Anda di halaman 1dari 21

OTITIS EKSTERNA

OLEH : ZAKWAN BIN AHMAD 0902005208

PENDAHULUAN
radang liang telinga akut maupun kronis disebabkan

oleh bakteri maupun jamur (otomikosis). Faktor pencetus -kelembaban, penyumbatan liang telinga, trauma lokal, alergi. sering dijumpai pada daerah-daerah yang panas dan lembab. dapat diderita oleh semua orang dan berbagai usia. Pengobatan otitis eksterna amat sederhana tetapi membutuhkan kepatuhan penderita

Anatomi

Etiologi
infeksi bakteri-Staphyilococcus aureus,

Staphylococcus albus, E.Coli. Jamur-Candida atau Aspergilus sp pemaparan terhadap air, trauma mekanik dan goresan atau benda asing dalam liang telinga, berenang dalam air yang tercemar

Manifestasi Klinis
nyeri telinga (otalgia)- sedang sampai berat

berkurangnya atau hilangnya pendengaran.


Tinnitus. Demam.

discharge yang keluar dari telinga.


gatal-gatal (khususnya pada infeksi jamur atau otitis

eksterna kronik).

Diagnosis
Anamnesis

Pemeriksaan MAE terisi sekret serus (alergi), purulen (infeksi kuman), keabu-abuan atau kehitaman (jamur). Kulit MAE edema, hiperemi merata sampai ke membrana timpani. Pembesaran kelenjar regional daerah servikal antero superior, parotis atau retro aurikuler. Pada furunkel didapatkan edema, hiperemi pada pars kartilagenus MAE, nyeri tarik aurikula dan nyeri tekan tragus. Bila edema hebat membran timpani dapat tidak tampak.6

Diagnosis Banding
Perikondritis yang berulang.

Kondritis.
Furunkulosis dan karbunkulosis Dermatitis, seperti psoriasis dan dermatitis

seboroika

Komplikasi
Abses

Stenosis MAE
Inflamasi atau perforasi membran timpani Selulitis

Penatalaksanaan

MAE dibersihkan dengan menggunakan kapas lidi. Pemasangan tampon pita cm x 5 cm yang telah dibasahi dengan larutan Burowi filtrata pada MAE. Tampon secukupnya, tidak boleh diletakkan terlalu ke dalam (nyeri/bahaya melukai membran timpani, sulit mengeluarkan). Tampon setiap 2-3 jam sekali ditetesi dengan larutan Burowi agar tetap basah. Tampon diganti setiap hari. Larutan Burowi dapat diganti dengan tetes telinga yang mengandung steroid dan antibiotik. Apabila diduga infeksi kuman Pseudomonas diberikan tetes yang mengandung neomycine dan hydrocortisone. Pada infeksi jamur digunakan tetes telinga larutan asam salisilat 2-5% dalam alkohol 20%. Pada otitis eksterna kronik difus dapat diberikan triamsinolone 0,25% krim/salep atau dexamethasone 0,1%.

Antibiotik oral di berikan dengan pertimbangan bila infeksi cukup berat

LAPORAN KASUS
Identitas Penderita Nama : M Umur : 33 tahun Jenis Kelamin : Perempuan Pekerjaan : Karyawan Swasta Suku Bangsa : Indonesia Agama : Islam Alamat : Jl. Pidada no 31 A Denpasar Tgl Pemeriksaan: 10 September 2013

Anamnesa Keluhan Utama

: Sakit pada telinga kiri

Riwayat Penyakit Sekarang Pasien datang ke poliklinik THT RS Indera dengan keluhan sakit

pada telinga kiri sejak 10 hari sebelum pemeriksaan. Penderita mengatakan tiba-tiba terasa penuh kemudian telinga di bagian kiri terasa sakit. Telinga penderita sering dikorek-korek dengan jari atau cotton bud, terlebih sehabis mandi. Penderita merasa telinganya tidak pernah kemasukan sesuatu benda asing, namun pernah kemasukan air saat mandi kira-kira 3 sebelum keluhan timbul. Pendengaran dirasakan tidak ada perubahan. Riwayat pilek, panas badan, batuk, dan trauma atau benturan di telinga disangkal oleh penderita.

Riwayat Penyakit Dahulu Penderita pernah mengalami penyakit ini sebelumnya kira-kira 2 tahun yang laludan pernah berobat di Puskesmes tetapi keluhan ini lebih memburuk sekarang dibandingkan 2 tahun yang lalu. Riwayat sakit telinga, sakit gigi, infeksi saluran napas bagian atas, sakit tenggorokan disangkal oleh penderita. Penderita menyangkal memiliki riwayat penyakit diabetes melitus, tekanan darah tinggi, kelainan bawaan dan masalah penyakit lainnya.

