Anda di halaman 1dari 35

GASTROINTESTINAL & EMPEDU

Kelompok 1 : Nurhasanah Saddam Priyono Kana Lina Sinaga Astriani Merry Hannis Oktaria Marizca Maria Selvia R Isma Tegawati Rezka Widyawati Erwin REGULER 2010 A0101 0009 A0101 0011 A0101 0014 A0101 0016 A0101 0017 A0101 0020 A0101 0029 A0101 0031 A0101 0037 A0102 0052 A0102 0070

Gangguan gastrointestinal & Empedu


1.

2.

3. 4. 5.

6.

DIARE DAN KONSTIPASI KONDISI PERADANGAN GI ( GASTRITIS DAN ULSER ) DISPEPSIA DAN GANGGUAN HATI MUAL DAN MUNTAH SINDROM IRITASI USUS, KEMBUNG, DAN FLATULEN KERUSAKAN HATI

1. DIARE

Diare adalah penyakit di mana penderita mengalami rangsangan buang air besar terusmenerus dengan tinja atau feses yang masih memiliki kandungan air yang berlebihan.

Pengobatan fitoterapi diare :

Pati (Amilum) Pati dapat berasal dari padi (Oryza sativaL.) jagung (Zea mays L.), atau kentang (Solanum tuberosum L.) yang digunakan untuk tujuan rehidrasi air dan elektrolit. Pati juga dapat mengurangi kuantitas tinja dan mencegah memburuknya diare.

Obat yang beredar dipasaran :


Fitodiar tablet Anti diare Kandungan : Antapulgite 300 mg, Psidium folium extrak 50 mg, Curcumadomestica rhizoma extrak 7,5 mg. Indikasi : Diare nonspesifik. Kontraindikasi : Pada pasien yang harus menghindari konstipasi. Dosis : Dosis dewasa dan anak-anak berusia lebih 12 tahun2 tablet, maksimum 12 tablet per hari. Anak berusia 6-12 thn1 tablet, maksimum 6 tablet per hari.

Konstipasi

Konstipasi merupakan keadaan dimana terjadi penurunan motilitas (pergerakan) usus, yang ditandai dengan kesulitan buang air besar (BAB).

Pengobatan fitoterapi konstipasi :

Laksatif pembentuk-ruahan Senyawa ruahan dengan presentase serat yang tinggi dan kaya akan polisakarida, yang mengembang dalam saluran GI. Senyawa ini mempengaruhi komposisi bahan makanan dalam saluran GI, terutama melalui bakteri kolon sehingga memberikan nutrien untuk proliferasi.

Macam-macam Laksatif Ruahan

Isphagula , Plantago ovata Forssk (Plantaginis ovatae semen)


Biji berwarna coklat gelap dan mengilat dari Plantago ovata ( Indian fleawort, bond psyllium, Plantaginaceae. Bentuknya mulai dari elips sampai oval, dengan panjang hingga 3.5 mm, dan tidak memiliki rasa, bergetah jika dikunyah. Biji ini dapat membantu untuk mempertahankan atau mencapai gerakan usus yang teratur dan juga bermanfaat untuk sindrom iritasi usus.

Psilium, Plantago psylium L. Dan P. Arenaria L. (Psyllii semen) Biji yang masak berwarna coklat gelap hingga terang berkilau, dan berbentuk elips sampai oval (panjangnya 2-3 mm), berkhasiat sebagai emolien dan laksatif ruahan yang sangat berguna dan bisa digunakan serta membantu memelihara gerakan usus yang teratur.

Biji rami, Linum usitatissimum L. (Lini semen) Biji rami adalah biji masak yang dikeringkan dari pohon rami (Linum usitatissimum,Linaceae), suatu tumbuhan yang ditanam untuk diperoleh seratnya. Bijinya mengandung endosperma dan kotiledon yang kaya akan minyak lemak yang merupakan kalori, karena konstipasi sering dikaitkan dengan gaya hidup yang tidak aktif dan obesitas.

Laksatif Osmotik
Penggunaan laksatif osmotik seperti laktulosa atau laktosa. Laktosa diuraikan di dalam saluran GI menjadi glukosa dan galaktosa dengan baik. Sehingga, bakteri kolon memetabolisme gula ini. Asam-asam yang dihasilkan, termasuk asam laktat dan asam asetat, memiliki efek osmosis, dan bakteri dalam kolon membelah lebih cepat. Hal ini menyebabkan peningkatan jumlah feses yang diikuti dengan peningkatan peristaltik GI.

Laksatif Stimulan
Laksatif stimulan berasal dari beragam spesies tumbuhan yang tidak sejenis, dan hanya memiliki kesamaan berdasarkan fakta bahwa spesies-spesies tersebut mengandung unsurunsur kimia yang sama Unsur-unsur tersebut adalah antrakuinon seperti emodin dan aloeemodin serta antron dan antranol sejenis.

