Anda di halaman 1dari 25

Metabolisme Karbohidrat

Kelompok 8

Karbohidrat
Kata karbohidrat berasal dari kata karbon dan air. Senyawa penyusun sebagian besar senyawa organik di dunia, karena peran multiplenya pada semua bentuk kehidupan.
Karbohidrat bertindak sebagai sumber energi, bahan bakar, dan zat antara metabolisme

Karbohidrat adalah senyawa karbon yang mengandung sejumlah besar gugus hidroksil.

Karbohidrat
Dibagi menjadi 3 kelompok : Gula Glukosa + Sukrosa Zat Tepung (amilum)

Kanji
Sellulosa Jika terlalu banyak, karbohidrat akan diubah menjadi lemak dan disimpan di bawah kulit sehingga menyebabkan kegemukan.

Struktur Karbohidrat
Monosakarida Disakarida Polisakarida

Monosakarida (C6H12O6)
Glukosa Fruktosa Galaktosa

Disakarida
Sukrose glukose + fruktose Laktose glukose + galaktose Maltose glukose + glukose

Polisakarida
Tersusun atas molekul-molekul glukosa yang berikatan Tepung - Plant source Glycogen - Animal source Serat

Metabolisme Karbohidrat
1. Glikolisis dan siklus krebs

2. Glikogenesis dan glikogenolisis


3. Glukoneogenesis 4. HMP Shunt 5. Transport elektron dan fosforilasi oksidatif

Glikolisis
Proses perubahan glukosa menjadi asam piruvat atau asetil coenzim-A Glikolisis terjadi di sitoplasma Setelah glukoneogenesis, glukose diubah dari glikogen di hati atau otot untuk dilakukan glikolisis. Glikolisis adalah menguraikan glucose 6 C menjadi 2 pyruvate 3 C. Glikolisis : oksidasi glukosa energi ( ATP ) Aerob ( asam piruvat ) Anaerob ( asam laktat )

Siklus Asam Sitrat (Siklus Krebs)


Siklus ini juga sering disebut sebagai siklus Krebs dan siklus asam trikarboksilat dan berlangsung di dalam mitokondria. Siklus asam sitrat merupakan jalur bersama oksidasi karbohidrat, lipid dan protein. Siklus asam sitrat merupakan rangkaian reaksi yang menyebabkan katabolisme asetil KoA. Fungsi utama siklus asam sitrat adalah sebagai lintasan akhir bersama untuk oksidasi karbohidrat, lipid dan protein. Hal ini terjadi karena glukosa, asam lemak dan banyak asam amino dimetabolisir menjadi asetil KoA.

Glikogenesis
Kelebihan glukosa penyimpanan (glikogen hati dan

otot) = glikogenesis.
Merupakan polimer glukosa sangat bercabang di sitoplasma sel salam ikatan 1,4 gilosidik dengan 1,6

glikosidik titik cabangnya.


Dapat diubah jadi glukosa mempertahankan glukosa darah (dalam keadaan puasa) = 12- 18 jam puasa. Glikogen hati dapat dibentuk dari Asam laktat. (siklus Cori)

Glikogenesis
Reaksi 1 : Mg++ Glukosa + ATP Glukosa 6-p + ADP Glukokinase / Heksokinase Reaksi 2 : Glukosa 6-p Fosfoglukomutase Reaksi 3 : Glukosa 1-p + UTP

Glukosa 1-p

UDPG + Pirofosfat UDPG Pirofosforilase

Glikogenolisis
Pemecahan Glikogen -> Glukosa 1 p
Ada 3 enzim yang mengkatalis (hormon glukoden -> C-AMP-enzym posporilase) Glikogen Fosforilase : Glikogen ( 1,4 glikosidik ) -- Glukosa 1-P Tranferase : memindahkan 3 residu glukosa cabang lain lebih peka difosrilasi Debranching enzyme ( 1,6 gilokosilase) ikatan 1,6 glikosidik

Glukosa 1p Glukosa 6 P Glukosa (Di hati dan Ginjal) -> Glukosa Darah Di Otot Glukosa 6 P Jalur Glikolisis

Glikogenolisis
Enzim Glukosa 6-fosfatase terdapat di : hati, ginjal dan epitel usus ( tetapi tidak terdapat di otot ) Enzim Glikogen fosforilase memutus ikatan -1,4 glikosidik dari glikogen

Debranching enzyme ikatan -1,6 glikosidik

memutus

Glukoneogenesis
Semua lintasan yang bertanggung jawab mengubah senyawa nonkarbohidrat Glukosa / Glikogen Senyawa utama : asam amino glukogenik, laktat, gliserol, propionat Organ yang utama terlibat : Hati dan ginjal. Memenuhi kebutuhan tubuh akan glukosa (khususnya jaringan syaraf sel darah merah) saat Karbohidrat tidak tersedia

HMP SHUNT (HEKSOSA MONO PHOSPHAT SHUNT)


Disebut juga : Pentose Phosphate Pathway Merupakan jalan lain untuk oksidasi glukosa Tidak bertujuan menghasilkan energi ( ATP ) Aktif dalam : 1. Hati 2. Jar. Lemak 3. Klj. Korteks adrenal 4. Klj. Tiroid 5. Eritrosit 6. Klj. Mammae ( laktasi )

Tidak aktif di dalam sel otot Fungsi : 1. Membentuk NADPH untuk sintesis asam lemak, steroid 2. Membentuk pentosa ribosa untuk sintesis nukleotida dan asam nukleat 3. Dalam eritrosit : Membentuk NADPH untuk mereduksi :
Glutathion reduktase

Glutathion Teroksidasi ( G-S-S-G )

Glutathion tereduksi ( 2-G-SH )

2G-SH + H2O2 G-S-S-G + 2H2O Glutathion peroksidase


Glutathion tereduksi membebaskan eritrosit dari H2O2 penimbunan H2O2 memperpendek umur eritrosit Mutasi enzim glutathion peroksidase

Hemolisis eritrosit jika diberi oksidan spt. : primaquin,aspirin, sulfonamid Ribosa 5-p yg terbentuk akan bereaksi dengan ATP 5-Phospho Ribosil 1-Piro Phosphat (PRPP)

Transfer Elektron
Transpor elektron terjadi di membran dalam mitokondria, dan berakhir setelah elektron dan H+ bereaksi dengan oksigen yang berfungsi sebagai akseptor terakhir, membentuk H2O. ATP yang dihasilkan pada tahap ini adalah 34 ATP. Reaksinya kompleks, tetapi yang berperan penting adalah NADH, FAD, dan molekul-molekul khusus, seperti Flavo protein, ko-enzim Q, serta beberapa sitokrom. Dikenal ada beberapa sitokrom, yaitu sitokrom C1, C, A, B, dan A3. Secara sederhana, reaksi transpor elektron dituliskan: 24e + 24 H+ + 6 O2 12 H2O

Fosforilasi Oksidatif
Dalam proses rantai respirasi di hasilkan energi yang tinggi energi tersebut ditangkap oleh senyawa yang disebut ATP. Fosforilasi oksidatif adalah proses pengikatan fosfor menjadi ikatan berenergi tinggi dalam proses rantai respirasi.

Fosforilasi oksidatif: proses perubahan ADP ATP dengan cara mengambil energi yang dihasilkan Rantai Respirasi (reaksi H + O2 H2O)