Anda di halaman 1dari 127

12/6/2013 1

UKURAN-UKURAN FREKUENSI YANG


DIGUNAKAN DALAM EPIDEMIOLOGI
12/6/2013 2
Definisi Epidemiologi
Last (1988)
Epidemiologi adalah studi distribusi dan
determinan kesehatan yang terkait
keadaan atau peristiwa dalam populasi
tertentu, dan aplikasi studi ini untuk
mengendalikan masalah kesehatan

12/6/2013 3
Distribusi
Epidemiologi peduli dengan frekuensi dan
pola peristiwa kesehatan dalam suatu
populasi
12/6/2013 4
Ukuran-ukuran penyakit
Kuantifikasi kejadian penyakit
Hitung individu yang terinfeksi, yang sakit
dan yang meninggal
Menggunakan kata-kata
Biasanya, kadang-kadang, jarang.
Kesepakatan kecil tentang arti umumnya
yang digunakan kata-kata untuk frekuensi
biasanya 0,5 0,8
Kadang-kadang 0,2 0,6
jarang 0,01 0,2
12/6/2013 5
Ukuran-ukuran frekuensi peristiwa
kesehatan
Tipe kuantitas matematis
Tipe ukuran yang digunakan dalam
epidemiologi

12/6/2013 6
Tipe kuantitas matematis
Enumerasi (hitungan)
Rasio
Proporsi
Rate
12/6/2013 7
Tipe ukuran yang digunakan dalam
epidemiologi
Ukuran-ukuran frekuensi penyakit
Ukuran-ukuran asosiasi
Ukuran-ukuran dampak
12/6/2013 8
Tipe kuantitas matematis
Hitungan (enumerasi) atau angka mutlak
Jumlah kasar atau frekuensi
Contoh: 10 kasus, 1961 kasus
Rasio
nilai yang didapat dengan pembagian suatu
kuantitas dengan kuantitas yang lain.
kuantitas numerator (pembilang) boleh berbeda
dari kuantitas denominator (penyebut) atau
denominator mungkin tidak memuat numerator
Contoh:
b
a
12/6/2013 9
Tipe kuantitas matematis
Proporsi
suatu fraksi atau tipe rasio yang unsur
numerator adalah bagian dari denominator
Bila dikalikan dengan 100, biasanya disebut suatu
persentase.
Contoh: 28/56 = 0,5; 0,5 x 100% = 50%
Ada 28 kasus dari 56 orang. Berarti proporsi kasus
adalah 50%.
12/6/2013 10
Tipe kuantitas matematis
Rate
Tipe spesifik dari rasio yang
digunakan mengkuantifikasi
proses dinamik seperti
pertumbuhan dan kecepatan
12/6/2013 11
Tipe kuantitas matematis
Rate
pernyataan numeris dari frekuensi suatu
peristiwa
dihitung dengan cara pembagian antara
jumlah individu yang mengalami peristiwa
(numerator) dengan jumlah total (keseluruhan)
yang mungkin dapat (kapabel) mengalami
peristiwa (denominator atau populasi berisiko)
dan perkalian dengan suatu konstanta
(tetapan)
12/6/2013 12
Tipe kuantitas matematis
Rate
Format umum dari rate adalah
F x
ator Deno
Numerator
Rate
min
=
Numerator adalah jumlah orang atau individu yang
mengalami peristiwa.
Denominator adalah jumlah populasi berisiko (jumlah total
orang atau keseluruhan individu yang mungkin mengalami
peristiwa).
F adalah faktor pengali, biasanya kelipatan 10, mengkonversi
rate dari suatu fraksi ke suatu jumlah keseluruhan.
12/6/2013 13
Tipe kuantitas matematis
Rate
Dapat berarti
suatu pernyataan numeris dari frekuensi kejadian
yang terjadi dalam suatu kelompok orang tertentu
(didefinisikan) di dalam satu periode waktu tertentu
Sinonim
Tingkat
Laju
Contoh: Pada tahun 2004, ada 100 kasus
demam berdarah di suatu kota yang
berpenduduk 1.250.000 orang. Berapa rate
kasus demam berdarah di kota itu ?

12/6/2013 14
Tipe kuantitas matematis
orang 100.000 per kasus 8 Rate
berdarah demam
=
orang
kasus
orang
kasus
Populasi
kasus
Rate
12500
1
000 . 250 . 1
100
= = =

12/6/2013 15
Tipe kuantitas matematis
Rate
Bentuk khusus dari suatu proporsi yang
memuat waktu (atau faktor lain) dalam
denominator
Contoh
Incidence rate = 3 kasus per 100
orang per tahun
kematian per 1000 penumpang -
kilometer
12/6/2013 16
Tipe ukuran yang digunakan dalam
epidemiologi
Ukuran frekuensi penyakit
Merefleksikan besar kejadian penyakit
(morbiditas) atau kematian karena penyakit
(mortalitas) dalam suatu populasi
Biasanya diukur sebagai suatu rate atau
proporsi

12/6/2013 17
Tipe ukuran yang digunakan dalam
epidemiologi
Ukuran asosiasi
Merefleksikan kekuatan atau besar asosiasi
antara suatu eksposur/faktor risiko dan
kejadian suatu penyakit
Memasukkan suatu perbandingan frekuensi
penyakit antara dua atau lebih kelompok
dengan berbagai derajat eksposur
Beberapa ukuran assosiasi digunakan untuk
mengestimasi efek
12/6/2013 18
Tipe ukuran yang digunakan dalam
epidemiologi
Ukuran-ukuran asosiasi
Ukuran rasio :(Perbandingan relatif)
rasio dua frekuensi penyakit
membandingkan kelompok terpajan dengan
kelompok tidak terpajan
Ukuran perbedaan: (perbandingan absolut)
perbedaan antara ukuran frekuensi penyakit
suatu kelompok terpajan dan kelompok yang
tidak terpajan