Macam macam laksatif stimulan :


Senna, Cassia senna L. dan C.angustifolia Vahl (Senna) (Sennae fructus, Sennae folium)

Terdiri atas aglikon senidin A dan senidin; senosida C dan D, yang merupakan glikosida heterodiantron pada aloe-emodin dan rein; palmidin A, antron rein dan glikosida aloe-emodin, dan beberapa antrakuinon bebas. C.senna biasanya mengandung senosida dalam jumlah yang lebih banyak.

Efek farmakologi

Senosida dapat menghilangkan keluhan konstipasi pasien, dapat melunakkan tinja dan meningkatkan kecepatan transit makanan dalam kolon melalui peningkatan gerakan peristaltik. Senosida sedikit diserap pada bagian atas saluran gastrointestinal.

Frangula, kulit kayu buckthorn dan kaskara, Rhamnus frangula L., R. catharticus L., dan R.purshiana L.

Kulit kayu beberapa spesies Rhamnaceae dimanfaatkan efek purgatif kuatnya. Rhamnus frangula (buckthorn mengkilat, frangula) memiliki kerja lebih ringan daripada R. catharticus (R.cathartica, buckthorn Eropa), sedangkan buninya digunakan untuk obat-obat veteriner.

Kandungan kimia :

R.frangula. Glukofrangulin A dan B merupakan diglukosida yang hanya berbeda dalam hal jenis gulanya di C6. R.cathartica. Emodin, aloe-emodin, glikosida krisofanol dan rein, frangula-emodin, ramnikosida, alaterin, dan fision. R.purshiana. Kaskarosida A, B, C, D, E, dan F (yang merupakan stereoisomer aloin dan turunannya), dengan glikosida minor termasuk barbaloin, frangulin, krisaloin, palmidin A,B, dan C, serta aglikon-aglikon bebas.

Obat yang beredar dipasaran :


Bisakodil: dulcolax Derifat-dimetilmetan ini adalah laksansia kontak populer yang bekerja langsung terhadap dinding usus besar atau colon dengan memperkuat peristaltiknya, tinja pun menjadi lunak disamping penggunaannya sebagai pencahar umum, juga sering digunakan untuk mengosongkan usus besar sebelum pembedahan atau pemeriksaan dengan sinar rongten.

2.

KONDISI PERADANGAN GI : GASTRITIS DAN ULSER

Gastritis adalah suatu peradangan lokal atau menyebar pada mukosa lambung yang berkembang bila mekanisme protektif mukosa dipenuhi dengan bakteri atau bahan iritan. ( J. Reves, 1999 )

Pengobatan fitoterapi :

Matricaria recutita L. (Matricaria flos) Bunga kamomil Jerman (sin. Hongaria) berasal dari kepala bunga Matricaria recutita (sin. Chamomilla recutita, Matricaria chamomilla, Asteriaceae, famili bunga aster).

Kandungan kimia
Kepala bunga kaya akan minyak atsiri. Ada dua jenis minyak atsiri yang diketahui: abolol (levomenol) dan bisabolol oksida. Keduanya mengandung terpenoid termasuk guaianolida seperti matrisin yang hanya ditemukan dalam obat mentah. Selain itu, juga terdapat flavonoid (hingga 6%), terutama apigenin dan apigenin7O- glikosida, turunan asam kafeat dan eter spiro.

Efek farmakologi dan khasiat klinis : Efek antiradang, spasmolitik, antibakteri, dan antifungi telah dipastikan secara farmakologi maupun klinis. Obat ini dianjurkan untuk kram dan spasme GI, untuk penyakit radang pada saluran GI, dan juga untuk menyembuhkan luka (misalnya untuk membersihkan luka) dan dapat digunakan secara topikal pada membran mukosa.

3.

DISPEPSIA DAN GANGGUAN HATI

Dispepsia dan gangguan empedu berhubungan erat dengan kebiasaan makan merupakan keluhan yang sangat lazim. Pasien menunjukkan gejalanya seperti mual, nyeri, kram, distensi, nyeri ulu hati, dan tidak mampu mencerna makanan sering terjadi setelah makan makanan berat.

Pengobatan
Artikoke, Cynara scolymus L. (Cynarae folium) Anggota Asteraceae ini menghasilkan artikoke bulat, merupakan kepala bunga yang besar pada tumbuhan. Bagian yang bermanfaat sebagai obat adalah daunnya, suatu obat botanis yang digunakan untuk mengobati ketidak mampuan mencerna dan dispepsia.

4.

MUAL DAN MUNTAH

Mual adalah perasaan bahwa lambung ingin mengosongkan dirinya. Muntah (emesis) adalah aksi dari mengosongkan lambung secara paksa.

