Anda di halaman 1dari 23

PERUBAHAN PSIKOLOGIS SELAMA NIFAS

Retno HS, SST.Keb

Masa nifas terjadi perubahan hormonal. Selain itu energi dan kekuatan fisiknya menjadi terkuras selama kehamilan dan persalinan. .

Adaptasi yang terjadi pada masa post partum :


1. Periode taking In terjadi 1-2 hari post partum. Pada fase ini ibu mengalami transisi dari perannya menjadi orang tua atau ibu baru. Setelah persalinan ibu menjadi bingung akan perannya. Sebagai orang tua pada masa ini ibu sangat bergantung pada bantuan orang lain agar bisa beristirahat dan lebih dekat dengan bayinya.

Lanjutan
2. Periode Taking On/Taking Hold: Tergantung-Mandiri Terjadi pada hari ke 2-4 post partum. Pada periode ini ibu berada dalam kondisi yang membutuhkan perhatian penuh dan disisi lain ibu ingin melakukan perawatan bayinya sendiri. Ibu berusaha menguasai ketrampilan merawat bayi, selain itu mengambil kembali kontrol tubuhnya : BAB, BAK, dan kekuatan tubuh bertambah.

Lanjutan
3. Periode Latting Go: Terjadi setelah heri ke 4 post partum saat ibu kembali ke rumah. Ibu mengambil tanggung jawab terhadap perawatan bayinya dan menyesuaikan dengan kebutuhan bayi yang menyebabkan berkurangnya hak ibu, kebebasan dan hub. Sosial. Depresi post partum sering terjadi pada masa ini.

POST PARTUM BLUES


Post partum blues adalah suatu keadaan disforia ringan pasca salin yang disebut sebagai milk fever karena gejala disforia tersebut muncul bersamaan dengan proses laktasi.Post partum blues sering disebut maternity blues atau baby blues dimengerti sebagai suatu sindroma gangguan afek ringan yang sering tampak dalam minggu pertama persalinan

Tanda-tanda Post Partum Blues


Reaksi dpresi/sedih/disforia Menangis Mudah tersinggung (iritabilitas) cemas labilitas perasaan cenderung menyalahkan diri sendiri Gangguan tidur dan Gangguan nafsu makan

Sebab terjadinya post partum blues


1.Faktor hormonal, berupa perubahan kadar estrogen, progesteron, prolaktin, dan estriol yang terlalu rendah atau terlalu tinggi. Kadar estrogen turun secara bermakna setelah melahirkan, ternyata estrogen memiliki efek supresi aktifitas enzim monoamine oksidase, yaitu suatu enzim otak yang bekerja menginaktifasi baik noradrenalin maupun serotin yang berperan dalam suasana hati dan kejadian depresi

Lanjutan
Faktor demografik yaitu umur dan paritas Pengalaman dalam proses kehamilan dan persalinan Latar belakang psikososial wanita yang bersangkutan, seperti : tingkat pendidikan, status perkawinan, kehamilan yang tidak diinginkan, riwayat gangguan kejiwaan sebelumnya, sosial ekonomi serta keadekuatan dukungan sosial dari lingkungannya (suami, keluarga, dan teman). Apakah suami menginginkan juga kehamilan ini, apakah suami, keluarga, dan teman memberi dukungan moril.

Penanganan post partum blues


Dukungan psikologis seperti juga kebutuhan fisik lainnya yang harus juga dipenuhi. Kesempatan untuk mengekspresikan pikiran dan perasaan mereka dari situasi yang menakutkan. Pengobatan dan/atau istirahat, dan seringkali akan merasa gembira mendapat pertolongan yang praktis. Dengan bantuan dari teman dan keluarga, mereka mungkin perlu untuk mengatur atau menata kembali kegiatan rutin sehari-hari, atau mungkin menghilangkan beberapa kegiatan, disesuaikan dengan konsep mereka tentang keibuan dan perawatan bayi

Lanjutan
Bila memang diperlukan, dapat diberikan pertolongan dari para ahli, misalnya dari seorang psikolog atau konselor yang berpengalaman dalam bidang tersebut. Para ahli obstetri memegang peranan penting untuk mempersiapkan para wanita untuk kemungkinan terjadinya gangguan mental pasca-salin dan segera memberikan penanganan yang tepat bila terjadi gangguan tersebut, bahkan merujuk para ahli psikologi/konseling bila memang diperlukan.

Lanjutan
* Dukungan yang memadai dari para petugas
obstetri, yaitu: dokter dan bidan/perawat sangat diperlukan, misalnya dengan cara memberikan informasi yang memadai/adekuat tentang proses kehamilan dan persalinan, termasuk penyulit-penyulit yang mungkin timbul dalam masa-masa tersebut serta penanganannya

Lanjutan
* Pendekatan menyeluruh/holistik dalam penanganan para ibu yang mengalami post-partum blues . Pengobatan medis, konseling emosional, bantuan-bantuan praktis dan pemahaman secara intelektual tentang pengalaman dan harapanharapan mereka mungkin pada saat-saat tertentu. Secara garis besar dapat dikatakan bahwa dibutuhkan penanganan di tingkat perilaku, emosional, intelektual, sosial dan psikologis secara bersama-sama, dengan melibatkan lingkungannya, yaitu: suami, keluarga dan juga teman dekatnya.

KEBUTUHAN DASAR DAN KIE IBU MASA NIFAS


1. Lokhia Hari 1-2 : Rubra Hari 3 1 minggu : Sanguinolenta Setelah 1 minggu : serosa Setelah 2 minggu : alba

2. Kebersihan diri
a. Kebersihan seluruh tubuh b. Kebersihan daerah kelamin (vulva, pembalut, cuci tangan, menghindari menyentuh luka)

3. Istirahat dan ambulasi


a. Istirahat cukup b. Kegiatan rumah tangga tetap dilaksanakan c. Akibat kurang istirahat : ( ASI, proses involusio, depresi dan ketidak mampuan bayi)

4. Latihan
1. Pentingnya otot perut dan panggul menjadi normal 2. Senam

5. Eliminasi
a. BAB b. BAK

6. Gizi
a. b. c. d. e. Konsumsi tambahan Makan dengan diet seimbang Minum Pil tambah darah Kapsul vitamin A

7. Menyusui
a. b. c. d. Keuntungan/kelebihan ASI Tanda ASI cukup ASI tidak cukup Meningkatkan suplai ASI (untuk bayi dan untuk ibu)

8. Perawatan payudara
a. b. c. d. e. Menjaga payudara tetap bersih dan kering BH yang sesuai Perawatan putting susu yang lecet Mengatasi rasa nyeri karena putting lecet Penanganan bendungan ASI

9. Keluarga Berencana
a. b. c. d. e. f. Macam-macam alat kontrasepsi Teknik Kelebihan dan kekurangan Efek samping Efektifitas DLL

Tindakan lazim yang tidak bermanfaat bahkan membahayakan


1. Menghindari makanan berprotein : telur atau ikan 2. Menggunakan bebat perutsegera pada masa nifas (2-4 jam pertama) 3. Penggunaan kantong es atau pasir untuk menjaga uterus tetap berkontraksi 4. Memisahkan bayi dengan ibunya dalam waktu yang lama pada jam I setelah kelahiran