12/6/2013 19
Tipe ukuran yang digunakan dalam
epidemiologi
Ukuran-ukuran asosiasi
Koefisien model
koefisien variabel diturunkan dari model
matematis yang menujukkan besarnya hubungan
antara variabel eksposur dan penyakit
Koefisien korelasi
ukuran lain asosiasi yang juga diturunkan dari
model matematis, namun tidak merefleksikan
parameter kausal
12/6/2013 20
Tipe ukuran yang digunakan dalam
epidemiologi
Ukuran-ukuran asosiasi
Koefisien model
Linier
Logistik
Cox
Poisson
12/6/2013 21
Tipe ukuran yang digunakan dalam
epidemiologi
Koefisien model
Linier
Interpretasi b
1
Peningkatan dalam outcome (penyakit) nilai rata-rata y
(variabel kontinu) per unit meningkat dalam X
1
,
disesuaikan (distandarisasi) dengan semua variabel lain
dalam model

Logistik
Interpretasi b
1

Peningkatan dalam log odds outcome (penyakit) per unit
meningkat dalam X
1
, disesuaikan dengan semua
variabel lain dalam model
k k
X b X b X b X b b y ......
3 3 2 2 1 1 0
+ + + + =
( )
k k
X b X b X b X b b odds ...... log
3 3 2 2 1 1 0
+ + + + =
12/6/2013 22
Tipe ukuran yang digunakan dalam
epidemiologi
Koefisien model
Cox
Interpretasi b
1
Peningkatan log hazard outcome per unit meningkat
dalam X
1
, disesuaikan (distandarisasi) dengan semua
variabel lain dalam model

Poisson
Interpretasi b
1

Peningkatan dalam log rate outcome (penyakit) per unit
meningkat dalam X
1
, disesuaikan dengan semua
variabel lain dalam model
( )
k k
X b X b X b X b b hazard ...... log
3 3 2 2 1 1 0
+ + + + =
( )
k k
X b X b X b X b b rate ...... log
3 3 2 2 1 1 0
+ + + + =
12/6/2013 23
Tipe ukuran yang digunakan dalam
epidemiologi
Ukuran-ukuran asosiasi
Koefisien korelasi



b
0
= intersep yaitu nilai y yang diestimasi ketika x = 0
b
1
= koefisien korelasi (regresi) yaitu peningkatan yang
diperkirakan pada dependen variabel (y) per unit dalam
variabel prediktor (x). Jika x =1, y = b
0
+b
1
, jika x=2, y = b
0

+ b
1
* 2.
X b b y
1 0
+ =
12/6/2013 24
Tipe ukuran yang digunakan dalam
epidemiologi
Ukuran efek/dampak
Merefleksikan dampak suatu faktor pada
frekuensi atau risiko dari suatu masalah
(outcome) kesehatan
Merefleksikan kelebihan jumlah kasus karena
suatu faktor (attributable) atau jumlah kasus
yang dapat dicegah oleh eksposur (pemajan)
12/6/2013 25
Ukuran-ukuran frekuensi
penyakit
Insidens (incidence)
Prevalens (prevalens)
Mortalitas (mortality)
12/6/2013 26
Ukuran-ukuran frekeunsi
penyakit
Insidens
merefleksikan jumlah kasus baru (insiden)
yang berkembang dalam suatu periode waktu
di antara populasi yang berisiko
Yang dimaksud kasus baru adalah perubahan
status dari sehat menjadi sakit
Periode Waktu adalah jumlah waktu yang diamati
selama sehat hingga menjadi sakit
12/6/2013 27
Ukuran-ukuran frekuensi
penyakit
Prevalens
Merefleksikan jumlah kasus yang ada (kasus
lama maupun kasus baru) dalam populasi
dalam suatu waktu atau periode waktu
tertentu
probabilitas bahwa seorang individu menjadi
kasus (atau menjadi sakit) dalam waktu atau
periode waktu tertentu
12/6/2013 28
Ukuran-ukuran frekuensi
penyakit
Mortalitas
Merefleksikan jumlah kematian dalam suatu
populasi
12/6/2013 29
Ukuran-ukuran frekuensi
penyakit
Insidens
Insidens kumulatif (Cumulative Incidence)
Nama lain: Risk, proporsi insidens
Densitas insidens (Incidence Density)
Nama lain: insidens orang waktu (Person Time
Incidence), Tingkat insidens (Incidence rate)


12/6/2013 30
Ukuran-ukuran frekuensi
penyakit
Insidens kumulatif = Risk = Proporsi Insidens
Berarti rata-rata risiko seorang individu
terkena penyakit
Orang-orang yang berada dalam denominator
haruslah terbebas dari penyakit pada
permulaan periode (observasi atau tindak
lanjut)
12/6/2013 31
Ukuran-ukuran frekuensi
penyakit
Insidens kumulatif = Risk = Proporsi Insidens
Metode ini hanya layak bila ada sedikit atau
tidak ada kasus yang lolos dari pengamatan
karena kematian, tidak lama berisiko, hilang
dari pengamatan
Memerlukan bahwa semua non-kasus diamati
selama seluruh periode pengamatan
12/6/2013 32
Ukuran-ukuran frekuensi
penyakit
Insidens kumulatif = Risk = Proporsi Insidens
Probabilitas individu berisiko berkembang
menjadi penyakit dalam periode waktu
tertentu
menyatakan individu tidak meninggal karena
sebab lain selama periode itu
12/6/2013 33
Ukuran-ukuran frekuensi
penyakit
Insidens kumulatif = Risk = Proporsi Insidens
Tidak berdimensi, dinilai dari nol sampai satu
Merujuk pada individu
Mempunyai periode rujukan waktu yang
ditentukan dengan baik
12/6/2013 34
Ukuran-ukuran frekuensi
penyakit
Rumus Insidens kumulatif = Risk = Proporsi Insidens
waktu permulaan pada berisiko orang Jumlah
tertentu waktu periode selama insidens kasus Jumlah
kumulatif Insidens =
12/6/2013 35
Ukuran-ukuran frekuensi
penyakit
Attack rate
jenis khusus insidens kumulatif yang berguna selama
epidemik
Contoh

Makanan Makan
AR
M
Tidak Makan
AR
TM
Sakit Tidak
sakit
Sakit Tidak
Sakit
Salad
30 70 30/100 5 35 5/40
Krecek
16 84 16/100 4 21 4/25
AR
M
= Attack Rate Makan
ARM
TM
= Attack Rate tidak makan
12/6/2013 36
Ukuran-ukuran frekuensi
penyakit

