Anda di halaman 1dari 27

ASUHAN KEPERAWATAN KRITIS PADA KLIEN DENGAN KRISIS HIPERTENSI

Kelompok 2 Dwi Lestari Fadillah Fikri Firmansyah Rahmad Effan Syantoso Uray Selvi Riesvianti

DOSEN PEMBIMBING : Ben Bella S., Kep. Ns


24 SEPTEMBER 2013

DASAR KEGAWAT DARURATAN


MENURUT BUKU PERAWATAN GAWAT DARURAT OLEH JOHN A. BOSWICK, 2012, MENYATAKAN TENTANG SISTEM PELAYANAN KEDARURATAN MEDIK, YANG MERUPAKAN SUATU SISTEM PELAYANAN DAN SUATU PROGRAM RESPON KEDARURATAN MASYARAKAT UNTUK WARGA YANG CEDERA ATAU SAKIT DAN MEMERLUKAN PERAWATAN YANG MENDESAK

DARI HASIL RISET DARI BERBAGAI SUMBER DAN PENULIS MEMASUKAN BEBERAPA MACAM GOLONGAN KEADAAN SECARA UMUM DAN DITEMUKAN BEBERAPA KATEGORI YANG TERMASUK DALAM KEGAWAT DARURATAN DIANTARANYA ADALAH KEDARURATAN PERNAFASAN, SYOK, KEDARURATAN KARDIOVASKULER KEDARURATAN ABDOMEN DAN PELVIS, CEDERA WAJAH DAN LEHER, CEDERA CEREBROSPINALIS, CEDERA EKSTERMITAS, KEDARURATAN MEDIS KHUSUS, KEDARURATAN PSIKIATRIK, PEMBERIAN OBAT, TRAUMA, SUHU, LISTRIK, KIMIA, DAN LAIN-LAIN.

KEGAWAT DARURATAN DAPAT DIBAGI SEBAGAI BERIKUT


PASIEN GAWAT DARURAT PASIEN YANG TIBA-TIBA BERADA DALAM KEADAAN GAWAT ATAU AKAN MENJADI GAWAT DAN TERANCAM NYAWANYA ATAU ANGGOTA BADANNYA (AKAN MENJADI CACAT) BILA TIDAK MENDAPAT PERTOLONGAN SECEPATNYA. PASIEN GAWAT TIDAK DARURAT PASIEN BERADA DALAM KEADAAN GAWAT TETAPI TIDAK MEMERLUKAN TINDAKAN DARURAT, MISALNYA KANKER STADIUM LANJUT. PASIEN DARURAT TIDAK GAWAT PASIEN AKIBAT MUSIBAH YANG DATAG TIBA-TIBA, TETAPI TIDAK MNGANCAM NYAWA DAN ANGGOTA BADANNYA, MISANYA LUKA SAYAT

LANJUTAN. . .
PASIEN TIDAK GAWAT TIDAK DARURAT MISALNYA PASIEN DENGAN ULCUS TROPIURN, TBC KULIT, DAN SEBAGAINYA.

KECELAKAAN (ACCIDENT)

SUATU KEJADIAN DIMANA TERJADI INTERAKSI BERBAGAI FACTOR YANG DATANGNYA MENDADAK, TIDAK DIKEHENDAKI SEHINGA MENIMBULKAN CEDERA (FISIK. MENTAL, SOSIAL).

DALAM BUKU PERAWATAN GAWAT DARURAT OLEH JOHN A. BOSWICK, 2012, MENYATAKAN TENTANG SISTEM PELAYANAN KEDARURATAN MEDIK, YANG MERUPAKAN SUATU SISTEM PELAYANAN DAN SUATU PROGRAM RESPON KEDARURATAN MASYARAKAT UNTUK WARGA YANG CEDERA ATAU SAKIT

