Anda di halaman 1dari 63

LAPORAN KASUS

URTIKARIA AKUT

Urtikaria: Reaksi vascular di kulit akibat bermacammacam sebab, biasanya di tandai dengan edema setempat yang cepat timbul dan menghilang perlahanlahan, berwarna pucat dan kemerahan, meninggi di permukaan kulit, sekitarnya di kelilingi halo (kemerahan). Keluhan subjektif biasanya gatal, rasa tersengat atau tertusuk.
Hives, Nettle rash Biduran Kaligata.

Sinonim

Aisah. Urtikaria. Djuanda. Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin. 2nd ed. Jakarta : FKUI. 2005; pg: 169-76.

Angiodema: Urtikaria yang mengenai lapisan kulit yang lebih dalam daripada dermis, dapat di submukosa, atau di subkutis, juga dapat mengenai saluran nafas, saluran cerna, dan organ kardiovaskuler.

Aisah. Urtikaria. Djuanda. Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin. 2nd ed. Jakarta : FKUI. 2005; pg: 169-76.

Megenai umur rata-rata 35 tahun.

40% urtikaria saja, 49 % urtikaria+ angioedema, 11 % angioedema.

wanita usia pertengahan (lebih sering)

Urtikaria kronik idiopatik: wanita:pria = 2:1

Urtikaria akut: anak-anak (lebih sering) Urtikaria kronik: dewasa (lebih sering)

Aisah. Urtikaria. Djuanda. Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin. 2nd ed. Jakarta : FKUI. 2005; pg: 169-76.

PREVALENSI KASUS BARU URTIKARIA DI RSU KARDINAH TEGAL, PERIODE JANUARI 2011 - MEI 2012

111 (53,36%)

97 (46,64%)

Urtikaria Akut Urtikaria Kronik Total : 208 orang

Rekam Medik RSU Kardinah Tegal, Januari 2011 Mei 2012

PREVALENSI KASUS BARU URTIKARIA AKUT BERDASARKAN KELOMPOK UMUR DI RSU KARDINAH TEGAL PERIODE JANUARI 2011 - MEI 2012
35 30 25 20 15 10 5 0 0 1 9 16 24 23 34

1 bulan

<1 tahun

1-4 tahun

5-14 tahun

15-24 tahun

25-44 tahun

45-64 tahun

> 65 tahun

Jumlah kasus baru

Rekam Medik RSU Kardinah Tegal, Januari 2011 Mei 2012

PREVALENSI KASUS BARU URTIKARIA AKUT BERDASARKAN JENIS KELAMIN DI RSU KARDINAH TEGAL PERIODE JANUARI 2011 - MEI 2012

41 (37%)
70 (63%) LAKI-LAKI PEREMPUAN

TOTAL KASUS BARU: 111

Rekam Medik RSU Kardinah Tegal, Januari 2011 Mei 2012

Obat

Makanan

Gigitan/ sengatan serangga

Bahan fotosensitizer

Inhalan

Kontaktan

Trauma fisik

Infeksi dan infestasi

Psikis

Genetik

Peny. sistemik

Aisah. Urtikaria. Djuanda. Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin. 2nd ed. Jakarta : FKUI. 2005; pg: 169-76.

Berdasarkan lamanya serangan


URTIKARIA AKUT Serangan < 6 minggu/ 4 minggu tetapi timbul setiap hari > Sering pd anak muda Laki-laki > wanita Penyebab > mudah diketahui URTIKARIA KRONIK Serangan > 6 minggu > Sering pada usia pertengahan Penyebab sulit ditemukan

Aisah. Urtikaria. Djuanda. Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin. 2nd ed. Jakarta : FKUI. 2005; pg: 169-76; Soter, Allen. Urticaria and

Angioedema. Freedberg, Eisen, Wolff, Austen. Fitzpatricks Dermatology In Genereal Medicine. 6th ed. New York : McGraw-Hill Inc.

Berdasarkan morfologi klinis, urtikaria dibedakan menurut bentuknya, diantaranya:


Urtikaria Papular Urtikaria Gutata Urtikaria Gurata Urtikaria Anular

bentuk papul
sebesar tetesan air ukurannya besar-besar Bentuk anular (bulat) Bentuk bulan sabit

Urtikaria Arsinar

Aisah. Urtikaria. Djuanda. Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin. 2nd ed. Jakarta : FKUI. 2005; pg: 169-76.

Menurut luasnya dan dalamnya jaringan yang terkena

Urtikaria Lokal

Generalisata

Angioedema

Aisah. Urtikaria. Djuanda. Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin. 2nd ed. Jakarta : FKUI. 2005; pg: 169-76.

