Anda di halaman 1dari 49

CEDERA KEPALA

GELS

Prof. DR. Dr. Andi Asadul Islam, Sp.BS

OBJEKTIF

Mampu mengelola gadar cedera kepala : Diagnosis Tindakan gadar cedera kepala Indikasi konsultasi Mengetahui penanganan definitif dan hal-hal yang memperburuk prognosis

MASALAH DI INDONESIA

INSIDENS PENANGANAN PENYEBAB KEMATIAN KETIGA MATI SEBELUM SAMPAI RUMAH SAKIT

PENENTU OUTCOME

DERAJAT CEDERA KEPALA PENCEGAHAN KERUSAKAN OTAK SEKUNDER KOMPLIKASI INTRAKRANIAL KUALITAS PERTOLONGAN PERTAMA CEPATNYA TERAPI DEFINITIF CEDERA BERGANDA USIA

GRAFIK T.I.K - VOLUME


TIK

10

VOL

DEKOMPENSASI

PENINGGIAN T.I.K

SAKIT KEPALA, MUNTAH, EDEMA PAPIL HIPERTENSI, BRADIKARDIA, RESPIRASI IRREGULER PENURUNAN KESADARAN TANDA-TANDA HERNIASI

ADO TPO, AUTOREGULASI


ADO
RUSAK NORMAL

DILATASI PASIF
KOLAPS TPO

50

160

KLASIFIKASI

MEKANISME : TAJAM / TUMPUL BERATNYA : R / S / B ATAU GCS MORFOLOGI :


FRAKTURA : BASE / VAULT LESI INTRAKRANIAL : FOKAL : MENING / OTAK DIFUS : KONKUSI / CAD

ICH dan EDH

SDH dan SAH

PATOLOGI

PRIMER : KULIT, TULANG, MENING, OTAK SEKUNDER:


PERDARAHAN EDEMA FISTEL CSS, PNEUMOSEFALUS HIPOKSIA OTAK KELAINAN METABOLIK, INFEKSI EPILEPSI

CEDERA OTAK SEKUNDER, E/

SISTEMIK :

HIPOKSEMIA HIPOTENSI HIPER / HIPOKAPNIA HIPERTERMIA HIPER / HIPOGLIKEMIA HIPONATREMIA

CEDERA OTAK SEKUNDER, E/

INTRAKRANIAL :

KENAIKAN T.I.K PERGESERAN OTAK VASOSPASME KEJANG INFEKSI

TATALAKSANA PRA RUMAHSAKIT


FAKTOR FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PROGNOSIS POSISI PASIEN INTUBASI CEDERA SPINAL TRIASE LUAR RS

TATALAKSANA DI RUMAH SAKIT


TRIASE TATALAKSANA AWAL PEMERIKSAAN KHUSUS BEDAH SARAF


RIWAYAT PEMERIKSAAN SISTEMA SARAF CT SCANNING ATAU SKULL X-RAY

CT SCANNING, INDIKASI :

Semua pasien dengan GCS < 15 Bradikardia atau hipertensi Muntah / sakit kepala yang menetap Kejang Pupil / motorik kanan kiri tidak ekual Tanda-tanda neurologis fokal Fraktur (diketahui atau dicurigai)

CT SCANNING, INDIKASI :

Cedera penetrating (diketahui atau dicurigai) Usia diatas 50 tahun Penilaian pasca operasi Cedera kepala disertai multitrauma Penurunan GCS > satu point (ekstrakranial baik) GCS tidak membaik 2x24 jam (ekstrakranial baik)

SKULL X-RAY, INDIKASI :


Riwayat pingsan, amnesia GCS < 15 Nyeri kepala menetap Tanda neurologis fokal Cedera Scalp Curiga cedera penetrating

SKULL X-RAY, INDIKASI :


- CSF atau Bloody Rhinorrhea / otorrhea - Deformitas pada Skull - Klinis sulit diperiksa (Alkohol, Intoksikasi, Epilepsi dan anak-anak) - GCS 15, asimptomatik tetapi high risk (benturan langsung, jatuh ke permukaan keras dll, khususnya usia lebih dari 50 tahun).