FASE PRA RUMAH SAKIT

KOORDINASI DAN KOMUNIKASI DENGAN RUMAH SAKIT UNTUK PERSIAPAN


PERTAHANKAN AIRWAY (JALAN NAFAS), BREATHING (PERNAFASAN) ATASI SHOCK,KONTROL PERDARAHAN LUAR

JAGA PASIEN IMOBILISASI


INFORMASIKAN TENTANG KEJADIAN: WAKTU, PROSES KEJADIAN, RIWAYAT PASIEN, DAN BIOMEKANIK TERAUMA

LANJUTAN ,,

FASE RUMAH SAKIT PERSIAPAN ALAT DAN RUANGAN RESUSITASI PERALATAN AIRWAY (LARINGOSKOP DAN PERLENGKAPANNYA) CAIRAN INTRAVENA ALAT MONITOR PEMERIKSAAN PENUNJANG RUJUK KE PUSAT TRAUMA

PROSEDUR PENANGANAN PASIEN TRAUMA


PERHATIKAN BAHAYA YANG MENGANCAM DISEKITAR LOKASI KEJADIAN. PASTIKAN AMAN ATAU SAFETY DALAM MELAKUKAN TINDAKAN PERTOLONGANHARUS DIPERHATIKAN

KEAMANAN DIRI ATAU PENOLONGAN


KEAMANAN LOKASI KEJADIAN KEAMANAN PASIEN ATAU KORBAN

LANJUTAN ,,,
CEK KESADARAN DIAWAL PENILAIAN HANYA MENGUKUR APAKAH KORBAN SADAR ATAU TIDAK. ADAPUN PENGGUNAAN CEK KESADARAN DENGAN MENGGUNAKAN AVPU. A= ALERT ATAU SADAR PASIEN DIKATAKA ALERT ATAU SADAR APABILA PASIEN DAPAT BERORIENTASI TERHADAP TEMPAT, WAKTU DAN ORANG V= VERBAL ATAU RESPON TERHADAP SUARA

PASIEN INI DALAM KEADAAN DISORIENTASI NAMUN MASIH DAPAT DI AJAK BICARA
P= PAIN ATAU RESPON TERHADAP NYERI PASIEN HANYA BERESPON TERHADAP RANSANGAN NYERI U= UNRESPONSIVE ATAU TIDAK SADAR TENTUKAN KESADARAN KORBAN APAKAH BERADA DALAM KEADAAN ALERT,VERBAL,PAIN, ATAU UNRESPOSIVE

LANJUTAN ,,
AIRWAY AIRWAY HARUS DIPERIKSA SECARA CEPAT UNTUK MEMASTIKAN BEBAS DAN PATENNYA SERTA TIDAK ADANYA POTENSI BAHAYA ATAU OBSTRUKSI. JIKA AIRWAY TERGANGGU MAKA DIPERLUKAN PEMBEBASAN DENGAN METODE MANUAL (HEAD TILT CHIN LIFT ATAU JAW THRUST). BREATHING OKSIGEN HARUS TERDISTRIBUSI SECARA EFEKTIF KE PARU-PARU. HIPOKSIA DAPAT TERJADI AKIBAT VENTILASI YANG TIDAK ADEKUAT DAN KURANGNYA OKSIGEN DIJARINGAN. EVALUASI PERNAPASAN FERKUENSI NAFAS ATAU RESPIRATORY RATE (DEWASA) DAPAT DIBAGI MENJADI 4 TINGKAT RR < 12 X /MENIT : SANGAT LAMBAT RR 12-20 X/MENIT : NORMAL RR 20-30 X/MENIT : SEDANG CEPAT

LANJUTAN, , ,
CIRCULATION KEGAGALAN SISTEM SIRKULASI MERUPAKAN ANCAMAN KEMATIAN YANG SAMA DENGAN KEGAGALAN SISTEM NAFAS EVALUASI DENYUT NADI SESAAT HARUS MEMERIKSA KUALITAS DAN REGULARITAS DENYUT NADI PADA PEMERIKSAAN CEPAT INI AKAN DIDAPATI: TAKIKARDI, BRADIKARDI ATAU RITME IREGULER KULIT MASA PENGISIAN KAPILER WARNA SUHU KELEMBABAN

