Anda di halaman 1dari 42

Drg Yayun Siti Rochmah, SpBM

Tanda vital
Nadi Respirasi Suhu Tekanan darah Saturasi oksigen

Nadi
Tujuan Menentukan kecepatan dan keteraturan kerja jantung dan keadaan aliran arteri Teknik Raba pada kulit yang menutupi arteri yang berdenyut dan hitung denyutnya Sebagian besar dilakukan pada arteri radialis, juga pada arteri brachialis atau arteri carotis Nilai kecepatan, keteraturan denyut maupun kekuatannya
3

nadi
Cara mendeteksi denyut nadi melalui arteri radialis: Telapak tangan penderita menghadap ke atas Letakkan ibu jari pada pergelangan tangan yang menghadap ke bawah Dengan menggunakan dua/tiga jari secara paralel(jari telunjuk,jari tengah,jari manis) raba arteri radialis yang terletak pada pergelangan tangan yang menghadap ke atas, segaris dengan telunjuk penderita

Lynn 2008

Perabaan arteri carotis

nadi
Interpretasi Pada orang dewasa normal, kecepatan 60100 denyut/menit - Denyut nadi diatas 100 denyut/menit takikardi - Denyut nadi di bawah 60 denyut/menit bradikardi

Denyut nadi pada bayi dan anak-anak

Bates. Barbara; A Guide to Physical Examination and History Taking; 6th Ed; Lippincott; 1995 on http://medinfo. ufl.edu/year1/bcs/clist/vitals.html

Respirasi
Tujuan: Menentukan kecepatan pernafasan untuk menilai integritas dan fungsi kardio pulmonar dan neurologik - Teknik : Berdiri dibelakang pasien dan tanpa sepengetahuannya observasi sangkar dadanya. - Teknik Alternatif: auskultasi pada daerah atas sternum (tidak pada trakea).
8

respirasi

Dihitung frekuensi pernapasan per menit Interpretasi:


Normal pada dewasa 14-20 kali/menit Bayi> 44 kali/menit

Temperatur/suhu
Tujuan: Menentukan normalitas, demam, dan hipotermia Alat ukur: termometer air raksa, termometer digital Teknik:
- Goyangkan termometer merkuri keangka 35C atau dibawahnya sebelum menyisipkan (termometer air raksa).untuk termometer digital pastikan angka digital menunjukkan 0C - Setelah 4 menit, pindahkan dan inspeksi termometer tanpa menggoyangkan - Oral: Instruksikan pasien utk menghindari menggigit instrumen dengan gigi, letakkan secara sublingual
10

Rektal: oleskan sedikit Vaseline pada ujung pentolan instrumen dan bagian luar termometer. Sisipkan dengan lembut sedalam 4cm kedalam rektum dan biarkan posisi ini selama 4 menit. Aksilar: Letakkan pada aksila dengan ipsilateral lengan diaduksikan secara pasif dan dimobilisasi untuk mengepit.

11

Pengukuran suhu tubuh :


1. Suhu oral normal : 37C ( 36.1 37.2C ) Kerja : meningkat 1-2C 2. Suhu rectal : 37,6C (0,6C lebih tinggi ) (36,7 37,8C) - untuk pemeriksaan bayi - lebih menggambarkan suhu inti 3. Suhu aksilar : mudah dipengaruhi suhu lingkungan. - 0,6 lebih rendah dari suhu oral
12

4. Suhu membran timpanik - Pemeriksaan yang aman, cepat dan dapat dipercaya - Perbedaan pengukuran dengan suhu oral sebesar 0,8 lebih tinggi Teknik: - Kanalis auditorius eksternal tidak ada serumen - Posisi ujung termometer di dalam lubang, tunggu 2-3 detik sampai tampak angka digital suhu

13

suhu rektal dan suhu membran tympani suhu inti suhu oral dan suhu aksila suhu perifer

14

Demam/pireksia
Peningkatan suhu tubuh

- Hiperpireksia
Peningkatan suhu yang ekstrim, di atas 41,1 C

- Hipotermia
Suhu rendah yang abnormal, di bawah 35 C per rektal

15

Jenis-jenis termometer
Termometer aksila Termometer oral

16

Termometer telinga

Termometer rektum

17

Faktor2 yang mempengaruhi suhu inti :


1. Siang : suhu inti normal bervariasi sekitar 1C. Pagi bangun tidur : terendah Sore : tertinggi 2. Wanita: selama ovulasi sampai haid berikut meningkat 0,5C 3. Saat olahraga : meningkat sampai 40C 4. Cuaca lingkungan.