Berdasarkan penyebab urtikaria dan mekanisme terjadinya

Urtikaria atas dasar reaksi imunologik

Urtikaria atas dasar reaksi non-imunologik

Idiopatik
Aisah. Urtikaria. Djuanda. Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin. 2nd ed. Jakarta : FKUI. 2005; pg: 169-76; Linscott. Urticaria. Available at: www.emedicine.com. ( last update: August, 21 2008). Accessed on: July, 2012.

Pada atopi
Bergantung pada IgE (reaksi alergi tipe I)

Antigen spesifik (polen, obat, venom)

Pada reaksi sitotoksik Urtikaria atas dasar reaksi imunologik Ikut sertanya komplemen : (reaksi alergi tipe II) Pada reaksi kompleks imun (reaksi alergi tipe III) Defisiensi C1 esterase inhibitor (genetik)

Reaksi Alergi tipe IV (urtikaria kontak)

Aisah. Urtikaria. Djuanda. Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin. 2nd ed. Jakarta : FKUI. 2005; pg: 169-76; Soter, Allen. Urticaria and Angioedema. Freedberg, Eisen, Wolff, Austen.

Langsung memacu sel mast pelepasan mediator (misalnya obat golongan opiat dan bahan kontras).

Urtikaria atas dasar reaksi nonimunologik

Bahan yang menyebabkan perubahan metabolisme asam arakidonat (misalnya aspirin, obat anti-inflamasi nonsteroid, golongan azodyes).

Trauma fisik: dermografisme, rangsangan dingin, panas atau sinar, dan bahan kolinergik

Idiopatik

Urtikaria yang tidak jelas penyebab dan mekanismenya

Aisah. Urtikaria. Djuanda. Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin. 2nd ed. Jakarta : FKUI. 2005; pg: 169-76; Urticaria and Angioedema. Freedberg, Eisen, Wolff, Austen. Fitzpatricks Dermatology In Genereal Medicine. 6th ed. New York : McGraw-Hill Inc. 2003; pg: 122-45.;

PATOFISIOLOGI
Urtikaria terjadi karena vasodilatasi pembuluh darah dermal disertai permeabilitas kapiler yang meningkat, sehingga terjadi transudasi cairan yang mengakibatkan pengumpulan cairan setempat. Sehingga secara klinis tampak edema setempat disertai kemerahan.

Aisah. Urtikaria. Djuanda. Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin. 2nd ed. Jakarta : FKUI. 2005; pg: 169-76; Urticaria and Angioedema. Freedberg, Eisen, Wolff, Austen. Fitzpatricks Dermatology In Genereal Medicine. 6th ed. New York : McGraw-Hill Inc. 2003; pg: 122-45.;

FAKTOR NON IMUNOLOGIK

FAKTOR IMUNOLOGIK

Bahan kimia pelepas mediator (morfin,kodein)

Reaksi tipe I (IgE) (inhalan, obat, makanan, infeksi) Reaksi tipe IV (kontaktan)

Faktor fisik (panas, dingin, trauma, sinar X, cahaya)


Pengaruh komplemen Aktivasi komplemen klasik alternatif (Ag-Ab, venom, toksin)

SEL MAS BASOFIL


Efek kolinergik

Reaksi tipe II
Reaksi tipe III Faktor genetik PELEPASAN MEDIATOR (histamin, SRSA, serotonin, kinin, PEG, PAF) (defisiensi C1 esterase inhibitor)

Alkohol Emosi Demam Idiopatik? VASODILATASI PERMEABILITAS KAPILER

URTIKARIA

Diagram Faktor Imunologik dan Non-Imunologik yang Menimbulkan Urtikaria : Aisah. Urtikaria. Djuanda. Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin. 2nd ed. Jakarta : FKUI. 2005; pg: 169-76

MANIFESTASI KLINIS
Kulit kemerahan dengan penonjolan/ elevasi, berbatas tegas-batas tepi yang pucat

Rasa gatal (pruritus) sedang - berat,


Pedih, dan atau sensasi panas seperti terbakar. Predileksi: seluruh tubuh (dapat mengenai : wajah, bibir, lidah, tenggorokan, dan telinga.) Diameter lesi bervariasi: 5 mm (0,2 inchi) sampai dapat sebesar satu piring makan. Lesi timbul mendadak, jarang persisten melebihi 24-48 jam, dan dapat berulang untuk periode yang tidak tentu.
Aisah. Urtikaria. Djuanda. Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin. 2nd ed. Jakarta : FKUI. 2005; pg: 169-76; Urticaria and Angioedema. Freedberg, Eisen, Wolff, Austen. Fitzpatricks Dermatology In Genereal Medicine. 6th ed. New York : McGraw-Hill Inc. 2003; pg: 122-45.;

An. Laki-laki

3 tahun

Islam

Jl. Kendari Rt 04/03, Tunon, Tegal Selatan

Bentol-bentol kemerahan disertai dengan rasa gatal pada seluruh tubuh

Dilakukan secara alloanamnesis dengan ibu pasien pada tanggal 5 Juli 2012, pukul 13.30

WIB, di bangsal Lavender kamar C6.

