Anda di halaman 1dari 16

Nama: Wiby Puluhulawa Nim: 821412001 Kelas: A/S1 Farmasi

Eukariot

yang memiliki dinding sel. Tidak berklorofil, sehingga tidak dapat membuat makanan sendiri berupa bhn organik (heterotrof). Ada yang uniseluler dan multiseluler (sebagian besar multiseluler). Jika multiseluler, kebanyakan tubuhnya tersusun atas benang-benang, disebut hyphae (hifa). Jamur uniseluler berukuran mikroskopis. Contoh : khamir/yeast/ragi.

Jamur

multiseluler ada yang mikroskopis dan makroskopis. Bentuk : oval, benang (kapas, bercak, embun tepung).

Khamir
Khamir adalah fungi ekasel (uniselular) Khamir adalah bentuk sel tunggal dengan pembelahan secara pertunasan. Khamir mempunyai sel yang lebih besar daripada kebanyakan bakteri.

Morfologi Khamir
Bentuk: khamir dapat berbentuk bulat oval, seperti jeruk, silindris, segitiga, memanjang seperti miselium sejati atau meselium palsu, ogival yaitu bulat panjang dengan salah satu ujung runcing, segitiga melengkung, dan lain-lain. Bagian struktur yang terlihat adalah dinding sel, sitoplasma, vakuola, butir lemak, albumin, dan pati. Khamir tidak bergerak karena itu tidak mempunyai struktur tambahan di bagian luarnya seperti flagella.

Beberapa

khamir mempunyai kapsul Dinding sel, terdiri : 1. Glukan/selulosa khamir 2. Mannan /polisakarida khamir 3. Protein 4. Khitin 5. Lipid Membran sitoplasma

Nukleus Vakuola

(inti sel)

Mitokhondria
Pada

bakteri = spora; pada khamir : chlamydospore

Khamir

dapat tumbuh dalam media cair dan padat dengan cara yang sama seperti bakteri. hamir kebanyakan berkembangbiak secara aseksual atau pertunasan. Pertunasan yaitu suatu proses penonjolan protoplasma keluar dari dinding sel seperti pembentukan tunas, pembesaran, dan akhirnya pelepasan diri menjadi sebuah sel khamir baru. Mula-mula timbul suatu gelembung kecil dari permukaan sel induk. Gelembung ini secara bertahap membesar, dan setelah mencapai

ukuran yang sama dengan induknya terjadi pengerutan yang melepaskan tunas dari induknya. Sel yang baru terbentuk selanjutnya akan memasuki tahap pertunasan kembali Perkembangbiakan secara seksual adalah dengan pembentukan askospora dalam kotak (ascus). Askospora dapat berkembang menjadi sel somatis atau sel vegetatif. Sel vegetatif dapat membelah membentuk sel anak. Dua sel anak ini saling menempel dan dinding selnya larut membentuk pembuluh kopulasi yaitu tempat yang akan dilalui oleh inti sel. Kedua inti sel mengadakan perkawinan yang dinamakan kariogami.

Hasil dari kariogami ini adalah zigot dengan sebuah inti yang memiliki 2n kromosom. Bila sudah cukup dewasa, zigot akan membelah secara meiosis membentuk 4 inti, kemudian membelah lagi sehingga membentuk 8 inti.

a. Rhizopus Oligospora (dimanfaatkan dalam pembuatan tempe dan pembuatan oncom hitam) b. Rhizopus Oryzae (digunakan dalam pembuatan tempe) c. Neurospora sitophia (digunakan dalam pembuatan oncom merah) d. Aspergillus Oryzae (digunakan dalam pembuatan kecap dan tauco) e. Rhizopus, Aspergillus, khamir( tape) f. Penicililium roqueforti (Keju biru) g. P. camemberti (keju camembert)