Anda di halaman 1dari 12

VULVITIS

Vulvitis adalah : peradangan pada vulva [ mons veneris, labia mayora, labiya minora, klitoris, vestibulum, orifisium uretra externa, glandula bartholini dan glandula para uretra ]

Anatomy VULVA

Mons veneris Labia majora and minora Clitoris Vestibule dengan orisfisium

uretra eksternum

Glandula Bartholini

Glandula paraurethralis

Vulvitis

Dibedakan atas : 1.Bersifat lokal 2.Timbul bersama atau akibat vaginitis 3.Awal atau manifestasi penyakit umum
3

Vulvitis lokal :
1. Infeksi pada kulit, rambut, kel. sebasea, kel. keringat.
- Timbul akibat trauma karena luka, garukan, atau sebab lain yang dapat menyebabkan terjadinya folikulitis, furunkulosis. 2. Infeksi pada orifisium uretra eksternum, kel. Parauretralis.

- Biasanya akibat gonorea


3. Infeksi pada kel. Bartholini
4

Vulvitis sebagai awal/manifestasi penyakit lain :


1.Penyakit kelamin : sifilis, gonorea, 2.Virus : limfogranuloma venerum, herpes genitalia, kondiloma akuminata 3. DM :
Jaringan pada penderita diabetes mengandung kadar glukosa yang lebih tinggi dan air kencing dengan glukosuria menjadi penyebab peradangan.

MACAM-MACAM VULVITIS :
1. Vulvitis atrofi
Disebabkan karena kekurangan estrogen yang di tandai dengan kulit yang tipis dan rasa gatal dan perih

2. Vulvitis karena alergi

atau iritasi
Disebabkan oleh persentuhan dengan bahan-bahan kimiawi seperti pelembut kain, deodorant, sabun dan parfum.

3. Vestibulitis Vulva
Ditandai rasa nyeri yang hebat dan perih pada vestibulum dari vulva

4. Neuralgia nervus

pudendus

Disebabkan oleh kompresi akar saraf sacral atau trauma obstetric dengan gejal rasa nyeri yang tidak mau hilang

PENEGAKAN DIAGNOSIS
- Dari anamnesis didapatkan Riwayat terpapar bahan alergen / iritan - Dari pemeriksaan fisik eritema, rash, ekskoriasi

PRURITUS merupakan tanda kardinal.

PATOFISIOLOGI
Paparan alergen / iritan Cell mediated Type IV / Type I histamin, bradikinin Pruritus, rash, erimatous Vulva Trauma bekas garukan karena rasa gatal atau iritasi yang ditimbulkan bahan alergen / iritan

VULVITIS

MANIFESTASI KLINIS

PENATALAKSANAAN
BERDASARKAN : 2007, UK GUIDELINE ON THE MANAGEMENT OF VULVA CONDITIONS

Recommended Regimens for Vulvitis e.c Contact Dermatitis


Avoidance of precipitating factor (IV,C) Topical corticosteroid the choice of preparation will depend on severity, 0,5%-1% Hydrocortisone in milder cases, or betamethasone or clobetasol for limited periods if severe or lichenified, or to break the itch-scratch cycle. A combined preparation containing antifungal and/or antibiotic may be required if secondary infection suspected. Apply once or twice daily.(IV,C)

Wassalamualaikum warrahmatullah wabarakatuh..

DAFTAR PUSTAKA
Wiknjosastro, H. (1999). Ilmu kebidanan. Edisi 3. Jakarta : Yayasan Bina Pustaka Sarwono. 2007 UK National Guideline on the Management of Vulval Conditions Clinical Effectiveness Group British Association Sexual Health and HIV Taber, Ben-Zion. (1994). Kapita selekta obstetri dan ginekologi. Jakarta :EGC.

Anda mungkin juga menyukai