LANJUTAN, , ,
DISABILITY

SETELAH AIRWAY, BREATHING, AND CIRCULATION PEMERIKSAAN STATUS NEUROLOGI HARUS DILAKUKAN MELIPUTI:
TINGKAT KESADARAN DENGAN MENGGUNAKAN GLASGOW COMA SCALE (GCS). DI AWAL MENEMUKAN KORBAN CEK KESADARAN DENGAN AVPU (ALERT, VERBAL, PAIN, UNRESPON) PENILAIAN TANDA LATERALISASI: PUPIL (UKURAN, SIMETRIS, DAN REAKSI TERHADAP CAHAYA),KEKUATAN TONUS OTOT (MOTORIK)

EXPOSURE
EXPOSISI DAN PERLINDUNGAN TERHADAP LINGKUNGAN ADALAH HAL YANG HARUS DIPERHATIKAN DALAM TAHAPAN EKSPOSURE. PETUGAS TIDAK BISA INSPEKSI SECARA DETAIL JIKA PENDERITA MASIH BERPAKAIAN LENGKAP

LANJUTAN, , ,
FOLEY CATETER
FUNGSI PAMASANGAN FOLEY CATETER ADALAH UNTUK EVALUASI CAIRAN YANG MASUK. INPUT CAIRAN HARUS DIEVALUASI DARI HASIL OUTPUT CAIRAN URIN. OUPUT URIN NORMAL:

DEWASA
ANAK

: 0,5 CC/KG BB/ JAM


: 1 CC/KG BB/ JAM

BAYI : 2 CC/KG BB/ JAM

PEMASANGAN FOLEY CATETER SEBAIKANYA HARUS MEMPERHATIKAN ADAKAH KONTRA INDIKASI PEMASANGAN KATETER. ADAPUN KONTRA INDIKASI PEMASANGAN FOLEY CATETER ADALAH SEBAGAI BERIKUT :
ADANYA HEMATOMA SCROTUM PERDARAHAN DI OUE (ORIFISIUM URETRA EXTERNA) PADA SAAT RT (RECTAL TOUCHE) POSISI PROSTAT MELAYANG ATAU TIDAK TERABA ATAU HIGH RIDING

LANJUTAN, ,
GASTRIC TUBE PEMASANGAN KATETER LAMBUNG DIMAKSUDKAN UNTUK MENGURANGI DISTENSI LAMBUNG DAN MENCEGAH ASPIRASI JIKA TERJADI MUNTAH SEKALIGUS MEMPERMUDAH DALAM PEMBERIAN OBAT ATAU MAKANAN. PEMASANGAN GASTRIC TUBE DAPAT MELALUI MULUT ATAU HIDUNG. HEART MONITOR ATAU ECG MONITOR DAPAT DIPASANG UNTUK PASIEN YANG MEMILIKI RIWAYAT JANTUNG ATAUPUN PADA KEJADIAN PASIEN TERSENGAT ARUS LISTRIK UNTUK MENGETAHUI DYSARHYTMIAS, ISCHAMIA, TERAUMA JANTUNG, PEA.

KONSEP DASAR KRISIS HIPERTENSI


KRISIS HIPERTENSI ADALAH KEADAAN DIMANA TEKANAN DARAH MENINGKAT DAN MENETAP PADA NILAI YANG TINGGI, MISALNYA DIASTOLIK 180 MMHG ATAU LEBIH DAN DIASTOLIK 120 MMHG ATAU DISERTAI BEBERAPA PENYULIT, SEPERTI : ENSEFALOPATI PAYAH JANTUNG KIRI AKUT PERDARAHAN OTAK HIPERTENSI MALIGNA ( HIPERTENSI YANG DISERTAI EDEMA) KRISIS HIPERTENSI MERUPAKAN KEADAAN DARURAT YANG HARUS SEGERA DITANGGULANGI, SEBAB DAPAT MENIMBULKAN KEMATIAN YANG DISEBABKAN OLEH : KEGAGALAN JANTUNG ISKHEMIA SEREBRI KEGAGALAN GINJAL

LANJUTAN, ,,
MENURUT WHO (1978) BATAS TEKANAN DARAH YANG MASIH DIANGGAP NORMAL ADALAH 140/90 MMHG DAN TEKANAN DARAH SAMA DENGAN ATAU DI ATAS 160/95 MMHG DINYATAKAN SEBAGAI HIPERTENSI. HIPERTENSI ADALAH PENINGKATAN TEKANAN DARAH DI ATAS NORMAL YAITU BILA TEKANAN SISTOLIK (ATAS) 140 MMHG ATAU LEBIH DAN TEKANAN DIASTOLIC (BAWAH) 90 MMHG ATAU LEBIH.

