunjang usg didapatkan masa inhomogen pada uterus dengan kecurigaan mioma uteri intramural.

Diagnosis

P3 A0 U 36 Tahun

Mioma Uteri

Perencanaan
Rencana Terapi : Laparotomi Rencana Edukasi: Menjelaskan kepada kluarga dan pasien

Prognosis
Ad vitam Ad fungsionam Ad sanationam : ad bonam : dubia ad bonam : dubia ad bonam

Operasi
Ibu teerlentang di meja operasi dengan regional anastesi Asepsis dan antisepsis Insisi linea mediana 3 cm di atas simphisis menuju umbilikus 10 cm Diperdalam lapis demi lapis secara tajam dan tumpul sehingga abdomen terbuka, evaluasi uterus dan ovarium Tampak uterus membesar sebesar tinju orang dewasa Kedua adnexa normal Dilakukan miomektmi, jahir bekas pengambilan Eksplorasi perdarahan Jahir dinding abdomen lapis demi lapis Luka operasi ditutup Operasi selesai Jaringan dikirim ke Patologi Anatomi

Post Operatif
Kalnex 2x1 Cefotaxim 2x1 Asam mefenamat 3x500 mg

Follow up
Tanggal 25 September 2013 Anamnesis: nyeri perut bagian bawah kanan Pemeriksaan Fisik : Tanda-tanda vital : Tekanan darah = 100/60 mmHg Nadi = 80 kali/menit Pernapasan = 18 kali/menit Suhu = 36,5C Mata : konjungtiva tidak anemis, tidak ikterik Thorax : dalam batas normal Abdomen : membujur, tidak ada nyeri tekan Ekstremitas : tidak ada edema Bab / Bak : +/+

Kesimpulan
Mioma merupakan tumor jinak ginekologik paling sering ditemukan pada wanita usia > 35 tahun, nullipara atau sulit mendapat keturunan, faktor keturunan juga berperan. Penyebab pasti tidak diketahui tetapi jelas bahwa estrogen mempengaruhi terhadap pertumbuhan mioma. Gejala klinis sebagian besar asimptomatik. Tergantung dari lokasi, besar, perubahan dan komplikasi. Pemeriksaan fisik yang penting dalam mendiagnosa mioma adalah pemeriksaan abdomen dan anogenital. Pemeriksaan penunjang seperti USG merupakan pemeriksaan yang sangat penting.

Kesimpulan
Penatalaksanaan mioma uteri tergantung pada keadaan umum pasien, beratnya keluhan, karakteristik mioma, faktor usia, keinginan untuk memiliki anak. Histerektomi dilakukan pada mioma yang besar dan multipel. Miomektomi dilakukan bila masih menginginkan keturunan dan syaratnya harus dilakukan dilatasi kuretase dulu untuk menghilangkan kemungkinan keganasan.

Pendahuluan

Mioma uteri merupakan neoplasma jinak yang berasal dari otot uterus dan jaringan ikat penunjangnya.

Mioma uteri merupakan jenis tumor uterus yang paling sering ditemukan terutama pada wanita usia reproduksi (2025%).

Dikenal juga dengan sebutan leiomioma uteri, fibroma uteri, fibroleiomioma, mioma fibroid.

Epidemiologi
27% wanita 25 tahun mempunyai sarang mioma. (Novak)

Kulit hitam >> kulit putih. Sering ditemukan pada wanita 35 45 tahun ( 25%). Risiko 40% pada usia >35 tahun.

Insiden mioma uteri 20 30% dari seluruh wanita.

Di Indonesia mioma uteri ditemukan pada 2,39 11,7% pada semua penderita ginekologi yang dirawat.
Prevalensi meningkat apabila ditemukan riwayat keluarga, ras, kegemukan dan nullipara.

Etiologi
Belum diketahui secara pasti

Faktor predisposisi (diduga kuat): Umur Paritas Faktor ras dan genetik Fungsi ovarium

Klasifikasi
Berdasarkan lokalisasi
Posisi berdasarkan lapisan uterus:
Submukosum, dapat bertangkai keluar oui dis. Myoma Geburt.

Cervikal (2,6%)

Isthmikal (7,2%)

Intramural, ditengah otot uterus.

Korporal (91%)

Subserosum, dapat bertangkai dan bisa putus dari asal wandering / parasitic myoma

Klasifikasi

Gejala dan Tanda

Perdarahan abnormal uterus

Rasa nyeri (tidak khas dan tidak selalu)

Gejala dan tanda penekanan retensio urin, obstipasi, edema tungkai.

