Anda di halaman 1dari 39

Katarak Hipermatur

Pembimbing: Dr. Saptoyo Argo Morosidi, SpM Penyusun: Mohammad Rusydan Bin Abdul Fattah 11 2012 050

Katarak
Apa itu katarak? Menurut WHO (2013), katarak didefinisikan sebagai kekeruhan lensa yang menghalang penglihatan mata.
cataract is clouding of the lens of the eye which prevents clear vision

Anatomi

Lensa
Jaringan yang berasal dari ektoderm permukaan, berbentuk cakram. Terletak di dalam mata, di belakang iris, bersifat bening. Terdiri daripada zat tembus cahaya. Dapat menebal dan menipis saat akomodasi.

Anatomi Lensa
Bentuk: lempeng cakram bikonveks. Letak: di dalam bilik mata belakang (COP). Dibentuk oleh sel epitel lensa serat lensa di dalam kapsul lensa.

Anatomi Lensa

Anatomi Lensa

Anatomi Lensa

Fisiologi Lensa
Sifat fisiologi lensa: - kenyal atau lentur (untuk akomodasi) - transparan (jernih) - terletak di tempatnya Sifat patologi lensa: - tidak kenyal (presbiopia) - keruh (katarak) - tidak berada di tempat (subluksasi & dislokasi)

Katarak
Berasal dari perkataan Katarrakies (Yunani), cataract (Inggeris), cataracta = air terjun. Biasa terjadi pada orang usia lanjut, tapi dapat juga kerana kongenital atau komplikasi penyakit lain.

Katarak

Katarak

Katarak
Penyebabnya sampai sekarang belum diketahui secara pasti, diduga terjadi karena : Hidrasi cairan lensa: penimbunan air diantara serabut serabut lensa / absorpsi intraseluler yang biasanya ditentukan oleh tekanan osmotik. Denaturasi protein lensa: perubahan kimiawi dari kandungan protein lensa, dimana protein yg semula larut dlm air menjadi tidak larut dalam air

Katarak
Akibat kekeruhan lensa maka penglihatan berangsur-angsur berkurang, pada katarak matur mula-mula penglihatan kabur, ganda dan berkabut, retina hanya dapat mengenali sinar yang datang. Merasa silau terhadap sinar matahari, sukar melihat benda yang menyilaukan. Dan kadang merasa seperti ada film didepan mata seperti ada titik gelap di depan mata.

Katarak
Pada pupil akan terlihat gambaran kekeruhan lensa yang biasanya berwarna putih. Warna pupil dapat berwarna kuning atau coklat. Penglihatan malam atau pada penerangan kurang sangat menurun. Pada penerangan yang keras atau sinar matahari kuat akan sangat sukar akibat adanya rasa silau. Malam disaat melihat cahaya terang dapat terlihat adanya halo atau warna pelangi disekitar sumber cahaya

Klasifikasi Katarak
Katarak kongenital - usia di bawah 1 tahun. Katarak juvenil - sesudah usia 1 tahun. Katarak senil - setelah usia 50 tahun.

Katarak Senilis
Secara klinis, katarak senilis dibagikan kepada 4 stadium, yaitu: - stadium insipien - stadium imatur - stadium matur - stadium hipermatur

Katarak Hipermatur
Katarak yang mengalami proses degenerasi lanjut. Lensa dapat menjadi keras atau lembek dan mencair.

Klasifikasi Katarak Hipermatur


Katarak Senilis Hipermatur

Katarak Morgagni Hipermatur

Katarak Sklerosis Hipermatur

Katarak Morgagni Hipermatur


Korteks lensa mencair dan kelihatan berwarna putih susu (milky white color). Nukleus berada di bawah lensa. Dapat kelihatan deposti kalsium pada kapsul lensa.

