Anda di halaman 1dari 29

SELAMAT DATANG

KONSEP DASAR KELUARGA DAN KEPERAWATAN KELUARGA

PENDAHULUAN
Keluarga sebagai pranata sosial terkecil dalam masyarakat dan negara selalu mencuri perhatian baik kalangan pimpinan atau tokoh informasi atau tokoh informasi maupun pemerintah. Banyak kejadian

merisaukan sekarang ini, misalnya perkelahian antar pelajar, kasus gizi kurang dan narkoba, selalu dikaitkan dengan makin kurang berfungsinya pranata keluarga, antara lain dalam memfasilitasi tumbuh kembang anak dan menanamkan nilai-nilai luhur seperti menghormati hak sesama, cinta kasih, toleransi dan empati. Kalau kita amati dengan seksama, memang semakin

banyak fungsi keluarga sekarang diambil alih oleh pranata lain di luar
rumah.

Pengambilalihan fungsi ini secara sosiologis kerap dianggap sebagai bertanggung jawab pada perilaku menyimpang anggota keluarga, khususnya anak, atau masalahmasalah lain dalam keluarga, tetapi kerap

kali juga kebijakan pemerintah baik yang secara langsung maupun yang tak
langsung menyentuh kehidupan keluarga, dianggap sebagai variabel utama dari masalah tersebut. Berbagai pandangan tentang masalah keluarga memicu pemahaman bahwa memahami masalah keluarga tidak cukup hanya dengan

memandang keluarga sebagai pranata sosial yang terpisah dari pranata lain, tetapi harus dikatkan dengan pranata lain seperti lembaga

pemerintahan. Kerangka kerja struktural fungsional atau perspektif ekologi


misalnya :

mengemukakan bahwa keluarga harus dipandang sebagai suatu subsistem yang secara struktural fungsional dan ekologis berhubungan dengan sub sistem lain atau sistem yang lebih besar (Deacon dan Firebaugh), 1988).

Karena itu, pranata ini dan dinamikanya, termasuk pembagian kerja dan
interaksi antar anggota didalamnya akan sangat rentan terhadap faktorfaktor dekat diluarnya, yakni norma sosial budaya. Berkaitan dengan keperawatan, keluarga merupakan salah satu sasaran dari keperawatan komunitas yang mempunyai kedudukan yang sangat strategis dalam upaya meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Hal ini berkaitan erat dengan upaya agar keluarga mempunyai

kemampuan dalam menolong dirinya sendiri dalam bidang kesehatan.


Perawat dapat membantu keluarga

Dalam memecahkan masalah kesehatannya sehingga dapat mencapai keadaan kesehatan keluarga yang optimal.

Definisi Keluarga
Dalam kehidupan sehari-hari istilah keluarga sering dikacaukan dengan istilah rumah tangga. Selain itu, secara konseptual konseptualisasi keluarga akan tergantung pada sudut pandang yang digunakan dan akan berubah sesuai dengan perubahan sosial yang terjadi. Kamus Webster ( 1993) mendefinisikan keluarga, antara lain, sebagai berikut : 1. A social unit consisting of parent and the children they rear (sebuah

unit sosial yang terdiri dari orang tua dan anak yang mereka asuh)

2. A group of people related by ancestry or marriage (sekelompok orang yang dihubungkan oleh keturunan atau prerkawinan) Definisi ini jelas masih sangat sederhana. Yang dikaitkan hanya anggota, besaran unsur kumpulan orang yang membentuk kelompok; hak dan kewajiban setiap anggota dan fungsinya belum disentuh, meskipun dasar ikatan pengelompokan itu sudah dikemukakan, yakni perkawinan atau keturunan.

Pendapat Sumardjan (1993) bahwa keluarga adalah kelompok manusia


yang para warganya terkait dengan jalur keturunan sejalur dengan definisi di atas. Definisi formal tentang keluarga di Indonesia juga sejalan dengan definisi di atas. Peraturan Penyelenggaraan bahwa keluarga Pemerintah Nomor 21 Tahun 1994 tentang Keluarga Sejahtera mengemukakan Pembangunan

terkecil yang terdiri dari individu-individu yang terkait oleh perkawinan (suami-istri), arah atau adopsi (orang tua-anak); dalam kasus keluarga luas terlihat adanya nenek atau kakek dengan cucu.

