Anda di halaman 1dari 42

Oleh AYUNA YASRAH WIDYA SETIO PRATIWI IMAM GUNAWAN

Seorang anak berusia 6 tahun dibawa ibunya ke puskesmas dengan keluhan batuk dan pilek sejak 3 hari yang lalu. Keluhan tersebut juga disertai demam, tapi menurut ibunya demam tidak terlalu tinggi. Dokter mendiagnosa pasien menderita infeksi saluran nafas atas dan memberi terapi. Dua minggu kemudian pasien dibawa ibunya kembali ke puskesmas dengan keluhan yang sama. Menurut ibunya, pasien juga sering mual, tidak nafsu makan, cengeng dan malas bermain. Hasil pemeriksaan fisik : berat badan 18 kg, konjungtiva anemis, pemeriksaan thorax dan abdomen dalam batas normal. Dokter menyarankan pemeriksaan darah tepi, foto thorax dan pemeriksaan feses. Apakah yang dialami pasien anak?

1.
2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9.

Patofisiologi Etiologi Morfologi cacing dan telur Siklus hidup cacing yang menginfeksi anak pada skenario DD dan diagnosa Normal BB pada skenario Penatalaksanaan Prognosa dan komplikasi Edukasi sebelum dan sesudah infeksi

Ascaris

lumbricoides

Merupakan satu-satunya hospes a.lumbricoides.penyakit yang disebabkannya disebut askaliaris.cacing jantan lebih kecil dari pada cacing betina.dan seekor cacing betina dapa menghasilkan telur sebanyak 200.000 telur sehari terdiri dari yang dibuahi dan yang tidak dibuahi. karakteristiknya : - panjang dan lebar jantan : p : 15-30 cm dan l : 0,20,4 cm - panjang dan lebar betina : p : 20-35 cm dan l : 0,30,6 cm - umur cacing dewasa : 1-2 tahun - lokasi cacing dewasa : usus halus - ukuran telur : p : 60-70 dan lebar 40-50 - bentuk : bulat oval dan dindingnya relatif tebal berlapis tiga bagian luar berranul granul.

2.Cacing tambang dan S.stercoralis Infeksi cacing tambang cenderung meningkat dengan meningkatn umur.tingginya prevalensi juga dipengaruhi oleh sifat pekerjaan kayawan atau penduduk. ukuran cacing dewasa A.duodenale N.Americanus Jantan 0,8-1,1 cm 0,7-0,9 cm Betina 1,0-1,3 cm 0,9-1,1 cm - Umur cacing dewasa 1 tahun 3-5 tahun - Lokasi Usus halus Usus halus - jumlah telur cacing 10.000-25.000 5000-10000

Gangguan

karena larva biasanya terjadi pada saat berada diparu.pada orang yang rentan terjadi perdarahan kecil di dinding alveolus dan timbul gangguan pada paru yang disertai batuk, demam dan eosinofilia. Pada foto toraks tampak infiltrat yang menghilang dalam waktu 3 minggu.keadaan tersebut disebut sindrom loeffler.

Gangguan

yang disebabkan cacing dewasa biasanya ringan.kadang-kadang penderita mengalami gangguan usus ringan seperti mual, nafsu makan berkurang, diare atau konstipasi. infeksi berat, terutama pada anak dapat terjadi malabsorpsi sehingga memperberat status kognitif

Pada

STADIUM LARVA

Bila banyak larva filariform sekaligus menembus kulit, maka terjadi perubahan kulit yang disebut ground itch. Perubahan pada paru biasanya ringan. Infeksi larva filariform A.duodenale secara oral menyebabkan penyakit wakana dengan gejala mual muntah, iritasi faring, batuk sakit leher dan serak.

STADIUM DEWASA Gejala tergantung pada (a) spesies dan jumlah cacing dan (b) keadaan gizi penderita (Fe dan Protein ). Tiap cacing N.americanusmenyebabkan kehilangan darah 0,005 0,1cc perhari, sedangkan A. duodenalis 0.08 0,34 cc. pada infeksi kronik atau infeksi berat anemia hipikrom mikrositer. Disamping itu juga terdapat eosinofilia. Cacing tambang biasanya tidak meyebabkan kematian, tetapi daya tahan berkurang dan prestasi kerja

1.

