Anda di halaman 1dari 55

Ruas Surabaya - Gresik

Ruas Juanda

Tire Load - Repetisi

Surface

Base

Subgrade

( a ) Surface Failure

Tire Load - Repetisi

Surface

Base

Subgrade

( b ) Base Failure

Tire Load - Repetisi

Surface

Base

Subgrade

( c ) Subgrade Failure

Dapat mengindentifikasi tipe-tipe kerusakan yang umum terjadi pada jalan Melakukan evaluasi terhadap masing-masing tipe kerusakan tersebut Memahami metode perbaikan yang tepat terhadap masing-masing tipe kerusakan tersebut.

Dapat mengindentifikasi kerusakan Dapat mengindentifikasi tipe perbaikan yang tepat

Lalulintas
peningkatan baik dalam repetisi maupun besarannya.

Air
air hujan system drainasae jalan yang tidak baik naiknya air akibat kapilaritas.

Material konstruksi perkerasan


propertisnya sendiri pengolahan yang kurang benar.

Iklim
pada daerah dengan pebedaan suhu yang ekstrim

Kondisi tanah dasar yang tidak stabil


sifat tanah dasarnya yang memang kurang/ tidak stabil, pelaksanaan perbaikan / pemadatan yang kurang baik

Jenis kerusakan Tingkat kerusakan Jumlah kerusakan yang terjadi

Retak Distorsi Cacat Permukaan Pengausan Kegemukan Penurunan pada Bekas Penanaman Utilitas

Retak halus Retak Kulit Buaya Retak Pinggir Retak Sambungan Jalan Retak Refleksi

LOKASI :
Umumnya pada alur roda

CIRI-CIRI :
Tampak retakan dengan arah tidak beraturan dan saling berpotongan. Lebar retakan : < 2 mm (retak rambut)

KEMUNGKINAN PENYEBAB UTAMA :


konstruksi perkerasan tidak kuat mendukung beban lalu-lintas yang ada. lapis permukaan terlalu tipis pemilihan campuran yang terlalu kaku untuk lapis permukaan yang tipis. kelelahan lapis permukaan akibaat beban lalulintas dan umur jalan. daya dukung tanah (badan jalan) sangat rendah atau menurun akibat meresapnya air kedalam konstruksi perkerasan. stabilitas atau pemadatan lapis permukaan tidak memadai.

AKIBAT :
Bila dibiarkan, kerusakan jalan akan lebih parah karena pengaruh air yang meresap. Retak rambut akan berkembang menjadi retak kulit buaya. Retak kulit buaya akan berkembang menjadi lubang dan ambles

Ciri-ciri:
adanya celah lebih kecil

Penyebabnya
bahan perkerasan yang kurang baik tanah dasar yang kurang stabil.

Metode pemeliharaannya
menggunakan lapis latasir, atau buras. perbaikan system drainase.

CIRI-CIRI:
Retak ini adalah saling berangkai membentuk serangkaian kotak-kotak kecil yang menyerupai kulit buaya. Lebar retakan : > 2 mm

TINGKAT KERUSAKAN :
Diukur dengan lebar retakan (mm) dan luas retakan (m2).

KEMUNGKINAN PENYEBAB UTAMA :


konstruksi perkerasan tidak kuat mendukung beban lalu-lintas yang ada. lapis permukaan terlalu tipis pemilihan campuran yang terlalu kaku untuk lapis permukaan yang tipis. kelelahan lapis permukaan akibaat beban lalulintas dan umur jalan. daya dukung tanah (badan jalan) sangat rendah atau menurun akibat meresapnya air kedalam konstruksi perkerasan. stabilitas atau pemadatan lapis permukaan tidak memadai.

Faktor Campuran yang berpengaruh


Air Voids Asphalt Viscosity Asphalt Content Gradation Density

Campuran yang kurang berpengaruh


Stabilitas Marshall

Pengaruh Air Voids

Fatigue Life

Air Voids, %

Pengaruh Temperatur

Fatigue Life

Temperature, oF

Pengaruh Asphalt Content

Fatigue Life

Asphalt Content, %

Pengaruh Gradasi

Fatigue Life

% Passing No. 200

AKIBAT :
Bila dibiarkan, kerusakan jalan akan lebih parah karena pengaruh air yang meresap. Retak rambut akan berkembang menjadi retak kulit buaya. Retak kulit buaya akan berkembang menjadi lubang dan ambles.

USAHA PERBAIKAN :
Dengan melakukan Overlay

Densification/One Dimensional Consolidation


Excessive air voids Inadequate compaction

Plastic Flow /Lateral Movement of Mix


Hilangnya tegangan geser pada campuran Kurangnya air voids pada campuran, shg. Aspal beralih fungsi menjadi minyak daripada pengikat

Mechanical Deformation
Akibat lapis di bawahnya

Undercompaction can cause densification or consolidation type rutting Overcompaction can cause Plastic Movement

% Air Voids
3 6-8 > 10

Dampak
Setelah pemadatan. Campuran dapat menjadi Overdensified setelah dibuka trafik Setelah pemadatan. Setelah 3 tahun = 3 5%. Cukup Akan terjadi underdensified. Penyebab:
Kurang usaha pemadatan Campuran sudah dingin pada saat dilaksanakan pemadatan Campuran yang kurang baik

LOKASI :
Pada bagian jalan yang sering dilalui roda kendaraan (jalur roda).

CIRI-CIRI :
Terjadi cekungan permanen pada jalur roda kendaraan. Pada kondisi ekstrim penampang jalan berbentuk W, dan tampak bagian aspal yang terdesak kesamping (jembul).

TINGKAT KERUSAKAN :
Diukur dengan kedalaman alur dan panjang untuk alur.