JADI, MENURUT KELOMPOK KRISIS HIPERTENSI IALAH KEDARURATAN HIPERTESI TERJADI PADA PENDERITA DENGAN HIPERTENSI YANG TIDAK TERKONTROL ATAU MEREKA YANG TIBA-TIBA MENGHENTIKAN PENGOBATAN YANG DISERTAI DISFUNGSI AKUT ORGAN TARGET.

ETIOLOGI
ADAPUN MENURUT MUHARDI MUHIMAN (2001) ETIOLOGI ATAU PENYEBAB DARI KRISIS HIPERTENSI ADALAH SEBAGAI BERIKUT : PRIMER TIDAK (DIKETAHUI) PENYAKIT PARENKHIM GINJAL (GLOMERULONEFRITIS, GINJAL POLIKISTIK) HIPERTENSIRENOVASKULER ( INFARK GINJAL, FISTULA ARTERI-VENA GINJAL ) PENYAKIT ADRENAL (SINDROMA CHUSING) PENYAKIT NEUROLOGIS (TEKANAN INTRAKRANIAL MENINGKAT DENGAN CEPAT ) LAINNYA SEPERTI MEMINUM OBAT ANTIHIPERTENSI TIDAK TERATUR, PASIEN MENGKONSUMSI KONTRASEPSI ORAL, OBESITAS, MEROKOK, MINUM ALCOHOL.

KLASIFIKASI
SECARA PRAKTIS KRISIS HIPERTENSI DAPAT DIKLASIFIKASIKAN BERDASARKAN PRIORITAS PENGOBATAN, SEBAGAI BERIKUT
HIPERTENSI EMERGENSI / EMERGENCY HIPERTENSION (DARURAT)

DITANDAI DENGAN TD DIASTOLIK > 120 MMHG, DISERTAI KERUSAKAN BERAT DARI ORGAN SASARAN YANG BERSIFAT PROGRESIF YANG DISEBABKAN OLEH SATU ATAU LEBIH PENYAKIT/KONDISI AKUT.
HIPERTENSI URGENSI / URGENCY HIPERTENSION (MENDESAK)

DITANDAI DENGAN TD DIASTOLIK > 120 MMHG DAN DENGAN TANPA KERUSAKAN/KOMPLIKASI MINIMUM DARI ORGAN SASARAN, SEHINGGA PENURUNAN TEKANAN DARAH DAPAT DILAKSANAKAN LEBIH LAMBAT (DALAM HITUNGAN JAM SAMPAI HARI).

PATOFISIOLOGI

PEMERIKSAAN PENUNJANG
DARAH : DARAH RUTIN, BUN, CREATININE, ELEKTROLIT, KGD. PEMERIKSAAN LABORATORIUM UNTUK MENGETAHUI KERUSAKAN ORGAN SEPERTI GINJAL DAN JANTUNG EKG UNTUK MENGETAHUI HIPERTROPI VENTRIKEL KIRI URINALISA UNTUK MENGETAHUI PROTEIN DALAM URIN, DARAH, GLUKOSA PEMERIKSAAN : RENOGRAM, PIELOGRAM INTRAVENA ARTERIOGRAM RENAL, PEMERIKSAAN FUNGSI GINJAL TERPISAH DAN PENENTUAN KADAR URIN. FOTO DADA DAN CT SCAN APAKAH ADA OEDEMA PARU ( DAPAT DITUNGGU SETELAH PENGOBATAN TERLAKSANA)

BILA DISANGSIKAN FEOKHROMOSITOMA : URINE 24 JAM UNTUK KATEKHOLAMINE, METAMEFRIN, VENUMANDELIC ACID ( VMA ).