Ascaris lumbricoides

Cacing betina berukuran lebih kecil dari cacing betina. Cacing betina panjangnya 20-35 cm dan lebarnya 3-6 mm, bentuk bulat panjang, warna putih kemerahan dan ekornya lurus runcing. Mempunyai cincin kopulasi di 1/3 anterior badan. Cacing jantannya panjangnya 12-31 cm dan lebarnya 2-4mm. Bentuk bulat panjang. Warna putih kemerah merahan dan ekornya melengkung, punya spikulum. Kepalanya memiliki 3 bibir bulat yang mempunyai gigi-gigi kecil atau dentikel pada pinggirnya.

Telur

Ascaris lumbricoides

Telur cacing ascaris yang di buahi Bentuknya oval Ukurannya 60-75 mikron x 35-50 mikron Isi embrio yang belum membelah Jika yang masih segar didapati hanya satu sel yang dikelilingi oleh membran vitelin yang tipis, disekeliling membran adalah lapisan tengah yang tebal yang dikelilingi oleh lapisan albumin. Lapisan albumin dilepaskan di uterus dan tidak berwarna sebelum ia kontak dengan tinja. Pada lumen usus hospes telur mendapat warna kecoklatan dari pigmen empedu.

Telur

cacing ascaris matang Bentuk oval Isi larva Merupakan bentuk infektif dalam minggu di tanah. Telur cacing ascaris yang tidak dibuahi Bentuk oval Ukuran 90-40 mikron Kulit 1 lapis Isi granula albumin.

2-3

TELUR YANG DIBUAHI

TELUR YANG MATANG

TELUR YANG TIDAK DIBUAHI

Cacing

dewasa hidup di rongga usus, dengan mulut melekat pada mukosa dinding usus. Larva

Rabditiform, panjangnya 250 mikron Filariform , panjangnya 600 mikron

Necator americanus Tiap hari mengeluarkan telur 9000 butir Bentuk bandan seperti S, bulat lonjong, silindris kecil

Ancylostoma duodenale Tiap hari mengeluarkn telur 10.000 butir.

Bentuk badan seperti C, silindris kecil

Rongga mulut terdapat 2 buah lempeng kitin


Ukuran cacing dewasa jantan 0,7-0,9 cm Betina 0,9-1,1 cm Ekor : betina runcing , jantan punya bursa kopulatriks Habitat : usus halus Umur cacing dewasa 3-5 tahun Rute infeksi : perkutan

Rongga mulut terdapat 2 pasang gigi

Ukuran cacing dewasa jantan 0,8 1,1 cm Betina 1,0-1,3 cm Ekor : betina runcing , jantan punya bursa kopulatriks Habitat : usus halus Umur cacing dewasa 1 tahun Rute infeksi oral, perkutan

Ancylostoma duodenale

Necator americanus

Telur

dari spesies ini tidak dapat dibedakan. Bentuknya oval, mempunyai dinding yang tipis transparan dengan ukuran 74-76 m x 36-40 m. Bila dikeluarkan melalui tinja mereka biasanya dalam 4-8 sel. Larva rabditiform panjangnya kira-kira 250 mikron. Larva filatiform panjangnya kira-kira 600 mikron.

Karakteristik
Ukuran cacing dewasa Jantan Betina

Trichuris trichiura

30-45 mm 35-50 mm

Telur

Panjang 50-55 m Lebar 22-24 m

Lokasi cacing dewasa Jumlah telur/hari/cacing betina

Sekum dan kolon asenden 3.000-20.000 butir

Bagian

anterior langsing sepereti cambuk, panjangnya kira-kira 3/5 dari panjag seluruh tubuh. Bagian posterior bentuknya lebih gemuk, pada cacing betina bentuknya membulat tumpul. Pada cacing jantan melingkar dan terdapat satu spikulum. Telur berbentuk seperti tempayan dengan semacam penonjolan yang jernih pada kedua kutub. Kulit luar berwarna kekuning kuningan dan bagian dalamnya jernih. Telur matang berisi larva dan merupakan bentuk infektif.

Ukuran
Jantan

cacing dewasa

1 mm x 0,06 mm Betina 0,75 x 0,04 mm, mempunyai ekor melengkung dengan 2 buah spikulum.
Larva
Rabditiform

Ukuran 225 x 16 mikron. Filariform Ukuran 700 mikron.

