Anda di halaman 1dari 9

Tuberculosis Paru

Definisi Penyakit tuberculosis adalah penyakit menular dengan kasus yang paling sering (sekitar 80%) menyerang paru-paru dan 20% kasus dapat terjadi pada organ tubuh lainnya. Tuberkulosis paru adalah tuberkulosis yang menyerang jaringan (parenkim) paru. tidak termasuk pleura (selaput paru) dan kelenjar pada hilus. Tuberkulosis ekstra paru. tuberculosis adalah suatu basil Gram positif tahan asam dengan pertumbuhan yang sangat lambat yaitu bakteri Mycobacterium tuberculosis. Gejala penyakit tuberculosis antara lain adalah batuk kronis, demam, keringat malam hari, keluhan pernafasan, perasaan letih, malaise, hilang nafsu makan, turunnya berat badan dan rasa nyeri di bagian dada. Dahak penderita berupa lender (mucoid), purulent atau mengandung darah.

PATOMEKANISME
Tuberkulosis yang menyerang jaringan paru-paru merupakan satusatunya bentuk dari TB yang mudah menular. Tuberculosis ekstra paru merupakan bentuk penyakit TBC yang menyerang organ tubuh lain seperti pada kelenjar limpe, pleura, persendian tulang belakang, saluran kencing, dan susunan syaraf pusat. Mycobacterium tuberculosis tidak tahan panas, akan mati pada suhu 6C selama 15-20 menit. Biakan dapat mati jika terkena sinar matahari langsung selama 2 jam. Dalam dahak dapat bertahan 20-30 jam. Basil yang berada dalam percikan bahan dapat bertahan hidup 8-10 hari. Biakan basil tersebut dalam suhu kamar dapat hidup 6-8 bulan dan dapat disimpan dalam lemari dengan suhu 20C selama 2 tahun. Mycobacterium tuberculosis tahan terhadap berbagai khemikalia dan disinfektan antara lain phenol 5%, asam sulfat 15%, asam sitrat 3% dan NaOH 4%. Basil ini dihancurkan oleh yodium tinctur dalam 5 menit, dengan alkohol 80 % akan hancur dalam 2-10 menit.

Patofisiologi
Penularan tuberculosis paru terjadi karena kuman dibersinkan atau dibatukkan keluar menjadi droplet nuclei dalam udara. Partikel infeksi ini dapat menetap dalam udara bebas selama 1-2 jam, tergantung pada ada tidaknya sinar ultraviolet, ventilasi yang buruk dan kelembaban. Dalam suasana lembab dan gelap kuman dapat tahan selama berhari-hari sampai berbulan-bulan. Bila partikel infeksi ini terhisap oleh orang sehat akan menempel pada jalan nafas atau paruparu. Partikel dapat masuk ke alveolar bila ukurannya kurang dari 5 mikromilimeter. Nekrosis pada bagian sentral menimbulkan gambangan seperti keju yang biasa disebut nekrosis kaseosa. Daerah yang terjadi nekrosis kaseosa dan jaringan granulasi disekitarnya yang terdiri dari sel epiteloid dan fibroblast menimbulkan respon yang berbeda.Jaringan granulasi menjadi lebih fibrosa membentuk jaringan parut yang akhirnya akan membentuk suatu kapsul yang mengelilingi tuberkel.

PEMERIKSAAN FISIK DAN PENUNJANG


Pada pemeriksaan biakan hasilnya akan didapat lebih baik, namun waktu pemeriksaannya biasanya memakan waktu yang terlalu lama. Sehingga pada saat ini pemeriksaan dahak secara mikroskopis lebih banyak dilakukan karena memiliki sensitivitas dan spesivitas tinggi dan biaya yang rendah. Gejala Penyakit TB Paru dibedakan menjadi 2 bagian: 1). Gejala umum : a). Demam tidak terlalu tinggi, berlangsung lama, umumnya dirasakan pada malam hari disertai keringat malam. b). Terjadi penurunan nafsu makan dan berat badan. c). Batuk-batuk selama lebih dari 3 minggu, dapat disertai dengan keluarnya darah dari paru-paru penderita. d). Badan lemah. 2). Gejala khusus : a). Timbul bunyi (mengi) suara nafas melemah dan sesak nafas. Ini terjadi sebagai akibat terjadinya sumbatan sebagian bronkus (saluran yang menuju ke paru-paru) akibat penekanan kelenjar getah bening yang membesar. b). Keluhan sakit dada dikarenakan terdapatnya cairan di rongga pleura (pembungkus paru-paru).