1 2 3 4 5 6 7 Jumlah waktu dalam jangka
observasi dan dalam keadaan sehat
(tahun)

A 7

B 7

C * 2

D 7

E 3

F 2

G 5


Keterangan

Periode sehat

Periode sakit

Hilang dalam pengamatan selanjutnya

* Meninggal

Gambar 1
12/6/2013 37
Ukuran-ukuran frekuensi
penyakit
Dari gambar 1.
Berapa Insiden Kumulatif (IK) selama 7 tahun waktu
pengamatan?
Jawab




pengamatan awal pada berisiko Populasi
baru Kasus
IK


=
orang 100 per kasus 43
orang 7
kasus 3
IK = =
12/6/2013 38
Ukuran-ukuran frekuensi
penyakit
Densitas insidens = Insidens orang-waktu
Berarti rata-rata rate untuk populasi berisiko
selama waktu yang ditentukan
Karena denominator diukur dalam orang-
waktu, hal ini tidak perlu bahwa semua
individu diamati untuk periode yang sama
12/6/2013 39
Ukuran-ukuran frekuensi
penyakit
Densitas insidens = Insidens orang-waktu =
Incidence Rate
Menyatakan suatu jumlah kasus baru per orang-waktu
Rumusnya:

waktu orang Jumlah
waktu periode dalam terjadi insidens kasus Jumlah
insidens Densitas

=
12/6/2013 40
Ukuran-ukuran frekuensi
penyakit

1 2 3 4 5 6 7 Jumlah waktu dalam jangka
observasi dan dalam keadaan sehat
(tahun)

A 7

B 7

C * 2

D 7

E 3

F 2

G 5


Keterangan

Periode sehat

Periode sakit

Hilang dalam pengamatan selanjutnya

* Meninggal

Gambar 1
12/6/2013 41
Ukuran-ukuran frekuensi
penyakit
Dari Gambar 1. Hitunglah nilai Densitas
Insidens (DI)= Insidens orang-waktu (PTI) =
Incidence Rate (IR)?
Jawab:
Hitung jumlah orang-waktu terlebih dulu


Kemudian hitung

( )

= = =

waktu orang
PTI IR DI
baru kasus
( ) tahun orang waktu orang = + + + + + + =

33 5 2 3 7 2 7 7
tahun - orang 100 per kasus 9,1
tahun orang 33
PTI IR DI
kasus 3
=

= = =
12/6/2013 42
Ukuran-ukuran frekuensi penyakit
Instantaneous insidence density = instantaneous
incidence rate = person-time incidence rate
Kejadian segera dari kasus baru pada suatu titik
atau segera dalam waktu T, per unit waktu di antara
populasi berisiko selama waktu T
Ukuran teoritis jumlah kasus yang terjadi per satuan
populasi-waktu (orang-tahun berisiko).
Mengukur kejadian penyakit pada satu titik waktu t
(ditentukan secara matematik sebagai limit, seperti
t 0.
Probabilitas seseorang yang sehat pada waktu t akan
mengalami sakit dalam interval t+t dibagi t
Juga disebut force of morbidity, hazard rate
12/6/2013 43
Ukuran-ukuran frekuensi
penyakit
Incidence Rate
Tidak ada periode rujukan (tidak ada seperti
rate 2-tahun)
Mempunyai dimensi yang invers waktu (misal:
0,001/tahun)
Mempunyai nilai nol dan infiniti (~)
12/6/2013 44
Ukuran-ukuran frekuensi
penyakit
Latihan menghitung Incindence Rate

0 25 50 75 100
Tahun
D
D
D = permulaan sakit
Populasi 1
Hitung Incidence Rate pada populasi 1
12/6/2013 45
Ukuran-ukuran frekuensi
penyakit
Latihan menghitung Incindence Rate

0 25 50 75 100
Tahun
D
D
D = permulaan sakit
Populasi 2
Hitung Incidence Rate pada populasi 2
12/6/2013 46
Ukuran-ukuran frekuensi
penyakit
Densitas Insiden = Insidens orang
waktu=Incidence Rate = 9,1 kasus/100 orang-
tahun
Unit (satuan) orang-tahun dalam contoh di atas
adalah 1 x 100 x orang-tahun = 4 x 25 orang- tahun

Angka ini dari orang-waktu dapat diakumulasi dengan
observasi 100 orang selama 1 tahun, 25 orang selama 4
tahun, 10 orang selama 10 tahun.
12/6/2013 47
Ukuran-ukuran frekuensi
penyakit
Prevalens
Prevalens titik (Point of Prevalence)
Nama lain: prevalens, proporsi prevalens
Prevalens periode (Periode of Prevalence)
Prevalens tahunan (Annual of Prevalence)
Prevalens selama hidup (Lifetime of Prevalence)
12/6/2013 48
Ukuran-ukuran frekuensi
penyakit
Prevalens = prevalens titik = proporsi prevalens
probabilitas bahwa seorang individu menjadi
kasus (atau menjadi sakit) pada suatu titik
waktu
Tidak mempunyai dimensi
Variasi nilai antara nol dan satu
12/6/2013 49
Ukuran-ukuran frekuensi
penyakit
Rumus Prevalens = prevalens titik (Point
Prevalence) = proporsi prevalens
T waktu pada orang jumlah Total
T waktu dalam titik satu pada ada yang kasus Jumlah
titik Prevalens =
12/6/2013 50
Ukuran-ukuran frekuensi
penyakit

1 2 3 4 5 6 7 Jumlah waktu dalam jangka
observasi dan dalam keadaan sehat
(tahun)

A 7

B 7

C * 2

D 7

E 3

F 2

G 5


Keterangan

Periode sehat

Periode sakit

Hilang dalam pengamatan selanjutnya

* Meninggal

Gambar 1
12/6/2013 51
Ukuran-ukuran frekuensi
penyakit
Dari Gambar 1. Hitung prevalens pada tahun ke 2, 3, 4, 5, 6,
7 .
Rumus Prevalens = prevalens titik (Point Prevalence) =
proporsi prevalens
T waktu pada orang jumlah Total
T waktu titik satu pada ada yang kasus Jumlah
titik Prevalens =
Jawaban:
P
T
pada T = 2 0/7
P
T
pada T = 3 2/7
P
T
pada T = 4 2/6
Jawaban:
P
T
pada T = 5 2/6
P
T
pada T = 6 2/5
P
T
pada T = 7 2/5
12/6/2013 52
Ukuran-ukuran frekuensi
penyakit
Prevalens periode
probabilitas seorang individu berada dalam keadaan
sakit kapan saja selama suatu periode waktu.
periode selama orang Jumlah
waktu periode suatu selama ada yang kasus Jumlah
Periode Prevalens =
12/6/2013 53
Ukuran-ukuran frekuensi
penyakit

