Anda di halaman 1dari 71

HEPATITIS

Hepatitis A-E
Virus Hepatotropik ini diberi nama hepatitis A,B,C,D dan E. Banyak virus lain yang menyebabkan hepatitis sebagai bagian dari spektrum klinis termasuk herpes simpleks, sitomegalovirus, imunodefisiensi manusia, rubella, adenovirus,enterovirus dan arbovirus.

Lima hepatitis virus merupakan kelompok virus heterogen yang menyebabkan penyakit klinis akut yang serupa. Hepatitis A,C,D dan E adalah virus RNA yang mewakili empat famili yang berbeda, dan hepatitis B,C,D menyebabkan morbiditas dan mortalitas penting melalui infeksi kronis.

Hepatitis A B

Antigen teridentifikasi HAV HBsAg

antibodi Anti HAV Anti HBsAg

HBcAg
HBeAg C D E -

Anti HBcAg
Igm anti HBcAg Anti HBeAg Anti HCV Anti HDV Anti HEV

RUTE PENULARAN

HAV (RNA)

HBV ( DNA )

HCV ( RAN )

HDV TDK SEMPURNA ( RNA )

HEV ( RNA )

PERKUTAN

++++

++++

++++

FEKAL-ORAL

++++

++++

SEKSUAL

TRANSPLASENTA

+++

+ = MINIMAL

+++ = SEDANG

++++ = SERING

Hepatitis A
Etiologi : HAV adalah virus yang mengandung RNA,berdiameter 27 nm yang adalah anggota famili Picornavirus. Virus ini diisolasi pada mulanya dari tinja penderita yang terinfeksi. Infeksi akut didiagnosis dengan mendeteksi imonuglobin ( ig)M,antibodi ( Igm ) (anti HAV)dengan radioimunoassay.dengan mengidentifikasi partikel virus dalam tinja.

Setelah 2-6 minggu terpapar, timbul flulike syndrome, yaitu cepat lelah, demam, anoreksia (tidak nafsu makan), artralgia (nyeri pada sendi) dan sakit kepala.

Saat ini merupakan saat yang paling menular. Kemudian diikuti ikterus (kuning) yang terlihat paling mudah pada sklera (bagian putih mata) dan kulit, air seni berwarna gelap, BAB (buang air besar) cair dan nyeri pada perut kanan atas. Pada penyakit yang berat, didapatkan mulut yang berbau khas. Penyakit ini bersifat self-limited (dapat sembuh sendiri).

Epidemiologi.. Hepatitis A paling sering terjadi dinegara brkembang.dimana angka prevalensinya mendekati 100% pada anak umur 5 thn. Penularan dari kontak orang ke orang,penyebaran terutama dengan rute fekaloral,perkutan merupaka kejadian yang jarang dan penularan ibu dengan neonatus tidak dikenali sebagai epidemiologis.

Infeksi HAV selama kehamilan atau pada saat persalinan tidak tampak menimbulkan komplikasi kehamilan atau penyakit klinis pada neonatus. Iinfektivitas ludah,urin dan semen manusia belum diketahui. Rata-rata masa inkubasi HAV sekitar 4 minggu.

Patologi Respon akut hati terhadap HAV serupa dengan respon akut empat virus hepatitis lainnya. Seluruh hati terlihat nekrosis,palign mencolok pada daerah sentrilobuler,dan bertambah selularitas yang dominan adalah paa daerah porta.

Arsetektur lobularnya tetap utuh,walaupun terjadi degenerasi balon dan nekrosis sel parenkimnya pada mulanya.perubahan lemak jarang. Sistem organ lainya dapat terkena selama infeksi HAV, limfonodi regionaldan limpa mungkin membesar,sumsusm tulang mungkin hipoplastik sedang ,mungkin ada anemia aplatik.