USG UNTUK MELIHAT STRUKTUR GUNJAL DILAKSANAKAN SESUAI KONDISI KLINIS PASIEN

Pengkajian
B1(BLOOD) GEJALA : RIWAYAT HIPERTENSI, ATEROSKLEROSIS PENYAKIT JANTUNG CORONER ATAU KATUP DAN PENYAKIT SEREBROVASKULAR

NADI : DEYUTAN JELAS DARI KAROTIS, JIGULARIS, RADIALIS ; PERBEDAAN DEYUT, SEPERTI DEYUT PEMURAL MELAMBAT SEBAGAI KOMPENSASI DEYUTAN RADIALIS DAN BRAKIALIS
FREKUENSI DAN IRAMA : TAKIKARDI BUNYI JANTUNG : TERDENGAR S2 PADA DASAR S3 (CHP DINI), S4 (PERGESERAN VENTRIKEL KIRI ATAU HIPERTROPI VENTRIKEL KIRI).

B2 (BLADDER)
GEJALA : GANGUAN GINJAL SAAT INI ATAU YANG LALU SEPERTI INFEKSI ATAU OBSTRUKSI ATAU RIWAYAT PENYAKIT GINJAL MASA LALU.

LANJUTAN, , ,
B3 (BRAIN)
GEJALA : KELUHAN PENING ATAU PUSING SAKIT KEPALA SOBOKSIPITAL (TERJADI SAAT BANGUN DAN MENGHILANG SECARA SPONTAN SETELAH BEBERAPA JAM. TANDA : STATUS MENTAL : PERUBAHAN KETERJAGAAN, PROSES PIKIR, ATAU MEMORI (INGATAN).

B4 (BOWEL)
GEJALA : MUAL MUNTAH, PERUBAHAN BERAT BADAN TANDA : BERAT BADAN NORMAL ATAU OBESITAS, ADANYA EDEMA (MUNGKIN UMUM ATAU TERTENTU).

B5(BONE)
GEJALA : KELEMAHAN, LETIH, GAYA HIDUP MONOTON.

PENILAIAN KRISIS HIPERTENSI JUGA DAPAT DILAKUKAN DENGAN MENGGUNAKAN PRINSIP KEGAWATDARURATAN, SEBAGAI BERIKUT:

A: AIRWAY AIRWAY DI PERIKSA SECARA CEPAT UNTUK MEMASTIKAN BEBAS DAN PATENNYA JALAN NAFAS. PADA PSIEN GAWATDARURAT KRISIS HIPERTENSI JIKA MENGALAMI MASALAH PADA AIRWAY YANGMUNGKIN DAPAT DILAKUKAN PERAWAT IALAH JAW TRUST.

B: BREATHING
KAJI SATURASI OKSIGEN, JIKA TERJADI TIDAKEDEKUATNYA OKSIGEN MAKA DAPAT DIBERIKAN OKSIGEN MELALUI AMBUBAG DAN JIKA ADA MELALUI NON RE-BREATH MASK. DENGARKAN PULA ADAKAH BUNYI SNORING PADA PASIEN.

LANJUTAN, , ,
C: CIRCULATION
KEGAGALAN SIRKULASI DAPAT MERUPAKAN ANCAMAN KEMATIAN YANG SAMA DENGAN KEGAGALAN SYSTEM NAFAS.

D: DISABILITY
KAJI TINGKAT KESADARAN PENDERITA DENGAN MENGGUNAKAN GLASCGOW COMA SCALE (GCS). PADA AWAL MENEMUKAN KORBAN CEK KESADARAN DENGAN MENGGUNAKNA AVPU (ALERT, VERBAL, PAIN, UNRESPONSIVE).

Diagnosa Keperawatan

RESIKO TINGGI PENURUNAN CURAH JANTUNG B.D VASOKONTRIKSI PEMBULUH DAR PERUBAHAN POLA NAFAS B.D HIPOVENTILASI NYERI (AKUT ATAU KRONIS) SAKIT KEPALA BERHUBUNGAN DENGAN PENINGKATAN TEKANAN VASKULER. INTOLERANSI AKTIVITAS BERHUBUNGAN DENGAN KELEMAHAN UMUM, KETIDAKSEIMBANGAN ANTARA SUPLAY DAN KEBUTUHAN O2

RENCANA ASUHAN KEPERAWATAN

TERIMASIH ATAS PERHATIANNYA

SEMOGA BERMANFAAT