1 2 3 4 5 6 7 Jumlah waktu dalam jangka
observasi dan dalam keadaan sehat
(tahun)

A 7

B 7

C * 2

D 7

E 3

F 2

G 5


Keterangan

Periode sehat

Periode sakit

Hilang dalam pengamatan selanjutnya

* Meninggal

Gambar 1
12/6/2013 54
Ukuran-ukuran frekuensi
penyakit
Dari Gamabar 1. : Hitunglah Prevalens Periode (PP)
dari tahun ke 1 hingga tahun ke 4.
4 - 1 ke tahun periode selama orang Jumlah
4 1 ke tahun waktu eriode p selama ada yang kasus Jumlah
P P

=
Karena jumlah orang (populasi) dalam pengamatan
berubah-ubah, maka kita dapat menggunakan jumlah
rata-rata dari populasi, atau yang umum digunakan
adalah jumlah populasi pada tengah tahun pengamatan
(midpoint year)
29 , 0
7
2
P P = =
12/6/2013 55
Ukuran-ukuran frekuensi
penyakit
Dari gambar 1.
A, B,C,D, E, F, G. individu yang diamati
(ada 7 orang)
1, 2, 3, 4, 5, 6, 7. tahun yang diamati (ada
7 tahun pengamatan)
Jumlah kasus baru selama 7 tahun
pengamatan ada 3 kasus
Rata-rata lama sakit = (3+5+2)/3 tahun = 3,3
tahun
12/6/2013 56
Ukuran-ukuran frekuensi
penyakit
Dari gambar 1
Orang waktu (Person Time)
Jumlah waktu seseorang yang memberikan
kontribusi masa sehat sejak awal pengamatan.
Untuk A masa sehat 7 tahun
Untuk B masa sehat 7 tahun
Untuk C masa sehat 2 tahun
Untuk D masa sehat 7 tahun
Untuk E masa sehat 3 tahun
Untuk F masa sehat 2 tahun
Untuk G masa sehat 5 tahun
Total orang tahun = (7+7+2+7+3+2+5) orang-
tahun = 33 orang tahun

12/6/2013 57
Ukuran-ukuran frekuensi
penyakit
Hubungan antara insidens dan prevalens
Jika dalam kondisi yang tetap, maka
hubungan insidens dan prevalens adalah
P = I x D
Prevalens (P) [Prevalens periode] = Insidens (I)
[Densitas Insindens] x rata-rata lama sakit (D)
Dari gambar 1. (untuk pengamatan selama 7
tahun)
I = 3 kasus/33 orang-tahun. D = 3,3 tahun
P = 3 kasus/33 orang tahun x 3,3 tahun
P = 3 kasus/10 orang
P = 30 kasus/100 orang
12/6/2013 58
Ukuran-ukuran frekuensi penyakit
Perbandingan Insidens dan Prevalens
Insidens Prevalens
Hanya menghitung kasus baru

Tingkat tidak bergantung durasi
rata-rata penyakit
Dapat diukur sebagai rate atau
proporsi
Merefleksikan kemungkinan
menjadi penyakit sepanjang
waktu
Lebih disukai bila melakukan
studi etiologi penyakit
Menghitung kasus yang ada
(kasus baru dan lama)
Bergantung pada rata-rata
lama (durasi) sakit
Selalu diukur sebagai proporsi

Merefleksikan kemungkinan
terjadi penyakit pada satu waktu
tertentu
Lebih disukai bila studi utilisasi
pelayanan kesehatan

12/6/2013 59
Ukuran-ukuran frekuensi
penyakit
Insidens Prevalens
Insidens
Kumulatif
Incidence
Rate
Titik Periode
Sinonim Proporsi
Insidens
Incidence
Density
Numerator Kasus baru Kasus baru Kasus yang
ada
Kasus yang
ada/baru
Denominator Populasi
inisial
Orang -
Waktu

Populasi
Inisial

Populasi
pertengahan
Unit Tidak ada Kasus per
orang waktu
Tidak ada Tidak ada
Tipe Proporsi Rate Proporsi Proporsi
12/6/2013 60
Dinamik prevalens
Kasus Lama
Kasus Baru
Prevalens
(Permukaan air)
Insidens (aliran masuk)
Bekas-bekas kasus
Sembuh
atau meninggal
12/6/2013 61
Ukuran-ukuran frekuensi
penyakit
Ukuran mortalitas
Ratio kematian terhadap kasus (Death-to-case Ratio)






( )
( )


=
sama yang periode selama asi didentifik yang penyakit dari baru kasus
tertentu periode selama ertentu penyakit t dari kematian
DTCR
Contoh:
Pada tahun 2004, ada 200 kasus baru tuberkulosis paru-paru
yang dilaporkan di suatu wilayah. Pada tahun yang sama ada 15
kematian yang terjadi pada penderita tuberkulosis paru-paru,
maka DTCR = 15/200 75 kematian per 1000 kasus baru
12/6/2013 62
Ukuran-ukuran frekuensi
penyakit
Ukuran mortalitas
Infant Mortality Rate (IMR)



Neonatal mortality rate (NMR)



( )
( )

=
hidup lahir yang bayi
meninggal yang bayi
IMR
( )
( )

=
hidup lahir yang bayi
kehidupan pertama hari dalam umur bayi kematian
NMR
28
Contoh: IMR = 7,2 bayi
yang meninggal per
1000 kelahiran hidup
Contoh: NMR = 5,4 kematian neonatal per 1000
kelahiran hidup
12/6/2013 63
Ukuran-ukuran frekuensi
penyakit
Ukuran mortalitas
Postneonatal Mortality Rate (PNMR)



Maternal Mortality Rate (MMR)



