Anda di halaman 1dari 19

MORBILI

CAMPAK / MEASLES / RUBEOLA

Definisi :
Penyakit virus akut, menular yang ditandai dengan 4 stadium, yaitu stadium inkubasi, stadium prodormal (kataral), stadium erupsi dan stadium konvalesensi

CAMPAK / MEASLES / RUBEOLA


VIRUS RNA

ETIOLOGI

GENUS: MORBILLIVIRUS
FAMILY: PARAMYXOVIRIDAE

Endemis di seluruh dunia EPIDEMIOLOGI Insidensi tertinggi pada anak usia 5-10 tahun

PENULARAN
Melalui droplet, terutama pada fase prodromal

Bayi mendapat kekebalan transplasenta yang bersifat sempurna sampai usia 4-6 bulan

Antibodi maternal menurun usia 9 bln dan hilang pada umur 15 bln

PATOGENESIS
Transudat dan proliferasi sel mononuklear dan sedikit sel polimorfonuklear di sekeliling kapiler

Virus Morbili

Droplet Infection

Penyebaran ke berbagai organ melalui hematogen

Reaksi Inflamasi : Demam, suhu naik, metabolisme naik, RR naik, IWL naik

Lesi pada kulit dan selaput mukosa nasofaring, bronkus,traktus gastrointestinalis, konjungtiva

PATOGENESIS Cont.
Kulit menonjol sekitar sebasea dan folikel rambut
Ruam makulopapular telinga sampai seluruh tubuh

Saluran nafas atas Inflamasi Penyebaran ke berbagai organ melalui hematogen Absorpsi saluran cerna turun

Bronchopneumonia

Diare

Konjungtiva Radang

Konjungtivitis

MANIFESTASI KLINIS
Stadium Inkubasi
10 -12 hari sblm gjl prodromal

Kenaikan ringan pada suhu dapat terjadi 9 10 dari hari terinfeksi

Stadium Kataral (prodromal)


7 14 hari setelah terinfeksi nyeri tenggorokan, coriza, cough, nyeri otot, demam,konjungtivitis, fotofobia Kopliks spot : tanda patognomonis

Stadium Erupsi
3 5 hari setelah gjl prodromal ruam makulopapular telinga sampaiseluruh tubuh penurunan suhu mendadak pembesaran kelenjar getah bening (limfonodi)

Stadium Konvalesensi
Erupsi hiperpigmentasi

Rash campak pada punggung

KOPLIK SPOTS
Bercak koplik merupakan bintik putih keabu abuan, biasanya sebesar butir pasir dengan aerola sedikit kemerahan, kadang kadang hemorragik Bercak koplik ini cenderung terjadi berhadapan dengan molar bawah tetapi dapat menyebar secara tidak teratur pada mukosa bukal yang lain Bercak ini muncul 9 - 11 hari setelah terinfeksi dan menghilang dengan cepat, biasanya dalam 12 18 jam

KOPLIK SPOTS

DIAGNOSIS
Riwayat kontak dengan penderita morbili
Erupsi makulopapular generalisata didahului demam selama 3-4 hari disertai batuk, pilek dan konjungtivitis Terdapat Kopliks spots (patognomonis)

Klinis

Laboratorium

Leukopenia Limfositosis relatif Kultur dan Serologik atas indikasi

DIAGNOSIS BANDING

German Measles. Eksantema Subitum

Scarlet fever
Ruam karena alergi (alergi obat/sindroma Stevens Johnson, serum sickness),

KOMPLIKASI
Laringitis Akut
Edema hebat pada mukosa sal nafas distress pernapasan, sesak sianosis dan stridor Umumnya membaik bersama dengan membaiknya campak
Batuk, meningkatnya frekuensi nafas, dan adanya ronki basah halus. Gambaran infiltrat pada foto toraks dan adanya leukositosis Sering menyebabkan kematian. Dapat disebabkan oleh: Penyakit yang memberat Infeksi bakteri sekunder (paling sering) Kombinasi keduanya

Bronkopneumonia

Otitis Media

Invasi virus ke dalam telinga tengah Gendang telinga biasanya hiperemis pada fase prodromal dan stadium erupsi Lebih sering terjadi pada campak berat dan anak usia lebih muda

KOMPLIKASI Cont.
Pada hampir semua kasus campak terjadi konjungtivitis mata merah, pembengkakan kelopak mata, lakrimasi dan fotofobia Virus campak atau antigennya dapat memburuk dengan terjadinya hipopion dan pan-oftalmitis
Komplikasi fatal. Mencapai 0,1% dari kasus campak. Antara hari ke 2-6 setelah timbul rash Ringan sampai fulminan (kematian dalam waktu 24 jam) mekanisme imunologik atau invasi langsung virus campak ke dalam otak kejang, letargi, koma dan iritabel Pemeriksaan CSS : pleositosis ringan, dengan predominan sel mononuklear, peningkatan protein ringan

Konjungtivitis

Ensefalitis

Subacute Sclerosing Pan Encephalitis (SSPE)

Late complication Ensefalitis kronis disebabkan infeksi campak persisten pada CNS Insidensi: 1 per 100.000 kasus, 85% onset pada usia 5-15 tahun Infeksi campak pada usia <18 bulan meningkatkan risiko SSPE Riwayat campak beberapa tahun sebelum onset gejala neurologis Tanpa gejala ensefalitis akut kecuali nyeri kepala Kejang mioklonik berulang-ulang, demensia, spastisitas atau flaksid

PENATALAKSANAAN
Antibiotik bila ada infeksi sekunder

Kuratif
Pemberian antipiretik, antitusif, ekspektoran, dan antikonvulsan bila diperlukan Istirahat cukup Mempertahankan status nutrisi & hidrasi Perawatan kulit & mata Perawatan lain sesuai komplikasi yang terjadi

Suportif

Promotif

Pisahkan dari keluarga/pasien yang belum terkena Di RS pasien campak dirawat di bangsal isolasi sistem pernafasan Suplemen vitamin A oral dosis tinggi : 100.000 IU p.o. untuk bayi 6 bln-1 tahun 200.000 IU p.o. untuk anak >1 tahun

PENCEGAHAN
Imunisasi Aktif Imunisasi Pasif

Biasanya diberikan pada usia 9 bulan dan pada 6 tahun, subkutan di lengan atas dengan dosis 0,5 ml

Immune serum globulin (gama globulin), dosis 0,25 ml/kgBB i.m. maks. 15 ml dalam waktu 5 hari sesudah terpapar, tetapi lebih baik sesegera mungkin
Diberikan pada kontak yang rentan / bayi < 12 bulan / wanita hamil, immunocompromised, dan pada bayi < 6 bln dari ibu tidak imun

Prognosis

Buruk bila disertai pneumonia atau infeksi bakterial Sekunder Tanda-tanda untuk mementukan prognosa yang penting adalah kenaikan suhu, karakter, erupsi, gangguan pada sistem saraf

Kepustakaan:
Nelson Textbook of Pediatrics Krugmans Infectious Diseases of Children Other relevant recent publications