Jaringan usus halus mungkin mengalami perubahan pada stuktur villidan ulserasi saluran cerna dapat terjadi. Pankreatitis dan miokarditis akut jarang dilaporkan dan keterlibatan ginjal ,kulit dapat akibat dari kompleks imun dalam sirkulasi.

terapi
Hanya perlu diberi terapi simptomatis (obat-obatan yang hanya untuk mengurangi keluhan), seperti mencegah dehidrasi, istirahat yang cukup, dan pemberian nutrisi yang adekuat. Biasanya akan sembuh dalam 1-2 bulan. Atau pada wanita hamil yang telah terpapar infeksi dapat diberikan imunisasi, yaitu imuno-?-globulin (dengan dosis 0,02 mg/kgBB). Terapi ini hanya efektif jika diberikan dalam waktu 2 minggu. Vaksinasi hepatitis A dapat diberikan bersamaan dengan imuno-?-globulin. Dengan vaksinasi akan melindungi kadar antibodi dalam 10-14 hari. Telah dilaporkan bahwa efektivitas vaksinasi lebih dari 90%.

Hepatitis B
Infeksi virus hepatitis B merupakan masalah kesehatan yang cukup besar di Indonesia Prevalensi Hsb Ag :
3 17% (Soewigno dan Muljanto, 1984) 5 10% (sulaiman 1985)

Virus B berupa partikel 2 lapis berukuran 42 nm. Lapisan luar virus ini terdiri atas antigent yang disingkat HBs Ag (Hepatitis BSurface Antigent) Antigent permukaan ini membungkus bagian dalam virus yang disebut partikel inti atau core.

Partikel mengandung bahan bahan sbb:


genome virus terdiri atas rantai DNA Suatu antigent yang disebut hepatitis B care antigen (HBc Ag), suatu protein yang tidak larut. Dalam serum, HBc Ag ini tidak dideteksi karena HBc Ag hanya ada dalam partikel ini yang selalu diliputi oleh antigen permukaan. Antigen e atau Hbe Ag, yang merupakan protein yang bisa larut, dan karena itu dalam serum yang banyak mengandung virus maka deteksi antigen Hbe ini akan positif.

Pengaruh hepatitis B terhadap janin:


Resiko keseluruhan dari infeksi janin kira-kira 75% jika ibu terinfeksi pada trimester ketiga atau masa nifas (masa sesudah melahirkan) dan resiko ini jauh lebih rendah (5-10%) jika ibu terinfeksi pada awal kehamilan. Sebagian besar infeksi pada bayi baru lahir kemungkinan terjadi saat persalinan dan kelahiran atau melalui kontak ibu bayi. Sebagian kecil lainnya dapat secara transplasental (melalui plasenta).

Antepartum/sebelum melahirkan
Mendapat kombinasi antibodi pasif (immunoglobulin) dan imunisasi aktif vaksin hepatitis B Tidak minum alkohol Menghindari obat-obatan yang hepatotoksik seperti asetaminofen yang dapat memperburuk kerusakan hati Tidak mendonor darah, bagian tubuh dan jaringan Tidak menggunakan alat pribadi yang dapat berdarah dengan orang lain misalnya sikat gigi dan pisau cukur Menginformasikan pada Dokter Anak, Kandungan Kebidanan dan perawat bahwa mereka carrier hepatitis B Memastikan bahwa bayi mereka mendapat vaksin hepatitis B waktu lahir, umur 1 bulan, dan 6 bulan Kontrol sedikitnya setahun sekali ke dokter pribadi Mendiskusikan resiko penularan dengan pasangan mereka dan mendiskusikan pentingnya konseling dan pemeriksaan

Persalinan
Walaupun persalinan secara seksio sesarea/sesar sudah dianjurkan untuk menurunkan transmisi HBV dari ibu ke anak, akan tetapi jenis persalinan ini tidak berarti dapat menghentikan transmisi HBV. Tetapi seksio sesarea sangat disarankan oleh Centers for Disease Control (CDC) dan American College of Obstetricians and Ginyecologists (ACOG).

Bayi baru lahir Bayi yang lahir dari ibu yang terinfeksi (termasuk carrier) harus di terapi dengan kombinasi dari antibodi pasif (immunoglobulin) dan aktif imunisasi dengan vaksin hepatitis B. Menyusui Dengan imunoprofilaksis hepatitis yang sesuai, menyusui tidak memperlihatkan resiko tambahan untuk penularan dari carrier virus hepatitis B. Jadi, para ibu yang menderita hepatitis B dapat menyusui tanpa takut menularkan ke sang buah hatinya.

