Anda di halaman 1dari 47

Christina, S. Kep., Ns., M.

Kep

Suatu

proses usaha memindahkan dari suatu tempat ke tempat lain tanpa ataupun mempergunakan bantuan alat Tergantung situasi dan kondisi lapangan

Pertimbangkan

masalah pasien Pertimbangkan kondisi lingkungan yang bisa membahayakan Pastikan tenaga dan peralatan yang tersedia Pertimbangkan kemampuan dan keterbatasan diri Angkat jika tidak bisa digulingkan, dorong atau tarik

Jaga

agar beban dekat dengan badan anda Gunakan kaki, paha, otot-otot di pantat dan perut untuk memindahkan benda berat (jng menggunakan punggung) Pastikan bahu, paha dan kaki dalam posisi tegak Usahakan agar jarak pemindahan pendek Hindari gerakan memutar Pastikan kepala dalam posisi tegak Hanya mengangkat sesuai dengan kemampuan

Mendorong

lebih baik daripada

menarik Memindah secara terkoordinasi dan lakukan komunikasi dengan anggota yang lain Perhitungkan kemampuan anak buah Bila diperlukan mintalah bantuan tenaga Pilih peralatan yang sesuai

Mengangkat

dengan posisi punggung tegak Hindari posisi membungkuk Posisikan kaki sesuai dengan lebar bahu Saat mengangkat, tekuk lutut, tegakkan punggung dan otot-otot perut Letakkan beban dipertengahan kaki Jarak antar telapak tangan sekitar 10 inchi jauhnya Untuk pegangan kuat, pegang beban dengan telapak tangan dan jari

Mendorong

lebih baik daripada

menarik Pertahankan posisi tubuh dalam satu garis Pastikan mendorong beban di antara pinggang dan bahu Hindari memindah dengan posisi membungkuk Hindari memindah beban di atas kepala

Proses

pemindahan dapat dilakukan oleh dua-empat penolong dengan menggunakan alat bantu : Kursi kayu Tandu/usungan : dari bahan kayu, bambu, selimut, logam Tempat tidur beroda Kendaraan : motor, mobil, ambulance, pesawat, helikopter

Tenaga

penolong satu orang - Human crutch & drug methode - Cradel - Pick a back Tenaga penolong 2 orang - Two handed seat - The fore and aft carry - Kursi

Kondisi korban

Satu penolong

Dua penolong

Sadar dan mampu berjalan

Cara human crutch

Cara human crutch

Sadar dan tidak mampu berjalan

Cara piggyback atau kasus dengan berat badan ringan

Cara two handed seat atau fore and aft carry

Tidak sadar

Cara cradle atau drag Cara fore and aft carry

Melakukan

pemindahan hanya ketika ada keadaan situasi / lokasi yg membahayakan penolong atau pasien

Api/bahaya

terbakar Bahaya ledakan/bahan-bahan berbahaya lain Kesulitan melindungi pasien dari bahaya lain di lokasi Kesulitan memberikan pertolongan karena lokasi atau posisi pasien

An

emergency move = pemindahan segera--dilakukan ketika terdapat bahaya yg mengancam pasien atau penolong An urgent move = dilakukan ketika butuh pertolongan segera dan harus dipindahkan dengan cepat A non urgent move = dilakukan bila tidak ada ancaman nyawa dan pasien dapat dipindah dalam kondisi normal

Dilakukan

bila pasien dalam bahaya dimana mungkin pemeriksaan awal belum dilakukan atau pasien belum distabilisasi Pemindahan dilakukan agar perawatan segera diberikan Pemindahan itu mungkin bukan pemindahan yang ideal

Dilakukan

bila kondisi pasien membutuhkan pemindahan segera (perubahan tingkat kesadaran, shock, ventilasi kurang mencukupi) Mungkin membutuhkan ekstrikasi (membebaskan sesuatu dari jeratan) dengan cepat Mungkin tidak memberikan perlindungan yang optimal

Dilakukan

bila kondisi pasien dan lingkungan stabil Pemindahan bisa dilakukan dengan penggunaan waktu yang sesuai : kecepatan bukan prioritas utama

Clothes

drag (tarikan baju) Blanket drag (tarikan selimut) Arm-to-arm drag Fire fighter drag Emergency drag from a vehicle

Tantangan

: terlalu curam, pijakan kaki terlalu sempit, anak tangga tertutup oleh material, tangga membelok tajam Pelajari tantangan yang ada, bersihkan halhal yg menghalangi jalan, periksa kembali sebelum membawa pasien naik/turun tangga Uapayakan mendapatkan tenaga lain yg akan membantu dibelakang pembawa stretcher yg sedang berjalan mundur Bila membawa pasien yg berat menaiki tangga, pakailah 2 orang dibagian atas