Dengan demikian yang dimaksud dengan keluarga adalah:


1). Keluarga terdiri dari orang-orang yang disatukan dalam ikatan perkawinan, darah dan ikatan adopsi; 2). Para anggotanya hidup bersama-sama dalam satu rumah tangga; 3). Anggota keluarga berinteraksi dan berkomunikasi satu dengan lain dalam peran-peran sosial keluarga; 4). Keluarga menggunakan kultur yang sama. (Fiedman, 1998)

Bentuk Keluarga Bentuk keluarga banyak macamnya, Goldenberg (1980) membedakan bentuk keluarga atas sembilam macam yaitu :

1. Keluarga inti (nuclear family), adalah keluarga yang terdiri dari suami,
istri serta anak kandungnya. 2. Keluarga besar (extended family), adalah keluarga yang disamping terdiri dari suami, istri dan anak-anak kandung, juga terdiri dari sanak saudara lainnya, baik menurut garis keturunan vertical maupun horizontal. 3. Keluarga campuran (blended family), keluarga yang terdiri dari suami, istri, anak kandung serta anak tiri.

4. Keluarga menurut hukum umum (common law family), adalah keluarga yang terdiri dari pria dan wanita dan wanita yang tidak terikat pada perkawinan yang syah serta anak-anak mereka tinggal bersama.

5. Keluarga orang tua tunggal (single parent family), adalah keluarga yang
terdiri dari pria atau wanita, mungkin telah bercerai, berpisah, ditinggal mati, atau mumgkin tidak pernah menikah, serta anak-anak mereka tinggal bersama. 6. Keluarga hidup bersama (commune family), adalah keluarga yang terdiri dari pria, wanita dan anak-anak yang tinggal bersama berbagai hak dan tanggung jawab serta memiliki kekayaan bersama.

7. Keluarga serial (serial family), adalah keluarga yang terdiri dari pria dan
wanita yang telah menikah dan mungkin telah punya anak, tetapi

10

tetapi kemudian bercerai dan masing-masing menikah lagi serta memiliki


anak-anak dengan pasangan masing-masing, tetapi semuanya

menganggap sebagai satu keluarga. 8. Keluarga gabungan (composit family), keluarga yang terdiri dari suami dengan beberapa istri dan anak-anaknya atau istri dengan beberapa suami dan anak-anaknya yang hidup bersama. 9. Keluarga tinggal bersama (cohabitation family), adalah keluarga yang

terdiri dari pria dan wanita tanpa ada ikatan perkawinan yang syah.
Sedangkan Sussman (1974) dalam Fiedman (1998) membedakan atas dua bentuk yakni keluarga tradisional dan keluarga non tradisional. Keluarga tradisional adalah keluarga yang pembentukannya

11

sesuai dengan atau tidak melanggar norma-norma kehidupan masyarakat yang secara tradisional dihormati bersama. Norma-norma tersebut yang terpenting adalah keabsahan ikatan perkawinan antara suami dan istri.

Sedangkan keluarga non tradisional sebaliknya.

Fungsi Keluarga Dalam memenuhi kebutuhan kehidupannya keluarga memiliki fungsi-fungsi dasar keluarga. Fungsi-fungsi tersebut di Indonesia dikenal dengan delapan fungsi keluarga (PP No.21 th 1994) yaitu fungsi keagamaan; fungsi budaya; fungsi cinta kasih; fungsi melindungi; fungsi

reproduksi; fungsi sosialisasi dan pendididkan; fungsi ekonomi; dan fungsi


pembinaan lingkungan. Sedangkan dalam

12

keperawatan keluarga dikenal dengan lima fungsi keluarga (Friedman, 1998), yaitu: 1. Fungsi Afektif (affective function), adalah fungsi keluarga dalam pembentukan dan pemeliharaan kepribadian anak-anak, pemantapan kepribadian orang dewasa serta pemenuhan kebutuhan psikologis para anggota keluarganya. 2. Fungsi Sosialisasi dan penempatan social (socialization and social

placement function), adalah fungsi keluarga dalam mempersiapakan


anak-anak sehingga dapat menjadi anggota masyarakat yang produktif dan atau memberikan status yang dimiliki keluarga kepada semua anggota keluarga. 3. Fungsi Reproduksi (reproduction function), adalah fungsi menjaga

kelangsungan garis keturunan atau menambah anggota keluarga

13

yang kelak akan menjadi anggota masyarakat. 4. Fungsi Ekonomis (economic function), fungsi keluarga dalam

menyediakan sumber ekonomi keluarga secara cukup serta mengatur

pemakaiannya secara efektif.


