Anda di halaman 1dari 24

Peritonsilar abses

Nama: wayan tirta / 11.2012.178 Tutor:Dr. Retno Praptaningsih , Sp. THT

Definisi
Bentuk infeksi pada leher dan kepala yang sering dialami oleh dewasa muda (20-40 th). Merupakan terbentuknya abses pada space (rongga)sekitar tonsil

Anatomi

Anatomi

Etiologi
Disebabkan kuman aerob dan anaerob. Streptococcus hemoliticus merupakan penyebab tersering. Penyebab lainnya:

Patofisiologi
Kelenjar weber inflamasi fungsi terganggu infeksi
Exudative tonsilitis peritonsilitis peritonsil abses

Gejala klinis
Demam Odinofagia Trismus Hot potato voice Nyeri telinga ipsilateral

Pemeriksaan fisik
Pemeriksaan faring Pemeriksaan kgb

Pemeriksaan faring
Pembesaran tonsil unilateral Pilar anterior menjadi merah dan meradang Dislokasi uvula dan palatum molle

Pemeriksaan kgb

Pemeriksaan KGB
Didapatkan pembesaran kelenjar ipsilateral

Pemeriksaan penunjang
Ct scan Ultrasonografi intraoral Aspirasi abses

Ct scan
Dapat membedakan selulitis dan peritonsilar abses Didapatkan gambaran pus dan pembesaran tonsil

Ultrasonografi intraoral
Pemeriksaan non-invasive yang simpel Dapat menentukan dengan tepat letak pus berada Dijadikan guiding untuk aspirasi abses

Aspirasi abses
Tindakan diagnostik sekaligus terapi Pus yang diambil setelah itu dapat di dikultur Tata cara: a) Infiltrasi anestesi (campuran lidokain+epinefrine) b) Aspirasi

Diagnosis
Gejala untuk acuan diagnosis: Pembengkakan unilateral dari area peritonsil Pembengkakan unilateral dari palatum mole disertai dengan displacement dari ipsilateral tonsil Nonresolution dari akut tonsilitis disertai dengan pembengkakan unilateral tonsil yang persisten.

Diagnosis
Didukung dengan didapatkannya abses dari pemeriksaan penunjang

Terapi medikamentosa
Antibiotik (selama 10 hari)

Terapi medikamentosa
Kortikosteroid metilprednisolon 2-3 mg/KgBB (max 250 mg)

Pemberian kortikosteroid dikombinasikan dengan antibiotik

Terapi non-medikamentosa
Aspirasi dengan jarum Drainage dan insisi pada lipatan supratonsilar.