Katarak Sklerosis Hipermatur


Juga dikenal sebagai nuclear cataract atau sclerosis cataract. Korteks lensa terdisintegrasi. Lensa mengecil. Kapsul anterior mengkerut. Katarak kapsular putih yang padat di area pupil. Bilik depan mata (COA) yang dalam. Iris yang sering bergerak-gerak (tremulous iris)

Katarak Sklerosis Hipermatur


Peningkatan kemasukkan yang signifikan protein tidak larut air. Lensa menjadi lebih elastik dan hilang keupayaan berakomodasi. Perubahan yang berlaku di sentral lensa merebak ke perifer. Penimbunan (deposit) banyak pigmen memberi warna pada nukleus.

Katarak Sklerosis Hipermatur

Penatalaksanaan
Pengobatan katarak senilis biasanya melibatkan tindakan bedah. Sehingga kini, belum ada terapi medika mentosa yang wujud untuk memperlambat, mencegah atau menyembuhkan (reverse) perkembangan katarak senilis. Aldose reductase inhibitors (Epalrestat, Ranirestat) menunjukkan hasil yang baik dalam memperlambat katarak pada hewan. Beberapa obat anti katarak sedang diuji termasuklah sorbitol-lowering agents, aspirin, glutathione-raising agents, and anti oksidan (vitamins C dan E).

Terapi definitif bagi katarak adalah operasi ektraksi lensa. Sebelum operasi, satu evaluasi preoperatif harus dilakukan melibatkan penjelasan prosedur operasi dan risikonya. - tidak semua katarak senilis harus dioperasi saat didiagnosis. Hal ini tergantung sama ada visus terganggu secara signifikan dan fungsional. - atau pasien tidak bersedia secara medis, psikologis, atau finansial.

Beberapi terapi operatif yang diguna dalam upaya penyembuhan katarak adalah seperti: - Operasi katarak ekstrakapsular (EKEK/ ECCE) - Small incision cataract surgery (SICS) - Operasi katarak intrakapsular (EKIK/ ICCE) - Fakoemulsifikasi

Operasi katarak ekstrakapsular (EKEK/ ECCE)


Melibatkan pengeluaran nukleus lensa melalui bukaan di kapsul anterior dengan meninggalkan kapsul posterior. Kapsul lensa anterior dipecahkan dan massa lensa dan korteks lensa dikeluarkan. Komplikasi dari operasi jenis ini dapat menimbulkan katarak sekunder.

Small incision cataract surgery (SICS)


Modifikasi dari ekstraksi katarak ekstrakapsular. Lebih menjanjikan dengan insisi konvensional karena penyembuhan luka yang lebih cepat, astigmatisme yang rendah, dan tajam penglihatan tanpa koreksi yang lebih baik

Operasi katarak intrakapsular (EKIK/ ICCE)


Operasi dilakukan dengan mengeluarkan seluruh lensa bersama kapsul.

Fakoemulsifikasi
Teknik mengeluarkan lensa hampir sama dengan EKEK, yaitu ektraksi lensa daripada bukaan di kapsul anterior atau anterior capsulotomy. Fakoemulsifkasi memberikan kelebihan dengan menggunakan insisi yang lebih kecil berbanding EKEK seterusnya meminumkan komplikasi yang terjadi daripada penutupan luka yang tidak sempurna. Hasil penelitian membuktikan, rehabilitasi penglihatan yang lebih cepat dan penyembuhan luka yang lebih cepat. Perlu mesin dan alat medis yang lebih canggih untuk melakukan operasi ini.

Post Operasi Katarak


Follow up post operatif penting untuk memonitor rehabilitasi visus. Mendeteksi komplikasi yang terjadi post operasi. Kortikosteroid seperti Deksamethason diberi guna sebagai kontrol respon inflamasi post operasi. Antibiotik seperti Ciprofloxacin sebagai profilaksis. NSAID juga bisa diberi untuk nyeri dan inflamasi post operasi.

Preventif
Faktor usia adalah faktor risiko paling signifikan pada kasus katarak senilis. Tiada penelitian yang membuktikan mengurangi atau mencegah beberapa faktor risiko lain katarak dapat mencegah katarak, yaitu: - pajanan sinar UV - hiperkolerterolemia - diabetes mellitus

Komplikasi
Uveitis Glaukoma