Anda di halaman 1dari 30

DARYANTO

Disrupsi dalam fungsi integrasi dari kesadaran, memori, identitas atau persepsi. Tiba-tiba atau bertahap, selintas atau kronis
Dissociative Amnesia Dissociative Fugue Dissociative Identity Disorder Depersonalization Disorder

Satu atau lebih episode dari ketidakmampuan mengingat informasi pribadi penting, biasanya traumatik atau peristiwa stress yaitu terlalu luas dijelaskan dengan sifat pelupa Bukan disebabkan kondisi medis umum, gangguan disosiatif lainya, atau efek langsung dari suatu zat. Gejala-gejala menyebabkan distress klinis bermakna atau kelemahan dalam fungsi sosial, pekerjaan , area fungsi lainya.

. Seringkali setelah trauma masa kanak-kanak atau sexual abuse Amnesia bisa: localized (periode waktu tertentu) selective (beberapa ingatan) generalized (sepanjang hidup)

Jalan-jalan meninggalkan rumah atau tempat kerja biasanya, dengan ketidakmampuan mengingat masa lalu, mendadak. Kebingungan indentitas pribadi atau anggapan identitas baru. Gangguan tidak secara ekslusif selama perjalanan dari gangguan disosiatif lainya, kondisi medis umum, atau efek langsung zat. Gejala-gejala menyebabkan distress bermakna atau kelemahan fungsi

Adanya 2 atau lebih identitas yang jelas atau keadaan kepribadian, masing-masing secara relatif memiliki pola penerimaan, berkait dengan dan berfikir tentang lingkungan dan diri sendiri. Setidak-tidaknya 2 dari identitas ini atau kepribadian menyatakan secara berulang mengambil kontrol perilaku orang.

Ketidakmampuan mengingat informasi pribadi penting yaitu terlalu luas dijelaskan oleh pelupa. Gangguan bukan karena kondisi medis umum atau efek fisiologis langsung dari suatu zat. Pada anak-anak, gejala-gejala tidak dapat dikenali dengan angan-angan teman bermain atau bermain fantasi.

Pengalaman menetap atau berulang dari perasaan terpisah dari, dan seolah-olah seseorang diluar mengamati, proses mental seseorang atau tubuh (merasakan seperti mimpi, terpisah dari diri sendiri). Uji realitas tetap utuh selama depersonalisasi.

Menyebabkan gangguan klinis bermakna atau kelemahan sosial, pekerjaan atau area fungsi lainya. Pengalaman Depersonalisasi tidak terjadi secara ekslusif selama perjalanan dari adanya gangguan mental lainya dan bukan disebabkan oleh kondisi medis umum atau efek langsung dari suatu zat.

GENETIK NEUROBIOLOGIS (AREA OTAK YG BERHUBUNGAN DENGAN MEMORI MENCAKUP HIPPOKAMPUS, MAMMILLARY BODIES, THALAMUS DORSOMEDIAL, TEMPORAL KORTEKS INFERIOR (WAZIRI, 1994) CLONINGER (1994), REAKSI DISOSIATIF DIPRESIPITASI OLEH BANGKITAN KORTIKAL BERLEBIHAN YG MENTRIGER INHIBISI SINYAL DI SINAPS PADA JALUR SENSORIMOTOR DARI FEEDBACK NEGATIF HUBUNGAN ANTARA KORTEKS SEREBRI DAN BRAINSTEM RETICULAR FORMATION (P.184).

KEMUNGKINAN KAITAN ANTARA GANGGUAN IDENTITAS DISOSIATIF DAN KONDISI NEUROLOGIS TERTENTU, SEPRTI EPILEPSI LOBUS TEMPORAL DAN SAKIT KEPALA MIGRAIN BERAT. EEG TAMPAK ABNORMAL PADA GANGGUAN IDENTITAS DISOSIATIF (SADOCK & SADOCK, 2003). TEORI PSIKODINAMIK FREUD (1962), PERILAKU DISOSIATIF TERJADI BILA INDIVIDU TEREPRESI ISI MENTAL YG MENGGANGGU DARI KESADARAN.

TRAUMA PSIKOLOGIS PENYEBAB DID KARENA PENGALAMAN TRAUMATIS FISIK, SEKSUAL ATAU PSIKOLOGIS OLEH ORANG TUA ATAU ORANG PENTING LAINYA PADA MASA ANAK-ANAK.