Cara penularan
Penularan infeksi HBV dapat dibagi menjadi 3 cara yaitu
cara penularan melaui kulit
Virus tidak dapat menembus kulit yang utuh infeksi VHB melalui hanya dapat terjadi melalui 2 cara yaitu:
tembus kulit oleh tusukan jarum atau alat lain yang tercemar oleh bahan yang infektif (apparent perkutaneous inoculations (cara penularan parental) kontak antara bahan yang infektif pada kulit dengan kelainan atau lesi (inapparent percutaneous inculations)(Francis,1981).

cara penularan melaui mukosa


Selaput lendir yang menurut penelitian dapat menjadi port dentre infeksi VHB adalah selaput lendir: mulut, mata, hidung, saluran makanan bagian bawah dan alat kelamin (Frances, dkk,1981).

cara penularan melaui perinatal (penularan vertikal)

Salah satu cara penularan melalui mukosa yang sangat penting hubungan kelamin. 42% suami atau istri mendapat penularan. Terbukti pula bahwa hubungan kelamin dengan banyak pasangan mningkatkan kemungkinan penularan infeksi HBV. (Redeker, dkk, 1975) wanita tuna susila yang pada umumnya menunjukkan prevalensi petunjuk serologik infeksi HBV yang relatif tinggi dibandingkan dengan populasi pada umumnya (Deinstag, 1984), penularan melalui hubungan seksual ini, bisa juga terjadi pada hubungan kelamin homoseksual. Walaupun hubungan kelamin tidak selalu disertai kontak dengan darah tetapi pada hubungan tersebut kemungkinan untuk terjadinya pertukaran sekreta antara pasangan seksual sangat besar (Deinstag,1984).

Didaerah dengan prevalensi infeksi virus B rendah, penularan biasanya terjadi pada orang dewasa, sedangkan diderah dengan prevalensi tinggi penularan kebanyakan terjadi pada masa bayi dan anak anak Makin muda umur seorang anak mendapat infeksi virus B maka makin besar kemungkinan menjadi persisten. Pada orang dewasa yang terkena infeksi virus B kemungkinan persistensi infeksi hanya 5 10%. Tetapi pada anak anak dibawah umur 3 tahun, angka persisten yang timbul akibat infeksi pada masa bayi dan anak anak inilah yang banyak menimbulkan kasus sirosis hati dan hepatoma dikemudian hari.

Faktor yang mempengaruhi efektivitas penularan


konsentrasi virus Volume Inoculume lama exposure cara masuk VHB kedalam tubuh kesetaraan individu yang bersangkutan

konsentrasi virus
indikator VHB yang paling praktis dan paling baik adalah Hbe Ag (France, dkk,1981, Dienstag, 1984). Bila Hbe Ag (+) maka penularan akan terjadi pada 10 20% individu Bila Hbe Ag (-) kemungkinan penularan hanya 1 2,5% (Seef dkk, 1978). dalam penularan perinatal:
bila Hbe Ag ibu (+), maka penularan dpat terjadi pada 90 100% bayi yang dilahirkan. Bila Hbe Ag ibu (-), maka penularan hanya terjadi pada 10 25% dari bayi yang dilahirkan (Okada, dkk,1976, Stevens dkk, 1976).

Volume inokulum
setelah tranfusi dengan darah yang VHBs Ag Positif kemungkinan untuk timbulnya infeksi sampai 75%. Sedangkan risiko untuk mendapat infeksi VHB setelah suntikan dengan jarum yang tercemar oleh darahyang HBs Ag Positif adalah kurang dari 15% Makin besar volume inoculume, masa tunas dari penyakit makin pendek dan gejala klinik makin berat.

