Anda di halaman 1dari 8

CACINGAN YANG DITULARKAN MELALUI TANAH (Soil-transmitted Helminthiasis)

Artinya : cacingan ini tdk ditularkan secara langsung dari seorang penderita kepada orang lain tetapi memerlukan tanah sebagai medium perantara di mana anasir penular itu mengalami suatu proses pematangan untuk mencapai kemampuan menular kepada suatu hospes (tuan rumah). Cacing-cacing yang menular secara demikian adalah : 1.Ascaris lumbricoides, memerlukan tanah untuk mengeramkan telurtelurnya sampai menjadi infektif, selama 3 minggu. 2.Trichuris trichiura, memerlukan tanah untuk mengeramkan telurtelurnya sampai menjadi infektif, selama 3 - 4 minggu. 3.Necator americanus, memerlukan tanah untuk mengeramkan telurtelurnya dan mengembangkan larvanya sampai menjadi infektif, selama 1 2 minggu. 4.Ancylostoma duodenale, seperti Necator americanus. 5,Strongyloides stercoralis, memerlukan tanah untuk mengembangkan larvanya sampai menjadi infektif, selama 1 minggu.

Ascariasis Cara infeksi : termakan telur Ascaris yang infectious (berisi larva) bersama makanan atau minuman. Pathogenesis : a. Oleh larva Paru-paru : 1. perdarahan-perdarahan 2. pneumonitis Syndroma Loeffler dengan gejala - batuk sesak, demam - eosinophilia - infiltrat paru-paru Hepar : terjadi lesi-lesi granulomatous fibrosis

b. Oleh cacing dewasa Saluran empedu : 1. obstruksi saluran 2. cholangitis, cholecystitis 3. cholelithiasis Hepar : terjadi abses multipel Pancreas : terjadi pancreatitis acuta/chronis Appendix : terjadi appendicitis acute, biasanya tanpa demam. Ileus obstruktif : terjadi bila jumlah cacing puluhan/ratusan Peritonitis : bisa terjadi bila penderita malnutrisi dimana dinding usus lembek/lemah perforasi.

2. Trichuriasis Cara infeksi : termakan telur yang infectious, seperti ascariasis Infestasi berat : - Anemia berat - Syndroma dysentriae - Prolapsus recti

3. Necator americanus Cara infeksi : larva filariform menembus kulit - Ground itch (oleh larva) - Syndroma Loeffler (oleh larva) - Anemia (oleh cacing dewasa) 4. Ancylostoma duodenale Cara infeksi : larva filariform menembus kulit/termakan bersama sayur-sayuran lalap. - Ground itch (oleh larva) - Syndroma Loeffler (oleh larva) - Wakana disease (oleh larva termakan) - Anemia (oleh cacing dewasa)

5. Strongyloidiasis Cara infeksi : larva filariform menembus kulit - Creeping eruption (oleh larva) - Syndroma Loeffler (oleh larva) - Enteritis chronis (oleh cacing dewasa) honey comb ulceration

Pemberantasan dengan cara : 1. Penyuluhan kesehatan 2. Sanitasi 3. Pengobatan Penyuluhan kesehatan : 1. mengerti & menyadari akibat yang disebabkan oleh cacingan 2. mendidik anak-anak/ orang tua hidup higienis dgn jalan : - menghindari pencemaran tanah oleh tinja - menyiangi dan membersihkan halaman rumah - menghindarkan kontak langsung dengan tanah lembab - menghindari makanan/sayuran dari kontaminasi melalui tanah

Sarana Sanitasi : 1. jamban 2. air bersih Pengobatan : 1. Piperazine Dosis: 75 mg/kg BB Sediaan : - tablet 300 mg, 500 mg - suspensi 200 mg/ml Penggunaan : ascariasis Drug of choice : ileus obstruktif karena ascariasis

2. Pyrantel pamoate Dosis : 10 mg/kg BB (tunggal) Sediaan : - tablet 125 mg, 250 mg - suspensi 50 mg/ml Penggunaan : - ascariasis - ancylostomiasis - trichostrongyliasis - necatoriasis, perlu 3 x berturut-turut

3. Thiabendazole Dosis : 25 mg/kg BB, 2x / hari selama 2 3 hari Sediaan : - tablet kunyah 500 mg - sirup 100 mg/ml Penggunaan : Drug of choice untuk strongyloidiasis cutaneous larva migrans Nama patent : Mintezol

4. Mebendazole Dosis : 100 mg, 2x /hari selama 3 hari Sediaan : - tablet kunyah 100 mg - sirup 100 mg/5 ml Penggunaan : Drug of choice untuk trichuriasis Nama patent : Vermox

CACINGAN YANG DITULARKAN MELALUI UDARA (Air-borne Helminthiasis)

Enterobiasis (Oxyuriasis) Infeksi cacing ini biasanya pd anak-anak, tetapi kerapkali terjadi familier. Cacing dewasa hidup colon caccum dekat appendix. Cacing jantan 0,5 cm segera mati setelah kopulasi dan cacing betina bertelur di kulit bokong sekitar lubang anus dan mati. Telur-telur yang melekat di kulit segera menjadi infectious (berisi larva) dlm waktu 6 jam. Cara infeksi : - telur terhisap melalui pernafasan (aerogen). - telur tertelan bersama makanan. - autoinfeksi eksternal - retroinfeksi

Patologi klinis : - gangguan intestinal ringan - pruritus ani - appendicitis kronis - salpingitis pada anak perempuan bila terjadi infeksi ektopik dalam hal retroinfeksi. Diagnosis : dengan perianal swab dijumpai telunya.
Terapi 1. Piperazin Dosis : 75 mg/kg BB Sediaan : - tablet 200 mg, 500 mg - suspensi 200 mg/ml 2. Pyrantel pamoate Dosis : 10 mg/kg BB, perlu diulang 2 4 minggu kemudian Sediaan : - tablet 125,250 mg - suspensi 50 mg/ml.