Anda di halaman 1dari 22

TAJUK NAMA NO. MATRIK NO. K. P.

: : : :

KEPEMIMPINAN DISTRIBUTIF PHANG SIAT KIAN JM40729 710821-13-5014

DEFINISI KEPEMIMPINAN DISTRIBUTIF


Elmore ( 2000 ) mendefinisikan kepemimpinan distributif sebagai

melaksanakan tugas kepemimpinan secara bersama dan saling bertanggungjawab ke arah suatu matlamat bersama atau matlamat untuk menambahbaik sesebuah organisasi.
Kepemimpinan distributif secara konsep boleh dikatakan sebagai

kesediaan pemimpin untuk berkongsi kepemimpinan dengan orang bawahan secara sukarela dan membangunkan kapasiti setiap individu di dalam organisasi.
Lebih merupakan kepada amalan pemimpin yang bersedia

menyebarluaskan dan mengagihkan tugas, membuat keputusan, tanggungjawab dan akauntabiliti ( Ishak 2009 ).

GAMBARAN UMUM TENTANG KEPEMIMPINAN DISTRIBUTIF YANG EFEKTIF DI SEKOLAH


1.
2. 3. 4. 5. 6. 7.

Kekuatan si pemimpin dalam hal berkomunikasi. Kemampuan si pemimpin menerapkan kepemimpinan di seluruh organisasi dan komuniti sekolah. Kemampuan si pemimpin untuk menjadi model teladan perilaku. Kemampuan si pemimpin untuk berfokus pada misi dan visi sekolah. Kemampuan si pemimpin untuk berfokus pada kekuatan orang lain, dan tetap menjadi inklusif atau terbuka. Kemampuan si pemimpin untuk menunjukkan keberanian dalam pengambilan keputusan Kemampuan si pemimpin menjadi setia dan mendorong orang lain untuk setia di bawah kepemimpinannya.

7.

Kemampuan si pemimpin untuk bertindak secara profesional sebagai seorang pendidik dan untuk berbagi pengetahuan. 8. Kemampuan si pemimpin untuk mendorong orang lain agar berkembang dan juga mengambil alih kepemimpinan. 9. Kemampuan si pemimpin untuk melanjutkan pertumbuhan dirinya sendiri sekaligus sebagai seorang pekerja profesional.

SIFAT SIFAT KEPEMIMPINAN DISTRIBUTIF


( RUJUKAN : KEPEMIMPINAN BADAN MUSYAWARAH JAMIAH SEKOLAH ISLAM ATHIRAH, BMJ SEKOLAH ISLAM ATHIRAH. DR. LUMU TARIS, M. PD )

Bentuknya kepemimpinan kolektif, bukan individual. Memiliki visi yang diartikulasikan dengan jelas, dan diakui serta

diterima oleh semua pemangku kepentingan. Lebih menunjukkan kemampuan individu yang memiliki sifat kepemimpinan dan bukan kerana suatu pelan atau posisi yang diberikan atau ditugaskan kepadanya. Sifatnya inklusif (tidak eksklusif atau tertutup) dan memperbaharui diri. Lebih tentang keahlian daripada kekuasaan. Melibatkan pasukan kolaborasi para pemangku kepentingan, yang berubah sesuai dengan kebutuhan. Memecah tugas-tugas organisasi menjadi bahagian-bahagian lebih kecil untuk dibagikan kepada anggota pasukan yang paling mampu untuk tugas tersebut.

Mendorong pertanyaan, inovasi dan perbaikan organisasi.


Melibatkan anggota individu yang bersedia mengambil diri

dalam kepemimpinan sejauh diperlukan. Selalu didorong oleh keinginan belajar daripada kepuasan atas hasil. Mendorong kolaborasi. Kolaborasi kepemimpinan menuntut masingmasing individu agar mengembangkan keterampilan seperti menangani masalah, negosiasi dan evaluasi. Bisa dihubungkan dengan peningkatan kapasitas yang efektif di berbagai bidang. Mengindikasikan bahwa siapa pun dapat menjadi pemimpin yang efektif. Kepemimpinan tidak hanya terbuka untuk beberapa orang pilihan saja.

