Anda di halaman 1dari 16

proses yang terjadi dari waktu obat masuk kedalam tubuh hingga obat masuk kedalam aliran darah

untuk disirkulasikan.

Rute pemberian Obat


Oral enternal Sublingual

rectal Pemberian obat


Parenteral Intravaskular Transdermal Rute lain inhalasi

Absorpsi Oral
Rute pemberian oral adalah rute yang paling umum dan populer Obat yang diberikan secara oral melewati berbagai bagian kanal enteral, termasuk rongga mulut, kerongkongan, dan berbagai bagian dari saluran pencernaan. Residu akhirnya keluar dari tubuh melalui anus.

Absorpsi obat melalui saluran cerna terutama tergantung pada : Ukuran partikel mol obat Kelarutan obat dlm lemak/air Derajat ionisasi

Absorpsi tergantung juga pada tersedianya mekanisme transport di tempat kontak obat. Bermacam-macam mekanisme transport tersedia di organ lambung dan Usus :
Dalam lambung : difusi pasif + transport konvektif dan mungkin transport aktif Dalam usus : Difusi pasif + transport konvektif + transport aktif + transport fasilitatif + ion pair + pinositosis

Absorpsi di lambung

Fungsi fisiologi lambung terutama adalah sebagai motorik dan sensorik,vaskularisasi dibagian permukaan penyerapan terbatas jadi dibandingkan penyerapan di usus,maka proses penyerapan dilambung hanya terjadi dalam jumlah sedikit Absorpsi di lambung harga pH sangat asam, dalam lambung diabsorpsi terutama asam lemah dan zat netral yg lipofil

Obat yang bersifat asam lemah, hanya sedikt sekali terurai menjadi ion dalam lingkungan asam kuat di lambung, sehingga absorpsinya baik sekali di dalam organ ini. Basa lemah terionisasi baik pada pH lambung dan hanya sedikit diabsorpsi

Penyerapan obat dilambung tergantung pada keadaan lambung yang penuh atau kosong.

Saat saluran cerna berada dalam keadaan istirahat,spincter pylorus agak membuka dan senyawa yang diberikan peroral dapat melintasi celah tersebut dengan mudah dan akan diserap oleh usus halus. Jika zat aktif terdapat dalam lambung yang kosong maka penyerapan secara filtrasi atau difusi pasif menjadi lebih cepat.

Pada saat lambung berisi makanan maka senyawa yang lama berada dilambung akan berdifusi lebih lambat. Hal ini disebabkan karena adanya pengenceran zat aktif dalam lambung dan kontak dengan permukaan penyerap yang terbatas ,akibatnya penembusan kedalam peredaran darah lebih sedikit.

Absorpsi di usus halus


Usus halus merupakan organ absorpsi terpenting, baik untuk makanan maupun untuk obat.

Dalam usus halus basa lemah yang diserap paling mudah karena hanya sedikit yang terionisasi.
Beberapa obat yang bersifat asam atau basa kuat dgn derajat ionisasi tinggi dengan sendirinya diabsorpsi dengan sangat lambat. Zat lipofil yang mudah larut dalam cairan usus lebih cepat diabsorpsi

Absorpsi dari usus ke dalam sirkulasi berlangsung cepat bila obat diberikan dalam bentuk terlarut (obat cairan, sirup atau obat tetes). Obat padat (tablet, kapsul atau serbuk), lebih lambat karena harus dipecah dulu dan zat aktifnya perlu dilarutkan dalam cairan lambung-usus. kecepatan larut partikel (dissolution rate) berperan penting. Semakin kecil, makin cepat larut dan makin cpt diabsorpsi.

Penyerapan pada usus halus sangat baik karena banyaknya lipatan-lipatan mukosa usus yang berupa valvula conniventes atau lipatan kerking yang terutama terdapat di dalam duodenum dan jejunum. Di daerah tersebut vili vili usus tertutup sel epitel bagaikan sikat yang tediri dari bulu bulu halus (mikrovili) dan mempunyai aktivitas kuat. Adanya anyaman kapiler darah dan getah bening pada setiap lipatan memungkinkan terjadinya penyerapan yang kuat. Gerakan usus dan vili usus disepanjang saluran cerna akan mendorong terjadinya penembusan menuju pembuluh darah.

Bahan obat dari lambung masuk ke duodenum, fungsi utama duodenum dan bagian pertama jejunum adalah untuk sekresi, sedangkan fungsi bagian kedua dari jejunum dan ileum ialah untuk absorpsi. pH usus halus meningkat dari duodenum 4-6, jejunum 6-7, ileum 78

Absorpsi obat dari usus ke peredaran darah

Daftar Pustaka
Aiache, J.M. 1982. Biofarmasi Edisi Kedua. Penerjemah : Widji Soeratri. Surabaya: Penerbit Airlangga University. Anne Collins Abrams, RN, MSN. 2005. Clinical Drug Therapy. (Clinic Drug For Nursing; dalam bentuk e-Book) Ari Putu. 2013. Absorpsi.www.ariputuamijaya.wordpress.com

Mahardika,Nandha. 2013. Absorpsi obat. www.scribd.com/doc/143680150/ABSORPSI-OBAT.


Simanjuntak, MT. 2008. Aspek Biofarmasi Mekanisme Absorpsi Obat: Peranan Monocarboxlic Acid Transporter1 (MCT-1) Terhadap Absorpsi Obat Dalam Usus Halus. http://repository.usu.ac.id/handle/123456789/757.