lama exposure
penularan infeksi VHB perinatal melalui tusukan jarum yang tercemar oleh darah yang HBs Ag dan Hbbe positif hanya menimbulkan infeksi pada 10 20%. Sedangkan penularan melalui hubungan seksual pada suami istri terjadi pada 23 42% dari kasus, (dkk 1977). Hal ini dapat diterangkan karena penularan melalui hubungan seksual pada suami istri terjadi berulang kali dan dalam waktu yang lebih lama (Diestag, 1984).

cara masuk VHB kedalam tubuh


penularan perkutan HBs Ag bisa Positif dalam waktu 1 minggu dan SGPT sudah meningkat 6 minggu setelah penularan. Penularan peroral HBs Ag baru positif 2 bulan setelah penularan dan SGPT meningkat dalam 3 bulan. Hal tersebut mungkin disebabkan karena perbedaan jumlah virus yang berhasil masuk kedalam peredaran darah dan mencapai hati (Dienstag 1984).

kesetaraan individu yang bersangkutan:


walaupun suatu cara penularan ukup efektif tetapi bila individu tersebut sudah kebal maka tak akan terjadi penularan (Dienstag 1984).

Kelompok populasi dengan risiko tertular yang tinggi


individu yang sering berganti ganti pasangan seksual pria homo seksual suami/istri atau anggota keluarga penderita yang menderita infeksi VHB kronik bayi yang dilahirkan oleh ibu yang HBs Ag positif individu individu yang tinggal didaerah dengan prevalensi infeksi VHB yang tinggi populasi dari golongan sosial ekonomi rendah yang tinggal dalam daerah berjejal (crowded) dan higiene kurang walaupun tinggal didaerah dengan prevalensi infeksi VHB rendah.

Manifestasi klinik
Ada tiga manifestasi utama infeksi virus heptitis B adalah
hepatitis akut hepatitis kronik carrier sehat

Hepatitis akut : perjalanan penyakit dibagi menjadi 4 tahap yaitu: masa inkubasi berkisar antara 28 225 dengan rata rata 75 hari. tergantung pada dosis inokulum yang infektif makin besar dosis makin pendek masa inkubasi HB. fase pra ikterik : Keluhan paling dini adalah malaise disertai anorexia dan dysgensia (perubahan pada rasa) mual sampai muntah serta rasa tidak enak pada perut kanan atas. Febris jarang didapatkan dan walaupun ada tinggi. Pada fase ini dapat terjadi febris, gejala kulit dan anthralgin. Fase ikterik : berkisar antara 1 sampai 3 minggu, tetapi juga dapat terjadi hanya beberapa hari atau selama 6 7 bulan. fase penyembuhan

Gejala fisik pada hepatitis akut hepatomegali, biasanya tidak terlalu besar nyeri tekan daerah hati tanpa tanda tanda hepatomegali (lebih banyak) Splenomegali ringan: 10 25% kasus Pembesaran kelenjar bening ringan

Labotarium: billirubin serum meningkat kadar enzim aminotransferase (SGOT & SGPT) meningkat kadar alfa fetoprotein mencapai 400 ng/l HBs Ag positif masa tunas sudah positif Hbe Ag positif menjadi negatif dengan timbulnya gejala DNA polymerase & DNA VHB positif menjadi negatif dengan timbulnya gejala Anti HBc positif sebelum permulaan timbulnya gejala Anti HBs positif pada fase penyembuhan

Hepatitis B kronis
keradangan dan nekrosis pada hati yang menetap (persistent) akibat infeksi virus hepatitis B dan gangguan faal hati tetapi terjadi selama lebih dari 6 bulan pada umumnya penderita menunjukkan keluhan yang ringan dan tidak khas. Pemeriksaan fisik juga tidak khas. Faktor faktor predisposisi yang mempengaruhi seorang yang menderita infeksi virus hepatitis B mengalami infeksi VHB akut atau kronik, yaitu:
umur jenis kelamin faktor imunologik

neonatus : 90 100% akan menjadi infeksi kronik, bila infeksi VHB terjadi saat dilahirkan. Bila infeksi VHB terjadi pada anak anak kecil kemungkinan ingfeksi menjadi kronik : 20 30%. Infeksi VHB pada orang dewasa akan menjadi kronik pada 5 10%.