Berpotensi untuk memperluas peluang kepemimpinan, sumber daya dan

manfaat kepada lebih banyak orang. Ekspansi sedemikian membuktikan bahawa kepemimpinan formal bukan satu- satunya sumber kepemimpinan. Jika kepemimpinan dapat diperluas dan mencakup kepentingan guru, orang tua dan juga siswa maka kemungkinan peningkatan mutu sekolah menjadi lebih besar. Menjadi suatu tanggunggjawab bersama dan bukan menjadi milik ind ividu saja. Kepemimpinan gaya ini melibatkan kolaborasi dan kerja sama pasukan. Kepemimpinan ini menjadi modal sosial, iaitu total kapasiti organisasi dan masyarakat . Memberi peluang lebih banyak bagi semua pemangku kepentingan sekolah untuk bersuara, menawarkan sekolah kesempatan terbaik untuk peningkatan mutu pendidikan. Kepemimpinan terdistribusi memegang perspektif bahawa ada beberapa pemimpin dan bahwa kegiatan kepemimpinan bisa dibagi serta didistribusikan secara luas dalam organisasi, tidak hanya dipegang satu orang. Potensi yang dimiliki staf terus dikembangkan dan dipelihara.

Menjadi suatu kekuatan yang dapat memberikan momentum dan

energi bagi organisasi. Ini adalah salah satu cara untuk meningkatkan pembelajaran bagi semua siswa di semua sekolah. Kepemimpinan ini merupakan sumber yang kuat untuk perubahan di sekolah dan sistem sekolah. Bererti bahawa tersedia cukup ruang dan kesempatan untuk mendistribusikan hasil belajar di sekolah. Tidak terbatas pada setiap pola tertentu tetapi diatur dalam organisasi dalam rangka untuk menanggapi masalah tertentu dan saat masalah muncul. Menyiratkan bahawa semua pemimpin harus menjadi agen perubahan.

Sifatnya lebih fleksibel, serbaguna, cair dan boleh dipertukarkan.


Mewajibkan pemimpin dalam posisi formal untuk mengembangkan

potensi kepemimpinan dalam diri orang lain dan menjauh dari hubungan pemimpin-pengikut . Mengingatkan semua bahawa label atau jabatan seperti pemimpin sekolah tidak membuat seseorang menjadi pemimpin. Itu hanyalah peran yang ditunjuk. Namun kepemimpinan terdistribusi bukan ertinya kekuasaan pemimpin sekolah berkurang. Dengan mendistribusikan kepemimpinan maka pemimpin sekolah memiliki kesempatan untuk menjadi agen perubahan dan pemimpin besar dalam organisasi sekolah.

CARA PRAKTIS AGAR KEPEMIMPINAN DISTRIBUTIF DAPAT BERFUNGSI BAIK ( RUJUKAN : www.bmj-sia.com )
Berikan kesempatan pengembangan ketrampilan kepemimpinan bagi

semua staf dan juga bagi para siswa dan anggota masyarakat. Dorong agar staf berani mengambil risiko. Ini akan membantu untuk mengembangkan budaya dimana idea-idea baru berkembang tanpa menyalahkan bila ternyata keliru. Dukung staf agar berani menangani isu-isu baru yang muncul dan bukan hanya memenuhi status quo. Kembangkan budaya di mana keahlian perlu dibagi dan bukan hanya di tangan satu orang saja. Kembangkan budaya di mana para pemangku kepentingan terus menerus mengevaluasi praktik yang sekarang. Kembangkan praktik komunikasi yang efektif di semua tingkat.