Kemungkinan Penyebab Utama :


Lapis tanah dasar atau pondasi tidak kuat mendukung beban lalu-lintas Stabilitas lapis permukaan tidak memenuhi syarat, karena salah campuran atau kurang pemadatan. Pengaruh jumlah dan beban lalu lintas yang melebihi jumlah dan beban rencana. Perubahan sifat aspal akibat cuaca (panas) atau tumpahan minyak. Campuran aspal yang digunakan tidak baik
kadar aspal tidak terlalu tinggi, terlalu banyak bagian halus (filler), pemakaian kerikil bulat, dan kurang pemadatan.

AKIBAT :
Membahayakan keselamatan pemakai jalan. Alur akan diikuti retakan dan menimbulkan kerusakan yang lebih parah terutama pada musim hujan, seperti lubang-lubang.

LOKASI :
Pada bagian jalan yang sreing dilalui roda kendaraan (jalur roda), pada tepi perkerasan.

CIRI-CIRI :
Tampak cekungan permanen dan retakan pada permukaan jalan.

TINGKAT KERUSAKAN :
Diukur dengan panjang alur dan kedalaman alur.

KEMUNGKINAN PENYEBAB UTAMA :


Tebal perkerasan tidak memadai. Pengaruh jumlah dan beban lalu-lintas yang melebihi jumlah dan beban rencana. Akibat meresapnya air dari bahu jalan atau saluran. Kadar lempung tinggi pada lapisan pondasi.

AKIBAT :
Membahayakan keselamatan pemakai jalan. Bila dibiarkan, menimbulkan kerusakan yang lebih parah terutama pada musim hujan, seperti lubanglubang.

USAHA PERBAIKAN :
Hindari kerusakan lebih lanjut dengan memperbaiki selokan samping dan pemeliharaan bahu jalan, hingga air dapat cepat mengalir. Lakukan usaha perbaikan seperti pada Alur tanpa retakan.

Pakai gradasi yang uniform dengan tekstur permukaan yang kasar Batasi penggunaan pasir alam untuk membatasi Ball Bearing Effect Pakai Tipe aspal yang sesuai dengan kondisi alam Adanya air void yang cukup dalam campuran

LOKASI :
Pada sebagian atau sepanjang tepi perkerasan.

CIRI-CIRI :
Tampak retakan dan kerusakan lapisan permukaan pada tepi perkerasan.

TINGKAT KERUSAKAN :
Diukur dengan lebar dan panjang bagian jalan yang rusak.

KEMUNGKINAN PENYEBAB UTAMA :


Bagian tepi perkerasaan sering dilalui kendaraan karena jalan terlalu sempit atau untuk parkir. Kurangnya dukungan dari bahu jalan, karena bahu jalan terlalu rendah (akibat tergerus air) atau karena bahu jalan tidak padat. Kepadatan lapis permukaan di tepi perkerasan tidak memadai. Pengaruh air yang meresap dari bahu jalan.

AKIBAT :
1. Kerusakan akan cepat merambat ke bagian jalan yang lain. 2. Membahayakaan bahu jalan.

LOKASI :
Dapat terjadi pada setiap bagian permukaan jalan.

CIRI-CIRI :
Permukaan jalan tampak bergelombang atau keriting dengan arah tegak lures sumbu jalan.

TINGKAT KERUSAKAN :
Diukur dengan kedalaman gelombang dan luas yang terpengaruh.

KEMUNGKINAN PENYEBAB UTAMA :


Terjadi pergeseran bahan perkerasan jalan. Lapis perekat antara lapis permukaan dan lapis pondasi tidak memadai. Pengaruh roda kendaraan, terutama di daerah dimana kendaraan sering berhenti (mengerem) atau menambah kecepatan, misainya di persimpangan jalan. Salah satu lapis perkerasan tidak cukup kaku akibat kesalahan perencanaan atau pelaksanaan.

AKIBAT :
Membahayakan keselamatan pemakai jalan, dan mengurangi kenyamanan.

USAHA PERBAIKAN :
1. Untuk keriting ringan, lakukan Penanganan Perataan. 2. Untuk keriting parah, lakukan Penanganan Penambalan lubang.

LOKASI :
Dapat terjadi pada setiap bagian permukaan jalan.

CIRI-CIRI :
Bahan lapis permukaan hilang dan membentuk lubang-lubang bulat.

TINGKAT KERUSAKAN :
Diukur dengan kedalaman lubang dan luas daerah yang terpengaruh.

KEMUNGKINAN PENYEBAB UTAMA :


Merupakan perkembangan dari jenis kerusakan jalan lain (retak, ambles, alur, dan lain-lain) yang tidak segera ditangani. Pengaruh beban lalu-lintas dan cuaca (terutama hujan) akan mempercepat terbentuknya lubang.

AKIBAT :
Membahayakan keselamatan pemakai jalan, dan mengurangi kenyamanan. Bila dibiarkan, kerusakan akan berlanjut sehingga jalan tidak layak dilalui kendaraan.

LOKASI :
Umumnya terjadi disekitar alur roda kendaraan atau ditepi perkerasan.

CIRI-CIRI :
Lapis permukaan tampak menyembul terhadap permukaan disekitarnya.

TINGKAT KERUSAKAN :
Diukur dengan luas (m2) daerah yang terpengaruh.

KEMUNGKINAN PENYEBAB UTAMA :


Pengaruh air yang meresap kedalam konstruksi perkerasan. Mutu bahan perkerasan tidak memadai. Pelaksanaan pekerjaan tidak baik. Pengaruh beban kendaraan, terutama yang melebihi beban standar

Oversanded Mix Insufficient Mineral Filler Use of Low Viscosity Asphalts High Temperatures