Anda di halaman 1dari 17

Atresia Ani

Oleh GEORGE PESTALOZI 0818011061

PEMBIMBING : Dr. HARIYADI, SP.Rad

DEFINISI ATRESIA ANI


Atresia adalah tidak ada lubang ditempat yang seharusnya berlubang baik karena cacat bawaan maupun terjadi kemudian. Ani dari kata anus yang berarti lubang pelepasan atau dubur. Atresia ani adalah kelainan tidak adanya lubang pelepasan pada daerah dubur(anus) yang sifatnya bawaan atau muncul kemudian.

PATOFISIOLOGI ATRESIA ANI


Menurut Berdon, membagi atresia ani berdasarkan tinggi rendahnya kelainan, yakni : a. atresia ani letak tinggi : bagian distal rectum berakhir di atas muskulus levator Tidak mencapai tingkat m. levator anus, dengan jarak antara ujung buntu rektum sampai kulit premium > 1 cm. Biasanya disertai dengan fistel ke saluran kencing (fistel rectovesical) atau ke saluran genital (fistel rectovaginal). Rektum di atas Pubococcygeal line.

Dengan fistel 90 %, tidak ada fiskel 10 %. Fistel secara klinis adekuat = tidak ada tandatanda ileus tidak adekuat = ada tanda-tanda ileus, distensi, tidak BAB fistelnya rectovesical / rectourinary fistel. fistelnya rectovaginal

b. Atresia ani letak rendah: distal rectum melewati musculus levator ani

Rektum menembus m. levator anus, sehingga jarak antara kulit dan ujung rektum paling jauh 1 cm. Rectum terletak di bawah garis yang melalui ischium point (Pubococcygeal line). Dapat merupakan stenosis anus yang hanya membutuhkan dilatasi membran atau merupakan membran anus tipis yang mudah dibuka segera setelah anak lahir. Translevator 80 % tidak ada fistel Pada letak rendah bisa dijumpai fistel pada rectovestibular, karena rectum lebih ke depan mendekati vestibulum.

DIAGNOSA
Anamnese : Meconium tidak dijumpai dalam 24 jam. Perut kembung dijumpai. Muntah dijumpai.

Klinis : Jika wanita jangan lupa melihat genitalia eksternanya (98-99%) wanita dengan Atresia ani mempunyai fistel ke vestibulum akan keluar mekonium) Pada wanita juga dapat terbentuk fistel pada perineum. supralevator, bila : Urin bercampur mekonium. hematuria

translevator, bila :

Dari uretra keluar mekonium. Kencingnya jernih. Ada fistel ke perineum. Pada laki-laki :
a) b) c) d)

Jika anus kasar, banyak pigmen (hitam) - translevator Jika licin, tipis, pigmen sedikit - supralevator Jika waktu anak menangis/ngedan, anus menonjol translevator Jika tidak ada yang menonjol - supralevator.

Pemeriksaan abdomen : Inspeksi = perut kembung/distensi. Palpasi = distensi, nyeri tekan tidak dijumpai. Perkusi = hipertimpani Auscultasi = Peristaltik me metalic sound Rectal Toucher : Anus tidak ada, hanya lengkungan saja (Anal dumple). Lihat apakah anus di tempat normal. Apakah kalibernya normal. Apakah ditemukan fistel

GAMBARAN RADIOLOGIS
Foto polos abdomen Distensi usus dibagian proximal sumbatan Tampak tanda - tanda ileus
1.

2.

Pada foto abdomen tegak terlihat Multiple air fluid level seperti tersusun bertangga Step ladder apearance dibagian tengah abdomen dan udara colon terletak Permukaan cairan dalam loop usus tidak rata dan pendek

3. Akibat distensi usus halus satu sama lain gambaran sirip ikan / Herring bone appearance 4. Lambung terisi sedikit udara atau tidak ada udara sama sekali 5. Diukur jarak antara tempat anus dan bagian udara ter-distal

Foto invertogram Foto invertogram (Wangensteen-Rice) dari pelvis = untuk menentukan jenis Atresia Ani letak rendah, menengah, atau tinggi.

Pada invertogram : Bila letak udara paling distal. > 1 cm = letak tinggi / high < 1 cm = letak rendah / low = 1 cm = letak intermediate / sedang

Dibuat garis imajiner antara Pubo/Putis (tumpang tindih dengan trochanter mayor) dengan os coccyseal, bila : Letak tinggi : rectum diatas PC ( Pubococcygeal line ) >2cm, ujung buntu di bawah PC Line. Letak intermediate : rectum diantara PC line dengan satu garis sejajar PC line dan melalui ischium point. (>1-2cm) Letak rendah : Rectum terletak dibawah garis yang melalui ischium point tadi. (<=1cm), ujung buntu di atas PC Line.

PENATALAKSANAAN
Menurut Leape menganjurkan pada : a. Atresia ani letak tinggi dan intermediet dilakukan sigmoid kolostomi atau TCD dahulu, setelah 6 12 bulan baru dikerjakan tindakan definitif (PSARP).

b. Atresia ani letak rendah dilakukan perineal anoplasti, dimana sebelumnya dilakukan tes provokasi dengan stimulator otot untuk identifikasi batas otot sfingter ani ekternus.
c. Bila terdapat fistula dilakukan cut back incicion. d. Pada stenosis ani cukup dilakukan dilatasi rutin.

TERIMA KASIH