6 hari yang lalu


Mulai muncul bintik-bintik merah disertai rasa gatal di ke 2 kaki, ukuran kecil-kecil, jumlah banyak, hampir di seluruh bagian kaki.

Batuk berdahak dan pilek (+); Demam (-)


Ibu pasien menyangkal bahwa pasien (anaknya) memakan makanan tertentu (telur, ikan, udang, kacang, dll) sebelum bintik-bintik merah

muncul.
Konsumsi obat-obatan sebelum bintik-bintik muncul seperti antibiotik, dll juga disangkal oleh ibu pasien. 3 hari sebelum bintik-bintik muncul, pasien sering bermain-main bersama kambing peliharaan kakeknya.

6 hari yang lalu


Karena keluhan bintik-bintik merah yang muncul dan juga keluhan batuk pilek nya, ibu pasien membawa pasien ke puskesmas, diberi obat untuk 2 hari, diantaranya: puyer sebanyak 6 buah, diminum 3 kali sehari; sirup paracetamol diminum 3 kali sehari 1 sendok makan; salep betamethason, dioleskan pada tempat

bintik-bintik merah yang gatal.

5 hari yang lalu


Muncul bintik-bintik merah baru, disertai rasa gatal di kedua tangan, berukuran kecil-kecil dan berjumlah banyak. Walaupun pasien sudah meminum obat dari puskesmas dan diberi salep yang dioleskan untuk bintik-bintik merah dan gatalnya, keluhan bintik-bintik merah tidak berkurang, namun malah muncul bintikbintik merah ditempat baru (di ke 2 tangan).

4 hari yang lalu


Bintik-bintik merah di ke2 kaki dan tangan, bertambah besar bentol-

bentol kemerahan disertai gatal pasien menggaruk.


Beberapa jam setelah bentol-bentol kemerahan muncul, pasien

mengalami demam yang tidak terlalu tinggi (suhu tidak diukur, hanya dengan perabaan). Keluhan batuk dan pilek masih dialami pasien Karena saat itu obat dari puskesmas sudah habis, dan karena muncul bentol-bentol kemerahan disertai gatal serta demam,pasien dibawa ke puskesmas, diberi obat: puyer untuk 2 hari sebanyak 2 macam, diminum (2 kali sehari) dan (3 kali sehari) dan oleh dokter puskesmas disarankan untuk periksa laboratorium apabila keesokan harinya demam tidak turun.

3 hari yang lalu


Muncul bintik-bintik merah di badan, leher, sekitar kemaluan, bokong dan punggung pasien. Bintik-bintik merah disertai rasa gatal dan semakin banyak dan besar bentol-bentol kemerahan disertai gatal (dalam beberapa jam). Demam pasien menjadi semakin tinggi, karena itu ibu pasien

memeriksakan anaknya ke laboratorium.

2 hari yang lalu


Muncul keluhan bintik-bintik merah di muka, disertai gatal, berukuran
kecil-kecil dengan jumlah banyak. Demam turun, batuk-pilek (+)

1 hari yang lalu


Bentol-bentol kemerahan terlihat hampir di seluruh tubuh, disertai rasa gatal yang bertambah (pasien sering menggaruk). Demam tinggi (+) Karena demam tinggi dan bentol-bentolnya, siang harinya, ibu pasien membawa pasien ke dokter umum, diberi obat sirup Tyalisin Kalk diminum 2 kali sehari 1 sendok teh, puyer diminum 3 kali sehari dan sirup paracetamol diminum 3 kali

sehari satu sendok makan.


Malam harinya pukul 23.00 WIB, demam pasien semakin tinggi, bentol-bentol kemerahan hampir diseluruh tubuh pasien semakin banyak dan terasa gatal,

menyebabkan pasien menggaruk, rewel dan sampai menangis, karena itu pasien
dibawa ke IGD RSU Kardinah Tegal

SMRS IGD RSU KARDINAH


Pasien tiba di IGD RSU Kardinah Tegal pukul 00.30 WIB, dini hari. Keadaan pasien: kesadaran compos mentis, suhu febris, (+) makula eritema di hampir seluruh tubuh Diagnosis: observasi febris ec susp morbilli.