Pada pemeriksaan laboratorium tuberkulosis ada beberapa macam bahan pemeriksaan yaitu: a). Sputum/dahak b). Air Kemih c). Air kuras lambung d). Bahan-bahan

Cara Pemeriksaan Laboratorium


Mikroskopik Dengan pewarnaan Ziehl-Neelsen dapat dilakukan identifikasi bakteri tahan asam, dimana bakteri akan terbagi menjadi dua golongan: a). Bakteri tahan asam, Bakteri yang pada pengecatan ZN tetap mengikat warna pertama, tidak luntur oleh asam dan alkohol, sehingga tidak mampu mengikat warna kedua. Dibawah mikroskop tampak bakteri berwarna merah dengan warna dasar biru muda. b). Bakteri tidak tahan asam Bakteri yang pada pewarnaan ZN, warna pertama, yang diberikan dilunturkan oleh asam dan alkohol, sehingga bakteri akan mengikat warna kedua. Dibawah miskroskop tampak bakteri berwarna biru tua dengan warna dasar biru yang lebih muda.

Pemeriksaan Radiologis
Pada pemeriksaan radiologi, gambaran tuberculosis milier yang berupa bayangan-bayangan nodul-nodul halus dan kecil berbatas sangat tegas yang tersebar di seluruh lapangan paru. Besarnya pada tiap kasus berlainan, tetapi pada satu kasus biasanya sama besar. Bayangan-bayangan ini sebenarnya disebabkan oleh superposisi dari banyak tuberkel, dan ini mungkin sama sekali tidak mengakibatkan suatu bayangan sebelum jumlahnya cukup banyak atau besarnya cukup luas untuk menyebabkan suatu bayangan karena superposisi. Oleh karena itu radiograf mula-mula mungkin berbentuk normal, akan tetapi akan tampak bayangan-bayangan itu didalam kira-kira 2 minggu.

Pengobatan TBC
). Pengobatan TBC pada orang dewasa: a). Kategori 1 : 2HRZE/4H3R3 Selama 2 bulan minum obat INH, rifampisin, pirazinamid, dan etambutol setiap hari (tahap intensif), dan 4 bulan selanjutnya minum obat INH dan rifampisin tiga kali dalam seminggu (tahap lanjutan). Target sasaran: o Penderita baru TBC paru BTA positif. o Penderita TBC ekstra paru berat. Dosis Obat Antituberculosis kategori 1 b). Kategori 2 : HRZE/5H3R3E3 Target sasaran: o Penderita kambuh. o Penderita gagal terapi. o Penderita dengan pengobatan setelah lalai minum obat. Dosis Obat antituberculosis kategori 2 c). Kategori 3 : 2HRZ/4H3R3 Target sasaran : o Penderita BTA (+) dan rontgen paru mendukung aktif.

2). Pengobatan TBC pada anak: Adapun dosis untuk pengobatan TBC jangka pendek selama 6 atau 9 bulan, yaitu: a). 2HR/7H2R2 : INH+Rifampisin setiap hari selama 2 bulan pertama, kemudian INH+Rifampisin setiap hari atau 2 kali seminggu selama 7 bulan (ditambahkan Etambutol bila diduga ada resistensi terhadap INH). b). 2HRZ/4H2R2 : INH+Rifampisin+Pirazinamid: setiap hari selama 2 bulan pertama, kemudian INH+Rifampisin setiap hari atau 2 kali seminggu selama 4 bulan (ditambahkan Etambutol bila diduga ada resistensi terhadap INH). Pengobatan TBC pada anak-anak jika INH dan rifampisin diberikan bersamaan, dosis maksimal perhari INH 10 mg/kgbb dan rifampisin 15 mg/kgbb. Dosis anak INH dan rifampisin yang diberikan untuk kasus: a). TB tidak berat INH : 5 mg/kgbb/hari Rifampisin : 10 mg/kgbb/hari b). TB berat (milier dan meningitis TBC) INH : 10 mg/kgbb/hari Rifampisin : 15 mg/kgbb/hari Dosis prednison : 1-2 mg/kgbb/hari (maks. 60 mg) 3. Dosis obat anti tuberculosis