Riwayat Penyakit dalam Keluarga Tidak ada anggota keluarga lain yang menderita keluhan seperti yang dikeluhkan oleh penderita. Riwayat penyakit berat dan metabolik seperti hipertensi dan diabetes pada keluarga disangkal.

Riwayat Alergi Penderita tidak memiliki riwayat alergi terhadap obat-obatan dan sumber-sumber allergen yang lain.
Riwayat Pengobatan Penderita menyatakan pernah mendapatkan pengobatan sebelumnya di Puskesmas 2 tahun yang lalu dengan keluhan yang sama.

Riwayat Pribadi dan Sosial Penderita merupakan seorang karyawan swasta. Ditempat kerja maupun tetangga penderita dikatakan tidak ada mengeluh keluhan serupa. Pasien tidak mempunyai riwayat merokok ataupun minum alkohol. Pasien juga mengaku memiliki kebiasaan mengorek kedua liang telinganya menggunakan cotton bud kurang lebih setiap hari setiap.

Pemeriksaan Fisik Status Present Keadaan umum : Baik Kesadaran : Compos mentis Tekanan Darah : 130/80 mmHg Nadi : 80 kali/menit Respirasi : 20 kali/menit T axilla : 36,5C

Status General Kepala : Normocephali Wajah : Simetris, parese nervus fasialis -/ Mata : Anemis -/-, ikterus -/-, r.pupil +/+, ukuran 3/3 mm isokor THT : Sesuai status lokalis Leher : Kaku kuduk (-), pembesaran kelenjar limfe -/, pembesaran kelenjar parotis -/-, pembesaran kelenjar tiroid (-) Thorak : Simetris Cor : S1S2 tunggal, reguler, murmur (-) Po : Vesikuler +/+, Rhonki -/-, Wheezing -/Ekstremitas :Hangat(+) odema(+)

Status Lokalis THT Telinga Status Daun Telinga Liang Telinga Discharge Membran Timpani Tumor Mastoid Tes pendengaran Weber Schwabach Rinne Tidak ada Lateralisasi Normal
(+)

Kanan Nyeri tekan aurikula (-) Oedema, hiperemia(-) Minimal Cair (-) Belum dapat dievaluasi Normal

Kiri Nyeri tekan aurikula (+) Oedema, hiperemia (+) Minimal Cair (-) Belum dapat dievaluasi Normal

Tidak ada Lateralisasi Normal


(+)

Hidung Status Hidung Luar Kavum Nasi Septum Discharge Mukosa Tumor Konka Sinus Koana Kanan Normal Lapang Deviasi (-) Merah muda Dekongesti ND ND Kiri Normal Lapang Deviasi (-) Merah muda Dekongesti ND ND

Tenggorok dan Laring Status Tonsil Mukosa Dispneu Sianosis Stridor Suara Dinding belakang Epiglotis Plika Vokalis Aritenoid Plika Ventrikularis Rimaglotis Kanan T1 Merah muda Normal Post-nasal drip (-) Tidak dievaluasi Tidak dievaluasi Tidak dievaluasi Tidak dievaluasi Tidak dievaluasi Kiri T1

Resume Pasien perempuan 33 tahun, Malang, Islam datang ke poliklinik THT RS Indera dengan keluhan sakit pada telinga kiri sejak 10 hari sebelum pemeriksaan. Penderita mengatakan tiba-tiba terasa penuh kemudian telinga di bagian kiri terasa sakit. Telinga penderita sering dikorekkorek dengan jari atau cotton bud, terlebih sehabis mandi. Penderita merasa telinganya tidak pernah kemasukan sesuatu benda asing, namun pernah kemasukan air saat mandi kirakira 3 sebelum keluhan timbul. Pendengaran dirasakan tidak ada perubahan.pasien merasakan keluhan ini untuk kedua kali Dari pemeriksaan fisik THT ditemukan telinga kiri hiperemis, odema, nyeri tarik dan tekan, MAE sempit membran timpani sulit dievaluasi.

Diagnosis Kerja Otitis eksterna sinistra Penatalaksanaan Membersihkan liang telinga Eritromisin 4 x 500 mg Paracetamol 3 x 500 mg KIE Kontrol kembali ke poli

Prognosis Dubius ad bonam. Karena belum ada tanda komplikasi