Pencegahan infeksi HBV


pemeriksaan HBs Ag sebelum transfusi darah dan tidak menggunakan menggunakan darah yang HBs Ag positif. sterilisasi virusidal untuk semua alat alat yang rendah dipakai untuk melakukan tindakan yang parental. imunisasi (pasif aktif dan gabungan imunisasi pasif dan aktif

imunisasi pasif dengan hepatitis B imune globulin (HBIG).


Untuk pencegahan infeksi pada lingkungan endemik Untuk pencegahan hepatitis pasca transfusi Untuk pencegahan infeksi VHB akibat hemodialins Untuk pencegahan infeksi VHB akibat hubungan kelamin Untuk pencegahan infeksi VHB melalui tusukan jarum Untuk pencegahan infeksi VHB parinatal

Hepatitis C

Hepatitis C
Penyakit Hepatitis C adalah penyakit hati yang disebabkan oleh virus Hepatitis C (HCV= Hepatitis C virus). Virus Hepatitis C masuk ke sel hati, menggunakan mesin genetik dalam sel untuk menduplikasi virus Hepatitis C, kemudian menginfeksi banyak sel lainnya. 15% dari kasus infeksi Hepatitis C adalah akut, artinya secara otomatis tubuh membersihkannya dan tidak ada konsekwensinya. Sayangnya 85% dari kasus, infeksi Hepatitis C menjadi kronis dan secara perlahan merusak hati bertahun-tahun. Dalam waktu tersebut, hati bisa rusak menjadi sirosis (pengerasan hati), stadium akhir penyakit hati dan kanker hati.

Penyebab Hepatitis C
Hepatitis berarti pembengkakan pada hati.Banyak macam dari virus Hepatitis C. Dalam banyak kasus, virus yang masuk ke dalam tubuh, mulai hidup di dalam sel hati, mengganggu aktivitas normal dari sel tersebut, lalu menggunakan mesin genetik dalam sel untuk menduplikasi virus Hepatitis C kemudian menginfeksi sel lain yang sehat. Salah satu gejala umum dari Hepatitis C adalah kelelahan kronis. Kelelahan juga bisa sebagai efek samping pengobatan Hepatitis C. Rasa lelah akibat Hepatitis C dapat diatasi dengan istirahat cukup dan menjalankan olah raga yang rutin.

Virus Hepatitis C sangat pandai merubah dirinya dengan cepat. Sekarang ini ada sekurang-kurangnya enam tipe utama dari virus Hepatitis C (yang sering disebut genotipe) dan lebih dari 50 subtipenya.

Gejala Hepatitis C
ering kali orang yang menderita Hepatitis C tidak menunjukkan gejala, walaupun infeksi telah terjadi bertahun-tahun lamanya. Jika gejala-gejala di bawah ini ada yang mungkin samar : Lelah Hilang selera makan Sakit perut Urin menjadi gelap Kulit atau mata menjadi kuning (disebut "jaundice") jarang terjadi

Penularan Hepatitis C
Penularan Hepatitis C jarang terjadi dari ibu yang terinfeksi Hepatitis C ke bayi yang baru lahir atau anggota keluarga lainnya. Walaupun demikian, jika sang ibu juga penderita HIV positif, resiko menularkan Hepatitis C sangat lebih memungkinkan. Menyusui tidak menularkan Hepatitis C. Jika anda penderita Hepatitis C, anda tidak dapat menularkan Hepatitis C ke orang lain melalui pelukan, jabat tangan, bersin, batuk, berbagi alat makan dan minum, kontak biasa, atau kontak lainnya yang tidak terpapar oleh darah. Seorang yang terinfeksi Hepatitis C dapat menularkan ke orang lain 2 minggu setelah terinfeksi pada dirinya.

Pencegahan Penyakit Hepatitis C


ka anda pernah mengalami luka karena jarum suntik, anda harus melakukan tes ELISA atau RNA HCV setelah 4-6 bulan terjadinya luka untuk memastikan tidak terinfeksi penyakit Hepatitis C.

Apakah Hepatitis dapat diobati?


