Anda di halaman 1dari 19

BUTA WARNA

Oleh : Ninda Putri Rahayu Pembimbing : dr.Haritama,SpM

Buta warna adalah : kelainan penglihatan yang disebabkan ketidakmampuan sel-sel kerucut pada retina mata untuk menangkap spektrum warna tertentu, sehingga objek yang terlihat bukan warna sesungguhnya

Anatomi

Retina
Bagian mata yang peka terhadap cahaya, mengandung sel-sel kerucut (untuk penglihatan warna) dan sel-sel batang (penglihatan dalam gelap) Pada pertengahan bagian posterior retina terdapat daerah lonjong kekuningan (macula lutea) Di tengah macula terdapat fovea centralis Foveola bagian paling tengah pada fovea (fotoresepornya adalah sel kerucut)

Reseptor penglihatan : sel-sel di conus (sel kerucut) dan basilus (sel batang) Penglihatan warna dipengaruhi oleh 3 macam pigmen di dalam sel kerucut sehingga menjadi peka terhadap warna biru, merah, dan hijau

Klasifikasi
1. Anomalous Trichomacy 2. Dichromacy 3. Monochromacy

1. Anomalous Trichromacy
Oleh faktor keturunan/kerusakan pada mata setelah dewasa Memiliki 3 sel kerucut lengkap, namun terjadi kerusakan mekanisme sensitivitas terhadap salah satu dari tiga sel reseptor warna tersebut

a. Trikomonat anomali : - kelainan terdapat pada short-wavelenght pigmen (blue) - Pigmen biru bergeser ke area hijau dari spektrum merah - Mempunyai ketiga pigmen kerucut tetapi satu tidak normal (gangguan hanya pada 1 atau lebih pigmen kerucut) - Perbandingan merah hijau pada anomaloskop berbeda dibanding dengan orang normal

b. Deutronomali - Kelainan bentuk pigmen middle-wavelenght (green) - Gangguan lebih banyak daripada warna hijau

c. Protanomali - Kelainan terhadap long-wavelenght (red) pigmen - Rendahnya sensitivitas warna merah - Tidak akan mampu membedakan warna dan melihat campuran warna yang dilihat oleh mata normal

2. Dichromacy
Jenis buta warna di mana salah satu dari tiga sel kerucut tidak ada atau tidak berfungsi Akibat dari disfungsi salah satu sel pigmen pada kerucut, penderita mengalami gangguan penglihatan terhadap warna-warna tertentu

a. Protanopia : tidak adanya photoreceptor retina merah. Penglihatan terhadap warna merah tidak ada. Keadaan paling sering ditemukan cacat pada warna merah-hijau b. Deutranopia : tidak adanya photoreceptor retina hijau. Tidak dapat melihat warna hijau. c. Tritanopia : tidak memiliki short-wavelenght cone. Ketidakberesan dalam warna biru dan kuning

3. Monochromacy
Kebutaan warna total dimana semua warna dilihat sebagai tingkatan warna abu-abu Pasien hanya mempunyai 1 pigmen kerucut (monokromat rod/batang) Hanya dapat membedakan wana dalam arti intnsitasna saja dan biasanya 6/30

Diagnosis
a. Uji Ishihara - Untuk mengetahui adanya defek penglihatan warna, didasarkan pada menentukan angka/pola yang ada pada kartu dengan berbagai ragam warna - Keseluruhan terlihat pucat dan menyukarkan pasien dengan kelainan penglihatan warna melihatnya b. Uji Pencocokan benang

Pemeriksaan Penunjang
1. Oftalmoskop 2. Test sensitivitas kontras 3. Test elektrofisiologik

Penatalaksanaan
Memakai lensa kontak berwarna Memakai kacamata yang memblok sinar yang menyilaukan

Pencegahan
Tidak ada cara untuk mencegah buta warna genetik, penyakit Alzheimer, DM, retinitis pigmentosa. Namun yang ddidapat dapat dicegah Membatasi penggunaan alkohol dan obat

TERIMA KASIH

Anda mungkin juga menyukai