Anda di halaman 1dari 13

KULIAH 7

Rational Choice Theory

Dua teori dalam pergerakan sosial ini adalah teori-teori yg berbeda dari teori mobilisasi sumber daya (RMT) karena dalam teori ini yang menjadi subyek adalah aktor (individu) pergerakan, bukan sebagai obyek. Kata kunci dalam teori ini adalah motivasi rasional yang dimiliki oleh seorang aktor sangat mempengaruhi bergabung tidaknya dalam suatu organisasi gersos (reason). Tetapi motivasi-motivasi rasional ini yg digunakan organisasi untuk memobilisasi massa.

Rational Choice Theory Konteks yang berkembang di kalangan aktor rasional adalah model human behavior yang berpendapat bahwa keterlibatan seseorang dalam sebuah pergerakan massa dipengaruhi secara signifikan oleh kepentingan-kepentingan pribadi atau cita-citanya. Pendekatan rasionalitas; bahwa tindakan sosial individu yg berlandaskan akal sehat /logic, ini dipetakan mjd dua; 1. Rasionalitas instrumen dan 2. Rasionalitas nilai. Gerakan-gerakan sosial menurut teori ini selalu menawarkan insentif alternatif bagi para calon anggota. Insentif yang dimaksudkan bisa berupa keuntungan Materi (ekonomi), Psikologi (interest), atau kehidupan Politik yang lebih baik.

Kalkulasi Tujuan dan alat dalam rasionalitas instrumen dipengaruhi oleh proses Sosialisasi (tahap pembelajaran) yg meliputi 3 (tiga variabel yakni ; 1. Kognitif, 2. Motif, 3. Sikap. Yang saling mempengaruhi dalam pengambilan keputusan atau penentuan pilihan-pilihan rasional

Individu (aktor gersos)

Organisasi Gerakan sosial

Rational choice theory


Aktor Gersos
Dipengaruhi

Pilihan/motivasi rasional

Psikologi (interest)

Kepentingan Ekonomi

Kehidupan Politik

Melalui pandangan ini, akses terhadap keuntungankeuntungan tadi mampu memotivasi calon anggota untuk terlibat langsung dan bergabung dengan gerakan-gerakan sosial. Kepentingan-kepentingan yang dijanjikan ini membuat para anggota semakin terlibat aktif dalam aktifitas-aktifitas kelompok. Motivasimotivasi rasional tsb mengikuti motivasi generalized belief (motivasi ekternal) Realitas sosial yang ada pada kenyataan ini adalah banyak organisasi-organisasi gerakan sosial yang menawarkan atau menjanjikan secara langsung atau tidak langsung kepada calon anggota mengenai keuntungankeuntungan yang akan didapat bila bergabung.

Konsep mobilisasi massa (aktor gersos) berpendapat bahwa keterlibatan masing2 individu dalam sebuah gerakan massa adalah Bentuk ekspresi (motivasi) terhadap komitmen yang dianut, nilai yang dipegang, serta keyakinan yang dipercayai (generalized belief), karenanya, masing-masing individu termotivasi oleh sesuatu yang lebih dari hanya sekedar kepentingan , cita-cita personal dan keinginan memperoleh keuntungan (rational choice theory).

mobilisasi massa dlm organisasi merupakan pengelolaan motivasi-motivasi rasional individu/aktor gersos (frame motivasi) terkait konsep mobilisasi sumber daya.
Aktor Gersos

Dipengaruhi
Motivasi rasional

Generalized belief

Mengikuti

Motivasi tersebut yg mendorong orang atau aktor bergabung dalam sebuah organisasi gerakan sosial, tetapi dalam mobilisasi massa melakukan pengelolaan motivasi Dari sini, para pemimpin gerakan mampu menggerakkan massa ke dalam wilayah dunia politik, dunia civil society, ekonomi dengan mengeluarkan seruan kepada massa agar ikut andil menegakkan sebuah nilai dengan menggunakan alasan-alasan normatif guna memunculkan gerakan-gerakan kolektif. Sebuah gerakan mampu menggalang partisipasi publik yang tergerak untuk memenuhi kewajiban atau tugas moral. Keinginan ini didorong oleh moral shock atau dikarenakan nilai-nilai yang mendalam. Keterlibatan dalam sebuah organisasi terkadang mampu mengalihkan kalkulasi mereka mengenai keuntungan dan kerugian jika terlibat dalam gerakan tersebut.

Motif aktor dan pengaruhnya dalam gerakan sosial


Motif Tipe Aktor Pengaruh dalam Gerakan

Ekonomi (Tanah, Uang, dsb)

Materialis

Cenderung berhenti jika sudah mendapatkan keuntungan ekonomi, atau jika menurut kalkulasinya rente ekonomi sudah tidak mungkin didapat lagi.

Politik (Kekuasaan)

Oportunis

Cenderung berhenti jika sudah mendapatkan keuntungan politik, atau bahkan juga berhenti jika keterlibatannya dalam gersos dinilainya mengancam posisi politiknya Cenderung akan berjuang terus sampai dengan nilai dan atau norma yang diyakininya diterima atau diberlakukan. Mereka ini seringkali berani mengorbankan kehidupannya

Generalized Belief (Penerapan norma, atau sosialisasi nilai)

Idealis

Studi kasus tentang gerakan sosial petani Kalibar, Malang selatan, penelitian tentang konflik tanah di Kalibar, didalam kesimpulan dapat dipetakan bahwa para aktor atau partisipannya memiliki orientasi yang beragam. Untuk lebih jelasnya dapa dilihat dlm tabel di bawah ini.
Elemen Idealis Materialis Opurtunis

Status

Orientasi utama

-Pimpinan gerakan petani -LSM -Mahasiswa aktivis Penerapan program land reform (normoriented)

Petani pengikut -free riders (followers) -Aktivis Parpol -Penguasa formal


Land property (resource oriented) -Pejabat/Tuan yang baik hati -Social political power

Ternyata berdasarkan penelitian diatas, selain didorong generalized belief, sebuah gerakan sosial juga diwarnai oleh beberapa motif lain, seperti didapatinya capaian materi tertentu (ekonomi), prestise sosial, dan kekuasaan politik. Dengan demikian dapat dipahami bahwa motif para aktor gerakan sosial tidak tunggal. Keberagaman motif atau orientasi para aktor gerakan sosial tentu memberikan pengaruh tersendiri terhadap gerakan sosial yang dilakukan.

SUKRON