Dapat, Hepatitis C kronis dapat diobati dengan Pegylated Interferon dan Ribavirin. Pengobatan Hepatitis C sedini mungkin sangatlah penting. Meskipun tubuh anda telah melakukan perlawanan terhadap infeksi, tetapi hanya 15% yang berhasil, pengobatan tetap diperlukan untuk mencegah Hepatitis C kronis dan membantu mengurangi kemungkinan hati menjadi rusak.

3 senyawa digunakan dalam pengobatan Hepatitis C adalah:


Interferon alfa Adalah suatu protein yang dibuat secara alami oleh tubuh manusia untuk meningkatkan sistem daya tahan tubuh/imunitas dan mengatur fungsi sel lainnya. Obat yang direkomendasikan untuk penyakit Hepatitis C kronis adalah dari inteferon alfa bisa dalam bentuk alami ataupun sintetisnya.

Pegylated interferon alfa Dibuat dengan menggabungkan molekul yang larut air yang disebut "polyethylene glycol (PEG)" dengan molekul interferon alfa. Modifikasi interferon alfa ini lebih lama ada dalam tubuh, dan penelitian menunjukkan lebih efektif dalam membuat respon bertahan terhadap virus dari pasien Hepatitis C kronis dibandingkan interferon alfa biasa.

Ribavirin Adalah obat anti virus yang digunakan bersama interferon alfa untuk pengobatan Hepatitis C kronis. Ribavirin kalau dipakai tunggal tidak efektif melawan virus Hepatitis C, tetapi dengan kombinasi interferon alfa, lebih efektif daripada inteferon alfa sendiri.

HEPATITIS D

Hepatitis D
Virus hepatitis D (HDV) dapat diisolasi dari inti hepatitis B. Infeksi virus hepatitis D terjadi saat infeksi hepatitis B, oleh karena virus hepatitis D tidak mampu menciptakan kapsul permukaannya dan menggunakan kelebihan HBsAg untuk membentuk kaspulnya. Gejala biasanya timbul mendadak, dengan tanda dan gejala yang mirip dengan hepatitis B (gejalanya dapat parah dan selalu dikaitkan bersamaan dengan infeksi virus hepatitis B). Hepatitis D mungkin dapat sembuh dengan sendirinya atau dapat berkembang menjadi hepatitis kronis. Penderita anak-anak mungkin menunjukkan gejala klinis yang berat dan selalu berlanjut menjadi hepatitis kronis aktif.

DEFINISI

Tipe D (hepatitis delta) merupakan 50% hepatitis tiba-tiba dan parah, dengan angka kematian yang tinggi. Di Amerika serikat, 1% dari penderita hepatitis D mati dengan gagal hati dalam waktu 2 minggu dan infeksi kebanyakan menyerang para pemakai obat-obatan intravena dan penderita hemofilia. Masa inkubasi adalah 1-90 hari. Tingkat keparahan mencapai 2-70%.

PENYEBAB

Hepatitis D Virus (HDV). Melalui hubungan intim dengan penderita dan pada homoseksual. Menggunakan jarum dan obat-obatan secara bersamaan. Bayi dari wanita penderita hepatitis D.

GEJALA
Biasanya muncul secara tiba-tiba gejala seperti flu, demam, penyakit kuning, urin berwarna hitam dan feses berwarna hitam kemerahan. Pembengkakan pada hati.

DIAGNOSA

Ditanyakan gejalanya bila ternyata ditemukan hepatitis virus maka akan dilakukan tes darah untuk memastikan diagnosis dan jenis virus. Bila terjadi hepatitis kronis, maka dianjurkan dilakukan biopsi.

PENGOBATAN
Interferon-alfa dan transplantasi hati. PENCEGAHAN Vaksinasi hepatitis B HBV-HDV co-infeksi HBV-HDV super-infeksi

Pencegahan:
Upaya pencegahannya sama dengan untuk hepatitis B. Bagi orang-orang dengan HBV kronis, maka upaya pencegahan yang paling efektif adalah hanya dengan menjauhkan diri dari sumber potensial HDV. Vaksin hepatitis B tidak dapat melindungi seseorang dengan HBV kronis untuk terkena infeksi HDV. Penelitian di Taiwan menunjukkan bahwa upaya yang dilakukan dengan cara mengurangi pemajanan seksual dan penggunaan jarum suntik menurunkan insisden infeksi HDV.

