Anda di halaman 1dari 11

Kontrak Sosial

John Locke
manusia yang satu dengan lainnya

pada dasarnya sama manusia di dalam dirinya mempunyai akal yang mengajar prinsip bahwa karena menjadi
sama dan independen manusia

tidak perlu melanggar dan merusak atau mengganggu kehidupan manusia lainnya.

John Locke
Akan tetapi, ketika pikiran baik tadi

disertai dengan nafsu, maka akan menjadi tidak terkontrol dan melanggar hak-hak orang lain.
Padahal manusia tidak punya cukup kekuasaan untuk main hakim sendiri terhadap sesamanya. Sehingga masih terdapat potensi terjadinya ketidakamanan. Maka manusia lagi-lagi menyerahkan haknya dalam hal ini sebagian- kepada pihak yang diajak

membuat kontrak sosial untuk menjamin keamanan mereka.

John Locke
Menurut Locke, ada tiga pihak dalam kontrak sosial ini, yaitu :

1. pencipta kepercayaan (the trustor), 2. yang diberi kepercayaan (the trustee), 3. yang menerima manfaat dari pemberian kepercayaan tersebut (the beneficiary)

John Locke
Antara trustor dan trustee terjadi kontrak yang menyebutkan bahwa trustee harus patuh pada beneficiary, sedangkan antara trustee dan beneficiary tidak terjadi kontrak sama sekali. Trustee hanya menerima obligasi dari beneficiary secara sepihak. Dalam hal ini, the trustee adalah pemerintah atau pemegang kekuasaaan, di mana ia bertanggung jawab kepada beneficiary dengan kewenangan yang terbatas.

Beneficiary dan the trustor adalah masyarakat.

John Locke
Dari uraian Locke, tampak nyata bahwa

sumber kewenangan dan pemegang kewenangan dalam teori Locke tetaplah masyarakat. Oleh karena itu
kewajiban dan kepatuhan politik masyarakat kepada pemerintah hanya berlangsung selama pemerintah masih dipercaya. Apabila hubungan kepercayaan (fiduciary trust) putus, pemerintah tidak mempunyai dasar untuk memaksakan kewenangannya, karena hubungan kepercayaan maupun kontraktual sifatnya adalah sepihak.

Jean Jacques Rousseau


Pada dasarnya manusia itu sama. Pada kondisi alamiah antara manusia yang satu dengan manusia yang lain tidaklah terjadi perkelahian. Justru pada kondisi alamiah ini

manusia saling bersatu dan bekerjasama. Kenyataan itu disebabkan oleh


situasi manusia yang lemah dalam menghadapi alam yang buas. Masingmasing menjaga diri dan berusaha menghadapi tantangan alam. Untuk itu mereka perlu saling menolong, maka terbentuklah organisasi

sosial yang memungkinkan manusia bisa mengimbangi alam.

Jean Jacques Rousseau


Walaupun pada prinsipnya manusia itu sama, tetapi alam, fisik dan moral menciptakan ketidaksamaan. Muncul seseorang yang mendominasi dan memiliki hak-hak istimewa sehingga

berpotensi terjadi kekuasaan tunggal (I Basis Susilo, 1988). Untuk


menghindari terjadinya kekuasaan tunggal ini, maka perlu dibentuk

sebuah kontrak sosial dalam masyarakat.

Jean Jacques Rousseau


Dalam masyarakat terdiri atas kehendak bebas dan kehendak umum. Kehendak bebas ini
mengedepankan kehendakkehendak pribadi masyarakat. Kehendak bebas dari semua tidak harus tercipta oleh jumlah orang yang berkehendak (the quantity of the subjects), akan tetapi harus tercipta oleh kualitas kehendaknya (the quality of the object sought).

Jean Jacques Rousseau


kehendak umum lebih
mengedepankan pada keputusan terbaik yang dapat diperoleh masyarakat. Kehendak umum (volonte generale) menciptakan negara yang memungkinkan manusia menikmati kebebasan yang lebih baik daripada kebebasan yang mungkin didapat dalam kondisi alamiah. Kehendak umum menentukan yang terbaik bagi masyarakat, sehingga apabila ada orang yang tidak setuju dengan kehendak umum itu maka perlulah ia dipaksa untuk tunduk pada kehendak umum itu karena ini sudah merupakan keputusan yang terbaik.

Jean Jacques Rousseau


Rousseau menilai bahwa kehendak umum ini merupakan tugas dari lembaga legislatif, yang membawahi lembaga eksekutif, untuk menentukan keputusan yang terbaik bagi masyarakat. Walau demikian Rousseau sebenarnya menekankan pentingnya demokrasi primer (langsung), tanpa perwakilan, dan tanpa perantaraan partai-partai politik. Dengan demikian masyarakat, lewat kehendak umum, bisa secara total memerintah negara.