Pasien dikonsulkan ke dokter anak dan dianjurkan untuk dirawat inap.


Sebelum dirawat inap, pasien diberikan terapi berupa: infus RL 20 tpm, inj cefotaxim 3x 1/3 gr, paracetamol syrp 4 x 1 cth, diazepam 2 tab, luminal 10 mg, cervit 1x1 tab.

Pada hari pertama pasien dirawat di bangsal, oleh dokter Sp. A, pasien dikonsulkan ke dokter Sp. KK, karena keluhan bentol-bentol kemerahan disertai gatal diseluruh tubuh.

Gejala-gejala lain seperti bibir bengkak, mata bengkak, sakit menelan, nyeri tenggorok, suara sesak, sesak nafas, sakit perut, mual-muntah, diare, konstipasi, sebelum, saat dan sesudah bentol- bentol merah muncul, disangkal oleh ibu pasien. Riwayat penggunaan kream/ lotion/ parfum, disangkal. Riwayat kontak dengan bahan-bahan seperti logam, karet juga disangkal.

Riwayat pengobatan untuk plek-plek paru setengah tahun yang lalu pernah dijalani pasien, pengobatan selama 6 bulan, tuntas dan pasien telah

dinyatakan sembuh.

Riwayat alergi obat/ makanan disangkal oleh ibu pasien. Riwayat sesak nafas, nafas bunyi ngik (asma), bersin-bersin terutama pagi hari juga disangkal. Pasien anak ke 2 dari 2 bersaudara, didalam anggota keluarga pasien tidak ada yang mengalami keluhan bentol-bentol kemerahan disertai gatal, seperti yang pasien alami saat ini.

Keadaan umum

Tampak sakit sedang

Kesadaran

Compos mentis

Berat

15 kg

Kesan gizi

Gizi baik

TD :

Tidak diukur

Nadi : 120x/min

Tanda vital

Pernapasan: 24x/min

Suhu:

38,20 C

Status Generalis

Kepala Wajah Mata Hidung

Normocephal

Kelainan Kulit (+): Lihat status dermatologikus

Konjungtiva anemis -/ Skelra ikterik -/ Edema palpebra -/-

Septum deviasi (-) Sekret (-/-)

Status Generalis

Mulut Telinga Leher

Bibir: pucat (-), kering (-), edema (-), Lidah: kotor (-), kering (-), atrofi papil (-) Gigi: karies gigi (-), Tonsil dan faring: tonsil hiperemis (-), tonsil hipertrofi (-), faring hiperemis (-)

Normotia, Serumen (-/-), Sekret (+/+), putih-jernih, sedikit

KGB dan Kelenjar tiroid tidak teraba membesar

THORAX
INSPEKSI
Bentuk (N) Gerak nafas simetris Kelainan kulit (+): lihat status dermatologikus

AUSKULTASI
Jantung: S1-S2 reguler, murmur (-), gallop (-) Paru: Suara nafas vesikuler, rhonki -/-, wheezing -/-

Abdomen
Inspeksi Datar, Kelainan kulit (+): (lihat status dermatologikus) Palpasi Supel Perkusi Timpani (+) Auskultasi Bising usus (+) normal,

Ekstremitas
Supe & Infe Akral hangat
+ +

Edema

Genital
Kelainan kulit (+): (lihat status dermatologikus)

Kulit

Kelainan kulit (+): lihat status dermatologikus

STATUS DERMATOLOGIKUS
Distribusi
Generalisata

Ad regio
Facialis, Trunkus anterior posterior, Genital Ekstremita s superior - inferior bilateral

Lesi
Multiple, Batas tegas Diskret-konfluens, Ukuran numular plakat, Bentuk anularpilisiklik, menimbul dari permukaan kulit. Memutih bila ditekan

Efloresensi
Plaque eritematosa berwarna merah (Urtikaria)

Regio Fascialis

Regio Trunkus Anterior

Regio Trunkus Posterior

Regio Ekstremitas Superior

Regio Ekstremitas Inferior

3 Juli 2012 HASIL 12,3 35,9 NILAI NORMAL 11,5 - 13,5 37 48 SATUAN gr/dL %

Hb Ht

Leukosit Trombosit

13,6 442

48 - 10.8 150 450 HASIL (-) (-)

10^3/uL 10^3/uL NILAI NORMAL (-) (-)