GANGGUAN PROSES PIKIR BERHUB DG. STRESS PSIKOLOGIS BERAT DAN REPRESI KECEMASAN DIBUKTIKAN DG. HILANG INGATAN (AMNESIA DISOSIATIF) KOPING TIDAK EFEKTIF BERHUB.DG. STRESSOR PSIKOLOGIS BERAT ATAU PENYALAHGUNAAN ZAT, DAN REPRESI KECEMASAN BERAT DIBUKTIKAN DG. TIBATIBA MENINGGALKAN RUMAH DISERTAI KETIDAKMAMPUAN MENGINGAT IDENTITAS SEBELUMNYA (FUGUE DISOSIATIF )

GANGGUAN IDENTITAS PRIBADI BERHUB. DG. TRAUMA/ ABUSE MASA ANAK-ANAK DIBUKTIKAN DG. ADA LEBIH DARIPADA SATU KEPRIBADIAN DALAM INDIVIDU (GANGGUAN IDENTITAS DISOSIATIF) GANGGUAN PERSEPSI SENSORI (VISUAL/ KINESTETIK) BERHUB DG. STRESS PSIKOLOGIS BERAT DAN REPRESI KECEMASAN DIBUKTIKAN DENGAN PERUBAHAN PERSEPSI ATAU PENGALAMAN DIRI SENDIRI ATAU LINGKUNGAN (GANGGUAN DEPERSONALISASI).

DAPAT MENGINGAT PERISTIWA BERKAIT DENGAN SITUASI TRAUMATIS ATAU STRESSFULL. DAPAT MENGINGAT SEMUA PERISTIWA KEHIDUPAN MASA LALU. DAPAT MEMVERBALKAN KECEMASAN EKSTREM YG MEMPRESIPITASI DISOSIATIF

DAPAT DEMONSTRASIKAN STRATEGI KOPING LEBIH EFEKTIF TERHADAP PERILAKU DISOSIATIF DALAM HADAPI KECEMASAN BERAT MEMVERBALKAN PEMAHAMAN ADANYA KEPRIBADIAN MULTIPLE DAN TUJUAN MELAYANI MEMPERTAHANKAN RASA REALITAS SELAMA SITUASI YANG MENIMBULKAN STRESS.

GANGGUAN PROSES PIKIR :


DAPATKAN INFORMASI KLIEN DARI KELUARGA DAN ORANG PENTING LAINYA. PERTIMBANGKAN SUKA-TIDAK SUKA, ORANG PENTING, AKTIVITAS, MUSIK DAN KESAYANGAN LAINYA. JANGAN FLOOD KLIEN DENGAN DATA RIWAYAT KEHIDUPAN LAMPAUNYA. UNGKAP STIMULI YG MENYAJIKAN PENGALAMAN MENYENANGKAN DARI MASA LALU, SEPRTI AKTIVITAS YG DISENANGI, HEWAN KESAYANGAN, MUSIK.

BILA MEMORI MULAI PULIH, ENGAGE KLIEN PADA AKTIVITAS YG MEMBERI STIMULASI TAMBAHAN. ANJURKAN DISKUSIKAN SITUASI TERUTAMA YG TIMBULKAN STRESS DAN GALI PERASAANPERASAAN BERKAIT DENGAN WAKTUNYA. IDENTIFIKASI KONFLIK SPESIFIK YANG TIDAK TERPECAHKAN, DAN BANTU IDENTIFIKASI SOLUSI YG MUNGKIN. SEDIAKAN INSTRUKSI MENGENAI CARA-CARA LEBIH ADAPTIF UNTUK RESPONS KECEMASAN

YAKINKAN KESELAMATAN DAN JAMINAN MELALUI KEHADIRAN ANDA. IDENTIFIKASI STRESSOR PRESIPITASI KECEMASAN BERAT GALI PERASAAN YG KLIEN ALAMI DALAM MERESPONS STRESSOR. BANTU KLIEN PAHAMI KETIDAKSEIMBANGAN YG DIRASAKAN DPAT DITERIMA PADA SAAT STRESS BERAT

BILA CEMAS BERKURANG, MEMORI KEMBALI, GUNAKAN EKSPLORASI DAN MENERIMA, LINGKUNGAN TIDAK MENGANCAM UNTUK IDENTIFIKASI PENGALAMAN TRAUMATIS . MINTA KLIEN IDENTIFIKASI METODE KOPING STRESS MASA LALU DAN TENTUKAN RESPONS ADAPTIF ATAU MALADAPTIF. BANTU DEFINISIKAN STRATEGI KOPING LEBIH EFEKTIF. SARANKAN ALTERNATIF YG DICOBAKAN. NILAI KEUNTUNGAN DAN AKIBAT TIAP ALTERNATIF. BANTU MEMILIH ALTERNATIF YG SESUAI.

