Anda di halaman 1dari 30

Mila Anriza 1102007177 Pembimbing Dr. Rizki Drajat, Sp.

Definisi
dilatasi (ektasi) dan distorsi bronkus lokal

yang bersifat patologik dan berjalan kronik, persisten atau ireversibel


disebabkan oleh perubahan-perubahan dalam dinding bronkus berupa destruksi elemen elastis, otot polos bronkus, tulang rawan dan pembuluh-pembuluh darah

Bronkus yang terkena umumnya bronkus

ukuran sedang

Berdasarkan lokasinya
Setempat (localized )
lobus bawah, lobus tengah kanan atau lingula komplikasi dari pneumonia berat, penyumbatan oleh benda asing, tumor atau penekanan dari luar lobus atas biasanya disebabkan oleh tuberkulosis atau aspergilosis bronkopulmonar

Menyeluruh

(generalized )

karena infeksi sistem pernapasan yang berulang disertai kelainan imunitas ataupun kelainan mucocilliary clearance

Etiologi
Kongenital
Faktor genetik atau pertumbuhan dan perkembangan hampir seluruh cabang bronkus pada satu atau kedua bronkus menyertai penyakit-penyakit kongenital seperti fibrosis kistik, Kertagener Syndrome, William Campbell Syndrome, Mounier-Kuhn Syndrome dan lain-lain

Didapat
Infeksi Obstruksi Bronkus

Patofisiologi
Infeksi Mukus terinfeksi
Mucociliary clearance terganggu

Fibrosis ddg bronkus dan jar. Paru sekitar

Destruksi otot, jar. Elastik & tlg rwn ddg bronkus

Peradangan

Penarikan ddg bronkus

Distorsi

Perbedaan bronkus normal dengan bronkus pada bronkiektasis

Diagnosis
Manifestasi Klinik
Pemeriksaan Fisik

batuk produksi sputum harian mukopurulen Hemoptisis Dyspnea Nyeri dada pleuritik Demam

Crackles Weezing Ronki Clubbing finger

Pemeriksaan Penunjang

Spirometri Sputum Patologi Anatomi Radiologi

Pemeriksaan Penunjang

Spirometri
menunjukkan keterbatasan aliran

udara
FVC normal atau sedikit berkurang dan

FEV1 menurun
Penurunan FVC menunjukkan bahwa

saluran udara tertutup oleh lendir

Patologi Anatomi
Makroskopis
dilatasi permanen jalan

Mikroskopis
Seluruh lapang pandang

napas subsegmental yang mengalami inflamasi, berliku-liku , sebagian atau sepenuhnya dipenuhi mukus bronkiolus dan bagian akhir jalan napas fibrosis

tampak inflamasi kronik pada dinding bronkus dengan sel inflamasi dan mukus di dalam lumen Destruksi pada lapisan elastin pada dinding bronkus dengan fibrosis Netrofil populasi sel terbanyak dalam lumen bronkus sel yang terbanyak pada dinding bronkus adalah mononuklear.

Klasifikasi menurut Reid (atas dasar hubungan patologi dan bronkografi)


Bronkiektasis tabung
paling ringan ditemukan pada bronkiektas is yang menyertai bronkitis kronik

Bronkiektasis sakuler
bentuk bronkiektasis yang klasik dilatasi dan penyempitan bronkus yang bersifat ireguler

Bronkiektasis varicose
bentuk antara diantara bentuk tabung dan kantong perubahan bentuk bronkus yang menyerupai varises pembuluh vena

Rontgen Thoraks
Ring Shadow
bayangan seperti cincin

dengan berbagai ukuran (dapat mencapai diameter 1 cm) jumlah satu atau lebih bayangan cincin sehingga membentuk honeycomb appearance atau bounches of grapes menunjukkan kelainan yang terjadi pada bronkus

Rontgen Thoraks
Tramline Shadow
pada bagian perifer paru dua garis paralel yang putih dan tebal yang dipisahkan oleh

daerah berwarna hitam Tramline shadow yang sebenarnya terlihat lebih tebal dan bukan pada daerah parahilus

Rontgen Thoraks
Tubular Shadow
bayangan yang putih

dan tebal. Lebarnya dapat mencapai 8 mm. menunjukkan bronkus yang penuh dengan sekret. jarang ditemukan, namun gambaran ini khas untuk bronkiektasis

Bronkografi
pemeriksaan foto dengan

pengisian media kontras ke dalam sistem saluran bronkus pada berbagai posisi (AP, lateral, oblik) selain menentukan adanya bronkiektasis juga menentukan bentuk-bentuk bronkiektasis pada penderita bronkiektasis yang akan dilakukan pembedahan pengangkatan untuk menentukan luasnya paru yang mengalami bronkiektasis yang akan diangkat.