MANFAAT SKULL X-RAY


- Fraktur : Tingkatan rIsiko perdarahan intrakranial - Fraktur terbuka, termasuk fraktur basis : Tingkatkan resiko infeksi - Fraktur depresi : Tingkatkan resiko epilepsi - Fraktur : Tunjukkan tempat operasi atau lesi masa - Pneumocephalus : Tunjukkan adanya fraktur basis yang merobek durameter

KRITERIA M.R.S
1. 2.

3.

4.
5.

Penurunan kesadaran lebih dari 5 menit, amnesia Tanda-tanda atau gejala-gejala neurologis, termasuk nyeri kepala dan muntah yang menetap Klinis sulit dinilai seperti mabuk, epilepsi Penyakit lain : DM, koagulopati dll Fraktur tengkorak

KRITERIA M.R.S
6. Rhinorrhea, otorrhea 7. Tidak ada CT scan 8. CT scan abnormal 9. Tidak ada penyerta di rumah atau rumah jauh 10. Umur lebih dari 50 tahun 11. Anak-anak 12. Cedera lain bermakna

KRITERIA KONSUL BEDAH SARAF


1. 2. 3. 4. 5. 6. Fraktur, Curiga fraktur basis GCS < 15 Kejang, Gejala-tanda neurologis Peningkatan nyeri kepala Cedera tembus CT scan abnormal

INDIKASI RUJUK BEDAH SARAF


1. 2. 3. 4. 5. 6.

GCS < 9 Nyeri kepala, muntah, GCS 9 13 menetap dalam 2 jam MRS Penurunan GCS 2 point atau lebih Tanda neurologis fokal Cedera tembus Fraktur depresi / terbuka

INFORMASI PASIEN

1. 2. 3. 4.

Nama dan umur pasien Mekanisme dan waktu trauma Status kardiorespirasi Tekanan darah, nadi, respirasi dan saturasi O2 (bila ada) 5. GCS 6. Ukuran dan respon pupil kanan dan kiri

INFORMASI PASIEN

7. Pola motorik 8. Perubahan-perubahan selama observasi 9. Cedera di luar otak 10. Hasil-hasil pemeriksaan tambahan 11. Penyakit medis sebelumnya 12. Dokter pengirim, lokasi dan nomor telepon

SET TRANSPORTASI

Infus set NaCl 0,9 Oksigen Ambubag Mayo/orofaringeal airway Suction Spuit Mannitol Diazepam Adrenalin CPZ Aquabidest Kapas Alkohol Plester Handcshoen Verband Elastic bandage Set imobilisasi Set intubasi - portable respirator

TINDAKAN AWAL PTIK


Elevasi kepala 30. Normovolemia. TPO lebih dari 70 mmHg. PaO2 sekitar 100 torr, PaCO2 35 torr, saturasi 95% Normotermia. Cegah kejang Sedasi dan analgesia. Hindari anemia

INDIKASI TERAPI HTIK


1. ICP > 15-20 mmHg 2. CT scan penyempitan ventrikel III dan sisterna dorsalis 3. Gejala klinis herniasi otak

TERAPI HTIK

a. b. c. d. e. f. g.

Drainage CSS : Mannitol : Hiperventilasi Furosemide Barbiturat Hipotermia ringan Steroid (hanya methilprednisolon)

PEGANGAN TATALAKSANA CK

1. Airway, proteksi leher 2. Breathing oksigenasi 3. Terapi syok Kontrol perdarahan 4. Pertahankan normovolemik 5. Pemeriksaan neurologis lengkap dini dan tetapkan diagnosis 6. Cegah cedera otak sekunder 7. Nilai dan terapi cedera non serebral 8. Foto tengkorak atau CT bila status kardiorespirasi stabil

PEGANGAN TATALAKSANA CK
9. Konsultasi bedah saraf dini dan transfer > stabilisasi. 10. Periksa status neurologi berulang. 11. Intubasi pada semua cedera kepala berat, kecuali ada kontra indikasi 12. Protokol penanganan dan pedoman pasien rujuk 13. Sarana ambulans harus memenuhi syarat 14. ATLS tenaga medik dan BTLS paramedik, PH-TLS dan basic ambulance protocol untuk kru ambulan 15. Penanganan cedera kepala sedang dan berat harus di RS yang ada fasilitas CT / bedah saraf.

TERIMA KASIH

Anda mungkin juga menyukai