( )
( )

=
hidup lahir yang bayi
bulan sampai umur meninggal yang bayi
PNMR
11 28
( )
( )

=
hidup lahir yang bayi
nifas dan kelahiran kehamilan, dengan berkaitan yang sebab oleh ibu kematian
MMR
Contoh: PMNR = 2,8 kematian postneonatal per 1000 kelahiran hidup
Contoh: MMR = 6,1 kematian ibu per 100.000 kelahiran hidup
12/6/2013 64
Ukuran-ukuran frekuensi
penyakit
Ukuran mortalitas
Case Fatality Rate (CFR)



Propotionate Mortality (PM)



( )
( )

=
insidens kasus Jumlah
insidens kasus diantara meninggal
CFR
( )
( )

=
sebab semua kematian
tertentu sebab karena kematian
PM
12/6/2013 65
Ukuran-ukuran frekuensi
penyakit
Ukuran mortalitas
Propotionate Mortality Ratio (PMR)
Membandingkan Propotionate Mortality pada
satu kelompok umur dengan kelompok umur
yang lain pada satu populasi


2
1
PMR
grup
grup
PM
PM
=
Contoh: PM pada semua kasus = 7,1%; PM pada umur 25
44 = 2,5%; PM pada umur 45 64 = 4,3%. PMR antara
umur 45 64 dan 25 44 adalah (4,3/2,5) = 1,72
12/6/2013 66
Ukuran-ukuran asosiasi
Merefleksikan kekuatan atau besar
asosiasi antara suatu eksposur/faktor
risiko dan kejadian suatu penyakit
Melibatkan suatu perbandingan frekuensi
penyakit antara dua atau lebih kelompok
dengan berbagai derajat eksposur
Beberapa ukuran asosiasi digunakan
untuk mengestimasi efek
12/6/2013 67
Ukuran-ukuran asosiasi
Ukuran rasio (perbandingan relatif)
rasio dua frekuensi penyakit
membandingkan kelompok terpajan dengan
kelompok tidak terpajan
Ukuran perbedaan efek (perbadingan
absolut)
perbedaan antara ukuran frekuensi penyakit
suatu kelompok terpajan dan kelompok yang
tidak terpajan

12/6/2013 68
Ukuran-ukuran asosiasi
Koefisien model
koefisien variabel diturunkan dari model
matematis yang menujukkan besarnya
hubungan antara variabel eksposur dan
penyakit
Koefisien korelasi
ukuran lain asosiasi yang juga diturunkan
dari model matematis, namun tidak
merefleksikan parameter kausal
12/6/2013 69
Ukuran-ukuran asosiasi
Ukuran rasio
Rasio risiko atau risiko relatif (RR)

terpajan tidak kelompok pada Risiko
terpajan kelompok pada Risiko
RR =
Rasio Insidens Kumulatif (RIK)

terpajan tidak kelompok pada kumulatif Insidens
terpajan kelompok pada kumulatif Insidens
RIK =
12/6/2013 70
Ukuran-ukuran asosiasi
Ukuran rasio
Rasio rate atau rasio densitas insidens (RDI)

terpajan tidak kelompok pada insidens Densitas
terpajan kelompok pada insidens Densitas
RDI =
Rasio Prevalens (RP)

terpajan tidak kelompok pada Prevalens
terpajan kelompok pada Prevalens
RP =
12/6/2013 71
Contoh 5.
Tabel 1. Kaitan antara merokok dan angka insidens stroke dalam
suatu kohort.

Kategori
merokok
Jumlah kasus
stroke
Orang-tahun
observasi
(lebih dari 8
tahun)
Tingkat
insidens stroke
(per 100.000
orang tahun)
Tidak pernah
merokok
70 395.594 17,7
Mantan perokok
65 232.712 27,9
Perokok
139 280.141 49,6
Total
274 908.447 30,2
Sumber: diterjemahkan dari:Beaglehole et al. Basic Epidemiology. WHO. 1993. 18.
12/6/2013 72
Ukuran-ukuran asosiasi
Dari Tabel 1.
Hitunglah:
Rasio rate atau rasio densitas insidens (RDI)

terpajan tidak kelompok pada insidens Densitas
terpajan kelompok pada insidens Densitas
RDI =
8 , 2
17,7
49,6
RDI = =
12/6/2013 73
Ukuran-ukuran asosiasi
Ukuran rasio
Rasio odds (Odds ratio = OR)
Nama lain: Odds relative; rasio kros-produk
rasio dua odds yang digunakan dalam studi
kasus-kontrol untuk mengestimasi rasio rate atau
rasio risiko
12/6/2013 74
Ukuran-ukuran asosiasi
Ukuran rasio
Rasio odds (Odds ratio = OR)
odds untuk satu kelompok dibagi dengan odds
untuk kelompok yang lain
Mempunyai interpretasi yang sama seperti risiko
relatif
12/6/2013 75
Ukuran-ukuran asosiasi
Odds suatu kejadian
rasio probabilitas bahwa kejadian terjadi
terhadap probabilitas kejadian tidak terjadi
P = Probabilitas suatu kejadian terjadi
1 P = Probabilitas suatu kejadian tidak terjadi
P 1
P
peristiwa suatu Odds

=
12/6/2013 76
Tabel 1. Tabulasi silang pemajan dan status sakit,
insidens sakit dan Probabilitas odds sakit.
Status sakit
Pemajan Sakit Tidak
sakit
Total Insiden sakit
(Risk)
Probabilitas odds sakit
+ a b a + b a/(a+b)
- c d c + d c/(c+d)
Total a + c b + d
a+b+c+d
b
a
b a
a
b a
a
=
|
.
|

\
|
+

+
1
d
c
d c
c
d c
c
=
|
.
|

\
|
+

+
1
12/6/2013 77
Ukuran-ukuran asosiasi
sakit pemajan
OR
c x b
d x a
d
b
c
a
OR = = =
d
b
d b
b
d b
b
OR
kontrol pemajan
=
|
.
|

