Anda di halaman 1dari 64

INTRAPARTUM and

POSTPARTUM ULTRASOUND

Judi Januadi Endjun

FETOMATERNAL DIVISION
Department of Obstetrics and Gynecology
Gatot Soebroto Army Central Hospital
School of Medicine Veteran University - Jakarta

April 13, 2007


MATERI AJAR INI HANYA
UNTUK DIPERGUNAKAN
DALAM KEGIATAN
PENDIDIKAN DAN
KESEHATAN

Hanya untuk Pendidikan dan


JJE-13072009 Kesehatan 2
Motto :

Jalani hidup ini dengan sabar, jujur


dan ikhlas,

• Mengerti dan melaksanakan


tatacara (adab) yang benar, dan

• Mempunyai kemauan untuk


selalu berbuat baik memperbaiki
diri dan membuat orang lain lebih
Hanya untuk Pendidikan dan

baik
JJE-13072009 Kesehatan 3
PELVIMETRY

Cephalopelvic disproportion

Ultrasound pelvimetry

X-Ray Pelvimetry

Merz E et al, 2005


Hanya untuk Pendidikan dan
JJE-13072009 Kesehatan 4
Transabdominal Pelvimetry
1 – 2 MHz

3.5 MHz : unsatisfactory (katanozaka M, et al, 1999)

B-mode or A-mode

To measure true conjugate

Hanya untuk Pendidikan dan Merz E et al, 2005


JJE-13072009 Kesehatan 5
Transvaginal Pelvimetry
5 MHz probe
Wide-angle sector scanners : panoramic
end-fire probe with a 240o field of view
Lithotomy position
Evacuation of the bowel
Midsagittal scan : simultaneous
appearance of the pubic symphysis and
sacral promontory in the same image
Hanya untuk Pendidikan dan
JJE-13072009 Kesehatan
Merz E et al, 2005
6
Picture 2

Hanya untuk Pendidikan dan


JJE-13072009 Kesehatan 7
Transvaginal Pelvimetry
Measurement of the true conjugate : the
probe is lowered slightly to display the full
height of the symphysis

The true conjugate is measured as the


distance from the posterosuperior border of
the symphysis to the promontory

Does not depend on fetal position


Hanya untuk Pendidikan dan
JJE-13072009 Kesehatan
Merz E et al, 2005
8
Picture 2

Hanya untuk Pendidikan dan


JJE-13072009 Kesehatan 9
Transvaginal Pelvimetry
To measure the the transverse pelvic
diameter, the probe is rotated 90o and
the probe handle is moved in the
vertical plane until the linea terminalis
on each side can be identified and
measured

Hanya untuk Pendidikan dan


JJE-13072009 Kesehatan
Merz E et al, 2005
10
Picture 2

Picture 3

Hanya untuk Pendidikan dan


JJE-13072009 Kesehatan 11
PELVIMETRY : Results to Date
24 pts : TVS with panoramic scanners
Examined shortly before term
Correlated well with compound scan
measurements

True conjugate : the deviation from


radiographic measurements was up to 5 mm
(Deutinger J, 1987)

Transverse diameter : differences of 4 mm

Hanya untuk Pendidikan dan


JJE-13072009 Kesehatan
Merz E et al, 2005
12
PELVIMETRY : Results to Date
Ratio of true conjugate to BPD :

 Spontaneous delivery : 1.29


 CPD : 1.17
 No case of CPD : > 1.24

Technical simplicity and lack of radiation.


Can be performed at any stage of pregnancy.
Excellent routine study.
3D technology : further improvement
Hanya untuk Pendidikan dan
JJE-13072009 Kesehatan
Merz E et al, 2005
13
INTRODUCTION for
POSTPARTUM ULTRASOUND
 Ultrasound : valuable tool, especially in
monitoring the progression of uterine involution
and investigating the cause of uterine bleeding or
unexplained fever.