5. Fungsi Perawatan Kesehatan (health care function), untuk memenuhi kebutuhan fisik (provision of physical necessity). Dengan melihat fungsifungsi diatas apabila sebuah keluarga dapat mewujudkannya maka akan terwujud keluarga yang sejahtera.

Siklus Kehidupan Keluarga Untuk dapat memahami dengan lengkap tentang perkembangan keluarga perlu diketahi bagaimana siklus kehidupan keluarga. Hal ini

14

sangat penting bagi perawat keluarga dalam rangka mengidentifikasikan


permasalahan kesehatan yag ditemukan dalam setiap tahap perkembangannya. Duvall (1977) mengemukakan ada 8 tahapan pokok dari siklus kehidupan keluarga berikut dengan tugas-tugas perkembangannya, yaitu: 1. Tahap awal perkawinan (newly married) Pada tahap . ini suatu pasangan baru saja kawin dan belum mempunyai anak, biasanya berlangsung rata-rata selama 2 tahun.

Tugas perkembangannya adalah penyesuaian diri dengan kehidupan keluarga


yang baru dibentuk baik dalam bidang kepribadian, emosional ataupun komunikasi antar suami dan istri, ataupun dengan anggota keluarga dari pasangan masing-masing.

15

Tugas bantuan pelayanan kesehatan dapat dilakukan oleh perawat komunitas


antara lain konseling kesehatan, keluarga berencana, pelayanan ante natal dan konseling persalinan. 2. Tahap keluarga dengan bayi (birth of the fisrt child) Pada tahap ini keluarga tersebut telah memiliki bayi, dapat satu atau dua orang. Di Amerika Serikat yang dimaksud bayi adalah sampai umur 30 bulan dan biasanya tahap ini berlangsung rata-rata 2,5 tahun.

Tugas perkembangan mencakup antara lain menjadi orang tua yang baik,
menyesuaikan penghasilan dengan pengeluaran tambahan, merawat bayi dan menyesuaikan kegiatan dengan jadwal pengasuhan bayi. Sedangkan tugas bantuan pelayanan kesehatan antara lain pertolongan persalinan, pelayanan pos natal

16

care, perawatan bayi termasuk imunisasi dan konseling KB.


3. Tahap keluarga dengan anak usia pra-sekolah (family with pre school children) Pada tahap ini anak pra-sekolah berumur 30 bulan sampai umur 6 tahun dan berlangsung rata-rata 6-13 tahun. Tugas perkembangannya adalah menjadi orang tua yang baik, menyesuaikan penghasilan dengan pengeluaran tambahan,

membesarkan balita dan pengaturan serta perkembangan sosialisasi balita. Tugas bantuan pelayanan kesehatan dapat berupa palayanan kesehatan balita, penanganan kecelakaan, konseling pendidikan prasekolah dan konseling pelayanan KB. 4. Keluarga dengan usia anak sekolah (family with children scool), anak pertama usia 6-13 tahun.
17

Tugas perkembangannya antara lain menjadi orang tua yang baik, menyisikan
penghasilan dengan pengeluaran tambahan, membesarkan anak usia sekolah dan pengaturan serta perkembangan fisik, sosial, serta kecerdasan anak usia sekolah. Tugas bantuan pelayanan kesehatan dapat berupa pelayanan kesehatan anak usia sekolah (UKS), penanganan kecelakaan, konseling masalah prilaku dan kesehatan KB. 5. Tahap keluarga dengan usia anak remaja (family with teenagers), anak berumur

antara 13-20 tahun.


Tugas perkembangannya menjadi orang tua yang baik, menyisikan penghasilan dengan pengeluaran tambahan, membesarkan anak usia remaja, memelihara keharmonisan keluarga untuk pengembangan mental, emosional dan

kecerdasan anak usia remaja, serta mempersiapkan diri untuk berbeda pendapat dengan anak

18

6.