\
|
+

+
=
1
/
c
a
c a
a
c a
a
OR
kasus pemajan
=
|
.
|

\
|
+

+
=
1
/
a b
c d
kasus kontrol
+
-
Pemajan
12/6/2013 78
Odds Ratio (OR) = Relative Odds = Cross
Product Ratio
Faktor Kasus Kontrol Total
Perokok 650 (a) 950 (b) 1600
Bukan
perokok
50 (c) 350 (d) 400
Total 700 1300 2000
kontrol untuk pemajan Odds
kasus untuk pemajan Odds
Ratio Odds =
12/6/2013 79
Odds Ratio (OR) = Relative
Odds
c x b
d x a
d
b
c
a
Ratio Odds = =
kontrol untuk pemajan Odds
kasus untuk pemajan Odds
Ratio Odds =
8 , 4
50 950
350 650
= = =
x
x
c x b
d x a
Ratio Odds
Perokok mempunyai risiko menjadi kasus 4,8 kali dari yang bukan
perokok.
Interpretasinya: odds perokok menjadi kasus 4,8 kali lebih besar
dari odds bukan perokok
12/6/2013 80
Prevalence Odds Ratio (POR) = Cross Product
Ratio bila data didasarkan pada kasus-kasus
prevalens
Faktor Kasus Kontrol Total
Perokok 650 (a) 950 (b) 1600
Bukan
perokok
50 (c) 350 (d) 400
Total 700 1300 2000
8 , 4
50 950
350 650
Prevalence = =
x
x
Ratio Odds
25 , 3
125 , 0
40625 , 0
400 / 50
1600 / 650
) ( Prevalence = = = Ratio proportion
12/6/2013 81
Incidence Odds Ratio (POR) = Cross Product
Ratio bila data didasarkan pada kasus-kasus
insidens
Faktor Sakit Tidak sakit Total
Perokok 20 (a) 980 (b) 1000
Bukan
perokok
10 (c) 990 (d) 1000
Total 30 1970 2000
02 , 2
980 10
990 20
I = =
x
x
Ratio Odds ncidence
00 , 2
01 , 0
02 , 0
1000 / 10
1000 / 20
) ( Incidence = = = Ratio risk proportion
12/6/2013 82
Pada penyakit yang jarang terjadi,nilai
Odds Ratio hampir sama dengan nilai
Relative Risk (Risk Ratio). Nilai
Prevalence Odds Ratio hampir sama
dengan nilai Prevalence Proportion Ratio.
Pada penyakit yang umum terjadi, nilai
Odds Ratio lebih ekstrim dari pada Risk
Ratio.
12/6/2013 83
Ukuran-ukuran dampak
Ukuran perbedaan dampak/efek
Perbedaan risiko = Risk Difference (RD) =
Attributable Risk (AR) = Excess Risk (ER) =
Absolute Risk (AR)
[Risiko pada kelompok terpajan] [Risiko pada
kelompok tidak terpajan]
Berguna untuk mengukur besarnya masalah
kesehatan masyarakat yang disebabkan oleh
suatu pemajan
bermanfaat untuk penilaian prioritas untuk aksi
kesehatan masyarakat (Public Health Action)
12/6/2013 84
Ukuran-ukuran dampak/efek
Ukuran perbedaan efek
Attributable Risk (AR) Percent = AR%
( ) ( )
( )
% 100
Insidens
Insidens Insidens
AR%
terpaj an
terpaj an tidak terpaj an
x

=
12/6/2013 85
Ukuran-ukuran dampak
Ukuran perbedaan dampak/efek
Perbedaan insidens kumulatif = Cumulative
Incidence Difference= CID
[IK pada kelompok terpajan] - [IK pada kelompok
tidak terpajan]
IK = Insidens Kumulatif
12/6/2013 86
Ukuran-ukuran dampak
Ukuran perbedaan efek
Perbedaan rate/ perbedaan densitas insidens
(IDD = Insidence Density Difference)
IDD = [Densitas insidens dalam kelompok
terpajan] - [Densitas insidens pada kelompok tidak
terpajan]
Perbedaan prevalens (PD = Prevalence
Differrence)
PD = [Prevalens dalam kelompok terpajan] -
[Prevalens dalam kelompok tidak terpajan]
12/6/2013 87
Ukuran-ukuran dampak
Ukuran dampak
Fraksi atributabel = fraksi etiologik = Etiologic Fraction
(EF) = attributable fraction = AF
Dinyatakan sebagai pembagian risk difference dengan rate
kejadian pada populasi yang terpajan.
Proporsi penyakit yang akan dieliminasi jika tidak ada
pemajan pada populasi yang tertentu
( ) ( )
( ) populasi
terpajan tidak populasi
Insidens
Insidens Insidens
AF

=
12/6/2013 88
Ukuran-ukuran dampak
Ukuran dampak
Fraksi atributabel dalam kelompok terpajan (AFE
= attributable Fraction in exposed)
proporsi rate (tingkat) insidens penyakit di antara terpajan
yang akan direduksi jika eksposur dieliminasi
( ) ( )
( ) populasi
terpajan tidak terpajan
Insidens
Insidens Insidens
AFE

=
12/6/2013 89
Ukuran-ukuran dampak
Fraksi yang dicegah dalam populasi =
Fraction Prevented in population = PF
proporsi jumlah beban penyakit dalam populasi yang
telah dicegah oleh faktor eksposur
( ) ( )
( ) terpajan tidak
populasi terpajan tidak
Insidens
Insidens Insidens
PF

=
12/6/2013 90
Ukuran-ukuran dampak
Fraksi yang dicegah dalam kelompok terpajan
(PFE = Prevented Fraction in the Exposed)
( ) ( )
( ) terpajan tidak
terpajan terpajan tidak
Insidens
Insidens Insidens
PFE

=
12/6/2013 91
Ukuran-ukuran dampak
Population Attributable Risk (PAR)
= Attributable Fraction (population) atau Etiologic
Fraction (population) = Population Attributable
Risk Proportion = Population Attributable Risk
Fraction
Proporsi (atau fraksi) rate penyakit pada seluruh
populasi yang mewakili rate penyakit dalam kelompok
terpajan
Rumus PAR

( ) ( ) terpaj an tidak populasi
Insidens Insidens PAR =
12/6/2013 92
Ukuran-ukuran dampak
Population Attributable Risk Percent
(PARP) attributable fraction (population)
atau etiologic fraction (population)
Berarti proporsi kasus baru yang dapat dicegah jika
pada semua orang yang tidak terpajan
Rumus PAR%