 Puerperium : 6 weeks after delivery


 Regression : to regain their pre pregnancy
function and size
 1972 : Robinson : puerperial changes
 5-10% morbidity

Hanya untuk Pendidikan dan


JJE-13072009 Kesehatan 14
NORMAL ANATOMY

The Uterus
The Broad Ligament
The Ovaries
The Cul-de-sac
Extraperitoneal Spaces

Hanya untuk Pendidikan dan


JJE-13072009 Kesehatan 15
NORMAL ANATOMY
 UTERUS : 80x40x50 mm, 140 g to 1 kg
 Blood flow : 50 cc/min to 500 cc/min
 Parity, breast or bottle feeding and route of
delivery have been demonstrated to
influence uterine involution
 Merz et al (2005) : birth weight and nursing had
no effect on uterine involution.
 The most rapid phase : 1st week PP
Hanya untuk Pendidikan dan
JJE-13072009 Kesehatan 16
The Uterus During Involution

Time After Length Width AP Endometrial


Delivery Diameter Cavity (AP)

24 hours 17.5 12.3 9.0 1.2


48 hours 16.3 11.3 8.7 1.3
1 week 12.9 9.4 7.8 1.3
2 weeks 11.0 7.7 6.6 1.0

Measurement in cm, Lavery JP, Shaw L. Sonography of the


Puerperial pelvis. J Ultrasound Med. 1989;8:481

Hanya untuk Pendidikan dan


JJE-13072009 Kesehatan 17
Hanya untuk Pendidikan dan Merz E et al, 2005
JJE-13072009 Kesehatan 18
12 Hours Postpartum

Hanya untuk Pendidikan dan


JJE-13072009 Kesehatan 19
Postpartum Normal

Day 1

Day 6 Day 28

Hanya untuk Pendidikan dan


JJE-13072009 Kesehatan 20
The Uterus During Involution
No difference in the rate of uterine
involution following spontaneous and
cesarean delivery (Klug PW, 1984; Meyenburg et al, 1983)
CS : swelling in the area of the isthmic
suture (Merz E et al, 2005)
By 28 days PP, uterine size has
reached the upper limit for the non
gravid uterus (Buisson P et al, 1993)
Merz E et al, 2005
Hanya untuk Pendidikan dan
JJE-13072009 Kesehatan 21
36 Hours Postpartum

Hanya untuk Pendidikan dan


JJE-13072009 Kesehatan 22
Large Vascular Channels
( arrows )

Hanya untuk Pendidikan dan


JJE-13072009 Kesehatan 23
Well-defined Linear
Endometrial Stripe

Hanya untuk Pendidikan dan


JJE-13072009 Kesehatan 24
Fluid in the Endometrial
Cavity

Hanya untuk Pendidikan dan


JJE-13072009 Kesehatan 25
Fluid in the Endometrial
Cavity

Hanya untuk Pendidikan dan Merz E et al, 2005


JJE-13072009 Kesehatan 26
Irregular Fluid Collection with
Shaggy Borders

Hanya untuk Pendidikan dan


JJE-13072009 Kesehatan 27
Large Fluid Collection in
Uterine Hypotonia

Hanya untuk Pendidikan dan


JJE-13072009 Kesehatan 28
BROAD LIGAMENT

Hanya untuk Pendidikan dan


JJE-13072009 Kesehatan 29
PATHOLOGY
Postpartum Hemorrhage
Retained Placenta
Uterine Inversion
Postpartum Infection
Bladder Dysfunction
Follow-up of CS
Trauma to the Pelvic Floor
Hanya untuk Pendidikan dan
JJE-13072009 Kesehatan 30
Retain Products and Lochial
Retention
Uterine involution
Heavy bleeding
Fever

Retained membranes : markedly hyperechoic,


sheet-like area

Placental remnants : dense, irregular echoes


(cannot be compared to the typical structural
appearance of the placenta during pregnancy)

Hanya untuk Pendidikan dan Merz E et al, 2005


JJE-13072009 Kesehatan 31
Retain Products and Lochial
Retention
Lochial Retention : pronounced separation of the
structures of the uterine cavity; uniform enlargement of
the uterine cavity, hypoechoic materials (honeycomb-like
septation)→ fresh blood, lochia, and clotted blood

If the uterine cavity appears smooth at


ultrasound, curettage may be omitted →
oxytocic drugs (Lee CY et al, 1981)
Curettage could be avoided in 74% of women
with PP bleeding by the use of ultrasound (Malvern
and Campbell, 1973)

Hanya untuk Pendidikan dan


JJE-13072009 Kesehatan
Merz E et al, 2005
32
Hematoma of the Broad Lig.