Ketahuilah

berat beban yg akan diangkat Minimal 2 orang Bila diperlukan mintalah bantuan tenaga Ketahuilah batas beban maksimal strecher Mengangkat dengan posisi jongkok Pegangan strecher dengan kuat dan posisi tangan menghadap ke atas, jari tangan dalam keadaan rapat

Mengangkat

dengan posisi punggung

terkunci Saat menurunkan strecher gunakan langkah yang sebaliknya Hindari posisi membungkuk Hindari gerakan memutar

Wheeled ambulance stretcher

Stair chair Portable stretcher

Backboard

Scoop stretcher Short backboard device

Latar
-

belakang Kondisi geografis dan tehnis : Indonesia negara kepulauan Belum semua daerah : dilengkapi sarana komunikasi memadai, sarana transportasi memadai Pada bencana alam/buatan manusia, perangkat telepon rawan lumpuh

Pelayanan

gawat darurat sehari-hari Indikasi rujukan lebih tepat sasaran Persiapan pra rujukan lebih baik Diskusi jarak jauh pra & pasca transfer pasien Konsultasi Penanganan musibah/bencana Early warning lebih cepat Koordinasi multi sekto lebih baik Pemecahan rasa terisolasi

Pada

musibah masal akan jatuh korban dengan jumlah jauh melebihi kemampuan yang tersedia Untuk itu diperlukan sarana komunikasi dan pengendalian kegiatan semua fasilitas medik yang dapat dimobilisasi agar tercapai efisiensi & efektifitas pertolongan ditengah keterbatasan tenaga, sarana & pendukung lainnya

Sistem

komunikasi yg digunakan untuk pelayanan medik/kesehatan terutama pasien gawat darurat Tujuan : Meningkatkan mutu pelayanan medik melalui rujukan komunikasi jarak jauh dalam mengatasi masalah gawat darurat

Jaringan pelayanan masyarakat (frek terbuka) Jaringan yg disiapkan untuk menampung informasi dari masyarakat dengan menggunakan fasilitas komunikasi yg ada di masyarkat

Jaringan

dinas (frek tertutup) Jaringan komunikasi khusus untuk hubungan komunikasi antar petugas medik (dokter, perawat, pengemudi ambulans)

Jaringan

khusus (frek tertutup) Jaringan komunikasi khusus untuk hubungan antar instansi medik

Berita

dapat sampai pada saat itu juga dan langsung dapat diterima oleh beberapa pihak Tidak tergantung dengan jaringan telepon
KELEMAHAN Gangguan dari pengguna frekuensi yang kurang tertib

Berbahasa

indonesia yg baik dan benar Singkat jelas dan mudah dimengerti Cara penyampaian berita : - Identitas pelapor - Alamat rumah - Jenis kejadian - Lokasi kejadian - Jumlah dan keadaan korban

Sebut
Posisi Data

nama dan status

penderita : jenis kelamin & umur Keadaan penderita Tindakan yg sudah dilakukan Lama perjalanan

Pastikan

bahwa berita yg hendak disampaikan adalah benar Usahakan saat berbicara tepat berada didepan mic, agar berita dapat diterima dengan jelas Berbicara dengan nada yg jelas dan tepat krn ketepatan berita dalah utama, kecepatan adalah kedua

Tekan

PTT (push to transmit) tunggu 3-4 detik, baru menyampaikan berita Jarak bibir dng mikrophone 10-15 cm Setelah pembicaraan selesai tunggu 3-4 detik, baru lepas PTT

PA 118 : IGD RSAUB monitor ambulan 118 memanggil ORM : Selamat siang, silakan masuk yg memanggil IGD RSAUB PA 118 : Selamat siang, nama Budi perawat ambulan 118 posisi di Jl Basuki Rahmat .. Ganti. ORM : Ada yg bisa dibantu Mas Budi ? Ganti. PA 118 : Kami akan membawa penderita korban KLL seorang perempuan, umur 25 th . Ganti. ORM : Bagaimana keadaan korban ? Ganti PA 118 : Korban tidak sadarkan diri, dg cedera pd kepala, ada trauma dada .Ganti. ORM : Tindakan apa yg sudah anda lakukan Ganti. PA 118 : Pemberian oksigen, infus, pembidaian, kami akan tiba di IGD 15 menit lagi. ORM : Terima kasih informasinya, secepatnya dikirim, kami persiapkan.. Stand by.