18

Tekanan darah
Tujuan: menentukan adanya normotensi, hipertensi, atau hipotensi, fungsi kardiovaskular, aliran vaskular dan status volume intra vaskular Tekanan Darah Sistole : pada waktu ventrikel berkontraksi, darah dipompa keseluruh tubuh Tekanan Darah Diastole : pada saat ventrikel rileks, darah dari atrium masuk ke ventrikel Tekanan Darah dipengaruhi oleh : aktifitas fisik, keadaan emosi, rasa sakit, suhu sekitar, penggunaan kopi/tembakau
19

Lynn 2008

20

Teknik pengukuran tekanan darah:


Apabila menggunakan tensimeter air raksa, usahakan agar posisi manometer selalu vertikal setinggi jantung Waktu membaca mata harus berada segaris horizontal dengan air raksa

21

Contemporary Oral and Maxillofacial Surgery, 4th ed, Mosby

22

Teknik pengukuran tekanan darah


1.Pemilihan ukuran manset yang tepat -lebar kantong manset yang dapat dikembungkan kira-kira 40% lingkar lengan atas (12-14 cm pd individu dewasa) -panjang kantong sekitar 80% lingkar lengan atas (cukup untuk melingkari lengan)

23

Contemporary Oral and Maxillofacial Surgery, 4th ed, Mosby

Manset dengan berbagai macam ukuran


Penggunaan manset untuk mengukur tekanan darah yang tidak tepat dapat mempengaruhi keakuratan hasil pengukuran tekanan darah. Bila ukuran manset terlalu kecil dapat menyebabkan hasil TD yang lebih tinggi, dan jika manset terlalu besar akan menyebabkan hasil yang lebih rendah. 24

2.Mempersiapkan pengukuran tekanan darah pasien tidak merokok/minum kafein selama 30 menit sebelum pengukuran dan istirahat sedikitnya 5 menit ruang pemeriksaan tenang dan hangat Lengan yang akan dipasang manset tidak tertutup pakaian, tidak boleh ada fistula arteriovenosa untuk dialisis, jaringan parut karena pemotongan arteribrakialis,limfedema Palpasi arteri brakialis untuk memastikan denyut nadi masih aktif
25

Atur posisi lengan sehingga arteri brakialis setinggi jantung Jika pasien duduk,istirahatkan lengan di atas meja sedikit di atas pinggang pasien. Jika pasien berdiri usahakan untuk menopang lengan pasien sejajar setinggi tengah dada

26

3.Mengukur tekanan darah


Tempatkan kantong balon ditengah arteribrakialis. Bagian tepi bawah manset sekitar 2,5 cm di atas lipatan antekubital. Tentukan seberapa tinggi menaikkan tekanan manset, dengan cara menentukan tekanan sistolik dengan palpasi. Rasakan arteri radialis dengan jari satu tangan, segera pompa manset sampai denyut radialis menghilang. Baca nilai tekanan ini dan tambahkan 30mmHg.

27

Tujuan penentuan ini untuk mengurangi ketidaknyamanan karena pemompaan tekanan manset yang terlalu tinggi dan hal ini juga untuk menghindari kesalahan yang disebabkan oleh gap auskultasi-interval di antara tekanan sistolik dan diastolik Kempiskan manset Letakkan bagian bel stetoskop di atas arteri brakialis Pompa manset sampai angka yang telah anda tentukan sebelumnya, kemudian turunkan tekanan perlahan dengan laju penurunan 2mmHg per detik.

28

Catat angka bila terdengar suara paling sedikit 2 detak berurutan. Tekanan ini merupakan Tekanan Sistolik Terus turunkan secara perlahan. Titik menghilangnya suara detak jantung merupakan Tekanan Diastolik Istirahatkan lengan yang diukur kurang lebih 2 menit, lalu ulangi pengukuran dan rata-ratakan hasilnya. Apabila dua pembacaan pertama memiliki perbedaan lebih dari 5mmHg maka lakukan pengukuran selanjutnya.
29

Pada pasien mengkonsumsi obat antihipertensi,atau yang memiliki riwayat pingsan, pusing postural, deplesi volume darah maka ukur tekanan darah dalam dua posisi-terlentang dan berdiri (kecuali bila dikontraindikasikan). Turunnya tekanan sistolik 20mmHg atau lebih, khususnya jika disertai gejala, menunjukkan hipotensi postural.
30

Lynn 2008

31

4. Saturasi oksigen
Oxygen saturation or dissolved oxygen (DO) is a relative measure of the amount of oxygen that is dissolved or carried in a given medium. It can be measured with a dissolved oxygen probe such as an oxygen sensor or an optode in liquid media, usually water. Oxygen saturation can be measured regionally and non-invasively. Arterial oxygenation is commonly measured using pulse oximetry. Tissue saturation at peripheral scale can be measured using NIRS. This technique can be applied on both muscle as brain.

In medicine, oxygen saturation refers to oxygenation, or when oxygen molecules (O2) enter the tissues of the body. In this case blood is oxygenated in the lungs, where oxygen molecules travel from the air and into the blood. Oxygen saturation, or O2 sats measure the percentage of hemoglobin binding sites in the bloodstream occupied by oxygen. The optimal levels in an estuary for Dissolved Oxygen (DO) is higher than 6 ppm.

Alat monitor vital sign

Anda mungkin juga menyukai