Hanya untuk Pendidikan dan


JJE-13072009 Kesehatan 33
Enlarged Cystic Ovary

Postpartum Three months PP

Hanya untuk Pendidikan dan


JJE-13072009 Kesehatan 34
Placental Fragments

Hanya untuk Pendidikan dan


JJE-13072009 Kesehatan 35
Placenta remnants postpartum

Post delivery Post D/C


Hanya untuk Pendidikan dan
JJE-13072009 Kesehatan Merz E et al, 2005
36
Retained Tissue and Fluid
Collection

Merz E et al, 2005


Hanya untuk Pendidikan dan
JJE-13072009 Kesehatan 37
CLOT (uniformly echogenic)

Hanya untuk Pendidikan dan


JJE-13072009
Merz E et al, 2005
Kesehatan 38
Endomyometritis

Hanya untuk Pendidikan dan


JJE-13072009 Kesehatan 39
Placenta Accreta Post CS

Hanya untuk Pendidikan dan


JJE-13072009 Kesehatan 40
7 Months Post Partum
(Placenta accreta)

Hanya untuk Pendidikan dan


JJE-13072009 Kesehatan 41
Placenta Praevia

Hanya untuk Pendidikan dan


JJE-13072009 Kesehatan 42
Bladder Dysfunction
Ultrasound
permits the
uncomplicated
determination of
residual urine
volumes in
women who have
bladder
dysfunction
during the
puerperium
Hanya untuk Pendidikan dan Merz E et al, 2005
JJE-13072009 Kesehatan 43
Follow-Up of CS
Increasing pain after CS

Exclude or detect a hematoma in the wound area or


suture dehisence

Transvaginal scanning

Evaluate the uterine suture line before delivery

CS : swelling in the area of the isthmic suture (Merz E et al,


2005)

Hanya untuk Pendidikan dan


JJE-13072009 Kesehatan
Merz E et al, 2005
44
Uterine Involution after CS

Edema

Day 5 Day 13
Hanya untuk Pendidikan dan
JJE-13072009 Kesehatan 45
Hematom Following CS

Merz E et al, 2005

Hanya untuk Pendidikan dan


JJE-13072009 Kesehatan 46
5 Days Post CS

Hanya untuk Pendidikan dan


JJE-13072009 Kesehatan 47
Defect Post CS

Hanya untuk Pendidikan dan


JJE-13072009 Kesehatan 48
Jenis penyembuhan luka seksio
sesarea
yang terlihat pada pemeriksaan USG

I II III

IV V VI

Hanya untuk Pendidikan dan


JJE-13072009 Kesehatan
Bambang Karsono
49
PRAKIRAAN PEMBENTUKAN PARUT SEKSIO SESAREA
(HIPOTESIS)

II

I II III

III

IV V VI
IV

Jenis parut seksio sesarea


V
Hanya untuk Pendidikan dan
JJE-13072009 Kesehatan
Bambang Karsono
50
Bekas seksio sesarea

I II

II

Hanya untuk Pendidikan dan


Bambang
JJE-13072009
Karsono Kesehatan 51
Bekas seksio sesarea

III

III

IV

IV

Bambang Karsono Hanya untuk Pendidikan dan


JJE-13072009 Kesehatan 52
Bekas seksio sesarea

V
V VI
VI VI

Bambang Karsono
Hanya untuk Pendidikan dan
JJE-13072009 Kesehatan 53
Bambang Karsono Hanya untuk Pendidikan dan
JJE-13072009 Kesehatan 54
Bambang Karsono Hanya untuk Pendidikan dan
JJE-13072009 Kesehatan 55
PEMERIKSAAN USG PADA BEKAS
SEKSIO SESAREA
 Penelitian pada uterus non-gravid.

 Keluhan pasien: perdarahan, nyeri pelvik, tumor pelvik.

 Interval operasi terakhir dg pemeriksaan USG ≥ 1½ th


(1 pasien : perdarahan 3 bulan pasca operasi).

 Lama perawatan operasi umumnya < 1 minggu.

 Cara pemeriksaan : USG transvaginal.

 Lama penelitian : 2 bulan.


