Anda di halaman 1dari 6

Oleh: Desy Damayanti Agustianty N.

H Kharis Mustofa

(G1F011033) (G1F011041) (G1F011043)

Kecepatan absorbsi ibuprofen merupakan faktor yang berpengaruh agar dapat memberikan efek terapi dalam waktu yang cepat. Karena kelarutan ibuprofen yang sangat kecil 46,9 g/mL pada 37C dan 29,1g/mL pada 25C (Xu, 2007), peningkatan laju disolusi sangat diperlukan untuk dapat meningkatkan bioavailabilitas obat dalam darah. Uji disolusi atau waktu larut digunakan untuk mengetahui jumlah zat aktif yang terlarut pada media tertentu selama waktu tertentu. Penelitian dalam jurnal ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan laju disolusi dari ibuprofen dengan sistem dispersi padat ibuprofen-PVP K90, serta untuk mengetahui karakteristik sistem dispersi padat ini dibandingkan campuran fisiknya.

Uji Disolusi Uji disolusi dilakukan dengan cara meletakkan sejumlah sampel (setara 50 mg Ibuprofen) ke dalam keranjang mesh 125 yang dihubungkan dengan sebuah motor dengan kecepatan 100 rpm. Keranjang dicelupkan ke dalam labu berbentuk semiferik yang berisi air suling 900 mL dengan suhu 37C0,5C. Cairan sampel diambil dengan interval waktu 5, 10, 15, 30, dan 45 menit dengan filter holder yang dilengkapi kertas saring millipore 0,45 m. Absorbansi sampel diamati dengan spektrofotometer UV-Vis pada panjang gelombang 220,97 nm kemudian dihitung kadarnya dengan persamaan kurva baku ibuprofen.

Dalam junal ini penelitian menggunakan tambahan polyvinylpyrrolidone (PVP) dengan berat molekul yang besar (PVP K90) sebagai matriks dispersi padat, karena dengan adanya peningkatan viskositas dari PVP maka akan terjadi hambatan rekristalisasi bahan obat yang lebih baik dalam dispersi padat (Tantishaiyakul, 1999). Dengan semakin meningkatnya kadar PVP akan dapat meningkatkan kelarutan dalam air dan laju disolusinya akan semakin cepat

Untuk mengetahui peningkatan laju disolusi dari ibuprofen dengan sistem dispersi padat ibuprofen-PVP K90, pembuatan dispersi padat ibuprofen-PVP K90 dilakukan dengan metode pelarutan. Untuk mengetahui karakteristik sistem dispersi dapat dilakukan dengan metode metode sebagai berikut :
Karakterisasi dispersi padat dengan difraktometer sinar-X Karakterisasi dispersi padat dengan DTA Karakterisasi Dispersi Padat dengan Spektrofotometer Inframerah

Dispersi padat Ibuprofen-PVP K90 terlihat dapat memberikan peningkatan disolusi ibuprofen dibandingkan dengan campuran fisik dan substansi murninya. Laju disolusi Ibuprofen dalam dispersi padat (1:0.125) pada menit ke-45 mencapai 54,89%, dispersi padat (1:0,25) sebesar 44,03%, dan dispersi padat (1:0.5) sebesar 51,76%. Sedangkan untuk campuran fisik (1:0.125) pada menit ke-45 mencapai 49,80%, (1:0,25) sebesar 43,56%, dan (1:0.5) sebesar 20,22%. Dengan hasil tersebut maka formulasi yang tepat untuk meningkatakan laju disolusi ibuprofen adalah formulasi PVP K 90 yang paling rendah.