Infertilitas dan abortus (pada keadaan tertentu)

Perubahan sekunder
Atrofi
Degenerasi lemak ( lanjutan deg. hialin ) Degenerasi hialin

Perubahan Sekunder
Degenerasi merah ( Carneus deg. ) Degenerasi membatu ( calcireus deg. )

Degenerasi kistik

Diagnosis
Dismenorrhoe dan rasa sakit perut bawah. Gangguan miksi Gangguan defekasi.

Perdarahan (gangguan menstruasi)

Periksa dalam & bimanual.

Benjolan perut bawah, rasa berat,

Diagnosis

Pada sondase cavum uterus lebih besar (>6-7 cm).

Diagnosis Imaging
USG transabdominal dan transvaginal.

Hysterosalpingography

MRI

Hysteroscopy

Diagnosis Banding
Kehamilan (uterus gravidus) Pada mioma subserosa, DD-nya: Tumor ovarium yang solid (NOP) Pada mioma submukosa yang dilahirkan, DD-nya: inversio uteri Pada mioma intramural, DD-nya: Adenomiosis Khoriokarsinoma Karsinoma korporis uteri atau sarcoma uteri Diagnosis banding lain : Retensio urine Polip serviks Mioma servikal

Komplikasi

Degenerasi ganas (0,320,6% )

Perdarahan sampai terjadi anemia

Torsi tangkai mioma

Pengaruh timbal balik mioma dalam kehamilan

Nekrosis dan infeksi

Penatalaksanaan
Konservatif Terapi medikamentosa analog GnRH, progesteron,danazol, gestrinon, tamoksifen, goserelin, anti prostaglandin,agen-agen lain (gossipol,amantadine) Terapi Operatif miomektomi dan histerektomi

Embolisasi Arteri Uterina / Embolisasi Mioma Uteri cara menghentikan suplai darah ke uterus dan tumornya, sehingga tumor menyusut.

Indikasi Operasi Perdarahan uterus abnormal yang menyebabkan anemia, tidak respon terhadap pengobatan hormonal maupun pengobatan konservatif lainnya. Nyeri kronik seperti dismenore, nyeri perut bagian bawah atau dyspareunia Nyeri akut seperti torsi pada pedunculated leiomyoma, atau prolaps mioma submukosal Tanda-tanda gangguan perkemihan seperti hidronefrosis Infertilitas dengan hanya mioma yang ditemukan abnormal Keguguran berulang akibat distorsi dari cavum endometrium Perubahan ukuran uterus yang menyebabkan rasa tidak nyaman dan timbul gejala penekanan.

Embolisasi Arteri Uterina

Prognosis
Prognosis mioma uteri baik, bila tanpa komplikasi, karena mioma uteri akan mengalami regresi sesudah menopause, hanya 10% yang masih terus tumbuh. Prognosis mioma uteri menjadi buruk, bila ada degenerasi ganas (0,32-0,6 %) atau komplikasi akibat penekanan yang kronis, seperti hidronefrosis dan hidroureter.

Daftar Pustaka
American Society for Reproductive Medicine. Uterin fibroids.Available at: http://www.asrm.org Memarzadeh S, Broder MS, Wexler AS, Pernoll ML.Leiomyoma of the uterus. In: Current obstetric & Gynecologic diagnostik & treatment, Decherney AH, Nathan L, editors. Ninth edition. Lange Medical Books, New York, 2003.p: 693-701. Thompson JD, Rock JA. Leiomyoma uteri and miomectomi. In: Te Lindes Operative Gynecology. Lippicott-Raven Publishers, Philadelphia, 1997.p: 731-70. Wattiez A, Cohen SB, Selvaggi L. Laparoskopy hysterektomy.Curr Opin Obstet Gynecol 2002;14:417-22 Benda JA. Pathology of smooth muscle tumor of uterine corpus. ClinObstet and Gynecol 2001;44:350-63 Guaraccia MM, Rein MS. Traditional surgical approaches to uterine fibroids: abdomonal myomectomy and hysterectomi. Clin Obstet and Gynecol 2001;44:385-400 Stoval DW. Clinical Symtomatology of uterune leiomyoma. Clin Obstet and Gynecol 2001;44:364-71 Hadibroto BR. Mioma uteri: departemen obstetri dan ginekologi fakultas kedokteran universitas sumatra utara, 2009 Wiknjosastro H. Ilmu kandungan, yayasan bina pustaka sarwono prawirohardjo, 2008 p:336-364