WIDAL Salmonella Typhii O Salmonella Typhii H

5 Juli 2012

Hb Ht Leukosit Eritrosit MCV MCH MCHC Trombosit

HASIL 12,3 25 6.350 5,07 75,5 26,4 35,0 152

NILAI NORMAL 11,5 - 13,5 37 48 4800 - 10.800 3,9 - 5,9 79,0 - 99,0 27,0 - 31,0 33,0 - 37,0 150 450

SATUAN gr/dL % 10^3/uL 10^6/uL fL pg g/dL 10^3/uL

5 Juli 2012 DIFF COUNT Neutrofil Limfosit Monosit HASIL 32,4 58,9 7,6 NILAI NORMAL 50 70 25 40 28 % % % SATUAN

Eosinofil Basofil

0,8 0,3 HASIL

24 01 NILAI NORMAL 0 15 0 20 70 - 160

% % SATUAN mm/jam mm/jam mg/dL

LED 1 LED 2 GDS

7 14 84

RESUME (1)
Seorang anak laki-laki, usia 3 tahun, berat badan 15 kg, datang ke IGD RSU Kardinah Tegal, pada

tangal 5 Juli 2012, dengan keluhan bentol-bentol


kemerahan disertai rasa gatal pada seluruh tubuh.

RESUME (2)
Pada anamnesis didapatkan sejak 6 hari yang lalu terdapat bintik-bintik kemerahan di kedua kaki, dan terasa gatal. 3 hari sebelum bintik-bintik muncul, pasien sering bermain-main dengan kambing. Bintik-bintik merah yang muncul disertai batuk berdahak dan pilek, kemudian pasien dibawa ke puskesmas dan diberi obat. Muncul bintik-bintik merah baru di kedua tangan, muka, badan, leher, sekitar kemaluan, bokong dan punggung pasien, yang disertai gatal. Bintik-bintik merah yang muncul hampir diseluruh tubuh tersebut bertambah besar dan menjadi bentol-bentol kemerahan

disertai gatal dan disertai demam yang semakin lama semakin


tinggi. Sebelum ke RS, pasien sempat kembali pergi ke dokter puskesmas sebanyak 2 kali.

RESUME (3)
Pada pemeriksaan fisik didapatkan status generalis dalam batas normal, status dermatologikus: plaque edematosa warna kemerahan (urtikaria), multiple, berbatas tegas, sebagian diskret sebagian konfluens, ukuran numular sampai plakat, bentuk

anular-polisiklik, menimbul dari permukaan kulit, memutih bila


ditekan. dengan distribusi lesi generalisata.

DIAGNOSIS BANDING
Urtikaria Akut Angioedema Erupsi obat alergik Dermatitis kontak alergi

DIAGNOSIS KERJA

URTIKARIA AKUT

USULAN PEMERIKSAAN
Pemeriksaan urin, dan feses rutin Pemeriksaan imunologis : kadar IgE, eosinofil dan komplemen

Tes kulit:

Pemeriksaan histopatologik

Uji Tempel
Uji tusuk (prick test); Tes intradermal

Prick Test (uji tusuk)

Scratch test

Tes Intradermal

PENATALAKSANAAN
UMUM Menjelaskan kepada orang tua pasien tentang penyakit urtikaria, perjalanan penyakit urtikaria yang kambuhkambuhan dan tidak mengancam nyawa, Menghindari faktor-faktor yang memperberat seperti terlalu panas, stres, alkohol, dan agen fisik. Menghindari agen-agen yang diperkirakan dapat menyebabkan urtikaria ( hindari bermain-main dengan binatang/ tanaman)

PENATALAKSANAAN
KHUSUS TOPIKAL
Elox krim 5 gr, dioleskan tipis-tipis pada tempat bentol merah

SISTEMIK
Metil prednisolon inj iv. 1/4 - 0 1/4 CTM tablet 4mg 2 x 1/2

PROGNOSIS
Quo ad vitam: ad bonam Quo ad fungsionam: ad bonam Quo ad sanasionam : dubia ad bonam Ad Cosmetikum : (-)

TINJAUAN PUSTAKA
1. Aisah. Urtikaria. Djuanda. Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin. 2nd ed. Jakarta : FKUI. 2005; pg: 169-76. 2. Soter, Allen. Urticaria and Angioedema. Freedberg, Eisen, Wolff,

Austen. Fitzpatricks Dermatology In Genereal Medicine. 6th ed. New


York : McGraw-Hill Inc. 2003; pg: 122-45. 3. Habif. Urticaria. Baxter. Clinical Dermatology. 3rd ed. USA : Mosby-year

Book Inc. 1996; pg: 145-67.


4. Linscott. Urticaria. Available at: www.emedicine.com. ( last update: August, 21 2008). Accessed on: July, 2012.