HEPATITIS E

Hepatitis E
Virus hepatitis E (HEV) ditularkan melalui jalur oral-fekal (makanan dan minuman yang terkontaminasi) dengan air minum yang tercemar tinja merupakan media penularan yang paling sering terjadi. Dari berbagai penelitian yang dilakukan saat ini menunjukkan bahwa hepatitis E kemungkinan merupakan infeksi zoonotic/berasal dari binatang yang secara kebetulan menyebar dengan manusia secara cepat.

HEV endemik dibeberapa bagian negara berkembang yang sanitasinya kurang baik dan bersifat self-limited (dapat sembuh sendiri). Gejala klinis penyakit ini mirip dengan hepatitis A, tidak ditemukan bentuk kronis. Infeksi akut umumnya lebih ringan dari infeksi akut HBV dan ditandai dengan peningkatan kadar aminotransferase. Wanita hamil yang terinfeksi akut khususnya pada trimester ketiga mempunyai resiko 15% gagal hati fulminan dan angka kematian5 %. Terapi untuk pasien yang terinfeksi HEV hanya bersifat suportif.

Pencegahan: Pembuangan tinja secara saniter/menurut tempatnya dan mencuci tangan dengan benar setelah buang air besar dan sebelum menjamah makanan Penanganan: Tidak ada produk vaksin yang tersedia untuk mencegah hepatitis E. Pada penelitian yang dilakukan dengan menggunakan prototipe vaksin pada binatang, vaksin tersebut dapat merangsang pembentukan antibodi yang melemahkan infeksi HEV tetapi tidak dapat mencegah ekskresi virus dalam tinja.

Hepatitis G
DEFINISI Hepatitis G adalah penyakit inflamasi hati yang baru ditemukan. PENYEBAB

PENYEBAB
Disebabkan oleh hepatitis G virus (HGV), yang mirip dengan virus hepatitis C. Kontak dengan darah yang terinfeksi HGV.

GEJALA

Kebanyakan orang tidak memiliki gejala akut. Sebanyak 20 % dari penderita hepatitis C juga menderita hepatitis ini.

PENGOBATAN

Tidak ada perawatan spesifik untuk penyakit hepatitis akut ini. Penderita harus banyak istirahat, menghindari alkohol dan makan makanan bergizi.

PENCEGAHAN

Hepatitis G ditularkan melalui infeksi melalui darah. Pencegahannya dengan menghindari kontak dengan darah yang terkontaminasi. Jangan gunakan jarum suntik atau peralatan lain secara bersamaan.

Hepatitis G
Virus hepatitis G (HGV) lebih sering ditemukan pada pasien yang terinfeksi hepatitis B atau C atau dengan riwayat penyalahgunaan obat intravena. Tidak terdapat status carrier kronik. Penularannya dapat secara vertikal. Infeksi gabungan HGV terdapat pada 5 % dengan infeksi HBV kronik dan 10 % dengan infeksi HCV kronik. Bagaimanapun juga, apakah HGV benar patogen pada manusia belum jelas.

Jadi, dapat diambil kesimpulan bahwa hepatitis merupakan penyebab ikterus/kuning yang paling sering terjadi dalam kehamilan. Akan tetapi, kehamilan itu sendiri tidak mempengaruhi perjalanan penyakit hepatitis dan kehamilan tidak akan mempercepat proses penyakit ataupun menyebabkan penyakit menjadi lebih parah.

Meskipun demikian, para ibu hamil tetap harus waspada dan melakukan pencegahan sedini mungkin. Sedangkan untuk terapinya, hepatitis yang self-limited (A & E) cukup dengan terapi simptomatis sehingga para ibu tidak perlu terlalu khawatir yang nantinya malah akan mengganggu mental/psikis para ibu yang akan berefek buruk