KEPEMIMPINAN GURU DALAM KERANGKA KEPEMIMPINAN DISTRIBUTIF


( RUJUKAN : BMJ SEKOLAH ISLAM ATHIRAH )
Memilih bahan atau buku teks
Merancang kurikulum Membuat keputusan tentang anggaran sekolah Membantu dalam proses pemilihan guru-guru baru Merancang dan memimpin kegiatan Pengembangan Keprofesian o Memutuskan kegiatan promosi sekolah Menjadi mentor dan pembimbing para guru baru Membangun ketrampilan dan pengetahuan

BELAJAR MENJADI SEORANG PEMIMPIN DALAM KERANGKA KEPEMIMPINAN DISTRIBUTIF


Tingkatkan keterampilan interpersonal Anda dan kembangkan hubungan

yang positif. Selalu berkomunikasi secara efektif dengan orang lain. Jadikan diri Anda mudah didekati dan bangun kepercayaan. Kembangkan kemampuan diri sendiri tetapi juga kemampuan orang lain dan pastikan agar orang lain punya kesempatan untuk tumbuh. Berkolaborasi dan bangunlah pasukan yang kuat. Dengarkan dengan saksama pembicaraan orang lain dan hargai dia. Tersenyumlah saat bertemu dan sapa orang lain. Kembangkan kekuatan Anda sendiri dengan melihat apa yang sudah Anda lakukan dengan baik dan dari titik itu, kembangkan satu kekuatan dalam satu waktu. Buatlah rencana untuk mengatasi setiap kelemahan diri yang telah disadari.

Belajar dari kesalahan dengan mengingat bahwa kesalahan adalah


bahagian dari proses pembelajaran. Tetap terbuka untuk idea-idea baru dan sambut antusiasme orang lain. Bertanggunggjawab. Berani disalahkan atas kegagalan dan mengakui keberhasilan orang lain. Tetaplah inklusif (terbuka). Pastikan Anda memberi kesempatan bagi orang lain untuk tumbuh. Buatlah diri Anda menjadi pemimpin terbaik dengan terus belajar tentang kepemimpinan lewat buku, menghadiri seminar dll.

BAGAIMANA KEPEMIMPINAN DISTRIBUTIF MENUNTUT PENINGKATAN SEKOLAH


Kepemimpinan distributif adalah kepemimpinan didasarkan pada luasnya

tingkat keterlibatan dalam pengambilan keputusan, dengan menghubungkan struktur kepemimpinan yang vertikal dan horizintal. Bererti kolaborasi/kerja sama. Kolaborasi bagi kepemimpinan menuntut keupayaan peribadi untuk mengembangkan berbagai keterampilan seperti pemecahanan masalah berkelompok, negosiasi dan refleksi . Lebih didasarkan pada hubungan daripada peran-peran yang telah ditetapkan atau deskripsi kerja. Dapat dihubungkan dengan pengembangan kapasiti yang efektif di berbagai bidang. Memiliki potensi untuk memperluas kesempatan, sumber daya dan manfaat kepemimpinan kepada banyak orang. Perluasan itu bererti bahawa autoriti formal bukanlah satu-satunya sumber kepemimpinan. Jika kepemimpinan diperluas dengan melibatkan guru dan murid, kesempatan perubahan akan semakin besar.

Merupakan tanggung jawab bersama bukan individu. Ia melibatkan

kolaborasi dan kerja pasukan. Oleh kerananya, jenis kepemimpinan ini menjadi modal sosial, gabungan kapasiti organisasi dan masyarakat. Memberikan suara kepada semua staf sekolah, yang menawarkan kesempatan terbaik kepada sekolah untuk melaksanakan peningkatan sekolah. Sebuah perspektif kepemimpinan distributif bererti ada banyak pemimpin dan kegiatan kepemimpinan dibagi dalam organisasi. Kemampuan staf dikembangkan dan dipelihara. Bererti bahawa ruang dan kesempatan disediakan untuk mendistribusikan pembelajaran ke berbagai jaringan kerja.