Tahapan keluarga dengan anak meninggalkan keluarga (family as launching center). Pada tahap ini satu persatu anak meninggalkan keluarga yang dimulai anak tertua dan diakhiri anak terkecil. Biasanya

tahap ini berlangsung rata-rata 8 tahun.


Tugas perkembangan keluarga mencakup antara lain mempersiapkan diri untuk ditinggalkan anak-anak, mempersiapkan diri untuk

berkomunikasi dengan anak-anak sebagai orang dewasa, mengingkatkan hubungan suami istri dan anak mempersiapkan diri untuk menjadi orang tua, kakek dan nenek yang baik. Tugas bantuan kesehatan dapat berupa nasehat hubungan antara angota dan nasehat untuk hidup mandiri.

19

7.

Tahap orang tua usia menengah (parent alone with middle years). Tahap ini semua anak telah meninggalkan keluarga yang tinggal hanyalah suami istri dengan usia menengah, tahap ini biasanya berlangsung rat-

rata 15 tahun. Tugas perkembangan keluarga harus dilaksanakan oleh


keluarga mencakup antara lain mempersiapkan diri untuk memasuki usia pension, mempersiapkan diri untuk mempersiapkan menjadi mertua, kakek nenek yang baik mempersiapkan diri untuk menghadapi berbagai penyakit atau kelainan degeneratif. Tugas bantuan pelayanan kesehatan antara lain konseling persiapan masa pension, konseling hidup mandiri tanpa anak, konseling berbagai penyakit degeneratif serta keadaan menopause.

20

8.

Tahap keluarga Usia Jompo ( aging family member) tahap ini suami istri telah berusia lanjut sampai meninggal dunia. Tahap ini besarnya

berlangsung selama 10-15 tahun. Tugas perkembangan keluarga

mencakup antara lain mengisi masa pension dengan berbagai kegiatan


yang bermanfaat, mengatur pengeluaran sesuai dengan uang pensiun, mempersiapkan diri untuk kehilangan pasangan serta mempersiapkan diri untuk menghadapi berbagai penyakit dan kelainan degeneratif. Tugas bantuan pelayanan kesehatan adalah nasehat mengisi masa pension dengan berbagai manfaat, nasehat kebugaran jasmani, nasehat apabila kehilangan pasangan, nesehat apabila menghadapi berbagai

penyakit degeratif serta bantuan psikologis.

21

Keluarga Sebagai klien


Friedman (1970) memberikan beberapa alasan: 1. Keluarga adalah unit terkecil dari masyarakat dan melibatkan mayoritas

penduduk. Dengan demikian apabila masalah setiap keluarga dapat


diatasi berarti masalah kesehatan masyarakat secara keseluruhan akan dapat turut terselesaikan. 2. Keluarga adalah suatu kelompok yamg mempunyai peran yang amat penting dalam mengembangkan, mencegah, mengadaptasi atau memperbaiki masalah kesehatan yang ditemukan dalam keluarga. Dengan demikian apabila pemahaman keluarga telah dimiliki akan dapat

dimanfaatkan dalam mengembangkan, mencegah, atau memperbaiki


masalah kesehatan yang ditemukan dalam keluarga, atau masyarakat secara keseluruhan.
22

3. Masalah kesehatan dalam keluarga saling berkaitan, penyakit pada salah satu anggota keluarga akan mempengaruhi seluruh keluarga tersebut. 4. Keluarga adalah pusat pengambilan keputusan kesehatan yang

terpenting.
5. Keluarga merupakan wadah atau saluran yang paling efektif untuk melaksanakan berbagai upaya atau menyampaikan pesan-pesan kesehatan.

Dengan demikian keluarga sangat penting

dalam menjamin

keberhasilan pelayanan kesehatan baik dalam upaya promotif, preventif, kuratif maupun rehabilitatif.

23

Fokus Keperawatan Keluarga Seringkali fokus keperawatan keluarga terjadi kebingungan antara pelayanan perawatan individu dikeluarga dengan pelayanan keperawatan

yang berpuasat pada keluarga

dengan pelayanan keperawatan yang

berpusat pada keluarga (Femily Centered Nursing Care). Menurut Friedman (1998) terdapat tiga tingkatan pelayanan, yaitu tingkat I: Keluarga sebagai kontrks, tingkat II: Keluarga sebagai kumpulan dari anggota keluarga dan tingkat III: Keluarga sebagai klien. Keluarga sebagai konteks dapat diartikan bahwa pelayanan

keperawatan hanya terpusat kepada individu , sedangkan keluarga dianggap

hanya

sebagai

lingkungan

pendukung

sosial

semata

sehingga

keterlibatannya sangat kecil dalam pelayanan keperawatan.