( ) ( )
( )
% 100
Insidens
Insidens Insidens
PAR%
populasi
terpaj an tidak populasi
x

=
12/6/2013 93
Contoh 1
Pada suatu wabah terdapat 40 orang laki-
laki menderita penyakit hepatitis, dan 20
orang perempuan menderita hepatitis.
Berapa proporsi perempuan yang
menderita hepatitis? Berapa rasio
penderita laki-laki : penderita perempuan?
12/6/2013 94
Jawaban contoh 1.
Proporsi penderita perempuan





Rasio penderita laki-laki : perempuan = 40:20
= 2:1
( )
( )
% 3 , 33 % 100
40 20
20
=
+
= x
12/6/2013 95
Contoh 2.
Ada 1200 kasus baru terjadi dalam
periode 3 tahun pada suatu kota yang
berpenduduk 4 juta orang. Berapa tingkat
insidensnya (Incidence Rate =IR) penyakit
tersebut ?
12/6/2013 96
Jawaban contoh 2.
( )
( )

=
waktu Orang
baru kasus
IR
tahun orang kasus
x x
IR = = 000 . 100 / 10
3 10 4
1200
6
12/6/2013 97
Contoh 3.
Dalam suatu wilayah diestimasikan bahwa
penduduk pada pertengahan tahun
200.000 orang, kemudian dilaporkan ada
40 kasus malaria selama tahun 1996.
Berapakah tingkat insidensnya?
12/6/2013 98
Jawaban contoh 3.
tahun orang kasus
x
IR = = / 0002 , 0
10 2
40
5
Tingkat insidens ini dapat juga dinyatakan
dengan:
0,002 kasus/100 orang-tahun
0,2 kasus/1000 orang-tahun
2 kasus /10.000 orang-tahun
12/6/2013 99
Contoh 4.
Pada tanggal 1 Juni 2004 ada 120 orang
menderita (kasus) TBC paru-paru di suatu
wilayah yang diperkirakan ada 200.000
penduduk. Berapakah prevalens (point of
prevalence) dari penyakit TBC paru-paru?
12/6/2013 100
Jawaban contoh 4.
orang kasus
x
P / 0006 , 0
10 2
120
5
= =
= 0,06 kasus per 100 orang penduduk pada 1 Juni 1996
= 0,6 kasus per 1000 orang penduduk
= 6 kasus per 10.000 orang penduduk
12/6/2013 101
Contoh 5.
Tabel 1. Kaitan antara merokok dan angka insidens stroke dalam
suatu kohort.

Kategori
merokok
Jumlah kasus
stroke
Orang-tahun
observasi
(lebih dari 8
tahun)
Tingkat
insidens stroke
(per 100.000
orang tahun)
Tidak pernah
merokok
70 395.594 17,7
Mantan perokok
65 232.712 27,9
Perokok
139 280.141 49,6
Total
274 908.447 30,2
Sumber: diterjemahkan dari:Beaglehole et al. Basic Epidemiology. WHO. 1993. 18.
12/6/2013 102
Contoh 5. Pertanyaan untuk tabel 1.
1. Berapa Risk difference (perbedaan risiko)
= attributable risk = excess risk/absolute
risk antara kelompok yang terpajan
(perokok) dengan yang tidak terpajan
(tidak pernah merokok)?.
2. Berapa nilai Attributable Fraction =
Etiological Fraction ?
3. Berapa nilai Population Attributable Risk
(PAR) dan PAR%?
12/6/2013 103
Jawaban contoh 5.1
( ) ( ) terpaj an tidak terpaj an
(rate) Insidens (rate) Insidens AR =
AR = [(49,6 17,7) per 100.00 orang-tahun]
= 31,9 per 100.00 orang-tahun.
Risk difference (perbedaan risiko)
= Attributable Risk = AR
= excess risk/absolute risk antara kelompok yang terpajan
(perokok) dengan yang tidak terpajan (tidak pernah merokok)
12/6/2013 104
Jawaban contoh 5.2
( ) ( )
( )
% 100
(rate) Insidens
(rate) Insidens (rate) Insidens
AR%
terpaj an
terpaj an tidak terpaj an
x

=
Attributable Fraction = Etiological Fraction = AR%
% 64 % 100
49,6
17,7 49,6
AR% =

= x
Artinya: Diharapkan akan terjadi pengurangan risiko sebesar 64%
untuk terkena stroke di antara perempuan yang merokok, jika
mereka berhenti merokok, dengan asumsi bahwa merokok adalah
penyebab dan dapat dicegah.
12/6/2013 105
Jawaban contoh 5.3
( ) ( ) terpaj an tidak populasi
(rate) Insidens (rate) Insidens PAR =
tahun orang per = 000 . 100 ) 7 , 17 2 , 30 ( PAR
tahun orang per = 000 . 100 5 , 12 PAR
Population Attributable Risk (PAR)
tahun orang per = 000 . 100 ) 7 , 17 2 , 30 ( PAR
12/6/2013 106
Jawaban contoh 5.3
( ) ( )
( )
% 100
(rate) Insidens
(rate) Insidens (rate) Insidens
PAR%
populasi
terpaj an tidak populasi
x

=
% 100
2 , 30
) 7 , 17 2 , 30 (
PAR% x

=
% 4 , 41 PAR%=
Population attributable risk (PAR) Percent = PAR%
= Etiologic Fraction in population
Berarti bahwa 41,4% kasus baru dapat dicegah jika semua individu
tidak terpajan
12/6/2013 107
Ringkasan
Risk Difference (RD)
= Attributable Risk (AR)
= Excess Risk (ER)
= Absolute Risk (AR)
Attributable Risk (AR) Percent = AR%
= Attributable Fraction in exposed = AF
E
= Etiologic Fraction in exposed = EF
E


12/6/2013 108
Ringkasan
Risk Difference (RD) in Population
= Population Attributable Risk (PAR)
= Excess Risk (ER) in population
Population Attributable Risk Percent
(PARP) = PAR%
= Attributable Fraction in population = AF
P
= Etiologic Fraction in population= EF
P


