Anda di halaman 1dari 17

Oleh : Arifian Wijaya L.

P Afnies Basugis

Di dalam susu dan produk susu lainnya komponen gula atau karbohidrat yang dikenal dengan laktosa (gula susu) Pada keadaan normal tubuh memecah laktosa menjadi gula sederhana dengan bantuan enzim laktase Tanpa laktase yang cukup manusia tidak dapat/mampu mencerna laktosa akan mengalami gangguan pencernaan seperti sakit perut dan diare intoleransi laktosa atau defisiensi laktase.

Definisi Intoleransi laktosaketidakmampuan tubuh menguraikan laktosa yang terdapat di dalam susu karena tidak cukupnya enzim laktase

Epidemiologi - Sekitar 70% dari penduduk dunia mengalami intoleransi laktosa - Asia serta Afrika memiliki tingkat kejadian toleransi laktosa yang paling tinggi - Jenis kelamin tidak memiliki peran dalam kasus intoleransi laktosa - Intoleransi laktosa ini sering muncul pada anak usia mulai 2 tahun keatas

Laktosa merupakan sumber energi utama dan hanya terdapat di dalam susu mamalia Laktosa ini akan diuraikan oleh enzim laktase (galactosidase) yang terdapat di brush border mukosa usus halusglukosa dan galaktosa Pada intoleransi laktosa terjadi defisiensi enzim laktase dalam brush border usus halusproses pemecahan laktosa menjadi glukosa terganggu akibatnya terjadi gangguan penyerapan makanan atau zat akan menyebabkan tekanan osmotik dalam rongga usus meningkat

Karbohidrat yang dimakan diserap dalam bentuk monosakarida (glukosa, galaktosa, dan fruktosa). laktosa harus dihidrolisaglukosa dan galaktosa terlebih dahulu agar proses absorbsi dapat berlangsung. Hidrolisa ini dilakukan oleh laktase (galactosidase), suatu enzim yang terdapat pada brush border mukosa usus halus

Pada janin manusia, aktivitas laktase sudah nampak pada usia kehamilan 3 bulan dan aktifitasnya akan menngkat pada minggu ke 35-38 hingga 70% dari bayi lahir aterm. Defisiensi laktase primer yang dijumpai pada bayi prematur dihubungkan dengan perkembangan usus immatur (developmental lactase deficiency)

Laktosa yang terdapat didalam susu mamalia, akan diuraikan menjadi glukosa dan galaktosa oleh enzim laktase apabila enzim laktase ini tidak ada, maka laktosa tidak dapat diuraikan. Penyebab penurunan produksi enzim laktase ini terbagi menjadi 2 bagian besar, yaitu penurunan laktase primer (primary lactase deficiency) dan penurunan laktase sekunder (secondary lactase deficiency)

penurunan produksi laktase primer (primary lactase deficiency) ini disebabkan oleh faktor genetik karena tubuh akan menurunkan tingkat produksi enzim laktase mulai pada usia 2 tahun penurunan produksi laktase sekunder (secondary lactase deficiency) rusaknya mukosa usus halus karena adanya infeksi akut oleh rotavirus atau bakteri pada usus halus yang merusak mukosa usus halus sehingga menghambat produksi enzim laktase. Tipe ini biasanya dijumpai pada anak usia kurang dari 2 tahun

Diare (cair, kotoran berbau asam (ph dibawah 4,5), berlendir. perut kembung (meteorismus) nyeri perut daerah sekitar anus kemerahan (pada bayi) Flatus Gejala-gejala klinis diatas dapat timbul pada 30mnt - 2 jam setelah mengkonsumsi susu dan produk-produk susu (mis. mentega, keju).

1. 2.
3. 4. 5. 6. 7. 8.

Pengukuran pH tinja (pH < 6, normal pH tinja 7) Penentuan kadar gula dalam tinja dengan tablet "Clinitest". Normal tidak terdapat gula dalam tinja. (+ = 0.5%, ++ = 0.75%, +++ = 1%, ++++ = 2%). Lactose loading (tolerance) test Barium meal lactose Biopsi mukosa usus halus dan ditentukan kadar enzim laktase dalam mukosa tersebut Sugar chromatography dari tinja dan urin. Diet eliminasi Hydrogen breath test, merupakan pengujian kadar hidrogen dalam napas.

Mengganti susu dengan susu kedelai susu rendah laktosa (LLM, Almiron, eiwit melk) atau Free lactose milk formula (sobee, Al 110) selama 2-3 bulan kemudian diganti kembali ke susu formula yang biasa Pada intoleransi laktosa sementara, sebaiknya diberikan susu rendah laktosa selama 1 bulan

Baca label pangan dengan seksama Perlu dihindari/dibatasi jumlah yang dikonsumsi, jika mengandung bahan-bahan padatan susu, padatan susu bebas lemak, whey, gula susu. Mengkonsumsi produk susu fermentasi seperti keju matang (mature atau ripened cheeses), mentega atau yoghurt

Minum susu dalam jumlah yang tidak terlalu banyak Minum susu yang mengandung banyak lemak susu Jangan menghindari semua produk susu, karena nilai gizi susu pada dasarnya sangat dibutuhkan tubuh Konsumsi produk susu yang diolah dengan proses pemanasan (seperti susu bubuk)

menghindari makanan yang mengandung laktosa tersembunyi (hidden lactose) antara lain biskuit dan kue (yang mengandung susu atau padatan susu), sereal olahan, saus keju, sop krim, puding, coklat susu, pancakes, scrambled eggs, roti dan margarine.

Pada kelainan primer (kongenital) prognosis kurang baik, sedangkan pada kelainan yang didapat (sekunder) prognosis baik.