BERI REINFORCEMENT POSITIF ATAS UPAYA KLIEN UNTUK BERUBAH IDENTIFIKASI SUMBER-SUMBER KOMUNITAS INDIVIDUAL YG BISA DIGUNAKAN UNTUK MENDUKUNG JIKA POLA KOPING MALADAPTIF MASA LALU KEMBALI.

KEMBANGKAN HUBUNGAN SALING PERCAYA DENGAN KEPRIBADIAN ASLI DAN TIAP BAGIAN KEPRIBADIAN. BANTU PAHAMI ADANYA BAGIAN KEPRIBADIAN DAN PERLUNYA MELAYANI IDENTITAS PRIBADI INDIVIDUAL. BANTU KLIEN IDENTIFIKASI SITUASI STRESSFULL YG PRESIPITASI TRANSISI DARI SATU KEPRIBADIAN KE KEPRIBADIAN LAINYA. HATI-HATI AMATI DAN REKAM TRANSISI INI.

GUNAKAN INTERVENSI KEP YG DIPERLUKAN UNTUK ATASI PERILAKU MALADAPTIF , MISAL; JIKA SUICIDE, HARUS DIJAGA HATI-HATI CEGAH BAHAYA DIRI. JIKA RASA BERMUSUHAN HARUS BERHATI-HATI PROTEKSI ORANG LAIN. BANTU BAGIAN KEPRIBADIAN UNTUK PAHAMI YAITU TIDAKMERUSAK TAPI KEPRIBADIAN TERINTEGRASI DALAM DIRINYA BERI DUKUNGAN SELAMA MENYINGKAP PENGALAMAN PAHIT DAN JAMIN KETIKA KLIEN JADI DISCOURAGED DENGAN PENANGANAN LAMA.

BERI DUKUNGAN DAN ANJURAN SELAMA DEPERSONALISASI. PASIEN TIDAK MENGENALI PERASAAN TAKUT DAN CEMAS YG DIALAMI JELASKAN PERILAKU DEPERSONALISASI DAN TUJUAN MELAYANI KLIEN JELASKAN ANTARA KECEMASAN BERAT DENGAN PERILAKU DEPERSONALISASI. BANTU MENGHUBUNGKAN PERILAKU DENGAN WAKTU STRESS PSIKOLOGIS BERAT YG DIALAMI

GALI PENGALAMAN LALU DAN KEMUNGKINAN YANG DISAJIKAN PERISTIWA MENYAKITKAN SEPERTI TRAUMA ATAU ABUSE. DISKUSIKAN PENGALAMAN MENYAKITKAN DAN ANJURKAN UNTUK MENGHADAPI PERASAAN BERKAIT SITUASI. BERIKAN SOLUSI KONFLIK YG DIRASAKAN. DISKUSIKAN CARA YG LEBIH ADAPTIF MERESPON STRESS DAN BERMAIN PERAN UNTUK PRAKTIKAN METODE BARU.

APAKAH MEMORI KLIEN PULIH ? DAPATKAH KLIEN MENGHUBUNGKAN KEJADIAN STRESS PSIKOLOGIS TERHDP KEHILANGAN MEMORI? APAKAH KLIEN MENDISKUSIKAN KETAKUTAN DAN KECEMASAN DENGAN ANGGOTA STAF DALAM UPAYA RESOLUSI ? DAPATKAN KLIEN DISKUSIKAN ADANYA BERBAGAI KEPRIBADIAN DALAM DIRI SENDIRI ?

DAPATKAH MEMVERBALKAN ALASAN ADANYA KEPRIBADIAN ? DAPATKAH MEMVERBALKAN SITUASI YG PRESIPITASI TRANSISI DARI KEPRIBADIAN DG LAINYA ? DAPATKAH MEMPERTAHANKAN RASA REALITAS SELAMA SITUASI YG MENIMBULKAN STRESS ?

DAPATKAH KLIEN MEMVERBALKAN KORELASI ANTARA SITUASI STRESSFUL DAN SERANGAN PERILAKU DEPERSONALISAI ? DAPATKAH KLIEN MENDEMONSTRASIKAN STRETEGI KOPING LEBIH EFEKTIF DALAM MENGHADAPI STRESS TANPA RESORTING TERHADAP DISOSIASI ?

TOWNSEND, M.C. 2005. ESSENTIALS OF PSYCHIATRIC MENTAL HEALTH NURSING. 3RD EDITION. PHILADELPHIA : FA DAVIS