Anda di halaman 1dari 15

KELANGSUNGAN HIDUP MAKHLUK HIDUP

FILE INI DAPAT DIUNDUH DI www.smartbios.blogspot.com

Faktor yang mempengaruhi keberlangsungan makhluk hidup

1.Lingkungan (habitat)

2.Adaptasi
3.Kemampuan berkembang biak

Adaptasi : proses penyesuaian diri makhluk hidup terhadap lingkungannya

Adaptasi dibedakan menjadi tiga, yaitu :


1. Adaptasi morfologi : melalui penyesuaian bentuk atau struktur alat-alat tubuhnya

2. Adaptasi fisiologi : melalui fungsi organ tubuhnya


3. Adaptasi tingkah laku : melalui kebiasaan / tingkahlakunya

Adaptasi morfologi
Contohnya :

1.
2. 3.

Tumbuhan air (hidrofit) memiliki batang berongga untuk mengapung dan sirkulasi udara dan daun yang lebar serta tipis untuk mempercepat transpirasi/penguapan agar batang tidak busuk
Tumbuhan di lingkungan kadar garam tinggi (halofit) memiliki kulit daun elastis Tumbuhan di tempat lembab (higrofit) memiliki daun lebar dan tipis untuk mempercepat transpirasi/penguapan agar batang tidak busuk

4.
5. 6. 7. 8.

Tumbuhan di tanah kering (xerofit) memiliki daun yang termodifikasi seperti duri, akar panjang dan batang yang tebal untuk menyimpan air.
Burung elang memiliki cakar yang kuat untuk bertengger dan mencengkram mangsanya Burung kakaktua memiliki kaki kuat untuk bertengger dan paruh melengkung tebal untuk memakan biji-bijian yang keras Itik memiliki kaki berselaput Ikan memiliki tubuh ramping memanjang untuk memudahkan pergerakan

Tipe mulut serangga

Adaptasi fisiologi
Contohnya : 1. Tumbuhan mengeluarkan nectar dan aroma untuk menarik serangga 2. Stomata membuka dan menutup karena beberapa factor seperti cahaya, suhu, kelembaban, air 3. Ikan betook, belut, lele memiliki alat tambahan selain insang yaitu labirin untuk membantu tetap hidup di lingkungan yang kadar oksigennya rendah 4. Rayap dan Teredo sp. memiliki enzim selulouse dari flagellata untuk mencerna kayu. Anak rayap (anai-anai) menjilati dubur induknya setelah buang kototran untuk mendapatkan flagellata 5. Manusia yang hidup di dataran tinggi memiliki jumlah hemoglobin lebih banyak daripada manusia yang hidup di dataran rendah. Karena dataran tinggi memiliki oksigen yang sedikit sehingga jumlah hemoglobin bertangsur-angsur bertambah 6. Manusia mengeluarkan urin lebih banyak tapi keringatnya sedikit di musim penghujan karena dingin. Begitu sebaliknya

Adaptasi fisiologi pada ikan

Adaptasi fisiologi pada ikan

Adaptasi tingkah laku (behavioral)


Contohnya :
1. Tumbuhan tropis menggugurkan daunnya (meranggas) untuk menghemat air supaya tetap hidup. 2. Mamalia laut seperti paus, lumba-lumba secara periodic muncul ke permukaan air untuk mengambil oksigen 3. Beruang, tupai istirahat pada musim dingin (hibernasi). Sebaliknya hewan seperti tikus, marmot bersembunyi di liang pada musim panas (estivasi) 4. Bunglon mengubah warna sesuai tempatnya (mimikri) untuk mengelabui musuhnya 5. Kerbau dan badak berkubang di lumpur saat panas 6. Cecak memotong ekornya sendiri untuk mengelanui musuhnya (autotomi)

Hubungan Adaptasi, seleksi alam dan evolusi

Makhluk hidup yang dapat menyesuaikan diri terhadap lingkungannya akan tetap hidup, sedangkan yang tidak sesuai akan hilang (punah). Alam juga memegang peranan penting terhadap adaptasi, artinya yang tidak sesuai dengan keadaan alam/lingkungan saat itu maka akan terseleksi oleh alam.
Adaptasi dan seleksi alam yang terus menerus dari organisme akan membentuk spesies baru yang dalam waktu kurun sangat lama akan mengalami evolusi

Evolusi adalah perubahan perlahan-lahan dari makhluk hidup dari bentuk sederhana ke yang lebih kompleks sehingga diturunkan dan terbentuklah spesies baru.

Seleksi Alam Biston betularia

Seleksi Alam Jerapah dari teori evolusi L & D

Perkembangbiakan
Generatif
Peleburan sel kelamin jantan dan sel kelamin betina melalui fertilisasi/kawin

vegetatif
Pembentukan individu baru dari bagian tubuh induknya tanpa fertilisasi/kawin

Pada manusia sel kelamin jantan = sel sperma sedangkan sel kelamin betina = sel telur
Pada tumbuhan sel kelamin jantan = benang sari sedangkan sel kelamin betina = putik

Vegetatif dibagi dua yaitu : vegetative alami dan vegetative buatan


Vegetatif alami : pembelahan biner, pemotongan diri (fragmentasi), tunas, pembentukan umbi Vegetatif buatan : cangkok, menempel, okulasi, merunduk, stek batang, stek daun

Perkembangbiakan Vegetatif dan Generatif

Beberapa organisme melakukan perkembangbiakan vegetative dan generative. Organisme tersebut adalah : 1. Bakteri dengan peleburan materi genetic (konjugasi) dan membelah diri

2. Ganggang hijau (Spyrogira) dengan konjugasi dan fragmentasi


3. Filum Porifera dengan peleburan sel kelamin dan tunas 4. Anemon laut dengan peleburan sel kelamin dengan membentuk larva bersilia dan membelah diri

5. Cacing pipih Filum Plathyhelmintes dengan peleburan sel kelamin dan fragmentasi

Gambar Perkembangbiakan Vegetatif