Diperluas pada murid dan mendorong mereka untuk memiliki suara


dalam pembuatan keputusan sekolah. Fleksibel, mudah beradaptasi, cair dan dapat digantikan. Tidak terpaku pada pola tertentu namun diatur dalam organisasi untuk merespon berbagai masalah dan isu yang muncul. Bererti bahawa semua pemimpin adalah agen perubahan. Mensyaratkan bahwa para pemimpin dalam posisi-posisi formal harus mengembangkan potensi kepemimpinan orang lain dan mengalihkan dari hubungan pemimpin-pengikut kepada fokus hubungan interaktif di semua tingkat organisasi sekolah.

Menyemai kepemimpinan guru. Guru diarahkan dan didorong untuk

berpartisipasi dalam kepemimpinan. Memfokuskan pada peningkatan praktik dan instruksi ruang kelas. Fokus pusat dari semua pendidikan di sekolah adalah untuk menyediakan lingkungan pembelajaran yang terbaik bagi setiap pribadi murid. Menciptakan infrastruktur yang kuat dan efektif yang memudahkan para guru untuk menjadi guru terbaik yang mereka bisa.

BAGAIMANA KEPEMIMPINAN DISTRIBUTIF BEKERJA SECARA EFEKTIF DALAM TATARAN PRAKTIS?


Menyediakan pengembangan kepemimpinan bagi semua staf, murid

dan anggota masyarakat. Mendorong staf untuk mengambil risiko. Hal ini membantu untuk mengembangkan budaya tidak saling menyalahkan, yang akan menumbuhkan idea-idea baru. Mendorong staf untuk menangani hal-hal baru yang muncul, daripada sekadar mempertahankan status quo. Mengembangkan budaya tempat keahlian dibagi rata dan tidak hanya menjadi bidang seorang staf semata. Mengembangkan budaya tempat para staf secara konstan merefleksikan praktik. Mengembangkan praktik komunikasi efektif di semua tingkatan.

APLIKASI / CARA PRAKTIS KEPEMIMPINAN DISTRIBUTIF ( RUJUKAN: MODUL INDUKSI SEKOLAH BARU )
Berikan kesempatan pengembangan ketrampilan kepemimpinan bagi

semua staf dan juga bagi para siswa dan anggota masyarakat. Dorong agar staf berani mengambil risiko. Ini akan membantu untuk mengembangkan budaya dimana idea-idea baru berkembang tanpa menyalahkan bila ternyata keliru. Dukung staf agar berani menangani isu-isu baru yang muncul dan bukan hanya memenuhi status quo. Kembangkan budaya di mana keahlian perlu dibagi dan bukan hanya di tangan satu orang saja. Kembangkan budaya di mana para pemangku kepentingan terus menerus mengevaluasi praktik yang sekarang. Kembangkan praktik komunikasi yang efektif di semua tingkat.

GURU DALAM KERANGKA KEPEMIMPINAN DISTRIBUTIF ( RUJUKAN : MODUL INDUKSI SEKOLAH BARU)
Seorang guru sekolah yang bergaya kepemimpinan distributif mampu:
Memilih bahan atau buku teks Merancang kurikulum Membuat keputusan tentang anggaran sekolah Membantu dalam proses pemilihan guru-guru baru Memutuskan kegiatan promosi sekolah Menjadi mentor dan pembimbing para guru baru Membangun ketrampilan dan pengetahuan Memberikan bimbingan ke rekan guru

Memimpin kepanitiaan
Menjadi petugas penghubung bagi sekolah/masyarakat Menjadi koordinator mata pelajaran Menjadi koordinator untuk suatu kegiatan bersama dengan para guru

lain Berkoordinasi untuk pengadaan bahan bacaan profesional

RUMUSAN
Kepemimpinan distribulatif telah menerapkan model kepemimpinan yang bervariasi. Model ini diterapkan dalam pengurusan pentadbiran dengan baik, dan dapat membantu pemimpin sekolah mencapai tujuan dengan efektif.