Anda di halaman 1dari 21

Fesy Miranti

Vestibular
pembentuk koklearis.

Schwannoma
mielin dari

atau
saraf

neuroma
vestibulo

akustik, adalah tumor jinak dari sel Schwann

biasanya muncul dari bagian medial kanalis auditori internus atau lateral cerebellopontine angle (CPA).1,2

1.
2.

Idiopatik Neurofibromatosis (NF2)

Tergantung

pertumbuhan dan ukuran tumor Saat tumor masih berada dalam kanalis auditorius interna mungkin akan menimbulkan gejala awal seperti

Gangguan pendengaran yang biasa nya unilateral Tinitus unilateral Gangguan vestibularis berupa vertigo Selain itu bisa juga menekan nervus kranalis VII dengan gejala parase wajah satu sisi.

Saat

tumor mencapai diameter 2cm dan sudah berada di cerebellopantine angle, tumor akan menekan permukaan lateral batang otak yang jika tumor tumbuh lebih besar akan mendorong batang otak ke arah yang berlawanan. Menyebabkan : Pendengaran semakin memburuk disequilibrium

Saat

tumor mencapai diameter 4 cm tumor

berkembang ke arah depan dan menekan saraf trigeminus yang menimbulkan gejala

nyeri wajah satu sisi.


Dan

apabila tumor berkembang ke arah

bawah akan menekan saraf IX, X, XII dan menyebabkan kesulitan menelan.

Dan

jika tumor terus tumbuh melebihi

diameter 4 cm, maka tumor akan menekan otak kecil dan secara tidak langsung akan

menyebabkan
obstruktif.
Terjadinya

terjadinya

hidrocepalus

hidrocepalus akan menyebabkan

terjadinya peningkatan tekanan intraktanial dengan gejala nyeri kepala, mata kabur,

serta mual dan muntah

Audiometri

Test Audiometri nada murni dan test audiometri pidato merupakan pemeriksaan yang efektif untuk mengevaluasi pendengaran
Test

Audiometri nada murni untuk melihat seberapa baik seseorang bisa mendengar nada yang berbeda volume dan pitch dan Test Audiometri pidato untuk melihat seberapa baik seseorang dapat mendengar dan mengakui pidato

Auditory

Brainstem Responses (ABR) Tes ABR diperlukan untuk memberikan informasi prognostik untuk pelestarian pendengaran setelah tindakan bedah mikro. Pemeriksaan dengan ABR kurang sensitif mendeteksi tumor yang kecil sensitivitas nya hanya 58% untuk mendeteksi lesi 1cm

Pemeriksaan

Vestibular

Electronystagmography

(ENG). test ini mengevaluasi keseimbangan (vestibular) fungsi dengan mendeteksi gerakan mata yang abnormal berirama (nystagmus) untuk menentukan prognosis dalam memprediksi vertigo pasca operasi dan kemungkinan konservasi pendengaran

Computed Tomography (CT)

CT scanning dapat menunjukkan erosi tulang pada kanalis auditori internus.

Pasien yang tidak dapat diperiksa dengan MRI (claustrophobia, pacemaker jantung) dapat di scan dengan CT.

Vestibular Schwannoma terlihat sebagai massa oval


yang berada di tengah kanalis auditori internus dengan non homogeneous enhancement.7

Magnetic

Resonance Imaging (MRI)

MRI adalah gold standard dalam diagnosis Vestibular Schwannoma Dengan MRI jarang terjadi false negatif, kecuali bila dipakai irisan tebal (> 10 mm). False positif juga jarang, dan paling sering berhubungan dengan neuritis viral saraf ke tujuh atau ke delapan.4

Berdasarkan pemeriksaan radiologist ( CT Scan atau MRI ) membagi Neuroma Akustik menjadi 4 grade : Grade 1 2 3 4 Ukuran tumor 0-10 mm, intracanalicular 10-20 mm total, 0-10 mm ekstrameatal Up to 30 mm total >30 mm, brain stem deformation

Ada tiga pilihan penatalaksanaan pasien Vestibular Schwannoma:


Observasi

dengan pencitraan serial Bedah mikro Stereotactic radiosurgery dan radioterapi

Untuk

tumor kecil pada orang tua. Rata- rata pertumbuhan bervariasi 1 atau 2 mm per tahun. Pasien dengan pertumbuhan tumor yang lambat selama 3 tahun Karena tingkat pertumbuhan tumor tidak dapat ditentukan pada pemeriksaan pencitraan pertama, maka diulang pada 6 bulan dan setahun jika tidak terlihat adanya pertumbuhan yang berarti.

Ada 3 pendekatan bedah mikro: Translabirintin (TL). Retrosigmoid (RS) Middle fossa (MF)

Pendekatan utama untuk mengangkat Vestibular Schwannoma adalah pendekatan translabirintin. Beberapa keuntungan teknik translabyrinthine :

Teknik ini memberikan ruang yang lebar untuk operasi tumor yang terletak yang menekan bagian lateral batang otak. Tidak diperlukan retraksi serebelum. Kanalis auditori interna tampak terlihat dengan baik demikian juga nervus fasialis akan terlihat dengan jelas sehingga lesi fasialis dapat dihindari dan jika harus dikorbankan nervus fasialis dapat disambung kembali baik anastomose langsung maupun menggunakan grafi. Kejadian kebocoran cairan serebrospinal lebih kecil dibandingkan transigmoid dan subtemporal ( middle fossa approach ).

Beberapa kerugian teknik translabyrinthine :

Preservasi fungsi pendengaran sangat tidak mungkin


bisa dilakukan.

Diperlukan penutup / graft untuk menutup luka sehingga menimbulkan luka di tempat lain ( biasanya graft lemak diambil dari dinding abdomen ).

Sinus sigmoid lebih sering mengalami cidera dan jika terjadi perdarahan akan lebih sulit dikendalikan. Oleh karena lapangan operasi yang sempit.

Pendekatan

ini berguna pada pasien dengan pendengaran yang baik praoperasi Keuntungan nya:

Kemampuan menjaga fungsi pendengaran Dapat mengangkat semua ukuran tumor. Sakit kepala persisten pasca operasi, Kesulitan untuk mengatasi kebocoran CSF, perlu retraksi serebelar

Kerugian pendekatan adalah

Seluruh

kanalis auditori internus dapat diakses tanpa mengganggu telinga dalam Tumor intrakanalikular dapat diangkat sementara pendengaran juga dapat diselamatkan Dengan ukuran tumor kurang dari 1,5- 2 cm, termasuk bagian intrakanalikular.3,7 Kekurangan pendekatan ini adalah retraksi lobus temporalis