24

Keluarga sebagai kumpulan dari anggota keluarga lebih menekankan kepada pelayanan yang tetap diberikan kepada individu namun dalam lingkup yang lebih banyak. Hal ini sering mengecohkan yang seolaholahtelah melakukan keperawatan keluarga. Sedangkan keluarga sebagai klien lebih menekankah bahwa keluarga sebagai suatu system yang saling berinteraksi satu dengan lainnya, sehinggafokusnya pada dinamika dan hubungan internal keluarga, serta

saling ketergantungan sub system keluarga dengan keseluruhan, dan


keluarga dengan lingkungan luarnya. Dengan demikian akan memberikan kejelasan tentang fokus dari setiap pelayanan keperawatan di keluarga sehingga akan terciptanya suatu sinergi yang harmonis antara pelayanan yang bersifat individual dengan keluarga sebagai pusat pelayanan keperawatan.

25

Peranan Perawat dalam Pelayanan Keluarga Dalam perawatan kesehatan masyarakat sampai sekarang keluarga sudah dianggap sebagai kesatuan dari pelayanan kesehatan Fungsi yang khas dari perawat dalam pelayanan keluarga adalah membantu keluarga untuk meningkatkan kemampuan mereka untuk melaksanakan tugas-tugaskesehatan. Tujuan terakhir adalah membantu keluarga berdikari. Maksudnyaadalah keluarga sanggup mengatasi dan menyelesaikan masalah kesehatan sedemikian rupa. serta bimbingan yang terus menerus dari perawat tidak mereka perlukan lagi. Keluarga sudah mengenal dan menanggulangi kesadaran sebagai : sendiri. Dalam proses membantu masalah dan sanggup keluarga meningkatkan mengambil tindakan yang tepat. Mereka mencari saran-saran dengan kemampuan untuk menyelesaikan masalah kesehatan perawat berperan

26

1. Pengenal Kesehatan (Healt Monitor) Dalam hal ini perawat membantu keluarga dalam mengenal penyimpangan dari keadaan normal dengan menganalisa data

secara obyektif serta membuat keluarga sadar akan akibatnya


dalam perkembangan anggota keluarga. 2. Pemberi perawatan pada anggota keluarga yang sakit. Memberikan perawatan pada anggota keluarga yang memiliki masalah kesehatan adalah salah satu tugas dari keluarga . Namun demikian perawat harus mampu memberikan kesempatan dan

contoh bagi keluarga untuk mengembangkanDe kemampuan

mereka dalam melaksanakan tugas kesehatannya. Dalam kondisi


tertentu perawat juga harus mampu memberikan layanan

keperawatan kepada keluarga di rumah (home care).


27

3. Koordinator pelayanan kesehatan keluarga


Masalah kesehatan keluarga memerlukan bantuan dari profesi yang lain, oleh karena itu perawat sebagai ujung tombak pelayana kesehatan keluarga. 4. Facilitator. kepada keluarga harus mampu mengkoordinir pelayanan kesehatan sesuai dengan apa yang dibutuhkan oleh

Salah satu peranan yang penting dari perawat adalah membuat


pelayanan kesehatan yang mudah dijangkau oleh keluarga. Bila keluarga menghadapi masalah misalnya dari aspek ketidak tahuan , aspek sosial budaya atau aspek ekonomi sekalipun, maka perawat

dituntut mampu Untuk memberikan kemudahan dan informasi yang


dibutuhkan oleh keluarga .

28

5. Sebagai Pendidik. Pendidikan kesehatan merupaka salah satu tindakan yang sering dilakukan oleh tenaga keperawatan, sehingga terjadi perubahan

prilaku yang diharapkan keluarga


6. Penasehat/Konselor Dalam kondidi dimana keluarga merasa kebingungan untuk mendapatkan informasi kesehatan atau kondidi dimana keluarga memerlukan nasehat kesehatan maka perawatan harus mampu

memberikannya. Inilah hal penting dari peran perawat sebagai konselor.

29