Pengobatan

Hiosin (skopolamine)

Hiosin biasanya diisolasi dari Datura atau Scopolia spp. Obat ini populer untuk mabuk perjalanan, diberikan pada dosis oral 400 g, atau kini sebagai koyo transdermal yang mengandung 2 mg alkaloid tersebut, dihantar melalui kulit selama 24 jam.

Obat yang beredar dipasaran :


Scopolamin : hyoscine, scopoderm TTS ( transdermal ) Skopolamin telah dipasarkan dalam bentuk plester ( scopoderm TTS ) yang mengandung 1,5 mg skopolamin. Lama kerjanya selama 3 hari. Efek samping tersering adalah gejala antikolinergik umum : mulut kering, lebih jarang rasa kantuk, gangguan penglihatan, obstipasi dan iritasi kulit. Sampai 3 hari setelah penggunan juga timbul mual dan muntah, nyeri keala dan gangguan keseimbangan. Penggunaan skopolamin transdermal terhadap muntah yang disebabkan oleh mabuk jalan, harus diwaspadai terutama oleh orang lanjut usia dikareakan efek samping obat antikolinergik ini dapat mencetuskan antara lain delirium.

5.

SINDROM IRITASI USUS, KEMBUNG, DAN FLATULEN

Sindrom iritasi usus ditandai oleh nyeri di rongga ilium sebelah kiri, diare, dan/atau konstipasi. Gejala-gejalanya biasanya teredakan sampai tingkat tertentu oleh defekasi atau keluarnya angin, dan dapat berhasil diobati dengan penggunaan laksatif ruahan dengan atau tanpa obat-obat antispasmodik (karminatif).

Pengobatan
Peppermint, Mentha x piperita L. (Menthae piperitae folium) Peppermint adalah salah satu tumbuhan hibrida Mentha aquatica dan M. Spicata.

Kandungan Kimia : Daun Peppermint kaya akan minyak atsiri ( 0,5-4%), komponen utamanya adalah (-)-menthol, menton, metilasetat, mentrofuran. Tumbuhan ini juga mengandung senyawa polifenolat non-volatil asam rosmarinat beserta turunannya, flavonoid, dan triterpen.

Efek Farmakologis Dan Khasiat Klinis; Efek antipasmodik minyak Peppermint telah ditentukan dengan baik dengan menggunakan serangkaian model in vitro. Kerja antipasmodik ditunjukkan pada suatu model klasik dengan segmen-segmen ileum yang terisolasi, efeknya ditandai oleh pengurangan jumlah dan amplitude kontraksi spontan.

Adas, Foeniculum vulgare Miller ( Foeniculi fructus ) Adas yang umum adalah herba penerial penghasil buah dan minyak yang digunakan untuk rasa tidak nyaman pada perut dan abdomen. Kandungan Kimia; Mengandung minyak atsiri. Buah adas pahit mengandung 2-6%, sebagian besar trans-anetol (>60% minyak) dan fenkon (>15%), sedangkan adas manis mengandung 1,5-3 %, terdiri atas trans-anetol (80-90%) tetapi dengan sangat sedikit fenkon (<1%). Minyak lemak dan protein juga ditemukan dalam buah adas.

Efek Farmakologis Dan Khasiat Klinis Adas digunakan sebagai karminatif, untuk gangguan pencernaan dan kolik pada anakanak. Minyak adas ( minyak atsiri hasil penyulingan dari kedua varietas adas ) digunakan untuk indikasi yang sama dan telah terbukti bersifat bakteriostatik.

6.

KERUSAKAN HATI

Kerusakan, sirosis, dan keracunan pada hati harus diobati dibawah pengawasan dokter. Namun, terdapat fitomedis bermanfaat yang berasal dari tumbuhan milk thistle, Sylibum marianum (L.) Gaertn. (Asteraceae)- suatu ekstrak yang dikenal sebagai silimarin.

Obat yang beredar dipasaran :


Silybon ( Silymarin ) Silybon (Silymarin) mengandung bahan aktif silymarin, yang terbuat dari ekstrak biji milk thistle. Hal ini digunakan untuk mengobati masalah hati seperti penyakit kuning, hepatitis, sirosis, dan gangguan kantong empedu secara alami. Obat ini juga telah dilaporkan efektif dalam mengobati kerusakan hati yang terjadi sebagai akibat dari konsumsi alkohol berlebihan, dan bahkan dapat digunakan untuk membantu dengan diabetes.

Kesimpulan :

Berdasarkan perbandingan terhadap pengobatan menggunakan bahan alam dan obat sintetis maka dapat disimpulkan obat sintetis memiliki kemampuan terapi yang lebih spesifik sehingga efek samping yang ditimbulkan lebih kecil dibandingkan dengan obat bahan alam yang masih mengandung banyak senyawa yang memungkinkan banyak efek samping yang terjadi.