Anda di halaman 1dari 30

PERIODONTAL SPLINT

BAGIAN PERIODONSIA FKG UNEJ

Periodontal Splint
alat utk immobilisasi/stabilisasi gigi yg goyang krn penyakit periodontal/ trauma tekanan yg berlebihan

kegoyangan gigi ditentukan oleh 2 faktor, yaitu tinggi jaringan pendukung & lebar ligamen periodontal kegoyangan gigi krn berkurangnya tinggi tulang alveolar atau berkurangnya lebar ligamen periodontal atau kombinasi keduanya

derajat

gigi

goyang dg ketinggian tulang alveolar berkurang & mengganggu fungsi pengunyahan/kenyamanan; adanya migrasi gigi; utk kepentingan prostetik yg memerlukan gigi penyanggga yg banyak splint gigi goyang ligamentum periodontal normal & tdk mengganggu fungsi pengunyahan/kenyamanan tdk membutuhkan splint

splinting

mrp perawatan pendukung yg dilakukan bersama dg perawatan periodontal lainnya dilakukan splinting cari penyebab kegoyangan gigi

sebelum

splinting

dpt dilakukan pd fase pertama perawatan periodontal, sebelum tindakan bedah kegoyangan gigi disebabkan/ diperberat oleh tekanan oklusal yg abnormal splinting dilakukan stl occlusal adjustment/coronoplasty

bila

Hal-hal yg hrs dipertimbangkan saat mengindikasikan pemakaian periodontal splint : besarnya kehilangan jaringan pendukung perubahan kualitas jaringan pendukung yg disebabkan traumatik oklusi trauma jangka panjang krn perawatan periodontitis kombinasi dari ketiga butir di atas

Prinsip kerja splint

bbrp gigi yg diikat mjd satu suatu kesatuan yg seolah-olah berakar banyak ketahanan akar bertambah & pusat rotasi/pergerakan gigi akan berubah splint berguna utk distribusi daya oklusal daya yg mengenai jaringan periodontal tdk melebihi kapasitas jaringan periodontal yg msh ada

Tujuan Periodontal Splint


membantu

penyembuhan dg jalan mengurangi daya fungsional yg mengenai jaringan periodontal stabilitasi gigi-gigi mencegah kerusakan jaringan periodontal lebih lanjut mencegah trauma pd bruxism

dpt utk menghilangkan kebiasaan jelek mempertahankan gigi pd posisi yg tlh dicapai dlm perawatan ortodontik atau utk mencegah migrasi patologis

Syarat Periodontal Splint


terminal abutment hrs kuat (bila perlu multiple) iritasi minimal mudah dibersihkan pertimbangan estetik menjelaskan ke pasien maksud splint, cara perawatan/pencegahan yg bisa dilakukan di rumah

Klasifikasi Periodontal Splint


- berdasarkan lama pemakaian : 1. splint sementara (temporary) 2. splint semi tetap (semipermanent) 3. splint tetap (permanent)

- berdasarkan cara pemakaian : 1. splint lepasan (removable) 2. splint cekat (fixed) - berdasarkan kontruksi : 1. external (extracoronal) splint 2. internal (intracoronal) splint

SPLINT SEMENTARA
digunakan utk : mengurangi trauma pd waktu perawatan menentukan seberapa besar peningkatan kegoyangan gigi thd respons perawatan stabilisasi gigi selama scaling & root planning, occlusal adjustment & bedah periodontal

penyangga pd kasus pergerakan gigi minor memberikan stabilisasi dlm jangka waktu lama pd saat kegoyangan gigi meningkat atau goyang pd saat mengunyah stabilisasi gigi yg goyang krn trauma

kondisi dimana splint permanen tdk bisa digunakan krn status ekonomi, status kesehatan px buruk atau waktu tdk cukup utk pemasangan splint permanen waktu pemakaian tdk lebih dari 6 bln

indikasi

: - dipakai sementara/terbatas waktu tertentu - membantu penyembuhan pd waktu perawatan kuretase - dipakai selama periode perawatan bedah - dipakai sbg persiapan pemasangan permanent splint - utk membantu menentukan prognosa yg meragukan

SPLINT SEMI-PERMANEN
disebut

juga splint diagnostik dipertahankan dlm waktu tdk terbatas utk memberi kesempatan perbaikan jaringan periodontal & pengujian prognosa yg meragukan kadang alat retensi orto dpt dianggap sbg splint semi-permanen

indikasi

: - kegoyangan gigi yg sangat berat & mengganggu pengunyahan - dipergunakan sebelum, selama & stl tx periodontal krn prognosa belum pasti

SPLINT PERMANEN
sangat

terbatas penggunaannya, dipakai apabila benar-benar diperlukan utk menambah stabilitas tekanan oklusal & menggantikan gigi yg hilang digunakan apabila splint sementara & splint semi-permanen mengalami kegagalan atau tdk menunjukan kemajuan

splint

ini bisa berupa fixed bridge, gigi tiruan sebagian lepasan, atau penggabungan tumpatan dg komposit resin indikasi : - dipakai dlm wkt tdk terbatas dipakai stabilisasi gigi yg goyang tanpa keradangan

SPLINT PERMANEN TIPE LEPASAN EKSTERNAL


pemakaian

splint permanen lepasan pd keadaan tdk bergigi dikombinasikan dg gigi tiruan GTSL permanent splint stabilitas maksimal cengkeram tipe continuous & menyertakan seluruh gigi yg ada desainnya mrp bagian dari gigi tiruan kerangka logam

tdk boleh digunakan pd gigi goyang yg mempunyai tendensi besar utk bermigrasi, apalagi splint tsb hanya digunakan pd malam hari klamer hrs pasif & tdk menekan gigi penjangkaran utk mengurangi tekanan dpt digunakan stress breakers menghubungkan retainer & saddle dg suatu alat seperti sendi yg fleksibel occlusal rest mutlak diperlukan utk meneruskan tekanan vertikal

SPLINT PERMANENT TIPE CEKAT INTERNAL


splint

lama splint ini dpt berupa multiple crown, inlay & mahkota , fixed bridge

permanen yg paling efektif & tahan

PENTING sebelum diputuskan pembuatan suatu splint permanen dilakukan pemakaian splint sementara dahulu stl itu dievaluasi 2-6 bln apakah ada penurunan derajat kegoyangan gigi dg sisa jaringan periodonsium yg sedikit tdk dpt dijadikan penyangga utk bridge (internal splint) atau GTSL

bila

gigi yg ada akan dipertahankan splinting mengikutsertakan gigi & lengkung yg berlawanan (cross arch design) utk mengatasi tekanan oklusi normal yg datang dari berbagai arah OH harus tetap terjaga termasuk pembersihan secara profesional pd waktu tertentu

Selamat belajar