12/6/2013 109
Contoh 6.
Tabel 2. Kaitan antara kadar kolesterol dan angka insidens penyakit
jantung koroner dalam suatu kohort (Data hipotetis)

Kategori kadar
kolesterol
Jumlah kasus
stroke
Orang-tahun
observasi
Tingkat
insidens stroke
(per 100.000
orang tahun)
rendah
60 300.000 20,0
Tinggi
180 360.000 50,0
Total
240 660.000 36,4
Sumber: diterjemahkan dari:Beaglehole et al. Basic Epidemiology. WHO. 1993. 18.
12/6/2013 110
Pertanyaan contoh 6.
Hitunglah nilai
1. RR
2. RD
3. AR%
4. PAR
5. PAR%
6. PF
E
7. PF
P
12/6/2013 111
Jawaban contoh 6.1
5 , 2
20
50
= = =
E
E
I
I
RR
) (Exposed terpajan Insidens I
E
=
) ( Exposed Non terpajan tidak Insidens I
E
=
12/6/2013 112
Jawaban pertanyaan contoh 6.2
6.3
tahun orang kasus I I RD
E
E
= = 000 . 100 / ) 20 50 (
tahun orang kasus RD = 000 . 100 / 30
% 100 % x
I
I I
AR
E
E
E

=
% 100
50
20 50
% x AR

=
% 60 %= AR
(2)
(3)
12/6/2013 113
Jawaban pertanyaan contoh 6.4 6.5
tahun orang kasus I I PAR
E
P
= = 000 . 100 / ) 20 4 , 36 (
tahun orang kasus PAR = 000 . 100 / 4 , 16
% 100 % x
I
I I
PAR
P
E
P

=
% 100
4 , 36
20 4 , 36
% x PAR

=
% 1 , 45 %= PAR
(4)
(5)
12/6/2013 114
Jawaban pertanyaan contoh 6.6
E
E
E
E
I
I I
PF

=
20
50 20
=

=
E
E
E
E
I
I I
PF
(6)
5 , 1 =
E
PF
12/6/2013 115
Jawaban pertanyaan contoh 6.7
E
P
E
P
I
I I
PF

=
20
4 , 36 20
=

=
E
P
E
P
I
I I
PF
(7)
82 , 0 =
P
PF
12/6/2013 116
Rumus lain untuk PF
P
(Prevented Fraction in
the Population)

RR RR p
RR p
PF
c
c
P
+

=
) 1 (
) 1 (
P
c
= fraksi kasus terpajan untuk faktor pencegah
12/6/2013 117
Kerterkaitan antar rumus antara
ukuran-ukuran
E E
E
E
E
I
RD
I
I I
AF =

=
RR
RR
RR I
I
I
I
I
I I
AF
E
E
E
E
E
E
E
E
1 1
1

= = =

=
AFE = Attributable Fraction in Exposed
RD = Risk Difference = Excess Risk = Absolute Risk
RR = Risk Ratio = Relative Risk = Risiko Relatif
12/6/2013 118
Kerterkaitan antar rumus antara
ukuran-ukuran
RR
I
I
I
I
I
I I
PF
E
E
E
E
E
E
E
E
= =

= 1
P
E
P
E
P
P
P
P
P
E
P
P
I
I
I
I
I
I
I
ER
I
I I
AF = = =

= 1
PF
E
= Prevented Fraction in Exposed.
AF
P
= Attributable Fraction in Population
ER
P
= Excess Risk in Population
12/6/2013 119
Cara lain menghitung PARP (Population
Attributable Risk Percent)
Cara 1.
Hitung Attributable
Risk (AR)
Lalu kalikan AR
dengan Prevalens
faktor risiko
Kemudian dibagi
dengan tingkat (rate)
Insidens di populasi,
setelah itu kalikan
100%


E
E
I I =
( ) P x AR =
% 100
) (
x
I
P x AR
Pop
=
12/6/2013 120
Cara lain menghitung PARP (Population
Attributable Risk Percent)
Cara 2.
Kalikan AR dengan
Prevalens faktor risiko
dengan (RR-1)

Kemudian [P x (RR-1)]
dibagi [P x (RR-1)]+1}

( ) 1 RR x P
( )
PARP
RR P
RR P
=
+

1 1
) 1 (
Cara 2 ini menggunakan RR, sangat berguna karena
dengan metode ini kita dapat menghitung estimasi risiko
relatif dari dua studi (kasus kontrol dan kohort). Metode
ini disebut Odds Ratio untuk studi kasus kontrol)
12/6/2013 121
Cara lain menghitung PARP (Population
Attributable Risk Percent)
Cara 3.
Hitung Population
Attributable Risk
(PAR)

Kemudian dibagi
dengan tingkat (rate)
Insidens di populasi,
setelah itu kalikan
100%


E
Pop
I I =
% 100 x
I
I I
Pop
E
Pop

=
12/6/2013 122
Ringkasan ukuran
Tipe
Kuantitas
Matematis
Tanpa
denominator
Dengan
denominator
Enumerasi
Hitung,
angka mutlak
Rasio Proporsi Rate
12/6/2013 123
Ringkasan ukuran
Tipe
Kuantitas
Matematis
Enumerasi
Rasio Proporsi Rate
RR
OR
IDR
%
AR%
PAR%
Crude
Spesific
Adjusted
12/6/2013 124
Ringkasan ukuran
Ukuran
dalam
epidemiologi
Ukuran
Frekuensi
Penyakit
Ukuran
asosiasi
Ukuran efek
/dampak
12/6/2013 125
Ukuran frekuensi penyakit
Ukuran
frekuensi
Penyakit
Insidens Prevalens
Insidens
Kumulatif
Incidence
Density
Prevalens
titik
Prevalens
periode
Mortalitas
12/6/2013 126
Ukuran frekuensi penyakit
Ukuran
Rasio
Risk
Ratio
Odds
Rasio
Insidence
Density
Ratio
Prevalence
Ratio
12/6/2013 127
Ukuran frekuensi penyakit
Ukuran
Efek
/dampak
Perbedaan
efek
Fraksi
Efek
RD
AR
ER
PAR
AR% PAR% PF
RD = Risk Difference
AR = Attributable Risk
ER = Excess Risk
PAR = Population Attributable Risk
PF = Prevented Fraction