Dalam lingkungan yang sesuai, telur yang dibuahi Berkembang menjadi bentuk infektif dalam waktu 3 minggu. Larva tertelan menetas di usus halus menembus dinding usus halus menuju pembuluh darah atau saluran limfe jantung mengikuti aliran darah ke paru. Di paru larva menenbus dinding pembuluh darah rongga alveolus naik ke trakea melalui bronkiolus dan bronkus. Dari trakea larva naik ke faring penderita tersedak / batuk tertelan ke oesophagus usus halus. Di usus halus berubah menjadi cacing dewasa. Siklus ascaris umbricoides diperlukan waktu 2-3 bulan.

Telur

di keluarkan dengan tinja dan setelah menetas dalam wkatu 1-1,5 hari, keluarlah larva rabditiform. Dalam waktu 3 hari larva rabditiform tumbuh menjadi larva filariform, yang dapat menembus kulit dan dapat hidup selama 7-8 minggu di tanah. Telur larva rabditiform larva filariform menembus kulit kapiler darah jantung kanan paru bronkus trakea laring ususs halus

1.
2. 3. 4.

Infeksi Infeksi Infeksi Infeksi

virus bakteri protozoa parasit

Diagnosa

pada skenario, ascariasis (penyakit yang disebabkan Ascaris lumbricoides) dan nekatoriasis (penyakit yang disebakan oleh Necator americanus) Cara menegakan diagnosis penyakit adalah dengan pemeriksaan tinja secara langsung. Adanya telur dalam tinja memastikan diagnosa memastikan askariasis dan nekaatoriasis. Selain itu diagnosis dapat dibuat bila cacing dewasa keluar sendiri baik melalui mulut atau hidung karena muntah maupun melaui tinja.

Berat

badan normal anak rumus untuk melihat berat badan normal umur 0-12 bulan : n + 9 : 2 Umur 1-6 tahun : 2n + 8 Umur 7 -12 tahun : (7n) 5 : 2

Ascaris lumbricoides

Pengobatan

Piperasin Pirantel pamoat 10 mg/Kg BB Mebendazol 2x100/hari selama 3 hari berturut turut Albendazol 400 mg

Oksantel

pirantel pamoat adalah obat yang dpat digunakan untuk infeksi campuran A.lumbricoides dan T. trichiura Pengobatan massal dilakukan oleh pemerintah pada anak sekolah dasar dengan pemberian albendazol 400 mg 2 kali setahun.

Necator americanus
Pengobatan

: pirantel pamoat 10 mg/Kg BB memberikan hasil cukup baik, bilamana digunakan beberapa hari berturut turut.

Pirantel

pamoat : 10 mg/kgBB Mebendazol : 2 x 100 mg/ hari selama 3 hari berturut-turut Albendazol : 400 mg (dosis tunggal

Pada

umumnya askariasis mempunyai prognosis baik. Tanpa pengobatan, penyakit dapat sembuh sendiri dalam waktu 1,5 tahun. Dengan pengobatan, angka kesembuhan 70 90 %. Pada nekatoriasi biasanya tidak menyebabkan kematian, tetapi daya tahan tubuh berkurang dan aktifitas kerja terganggu.

Efek

yang serius terjadi bila cacing menggumpal dalam usus sehingga terjadi obstruksi usus ( ileus). Pada keadaan tertentu cacing dewasa mengembara ke saluran empedu, apendiks atau bronkus menimbulkan ke gawatdarurat sehingga kadangkadang perlu tindakan operatif. Bila cacing dewasa berimigrasi kedalam duktus hepatikus dan biliaris cacing biasanya terpisah pada lokasi ini melepaskan sejumlah besar telur . Telur menjadi tersebar di jaringan hati dan menyebabkan abses multifel dan kolangitis.

Pencegahan dan pemberantasan 1. Memutuskan daur hidup dengan cara - defekasi di jamban - Menjaga kebersihan,cukup air bersih dijamban, untuk mandi dan cuci tangan secara teratur - Memberi pengobatan masal dengan obat antelmintik yang efektif,terutama untuk kepada golongan rawan. 2. penyuluhan kepada masyarakat mengenai sanitasi lingkungan yang baik dan cara menghindari infeksi cacing

Buku

ajar, Parasitologi Kedokteran Edisi keempat, FKUI, Jakarta. Atlas Parasitologi