CT Scan Thoraks
pemeriksaan penunjang

terbaik untuk mendiagnosis bronkiektasis memperlihatkan dilatasi bronkus dan penebalan dinding bronkus mengetahui lobus mana yang terkena penting untuk menentukan apakah diperlukan dilatasi bronkus pada pembedahan lobus inferior kiri

Diagnosis Banding
Bronkitis kronik Tuberkulosis paru Abses paru

Penyakit paru penyebab

hemoptisis, misalnya karsinoma paru, adenoma paru

Penatalaksanaan

Konservatif Umum Khusus

Pembedahan

Pengelolaan Konservatif
Pengobatan Umum
Menciptakan lingkungan yang tepat bagi pasien Memperbaiki drainase sekret bronkus
Melakukan Drainase Postural Mencairkan Sputum yang Kental Mengatur Posisi Tempat Tidur Pasien Mengontrol Infeksi Saluran Napas

Pengelolaan Konservatif
Pengobatan Khusus
Kemoterapi Kemoterapi pada bronkiektasis dapat digunakan:

hanya diberikan apabila

Secara kontinyu untuk mengontrol infeksi bronkus (ISPA), Untuk pengobatan eksaserbasi infeksi akut pada bronkus/paru Keduanya.

mengunakan antibiotik

tertentu berdasarkan hasil uji sensitivitas kuman

terdapat eksaserbasi infeksi akut. diberikan selama 7-10 hari, terapi tunggal atau kombinasi sampai kuman penyebab infeksi terbasmi atau sampai terjadi konversi warna sputum yang semula berwarna kuning/hijau menjadi mukoid (putih jernih).

Pengelolaan Konservatif
Pengobatan Khusus
Drainase Sekret dengan Bronkoskop
Keperluannya antara lain adalah untuk

Menentukan darimana asal sekret, Mengidentifikasi lokali stenosis atau obstruksi bronkus, dan Menghilangkan obstruksi bronkus dengan sustion drainage daerah obstruksi

Pengelolaan Konservatif
Pengobatan Khusus
Pengobatan Simtomatis

Obstruksi Bronkus
Hipoksia

VEP 1 < 70% bronkodilator terutama eksaserbasi akut Oksigen perdarahan masif arterial operatif transfusi

Hemoptisis
Demam

eksaserbasi akut sering, sepsis Antipiretik, antibiotik yang sesuai

Pembedahan
Tujuan
mengangkat (reseksi) segmen/lobus paru yang terkena bronkiektasis

Indikasi

bronkiektasis terbatas dan resektabel tidak berespon terhadap tindakan-tindakan konservatif yang adekuat, infeksi berulang hemoptisis masif

Kontraindikasi

bronkiektasis disertai PPOK pasien bronkiektasis berat pasien dengan komplikasi korpulmonal kronik dekompensata

Pembedahan
resektabel daerah paru yang terkena telah mengalami perubahan ireversibel bagian paru yang lain harus masih baik

Syarat

Komplikasi

Kegagalan pernapasan

Abses otak

Amiloidosis

Kor pulmonal kronik

Prognosis
Kelangsungan Hidup
tergantung pada berat-ringannya serta luasnya Pemilihan pengobatan secara tepat (konservatif atau pembedahan) dapat memperbaiki prognosis penyakit berat dan tidak diobati, prognosisnya jelek, survivalnya tidak akan lebih dari 5-15 tahun

Kelangsungan Organ
destruksi lapisan muskular dan elastik dari menyebabkan kerusakan daerah peri bronchial. menyebabkan timbulnya daerah fibrosis terutama pada daerah peribronkial.

Pencegahan
dapat dicegah kecuali pada bentuk

kongenital. Beberapa usaha untuk mencegah bronkiektasis antara lain : Pengobatan dengan antibiotika dan terapi suportif lainnya secara tepat tehadap semua bentuk pneumonia. Tindakan vaksinasi pertusis, influenza dan pneumonia pada anak.

Daftar Pustaka
Rahmatullah P. Bronkiektasis, Buku Ajar Ilmu Penyakit

Dalam Jilid II EdisiKetiga. Editor Slamet Suyono. Balai Penerbit FKUI. Jakarta. 2001. Benditt, JO. Lung and Airway Disorder: Bronchiectasis. www.merck.com Alsagaff H, Mukty A. Bronkiektasis, Dasar-dasar Ilmu Penyakit Paru, Airlangga University Press. Surabaya. 2006. Emmons EE. Bronchiectasis. Available at : www.emedicine.com Hassan I. Bronchiectasis. Available at : www.emedicine.com JW. Trachea dan Bronchus. Diktat Anatomi Systema Respiratorius. Bagian Anatomi FKUH. Makassar. 2004. A Lan F. B Arker , M.D., BRONCHIECTASIS, N Engl J Med, Vol. 346, No. 18 May 2, 2002. Wilson LM. Patofisiologi (Proses-Proses Penyakit) Edisi enam. Editor Hartanto Huriawati, dkk. EGC. Jakarta 2006. hal 737-740