Hanya untuk Pendidikan dan Bambang Karsono
JJE-13072009 Kesehatan 56
JENIS PARUT SEKSIO SESAREA MENURUT USIA PASIEN
(Februari – Maret 2002)

I II III IV V VI Jumlah
Tipe
Usia
< 20 1 - - - - - 1
(100%)

20-35 2 2 1 - - 1 6
(33,3%) (33,3%) (16,7%) (16,7%)

36-50 5 2 1 1 - - 9
(55,5%) (22,2%) (11,1%) (11,1%)

> 50 4 - 1 - - - 5
(80%) (20%)
Jumlah 12 4 3 1 - 1 21
(57,1%) (19,0%) (14,3%) (4,8%) (4,8%)

Hanya untuk Pendidikan dan


JJE-13072009 Kesehatan
Bambang Karsono
57
KEBERHASILAN PARTUS PER VAGINAM PADA BEKAS SEKSIO
Chattopadhyay dkk. (1) :
Bekas seksio 1 kali: - partus per vaginam 54%
- dehisens 0,6%
- ruptura uteri 0,3%
Bekas seksio 2 kali: - partus per vaginam 90%
- dehisens 0,8%
- tidak terdapat ruptura uteri
Phelan dkk. (2) :
Bekas seksio 1 kali: - partus per vaginam 82%
Bekas seksio 2 kali: - partus per vaginam 72%
Bekas seksio 3 kali/lebih: - partus per vaginam 90%
Rozenberg dkk. (3) :
Bekas seksio 1 kali: - defek uterus 2,2%
Bekas seksio 2 kali: - defek uterus 13,3%
Bekas seksio 3 kali/lebih: - defek uterus 10,7%

1. Chattopadhyay SK, et al. Br J Obstet Gynaecol 1994; 101: 498-500


2. Phelan JP, et al. Am J Obstet Gynecol 1987; 157: 1510-15
3. Rozenberg P, et al. Lancet 1996; 347: 281-4
Hanya untuk Pendidikan dan
Hanya untuk Pendidikan dan Bambang Karsono
JJE-13072009 Kesehatan 58
Ketebalan segmen bawah uterus pd. bekas seksio
sesarea & terjadinya defek pada kehamilan aterm
(Rozenberg P, et al. Lancet 1996; 347: 281-4)

Tebal SBU Jumlah Dehisens Ruptura uteri


pasien
> 4,5 mm 278 - -
3,6 - 4,5 mm 177 2 (1,1%) 1 (0,6%)
2,6 – 3,5 mm 136 5 (3,7%) 9 (6,6%)
1,6 – 2,5 mm 51 3 (5,9%) 5 (9,8%)
Jumlah 642 10 (1,6%) 15 (2,3%)
Hanya untuk Pendidikan dan
JJE-13072009 Kesehatan Bambang Karsono
59
Ketebalan segmen bawah uterus pd. bekas seksio
sesarea, cara persalinan dan terjadinya defek
(Qureshi B, et al. Tohoku J Exp Med 1997; 183: 55-65)

Tebal Jumlah Seksio Partus Gagal per Dehisens Ruptura


SBU kasus elektif per vaginam uteri
vaginam
> 2 mm 28 6 13 9 - -
(21,4%) (46,4%) (32,1%)
2 mm 7 3 2 2 1 -
(42,9%) (28,6%) (28,6%) (14,3%)
< 2 mm 8 8 - - 7 1
(100%) (87,5%) (12,5%)
Jumlah 43 17 15 11 8 1
(39,5%) (34,9%) (25,6%) (18,6%) (2,3%)

Hanya untuk Pendidikan dan Bambang Karsono


JJE-13072009 Kesehatan 60
Hamil 11 minggu bekas seksio
sesarea

Hanya untuk Pendidikan dan Bambang Karsono


JJE-13072009 Kesehatan 61
Trauma to the Pelvic Floor
3D Ultrasound :
detailed ultrasound
survey of the pelvic
floor and detect any
obstetric trauma to
the pelvic floor (Wisser
J et al, 1999)

Merz E et al, 2005.


Maher GS et al, 2005
Hanya untuk Pendidikan dan
JJE-13072009 Kesehatan 62
Seksio sesarea

…… it is easy to be a cesarean-surgeon,
but not for a good obstetrician ………
(Mandruzzato GP. The fetus as a patient. Barcelona, 2003).

Hanya untuk Pendidikan dan Bambang Karsono


JJE-13072009 Kesehatan 63
Thank You

Hanya untuk Pendidikan dan


JJE-13072009 Kesehatan 64